
"Tadi aku lihat Hua Xiang baru saja lewat sini. Ada apa Hua Xiang datang ke kamarmu sepagi ini?" tanya Guo Lin Xu dengan rasa penasaran.
"Masuklah ke dalam," sahut Yang Fei. Begitu Guo Lin Xu masuk ke dalam kamar, Yang Fei langsung menutup pintu kamarnya rapat-rapat.
"Ada apa sampai kau harus sembunyi-sembunyi begitu?" tanya Guo Lin Xu dengan wajah kebingungan.
"Tadi Hua Xiang memberi tahuku bahwa Xiao Chuan bekerja sama dengan suku Iblis untuk menjebak kita semua. Ia memperingatkanku untuk berhati-hati," jawab Yang Fei dengan wajah serius.
"Apa? Xiao Chuan adalah komplotan suku Iblis?" sahut Guo Lin Xu yang sangat terkejut.
"Iya, Hua Xiang melihat Xiao Chuan berkomunikasi dengan Pria Bertopeng Besi dari suku Iblis kemarin malam."
"Lalu, apa rencanamu untuk menghadapi Xiao Chuan?" tanya Guo Lin Xu penasaran.
"Aku akan menyelidiki semua tentang Xiao Chuan. Dari identitasnya sampai hubungannya dengan suku Iblis," jawab Yang Fei dengan tegas.
"Aku akan ikut menyelidikinya bersamamu," kata Guo Lin Xu sambil menatap wajah Yang Fei.
"Kau tidak perlu ikut denganku, Lin Xu. Ini sangat berbahaya," sahut Yang Fei mengingatkan.
"Kau jelas-jelas tahu bahwa apa yang akan kau lakukan itu sangat berbahaya. Tapi kau masih saja ingin melakukannya sendirian. Kau selalu ingin menopang semua kesulitan di kedua pundakmu," ucap Guo Lin Xu sambil mendengus kesal.
"Maafkan aku, Lin Xu. Aku hanya tidak ingin menyulitkanmu, apalagi sampai melihatmu sedih dan terluka," balas Yang Fei sembari menghela napas panjang.
"Aku tidak merasa dipersulit olehmu, Yang Fei. Tenang saja, aku tidak akan sedih ataupun terluka. Aku akan membantumu menyelidiki semuanya sampai selesai," ucap Guo Lin Xu dengan tegas.
"Baik. Terima kasih, Lin Xu," sahut Yang Fei sambil tersenyum senang.
"Jadi, kapan kau berencana untuk menyelidiki Xiao Chuan?" tanya Guo Lin Xu dengan antusias.
"Malam ini. Kita bertemu di kamarmu dulu, lalu kita akan menyelidiki Xiao Chuan," jawab Yang Fei.
__ADS_1
"Baik, sampai jumpa nanti," sahur Guo Lin Xu sambil tersenyum. Kemudian, ia segera pergi dari kamar Yang Fei.
...****************...
Malam harinya, Xiao Feng keluar dari kamarnya untuk mencari Hua Xiang yang tidak kelihatan sejak tadi pagi. Namun, ia segera berhenti setelah melihat Yang Fei dan Guo Lin Xu yang sedang menyelidiki Xiao Chuan melalui jendela kamar.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Xiao Feng dengan wajah kebingungan. Yang Fei langsung menempelkan jari telunjuknya ke depan bibirnya.
"Shhh, pelankan suaramu," sahut Yang Fei dengan nada pelan.
"Ada apa?" bisik Xiao Feng penasaran.
"Diamlah," tegur Guo Lin Xu sambil menyenggol pundak Xiao Feng. Mereka pun mengamati Xiao Chuan yang sedang berkomunikasi dengan Pria Bertopeng Besi itu.
"Ada apalagi kali ini?" tanya Pria Bertopeng Besi itu sambil mendengus kesal.
"Aku sudah menaruh racun mematikan yang kau berikan padaku di dalam kamar Yang Fei tadi sore. Dia pasti tidak akan bisa sadar setelah 24 jam," jawab Xiao Chuan sambil tersenyum licik.
