
"Sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan Lin Xu. Kita sudah menemukan jejaknya, tapi kita membutuhkan banyak tenaga untuk menyelamatkan Lin Xu nanti. Lebih baik kita mencari tempat untuk beristirahat," kata Xiao Feng.
"Baiklah," sahut Hua Xiang. Ia dan Xiao Feng terus berjalan sampai mereka masuk ke dalam sebuah hutan. Di dalam hutan itu, ada sebuah gua. Tanpa ragu-ragu, mereka masuk ke dalam gua itu untuk bermalam di dalam sana. Setelah mereka masuk, Xiao Feng langsung menyalakan api dengan pedangnya.
"Gua ini sepertinya pernah dipakai sebagai tempat persembunyian oleh para prajurit yang berperang," kata Hua Xiang setelah melihat banyak sekali tulang tengkorak dan pedang di dalam gua itu. Ia dan Xiao Feng terus berjalan ke dalam gua itu.
"Aku baru saja menginjak sebuah benda," kata Xiao Feng yang langsung mundur setelah ia menginjak sebuah benda.
"Benda apa?" tanya Hua Xiang bingung.
"Sebuah kitab?" gumam Xiao Feng sambil mengambil kitab itu.
"Kitab Lian Xi?" tanya Hua Xiang.
"Sepertinya kitab ini mencatat apa saja fungsi dari senjata yang dimiliki oleh setiap prajurit," kata Xiao Feng sembari membuka lembaran-lembaran kitab itu.
"Kalau begitu, kau simpan dulu saja kitabnya. Aku akan mengumpulkan senjata yang masih tersisa di gua ini," balas Hua Xiang. Ia mulai mencari dan menemukan beberapa senjata lalu menyimpan semuanya. Setelah itu, ia langsung tidur di sebelah kiri Xiao Feng.
...****************...
__ADS_1
Pagi-pagi sekali, Xiao Feng dan Hua Xiang sudah berangkat untuk menuju ke markas Raja Banteng yang ada di sebelah Barat. Mereka berdua terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah Istana yang sangat besar. Namun, Istana itu tampak menyeramkan karena ada dua patung yang berjaga di sebelah kiri dan kanan dan juga ada beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu masuk. Istana Li ini juga tidak terawat karena ada ranting-ranting pohon di sekitarnya. Hua Xiang segera menarik lengan Xiao Feng untuk bersembunyi di balik ranting-ranting pohon itu.
"Istana Li?" tanya Hua Xiang setelah membaca tulisan yang ada di papan Istana Li itu.
"Di sini cuma ada satu Istana ini saja. Berarti Raja Banteng pasti tinggal di sini," kata Xiao Feng.
"Xiao Feng," panggil Hua Xiang.
"Kenapa?" tanya Xiao Feng.
"Sepertinya kita harus berpencar di sini," jawab Hua Xiang.
"Oke, aku yang akan mengalihkan perhatian mereka. Kau masuk dan selamatkan Lin Xu. Kita bertemu lagi di sini nanti," sahut Xiao Feng. Ia segera menghancurkan salah satu patung yang ada di depan Istana Li untuk mengalihkan perhatian para pengawal yang berjaga di depan pintu.
"Siapa itu?" tanya salah satu pengawal sambil menatap ke samping kiri dan kanan untuk melihat siapa yang sudah berani menghancurkan patung prajurit. Sementara itu, Xiao Feng sengaja menunjukkan dirinya dan berlari ke arah Timur.
"Kejar!" perintah sang kepala pengawal. Ia sendiri memimpin di depan untuk mengejar Xiao Feng dan pengawal yang lainnya ikut mengejar di belakangnya.
Setelah melihat semua pengawal yang berjaga di depan pintu sudah pergi, Hua Xiang langsung masuk ke dalam Istana Li. Ia melihat ada beberapa pengawal yang berjaga di dalam pintu masuk. Hua Xiang segera membunuh mereka semua dan mengganti pakaiannya dengan pakaian pengawal Raja Banteng supaya identitasnya tidak mudah ketahuan. Kemudian, ia mulai mengikuti barisan para pengawal yang akan pergi ke kamar Raja Banteng. Sesuai dugaannya, Lin Xu ditahan dengan rantai di kamar Raja Banteng. Setelah para pengawal itu sampai di kamar Raja Banteng, Hua Xiang segera menggunakan jurus yang bisa membuatnya tidak terlihat sementara. Kemudian, ia mendekat ke arah Guo Lin Xu.
__ADS_1
"Lin Xu," bisik Hua Xiang.
"Hua Xiang?" sahut Guo Lin Xu. Hua Xiang segera membelah rantai itu dengan pedangnya.
"Kenapa kau datang ke sini? Pergilah!" seru Guo Lin Xu.
"Aku datang ke sini untuk menyelamatkanmu, bagaimana mungkin aku pergi sebelum menyelamatkanmu?" tanya Hua Xiang sambil memegang kedua lengan Guo Lin Xu.
"Hahahaha, menarik sekali. Bahkan sahabatmu yang cantik juga datang untuk menemuiku," kata Raja Banteng sambil tertawa.
"Raja Banteng, kau jangan mimpi bisa melukai Lin Xu!" teriak Hua Xiang sambil melempar Serbuk Hong Liang yang berwarna merah sampai mengenai kedua mata Raja Banteng. Setelah itu, Hua Xiang segera membawa Guo Lin Xu pergi dari kamar Raja Banteng.
"Bocah sialan, beraninya kau memakai Serbuk Hong Liang untuk mengaburkan penglihatanku," gumam Raja Banteng sambil menggosok-gosok matanya.
"Tunggu apa lagi? Kejar!" perintah Raja Banteng kepada para pengawalnya. Semua pengawal mulai mengejar Hua Xiang, Xiao Feng, dan Guo Lin Xu.
"Xiao Feng, hati-hati!" teriak Guo Lin Xu saat Xiao Feng sudah hampir ditusuk oleh salah satu pengawal Raja Banteng. Untungnya, Xiao Feng segera menghindar dan dengan cepat menendang pengawal Raja Banteng yang ingin menusuknya.
"Kejar mereka! Satu pun dari mereka tidak boleh dibiarkan hidup hari ini!" perintah Raja Banteng.
__ADS_1
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️