Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Jejak Guo Lin Xu Ditemukan


__ADS_3

"Dunia ini begitu luas, di mana kita bisa mencari Lin Xu?" tanya Xiao Feng setelah ia dan Hua Xiang sudah mencari selama tiga hari lamanya.


"Entahlah," jawab Hua Xiang sambil mengangkat bahunya. Tidak lama kemudian, mereka menemukan sebuah desa. Mereka berdua melangkah masuk ke desa itu dan melihat banyak sekali warga desa yang sedang menangis.


"Pendekar, kasihanilah kami. Kami sudah tidak makan dan minum selama tiga hari," kata seorang pria dengan nada memohon sambil berlutut kepada Xiao Feng dan Hua Xiang.


"Ini, ambil bekalku," sahut Xiao Feng yang langsung menyerahkan bekalnya tanpa ragu.


"Terima kasih banyak, Pendekar," kata pria itu.


"Terima kasih, Pendekar baik," kata anak perempuan dari pria itu.


"Sama-sama," balas Xiao Feng sambil tersenyum. Ia dan Hua Xiang melanjutkan perjalanan dan melihat sebagian warga sedang berlarian menuju ke arah Selatan.


"Pak, sebenarnya apa yang terjadi di sini?" tanya Xiao Feng kepada salah seorang pria yang kebetulan merupakan kepala desa yang sedang mengarahkan warganya untuk mengungsi.

__ADS_1


"Pendekar, desa kami ini awalnya adalah desa yang makmur dan sejahtera. Tapi tiga hari yang lalu, ada sekumpulan orang-orang berwajah seram. Mereka sepertinya membawa seorang gadis yang seusia dengan Nona ini. Setelah kedatangan mereka ke sini, mereka membuat banyak sekali kekacauan sampai kami tidak punya tempat tinggal dan makanan lagi. Kami semua terpaksa harus mengungsi ke tempat lain untuk bertahan hidup," jawab pria itu dengan nada lirih.


"Maaf, saya tidak bisa memberikan banyak bantuan kepada seluruh warga. Tapi saya masih punya bekal, Anda boleh mengambilnya dan membagikannya untuk seluruh warga desa," kata Hua Xiang sambil menyodorkan bekal perjalanannya ke tangan kepala desa itu.


"Terima kasih banyak, Pendekar," sahut kepala desa itu sambil membungkuk berkali-kali.


"Maaf, apa gadis itu memakai pakaian berwarna putih dengan jubah hitam dan tusuk rambut berwarna emas?" tanya Xiao Feng.


"Benar," jawab kepala desa itu sambil mengangguk.


"Itu pasti Lin Xu!" seru Hua Xiang.


"Sepertinya mereka mau pergi ke arah Barat," jawab sang kepala desa.


"Terima kasih, Pak," balas Xiao Feng.

__ADS_1


"Sama-sama, Pendekar. Sekarang saya akan membagikan makanan ini dengan semua warga," kata kepala desa itu sambil berlalu pergi untuk membagikannya kepada setiap warga. Sementara itu, Xiao Feng dan Hua Xiang segera pergi ke arah Barat.


"Guru benar. Kita memang belum siap turun gunung sekarang," kata Xiao Feng sambil mendesah. Ia menyesal karena tidak bisa membantu seluruh warga desa mencari tempat tinggal yang baru dan hanya bisa membagikan makanan yang ia bawa.


"Tidak apa-apa, setidaknya kita sudah berusaha," sahut Hua Xiang sambil menepuk pelan bahu Xiao Feng untuk menenangkannya.


"Hua Xiang," panggil Xiao Feng.


"Ada apa?" sahut Hua Xiang sambil menatap wajah Xiao Feng.


"Orang-orang berwajah seram itu pasti Raja Banteng dan pasukannya. Mereka membawa Lin Xu ke arah Barat. Menurutmu, apa rencana mereka yang sebenarnya?" tanya Xiao Feng penasaran.


"Aku tidak tahu. Sejak dulu, mereka hanya mengincar Lin Xu," balas Hua Xiang.


"Sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan Lin Xu. Kita sudah menemukan jejaknya, tapi kita membutuhkan banyak tenaga untuk menyelamatkan Lin Xu nanti. Lebih baik kita mencari tempat untuk beristirahat," kata Xiao Feng.

__ADS_1


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️


__ADS_2