
“Sekarang sudah malam, ayo kita serang naga itu,” usul Xiao Feng dengan golok yang sudah ia pegang di tangan kanannya.
“Ayo!” seru Guo Lin Xu.
“Tunggu dulu.” Hua Xiang mencegah Xiao Feng dan Guo Lin Xu yang sudah bersiap untuk keluar dari gua itu.
“Ada apa?” tanya Xiao Feng bingung.
“Teman-teman, aku dan Tuan Putri akan keluar terlebih dahulu untuk memancing naga itu supaya kalian berdua bisa membunuhnya,” kata Hua Xiang.
“Baiklah, terima kasih,” kata Guo Lin Xu.
“Hei, naga jelek,” panggil Hua Xiang. Naga itu langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
“Kami di sini, kejar kami kalau kau bisa,” kata Hua Xiang sambil tersenyum. Kemudian, ia langsung memegang tangan kanan Li Xing Mi dan mereka berlari bersama ke arah yang berlawanan dari gua itu secepat mungkin.
Naga itu langsung menyusul langkah mereka tanpa menyadari bahwa Xiao Feng sudah bersiap untuk memotong ekornya dengan golok dari belakang.
“Aku tidak percaya kita harus membahayakan nyawa kita seperti ini,” keluh Li Xing Mi.
__ADS_1
“Setidaknya kita tidak perlu membunuh naga itu. Membunuh jauh lebih berbahaya daripada berlari, ‘kan?” sahut Hua Xiang.
Xiao Feng langsung mengangkat golok yang terbuat dari besi itu dengan kedua tangannya dan mengarahkannya ke ekor sang naga. Ia pun berhasil memotong ekor milik naga itu. Sang naga yang mulai kesakitan menghadap ke belakangnya untuk menyerang Xiao Feng.
“Xiao Feng, hati-hati!” seru Hua Xiang.
Benar saja, naga itu langsung menyemburkan api ke arah Xiao Feng. Xiao Feng tahu ia tidak bisa memadamkan api sang naga sehingga ia segera menghindar dari situ.
“Lin Xu, sekarang!” teriak Xiao Feng.
Guo Lin Xu ternyata sudah berada di atas salah satu pohon yang letaknya lumayan jauh dari gua itu. Begitu mendengar aba-aba dari Xiao Feng, ia segera mengarahkan busur yang ada di tangan kirinya tepat di mata kanan naga itu. Setelah itu, Guo Lin Xu langsung membidik mata kanan milik sang naga. Naga itu mulai geram dan menyemburkan api ke arah Guo Lin Xu, namun Xiao Feng menahan semburan api itu dengan goloknya. Lalu, Guo Lin Xu segera membidik mata kiri sang naga sehingga naga itu berteriak kesakitan.
“Naga itu bisa bicara?” tanya Li Xing Mi sambil menyenggol lengan Hua Xiang.
“Naga berkepala empat, kami datang ke sini untuk mengambil Bunga Mawar Hitam. Teman kami diracuni oleh racun Si Du sehingga kami harus mengambil bunga itu untuk dijadikan sebagai obatnya,” kata Xiao Feng.
“Kapan temanmu diracuni oleh racun Si Du?” sahut sang naga.
“Sudah 5 hari,” jawab Guo Lin Xu.
__ADS_1
“Racun Si Du hanya akan membiarkan orang yang diracuni oleh racun itu hidup selama 7 hari. Jadi saat kalian turun dari gunung ini akan menjadi hari ke-8. Pada saat itu, temanmu juga sudah mati,” balas naga itu.
“Tidak. Dia tidak akan mati semudah itu,” sahut Xiao Feng sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Kecuali temanmu itu bukan manusia biasa yang berkultivasi seperti kalian, dia masih bisa bertahan hidup. Namun, sekalipun dia beruntung bisa bertahan hidup, dia juga akan hidup menderita dengan sisa racun itu di dadanya,” kata naga itu dengan nada sinis.
“Naga tua, kau hanya bisa membicarakan sesuatu yang buruk saja daritadi. Lebih baik kau perhatikan nyawamu sendiri,” kata Li Xing Mi kesal.
“Aku akan segera meninggal, tapi Gunung Zhou akan tetap dijaga oleh makhluk kuno lain yang lebih kuat dariku,” balas sang Naga. Kemudian, Naga Berkepala Empat itu berubah menjadi abu dan terbang ke langit.
“Naga ini masih bisa mengoceh bahkan di ambang kematiannya,” kata Li Xing Mi sambil menghela napas.
“Ayo kita turun gunung,” ajak Guo Lin Xu.
Mereka berempat pun turun dari Gunung Zhou dan kembali ke Istana.
Bersambung……
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️
__ADS_1