Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Xiao Chuan dan Pria Bertopeng Besi


__ADS_3

Yang Fei kembali ke kamarnya dengan wajah ceria karena berhasil memperingatkan Adipati Qin Ming. Ia pun memakan kue osmanthus yang diantarkan oleh Guo Lin Xu kemarin malam.


"Yang Fei, kudengar kau membuat keributan di Istana Fu Jian pagi ini," ucap Xiao Feng.


"Memang. Aku sengaja melakukannya," sahut Yang Fei setelah selesai menelan kue osmanthus di dalam mulutnya.


"Kenapa? Kau mulai berani menantang Adipati Qin Ming?" tanya Hua Xiang sambil tersenyum.


"Tidak juga. Aku hanya memberi peringatan kepada Adipati Qin Ming bahwa aku akan membawa Qin Jun untuk pergi bersama dengan kita," jawab Yang Fei datar.


"Hei, kau baru memakan kue osmanthus buatanku sekarang?" tanya Guo Lin Xu kaget.


"Maaf, Lin Xu. Kemarin malam aku lupa memakannya karena sudah mengantuk." Yang Fei pun menggaruk tengkuknya.


"Bagaimana rasanya?" tanya Guo Lin Xu penasaran.


"Sangat enak," jawab Yang Fei sambil tersenyum.


"Benarkah?" sahut Guo Lin Xu dengan wajah sumringah.


"Tentu saja," puji Yang Fei dengan nada antusias.


"Tidak sia-sia aku membuatnya selama 8 jam," ucap Guo Lin Xu sembari tersenyum senang.


"Apa? 8 jam?" tanya Yang Fei dengan kedua mata membelalak. Ia tidak menyangka bahwa gadis yang sedang berdiri di hadapannya ini mau membuat kue osmanthus selama 8 jam.


"Iya, aku membuatnya bersama dengan para dayang Istana selama 8 jam di dapur," jawab Guo Lin Xu sambil mengangguk pelan.

__ADS_1


"Pantas saja rasanya sangat enak," puji Yang Fei sambil tersenyum.


"Yang Fei, kamu beruntung sekali bisa makan semuanya. Aku hanya dibagi sepotong oleh Lin Xu," ucap Xiao Feng sembari mendengus kesal.


"Hahaha, terima kasih," balas Yang Fei sambil tertawa.


...****************...


Tengah malam, saat semua orang sudah tertidur lelap di atas kasur, Xiao Chuan mengucapkan mantra dalam hatinya. Lalu, keluarlah sebuah asap hitam dan ada seorang Pria Bertopeng Besi yang muncul di tengah-tengah asap itu sambil tertawa licik.


"Aku sudah melakukan tugasku sesuai dengan yang kau perintahkan. Kapan kau akan menepati janjimu?" tanya Xiao Chuan dengan nada tinggi.


Kebetulan, Hua Xiang baru saja keluar dari kamar Xiao Feng yang berada di sebelah barat kamar Xiao Chuan. Hua Xiang pun mengendap-endap ke samping jendela kamar Xiao Chuan untuk melihat dengan siapa Xiao Chuan berbicara semalam ini.


"Xiao Chuan, sabarlah. Sebentar lagi saat Yang Fei sedang lengah, aku baru bisa bertindak lebih jauh," jawab Pria Bertopeng Besi itu.


"Mengenai janjiku kepadamu, pasti akan kutepati setelah kau sudah melakukan tugasmu sampai selesai dengan sebaik mungkin," imbuh Pria Bertopeng Besi itu. Pria itu menyeringai sambil menatap kedua mata Xiao Chuan dengan tajam.


Gawat, Xiao Chuan adalah mata-mata dari suku Iblis yang ditempatkan di sisi kami selama ini, ucap Hua Xiang dalam hati.


Hari sudah sangat gelap dan Hua Xiang yakin bahwa Yang Fei juga sudah tertidur. Oleh karena itu, meski Hua Xiang sangat ingin memberi tahu Yang Fei sekarang juga, ia mengurungkan niatnya.


Sayangnya, malam ini Hua Xiang tidak bisa tidur karena ia merasa sangat cemas. Ia tidak menyangka bahwa Xiao Chuan bekerja sama dengan suku Iblis untuk mengawasi mereka selama ini.


...****************...


Pagi-pagi sekali, Hua Xiang segera pergi menuju ke kamar Yang Fei. Ia langsung mengetuk pintu kamar Yang Fei berkali-kali begitu tiba di depan pintu tersebut.

__ADS_1


"Yang Fei," panggil Hua Xiang panik.


"Ada apa, Hua Xiang?" tanya Yang Fei yang langsung membuka pintu kamarnya. Hua Xiang segera masuk ke dalam kamar dan menutup pintu itu dengan rapat.


"Yang Fei, aku... kemarin malam aku melihat... Xiao Chuan... dia..."


Yang Fei langsung berinisiatif menuangkan teh di dalam poci ke dalam gelas.


"Pelan-pelan, tarik nafasmu dulu. Ini, minumlah," ucap Yang Fei sambil menyodorkan segelas teh di kamarnya kepada Hua Xiang.


"Kemarin malam aku ingin mengantarkan pedang Xiao Feng yang tertinggal di kamarku. Namun, setelah pergi dari kamar Xiao Feng, aku tidak sengaja melihat Xiao Chuan berkomunikasi dengan suku Iblis," kata Hua Xiang dengan wajah cemas.


"Apa? Lalu, apa yang terjadi?" tanya Yang Fei penasaran.


"Dia mengucapkan mantra terlarang. Setelah itu, muncul sebuah asap hitam dengan wajah Pria Bertopeng Besi. Pria itu sudah pasti berasal dari suku Iblis. Sepertinya Xiao Chuan bekerja sama dengan suku Iblis untuk menjebak kita," jawab Hua Xiang panik.


"Masalah ini masih belum jelas. Kau tidak perlu panik, aku akan menyelidikinya."


"Yang Fei, mulai sekarang kita semua harus berhati-hati dengan Xiao Chuan. Saat menyelidikinya nanti, kau harus memperhatikan keselamatanmu," sahut Hua Xiang mengingatkan.


"Baik, aku mengerti. Terima kasih sudah memberitahuku, Hua Xiang. Kau sendiri juga harus berhati-hati," balas Yang Fei sambil tersenyum.


Lalu, Hua Xiang pun segera keluar dari kamar Yang Fei. Tidak lama kemudian, Guo Lin Xu mengetuk pintu kamar Yang Fei.


"Lin Xu," panggil Yang Fei dengan wajah serius.


"Tadi aku lihat Hua Xiang baru saja lewat sini. Ada apa Hua Xiang datang ke kamarmu sepagi ini?" tanya Guo Lin Xu dengan rasa penasaran.

__ADS_1


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊


__ADS_2