
Xiao Chuan?" tanya Yang Fei sambil bangkit berdiri.
Yang Fei segera menghampiri Xiao Chuan dan bertanya lagi, "Kenapa kau bisa berada di sini?"
"Yu Long bilang kau tidak mau makan dan minum, jadi aku menawarkan diri untuk mengunjungimu," jawab Xiao Chuan sambil tersenyum.
"Terima kasih, tapi aku memang tidak lapar dan tidak haus."
"Baiklah. Aku ingin bertanya kepadamu," sahut Xiao Chuan sambil mengangkat kedua alisnya.
"Apa yang ingin kau tanyakan kepadaku?" tanya Yang Fei penasaran.
"Kenapa hari itu kau hanya menyuruh Yu Long untuk membawaku, bukan temanmu yang lain?" sahut Xiao Chuan dengan tatapan menyelidik.
"Temanku yang lain sudah mengenal Raja Qin Yang dan Tuan Muda Qin Jun, sedangkan kau belum sempat berkenalan dengan mereka. Aku membawamu bersamaku supaya kau tidak perlu berurusan lagi dengan suku Iblis," jawab Yang Fei jujur.
"Apa maksud perkataanmu barusan?" tanya Xiao Chuan pura-pura tidak mengerti.
"Aku memang sudah tahu bahwa kau bekerja sama dengan Yu Long, tapi aku tidak mau menyimpan dendam kepadamu. Supaya bisa mengawasi kalian, aku sengaja meminta kepada Yu Long untuk membawamu juga," jawab Yang Fei sambil menghela napas panjang.
"Tapi kau dikurung di ruangan tergelap di dalam tempat ini. Bagaimana kau bisa mengawasiku dan Yu Long?" tanya Xiao Chuan kebingungan.
Yang Fei hanya tersenyum sambil menjawab, "Kalian tidak banyak berinteraksi selama ini."
"Yang Fei, apa kau benar-benar tidak mau makan dan minum?" tanya Xiao Chuan memastikan.
"Aku bisa menahan nafsuku karena sudah berlatih di puncak Gunung Xuan Zheng."
__ADS_1
"Tapi menurutku di dalam makanan dan minuman ini tidak ada racun," ucap Xiao Chuan setelah memeriksa makanan itu dengan jurus Mata Elang miliknya.
Yang Fei pun menghela napas panjang sambil berkata, "Memang hanya jurus Mata Tembus Pandang yang bisa melihat apakah ada racun di dalamnya, tapi aku tidak akan memakan apa pun untuk berjaga-jaga."
"Yu Long benar. Kau memang sangat keras kepala," ucap Xiao Chuan sambil menghela napas panjang.
Xiao Chuan pun mengelilingi ruangan senjata itu dan menggunakan beberapa jurus andalannya untuk mencari pintu keluar lain dari ruangan itu.
"Kau sedang apa?" tanya Yang Fei sambil mengernyitkan keningnya.
"Mencari jalan keluar lain dari sini," jawab Xiao Chuan dengan suara lantang.
"Xiao Chuan, apa menurutmu menggunakan ilmu bela diri di sini akan berguna untuk membantu kita keluar dari ruangan senjata ini?"
Yang Fei menggelengkan kepalanya saat melihat Xiao Chuan yang berjuang sekuat tenaga untuk menghancurkan tembok ruangan senjata itu.
"Sudahlah, tidak ada gunanya menghabiskan tenagamu untuk mencari pintu keluar lain selain pintu utama yang ditutup oleh Yu Long."
Yang Fei pun menepuk pundak Xiao Chuan dan menuntunnya untuk duduk di lantai.
"Tapi bagaimana kita bisa kabur jika melewati pintu utama? Ada begitu banyak pengawal yang berjaga. Yu Long juga sangat kejam. Ia tidak akan pernah melepaskan kita."
"Kenapa? Kau takut suku Iblis akan mengancammu dengan nyawamu, 'kan?" tanya Yang Fei sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi faktanya, mereka masih belum memberikan apa yang kau inginkan selama ini," imbuh Yang Fei sambil menatap kedua mata Xiao Chuan dengan tajam.
Xiao Chuan mendesah sambil berkata, "Yang Fei, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak ingin membunuhmu, tapi aku juga punya sebuah tujuan yang hanya bisa kucapai jika dibantu oleh suku Iblis."
__ADS_1
"Apakah tujuanmu itu akan menyangkut nyawa banyak orang?" sahut Yang Fei penasaran.
"Tidak juga. Kau tidak mengerti. Siapapun yang bekerja sama dengan suku Iblis sudah dipaksa untuk meminum Pil Delapan Penderitaan dari Gunung Kun Lun."
"Pil Delapan Penderitaan awalnya berfungsi sebagai obat, tapi suku Iblis mengambil semuanya dan meraciknya sampai pil itu berubah menjadi racun yang akan menggerogoti jantung dan nadi orang yang mengonsumsinya jika tidak meminum obat penawarnya dalam 3 hari," imbuh Xiao Chuan menjelaskan.
"Lantas? Apa kau menyesal karena sudah terlanjur meminum pil racun itu?" sahut Yang Fei penasaran.
"Tentu saja. Aku akan segera mati dua hari lagi jika tidak diberikan obat penawarnya," jawab Xiao Chuan sambil tersenyum miris.
Yang Fei menaikkan kedua alisnya sembari bertanya kepada Xiao Chuan, "Jadi, Yu Long selalu memberimu obat penawarnya di hari terakhir?"
"Benar, suku Iblis memang sengaja melakukannya supaya tidak ada orang yang berani mengacaukan rencana mereka," sahut Xiao Chuan sambil mengangguk.
"Tapi, Yu Long sendiri juga sudah meminum pil itu. Jadi, obat penawarnya memang diberikan di hari terakhir oleh Raja Iblis untuk semua orang yang meminum pil itu," kata Xiao Chuan dengan sangat yakin.
Yang Fei pun diam untuk beberapa saat. Ia tampak berpikir keras untuk membantu Xiao Chuan kabur dan mendapatkan obat penawarnya sekaligus.
"Kemarilah," ucap Yang Fei.
Xiao Chuan pun berjalan mendekati posisi Yang Fei berdiri saat ini. Setelah itu, Yang Fei membisikkan sesuatu ke telinga kanan Xiao Chuan.
"Lakukan seperti itu saja," ucap Yang Fei setelah ia selesai membisikkan sesuatu kepada Xiao Chuan.
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊
__ADS_1