
Pagi hari di depan Aula Xiang Ping
“Pengumuman!” teriak Shi Ming.
“Atas nama Yang Mulia Li Yi Cheng, hari ini saya, Shi Ming, sebagai penasihat kerajaan ingin mengumumkan sebuah sayembara. Kerajaan kita akan perang dengan Kerajaan Selatan. Sayembara kali ini diadakan dengan tujuan untuk mencari seseorang yang mampu mewakili Kerajaan Utara memimpin perang. Orang itu harus merupakan seorang pria, tetapi tidak harus pria yang berasal dari Kerajaan. Besok pagi pukul 6, kompetisi akan berlangsung di depan aula utama kerajaan. Jika pria itu mampu mewakili Kerajaan Utara dan memenangkan perang, Yang Mulia pasti akan memberikan banyak penghargaan dan menyerahkan Puteri satu-satunya, Tuan Puteri Li Xing Mi sebagai Istri,” kata Shi Ming sembari membaca dekret dari Kaisar yang ditulis pada sebuah gulungan.
“Wah, Yang Mulia bahkan mau menyerahkan Tuan Puteri sebagai Istriku!” seru Pangeran Wang Su dengan antusias.
“Kau terlalu percaya diri! Mana mungkin Tuan Puteri akan menjadi milikmu? Dia itu milikku!” sahut Pangeran Zhi Long dengan tegas.
“Semuanya, siapkan diri kalian untuk kompetisi besok pagi. Tuan Puteri hanya pantas menjadi Istri dari seorang Pangeran sepertiku. Jadi, kalian semua tidak perlu memperebutkannya saat ini. Kita buktikan saja besok pagi,” kata Wang Jue sambil tersenyum sinis.
“Benar-benar arogan! Bukan berarti Tuan Puteri akan menjadi miliknya hanya karena ia adalah seorang Pangeran yang pernah memimpin perang!” gerutu Pangeran Zhi Long.
“Meskipun dia mampu memimpin perang, Tuan Puteri Li Xing Mi juga tidak cocok untuknya. Dia sudah tua dan wajahnya sudah ada keriput,” kata Pangeran Wang Su sambil tersenyum.
“Itu benar. Maka itu, kita harus membuktikan bahwa dia tidak pantas menang dalam kompetisi besok pagi,” sahut Gubernur Dong Lu.
...****************...
Siang hari di depan Aula Xiang Ping
Pengumuman yang tadi pagi sudah disampaikan oleh Shi Ming ditempel di papan pengumuman yang ada di depan Aula Xiang Ping. Semua syarat sampai hadiahnya tertulis di pengumuman itu.
“Yang Fei, apa kau mau mencoba mengikuti kompetisi itu?” tanya Hua Xiang.
“Aku?” sahut Yang Fei bingung. Ketiga temannya memiliki ilmu bela diri yang lebih mahir darinya, tapi kenapa Hua Xiang malah menawarkannya untuk mengikuti kompetisi ini?
__ADS_1
“Iya, kau coba saja. Siapa tahu kau bisa memenangkan kompetisinya,” balas Hua Xiang.
"Itu benar. Kau sudah memenuhi semua syarat yang tertera. Kau bisa mengikuti kompetisinya," imbuh Xiao Feng.
“Tapi, aku…” kata Yang Fei ragu.
“Aku belum pernah mengikuti kompetisi apapun. Bagaimana aku bisa memimpin perang antara dua kerajaan?” imbuh Yang Fei.
“Tidak apa-apa, kau tidak perlu takut. Kau punya Seruling Hei Tian di tanganmu. Seruling Hei Tian adalah senjata kuno yang dipakai oleh Dewa Perang pada zaman dahulu,” kata Xiao Feng.
“Kau bilang apa? Seruling ini adalah senjata yang dulunya dipakai oleh Dewa Perang?” tanya Yang Fei terkejut.
