Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Menyelidiki Qin Jun


__ADS_3

Dari atas atap, Yang Fei dapat melihat Yang Mulia Qin Jun sedang menggenggam sebuah sapu tangan berwarna merah dan bermotif bunga-bunga Sakura.


"Ibu, aku hidup dengan baik di sini. Namun, Yang Fei datang ke mari untuk menjemputku. Apakah ini sudah waktunya bagiku untuk melepaskan semua kehidupan yang mewah ini?" tanya Qin Jun sembari menatap sapu tangan itu.


"Dia benar-benar Kakakku?" gumam Yang Fei.


"Tapi jika aku melepaskan semuanya sekarang, Ayah juga tidak akan terima kalau aku keluar dari Istana," kata Qin Jun lemas.


Qin Jun tampak murung, namun ia memutuskan untuk naik ke atas kasurnya dan beristirahat.


...****************...


Yang Fei sudah kembali ke kamarnya dan ia sedang berdiskusi dengan teman-temannya yang berkumpul di dalam kamarnya.


"Jadi, masalahnya adalah Yang Mulia Qin Jun terikat dengan Adipati Qin Ming," kata Xiao Chuan.


"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Li Xing Mi.


"Kita hanya bisa tinggal di Istana untuk sementara dan terus mengawasi mereka," jawab Guo Lin Xu.


"Meski mereka melakukan sesuatu, kita juga tidak bisa langsung membuat Pangeran Qin Jun ikut bersama kita. Peraturan Istana sangat ketat," sahut Li Xing Mi.


"Apa Qin Jun benar-benar tidak bisa keluar dari Istana?" balas Xiao Feng.


"Bisa, tapi ada syaratnya. Setiap Istana memiliki syarat yang berbeda-beda," jawab Li Xing Mi sambil menatap Yang Fei yang diam saja daritadi.


"Yang Fei, apa kau baik-baik saja?" tanya Guo Lin Xu sambil memegang tangan kanan Yang Fei.

__ADS_1


"Iya, aku tidak apa-apa. Aku harus memikirkan cara untuk membuat Kakakku bisa ikut denganku," balas Yang Fei dengan tatapan serius.


"Yang Fei, ini sudah malam. Istirahatlah, nanti besok pagi kita bahas lagi," kata Guo Lin Xu sembari tersenyum.


"Baik, kalian semua juga istirahatlah," sahut Yang Fei. Mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing.


...****************...


Pagi hari di taman Istana


Qin Yang selalu berjalan-jalan di taman Istana setiap pagi untuk melihat pemandangan yang penuh dengan bunga-bunga yang cantik dan indah.


Guo Lin Xu yang sudah mendapatkan informasi itu dari para dayang Istana segera pergi ke taman untuk menemui Baginda.


"Salam hormat kepada Baginda," kata Guo Lin Xu sambil membungkuk untuk memberi hormat kepada Qin Yang.


"Terima kasih, Baginda."


"Ada apa?" tanya Qin Yang sambil tersenyum.


"Baginda, saya dengar Anda sangat terampil dalam memanah. Saya dan teman-teman saya selalu tertarik dengan kemampuan memanah Baginda. Bolehkah kami tinggal di Istana selama beberapa hari lagi dan belajar memanah?" tanya Guo Lin Xu meminta izin dari Baginda.


"Boleh saja jika itu kemauan kalian." Qin Yang menganggukan kepalanya.


"Terima kasih banyak, Baginda," kata Guo Lin Xu sambil tersenyum bahagia.


"Tidak perlu sungkan. Kau dan teman-temanmu juga bisa datang ke sini besok pagi untuk belajar memanah," tukas Qin Yang sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baik, Baginda. Hamba izin undur diri," sahut Guo Lin Xu yang segera pergi dari sana untuk menemui Yang Fei di kamarnya.


"Baginda memperbolehkan kita untuk tinggal di sini lebih lama, tapi kita tetap harus berhati-hati."


"Baik, terima kasih, Lin Xu," kata Yang Fei sambil tersenyum.


"Jadi, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Guo Lin Xu penasaran.


"Aku akan memata-matai Kakakku dulu, lalu mencari cara untuk membawanya keluar dari Istana," kata Yang Fei dengan wajah serius.


"Sebenarnya, anggota kerajaan tidak bisa keluar dari Istana kecuali dia terpaksa atau dia menginginkannya," sahut Guo Lin Xu.


"Benar. Aku akan berkenalan dengan Kakakku dan mengajaknya bicara mengenai hal ini. Jika dia tidak ingin ikut denganku, maka satu-satunya cara adalah dengan memaksanya keluar dari Istana."


Memaksa anggota kerajaan untuk keluar dari istana hanya bisa dilakukan jika seseorang sengaja menciptakan sebuah musibah atau dengan membohongi anggota kerajaan itu.


Namun, jika ketahuan, maka konsekuensinya akan sangat besar. Hukuman mati akan segera dilaksanakan bagi siapa saja yang berani memaksa anggota kerajaan untuk keluar dari Istana.


"Tapi cara itu sangat berbahaya, Yang Fei!" seru Guo Lin Xu khawatir.


"Aku sudah kehilangan Ayah dan Ibuku. Aku tidak ingin kehilangan Kakakku lagi," kata Yang Fei sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia bertekad untuk melakukan apa pun asalkan Kakaknya bisa mengikutinya.


"Lakukanlah dengan hati-hati. Aku mendoakan keselamatanmu, Yang Fei," balas Guo Lin Xu lirih sambil meneteskan air matanya.


"Jangan menangis lagi, aku berjanji akan baik-baik saja," hibur Yang Fei sambil menghapus air mata gadis yang ada di hadapannya ini. Guo Lin Xu pun mengangguk dan membiarkan Yang Fei untuk menyelidiki Qin Jun di Istana Yu Qing.


Bersambung......

__ADS_1


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊


__ADS_2