Melihat hal itu, Xiao Feng sangat terkejut. Ia langsung menarik kedua sahabatnya untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Yang Fei, malam ini sampai seterusnya kau tidur di kamarku saja. Bisa-bisanya Xiao Chuan menaruh racun mematikan di dalam kamarmu," ucap Xiao Feng sambil menggeleng pelan.
"Terima kasih, Xiao Feng," sahut Yang Fei sambil tersenyum lega.
"Sebenarnya ada apa sampai Xiao Chuan dan Pria Bertopeng Besi itu ingin membunuhmu?" tanya Xiao Feng penasaran.
"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Yang Fei sembari menghela napas panjang.
"Yang Fei, tidakkah kau merasa ada yang aneh? Jika kau hanya murid dari sekte Gunung Xuan Zheng, mereka pasti tidak akan membunuhmu dengan cara menaruh racun." Xiao Feng menatap wajah Yang Fei dengan penuh rasa penasaran.
"Sudahlah. Kita tidak tau rencana mereka selanjutnya. Malam ini, kita harus beristirahat dengan baik. Besok saat Pria Bertopeng Besi itu datang, kita bisa melawannya," celetuk Guo Lin Xu.
__ADS_1
"Baik, sampai jumpa besok," sahut Xiao Feng sembari melambaikan tangan kanannya dan tersenyum.
"Lin Xu, istirahatlah dengan baik. Sampai jumpa besok," ucap Yang Fei sambil tersenyum. Guo Lin Xu pun mengangguk dan segera kembali ke kamarnya.
"Yang Fei, apa kau pernah menyinggung suku Iblis di kehidupan sebelumnya? Kalau tidak, untuk apa Pria Bertopeng Besi itu berusaha untuk membunuhmu?" tanya Xiao Feng penasaran.
"Mungkin begitu," jawab Yang Fei datar.
"Lalu, Pria Bertopeng Besi itu terlihat sangat kuat. Dengan kemampuannya saat ini, seharusnya dia bisa langsung menyerangmu. Kenapa dia harus menaruh racun melalui Xiao Chuan di dalam kamarmu?" sahut Xiao Feng sembari berpikir keras.
"Aku juga ingin mencari tahu, tapi untuk saat ini kita hanya tahu bahwa Pria Bertopeng Besi itu akan datang untuk membunuhku besok."
"Kalau begitu, istirahatlah dengan baik," sahut Xiao Feng sambil menepuk pundak Yang Fei. Kemudian, Xiao Feng segera berbaring di atas kasurnya.
"Kau juga harus beristirahat dengan baik," sahut Yang Fei sambil tersenyum.
Ketika Xiao Feng sudah tertidur, Yang Fei kembali memikirkan kalimat Xiao Feng barusan.
"Dia benar. Kalau aku hanya murid biasa dari sekte Gunung Xuan Zheng, suku Iblis tidak akan repot-repot untuk membunuhku," gumam Yang Fei sembari memegang Seruling Hei Tian di kedua tangannya.
Kemudian, Yang Fei menatap dengan wajah murung ke seruling itu. Seketika itu juga, kepalanya terasa sangat sakit. Ia mendapat sedikit ingatannya di kehidupan sebelumnya.
Apa yang dilihat Yang Fei di dalam ingatannya adalah dirinya berdiri di depan pintu gerbang sebuah Istana megah dan memakai baju zirah besi. Ia juga memegang Seruling Hei Tian di tangan kanannya dan membawa sebuah pedang yang besar dan berat di pundaknya.
Kedua matanya mampu membunuh ratusan prajurit suku Iblis hanya dengan menatap ke arah mereka dengan amarah yang menggebu-gebu. Meski hanya itu yang ada di dalam ingatannya, Yang Fei pun sudah tahu bahwa dirinya di kehidupan sebelumnya memang pernah membunuh suku Iblis.
Namun, Yang Fei tidak mengerti mengapa ia membunuh ratusan prajurit suku Iblis sendirian di depan pintu gerbang Istana yang diyakini oleh dirinya sebagai Istana Alam Langit.
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊
__ADS_1