“Tentu saja, aku sudah membacanya dari buku-buku yang menuliskan tentang senjata kuno.” Xiao Feng menjawab dengan yakin.
“Yang Fei, jika kau mau mencobanya, aku akan menemanimu berlatih malam ini,” kata Guo Lin Xu.
“Baik, aku akan mencobanya,” sahut Yang Fei.
...****************...
Hutan Liao You yang berada di sekitar kerajaan sangat sepi di malam hari. Oleh karena itu, Yang Fei dan Guo Lin Xu memilih untuk berlatih di dalam hutan ini.
“Atur napas. Fokuskan pikiranmu. Lakukan dengan sepenuh hati. Pusatkan semua tenaga dalam ke dada dan keluarkan!” teriak Yang Fei sembari meluruskan tangan kanannya ke depan dan tangan kirinya memegang siku tangan kanan untuk mengeluarkan tenaga dalam yang ada di tubuhnya.
”Kau sudah menguasai tenaga dalam di dalam tubuhmu. Itu bagus.” Guo Lin Xu senang melihat perkembangan latihan Yang Fei yang maju pesat belakangan ini.
“Aku hanya perlu mencoba memainkan seruling ini dengan mengerahkan tenaga dalamku ke dalam melodi yang akan kumainkan,” kata Yang Fei sembari mengeluarkan Seruling Hei Tian dari jubahnya. Ia pun mulai memainkan beberapa nada sampai menjadi suatu melodi yang indah. Namun, meski melodi yang dihasilkan oleh permainan seruling Yang Fei itu indah, melodi tersebut mampu membuat banyak daun yang ada pada pohon-pohon di sekitarnya berjatuhan.
__ADS_1
“Kalau begitu, cobalah,” sahut Guo Lin Xu.
“Berhasil!” teriak Yang Fei girang.
“Lihat, ada banyak bintang jatuh malam ini. Di dunia ini, manusia biasa percaya bahwa jika kita membuat permohonan kepada bintang jatuh maka setiap permohonan itu akan terkabul,” kata Guo Lin Xu. Ia pun menutup kedua matanya dan menyatukan kedua tangannya di depan dada untuk membuat permohonan.
“Yang Fei, buatlah permohonan,” kata Guo Lin Xu setelah ia sudah selesai membuat permohonannya.
“Ok,” sahut Yang Fei. Ia melakukan seperti yang dilakukan oleh Guo Lin Xu dan mulai membuat beberapa permohonan.
“Apa permohonan yang kau buat?” tanya Yang Fei penasaran.
“Itu rahasia. Bagaimana denganmu? Apa permohonanmu?” tanya Guo Lin Xu.
“Aku berharap besok aku bisa memenangkan kompetisi. Lalu, aku harap aku bisa selalu bersama dengan kau, Xiao Feng, dan Hua Xiang. Aku juga berharap bisa segera menemukan kakak kandungku. Terakhir, aku berdoa semoga Guru selalu sehat dan bahagia,” jawab Yang Fei sambil tersenyum senang.
“Kau baik sekali sampai membuat permohonan untuk orang lain juga,” balas Guo Lin Xu dengan wajahnya yang terkejut.
“Kompetisinya besok pagi, pergilah ke kamarmu dan istirahat sekarang juga,” imbuh Guo Lin Xu.
“Ok. Lin Xu, kau juga harus beristirahat dengan baik.” Yang Fei mengingatkan Guo Lin Xu sembari menatap kedua mata gadis itu yang berwarna cokelat tua.
“Pasti.” Guo Lin Xu tersenyum dan membalikan badannya karena kamarnya berada di arah yang berlawanan dengan kamar Yang Fei.
“Terima kasih untuk malam ini,” kata Yang Fei sambil tersenyum.
“Tidak masalah,” sahut Guo Lin Xu. Ia pun berjalan dan pergi meninggalkan tempat itu. Begitu pula dengan Yang Fei yang langsung kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Bersambung……
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️☺️