Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Teman Baru


__ADS_3

(Traang) Terdengar suara benturan pedang Han Chen dengan pedang besar ketua bandit. Ketua bandit terkejut dengan kekuatan remaja di depannya ini yang mampu mengimbangi dirinya. "Hei bocah kenapa kau ikut campur dalam masalah ini !?", sang ketua masih menahan pedang remaja itu dengan pedang besarnya. "Apakah aku harus diam saja ketika melihat kalian mengepung dua orang gadis ?", Han Chen menendang perut musuhnya itu dengan kaki kanannya hingga terhempas sejauh sepuluh meter.


Ketua bandit yang terhempas langsung menancapkan pedangnya ketanah untuk menghentikan efek hempasan tendangan tadi. "Dasar bocah ingusan kau akan menyesal karena sudah berhadapan denganku", sang ketua langsung bangkit dan berlari menuju ke remaja di depannya. Han Chen yang melihat itu juga berlari menuju ke arah ketua bandit di depannya. Keduanya saling bertukar serangan dengan pedang mereka.


"Tebasan pembelah gunung !!", sang ketua mengalirkan energi ke pedang yan ia angkat tinggi-tinggi. Ia mulai mengayunkan pedang besar itu ke depan dengan sangat kuat. Energi yang terlepas dari pedang besar itu melesat ke depan membentuk garis yang besar. Han Chen menggunakan teknik gerakan cahaya untuk menghindari serangan di depannya.


Serangan dari ketua bandit menyebabkan tanah di samping Han Chen terbelah dengan kedalaman lima meter. Si ketua bandit menjadi marah karena serangannya dapat dihindari oleh remaja itu dengan mudah. "Kenapa !? Kenapa seranganku bisa kamu hindari dengan sangat mudah ? Bukankah jarak antara kau dan aku selisih tiga tingkatan !". Ketua bandit itu menatap Han Chen dengan penuh amarah.


Han Chen membalas tatapan bandit itu dengan senyuman kecil di sudut bibirnya. Ia memalingkan pandangannya ke arah lain menatap kawannya dan dua orang gadis yang sepertinya hampir selesai mengurus ketiga orang bawahan ketua bandit. 'Sepertinya pertarungan di sana hampir selesai", batin Han Chen.


Han Chen memalingkan pandangannya lagi ke arah musuh didepannya ini. Ia menggunakan tekniknya cahayanya untuk bergerak ke arah ketua bandit itu. Si ketua yang melihat remaja itu menghilang mulai waspada, tapi naas Han Chen sudah berada di belakang ketua bandit dan menusukkan pedangnya di jantung si ketua bandit itu dari belakang. (Jlubb) "Seharusnya kau mengerti bahwa tingkatanku jauh berada di atas tingkatanmu", Han Chen mencabut pedang dari tubuh ketua bandit. Setelah pedang itu dicabut, tubuh si ketua mulai jatuh ketanah dengan posisi tengkurap. Darah mulai mengalir dari luka di dada kirinya.


Diarah lain.


"Hah, akhirnya ini selesai", ucap Luo Ji yang terlihat kelelahan. "Hei, apakah temanmu baik-baik saja disana ?", tanya Si kakak kepada pria didepannya. Luo Ji yang mendengar pertanyaan itu langsung memalingkan pandangannya ke arah lain. Disana ia melihat Bai Long yang tengah berjalan kearah mereka dengan kondisi tubuh yang kelelahan.


Han Chen yang sudah sampai dihadapan mereka bertiga langsung menanyakan kondisi dari ketiga orang dihadapannya, "Apakah kalian tidak terluka ?".

__ADS_1


"Aku baik-baik saja bro Long", jawab Luo Ji dengan nafas yang tidak teratur.


"Aku dan adikku juga sama, kami baik-baik saja", jawab si kakak yang kelihatan juga kelelahan.


"Baguslah kalau begitu sebaiknya kita mencari tempat untuk istirahat sebentar", ucap Han Chen yang melihat mereka bertiga kelelahan. Mereka bertiga paham dan langsung mengikutinya untuk mencari tempat istirahat.


Setelah menemukan tempat istirahat mereka mulai duduk untuk beristirahat sejenak. "Ngomong-ngomong bagaimana kalian bisa dikepung oleh bandit ?", tanya Han Chen kepada dua gadis itu.


"Sebelumnya tadi kami dalam perjalanan untuk menuju ke Sekte Nui. Tapi saat kami sedang istirahat tiba-tiba kami sudah dikepung oleh sekumpulan bandit itu. Kami berdua tidak punya pilihan lain selain melawan mereka sehingga menyebabkan pertarungan tadi", ucap si kakak yang menjelaskan secara singkat.


Luo Ji menjadi antusias karena mendengar kedua gadis itu juga akan ke Sekte Nui, "Apakah kalian juga akan mendaftar dan mengikuti seleksi Sekte Nui ?".


"Kami juga sama, aku dan bro Long juga dalam perjalan ke sekte Nui. Ya kan bro Long ?", ucap Luo Ji dengan senyuman sambil melihat Bai Long.


"Ya, kebetulan tujuan kita sama. Bukankah lebih baik kalau kita saling mengenal mengingat kita akan menjadi teman seperguruan. Biarkan aku yang pertama dalam mengenalkan diri. Perkenalkan namaku Bai Long dan umurku enam belas tahun", ucap Han Chen.


"Kalau aku Luo Ji dan aku berumur enam belas tahun", ucap Luo Ji yang memperkenalkan dirinya ke-dua gadis itu.

__ADS_1


"Namaku Ruo An dan ini adikku Ruo Ning. Usiaku sama seperti kalian enam belas tahun dan usia adikku hanya beda satu tahun denganku", ucap Ruo An.


"Halo salam kenal, terimakasih karena sudah menyelamatkanku dan kakakku", ucap Ruo Ning yang berterimakasih kepada Bai Long dan Luo Ji.


Mereka berempat beristirahat sambil berbincang-bincang dan memulihkan diri mereka sehabis pertarungan dengan bandit tadi. Setelah dirasa tenaga mereka sudah cukup pulih, keempat orang itu melanjutkan perjalanan mereka menuju Sekte Nui.


Perjalanan mereka ke Sekte Nui kira-kira memakan waktu yang cukup lama karena lokasi sekte yang berada di dataran tinggi dan jarak yang lumayan jauh.


Matahari mulai menunjukan tanda-tanda akan tenggelam. Menandakan bahwa hari mulai malam, mereka berempat pun menghentikan perjalanan mereka untuk istirahat. Perjalan ke Sekte Nui akan mereka lanjutkan pada saat esok hari ketika matahari mulai terbit kembali.


"Baiklah karena hari sudah mulai gelap, maka kita akan menghentikan perjalanan ini dulu dan akan kita lanjutkan esok hari", Han Chen menghentikan langkahnya dan melihat sebuah pohon besar yang cocok dijadikan sebagai tempat beristirahat bagi mereka.


"Oke, mari kita bagi tugas masing-masing, Ruo An dan Ruo Ning akan mencari kayu bakar. Luo Ji akan mencari hewan untuk kita makan. Dan tugasku adalah memasak hewan yang telah ditangkap Luo Ji". ucap Han Chen yang sudah mirip seperti seorang ketua regu kamping.


"Bro Long, apakah kamu sudah pernah memasak ?", tanya Luo Ji yang penasaran. Ruo An dan Ruo Ning juga mengangguk penasaran dengan pertanyaan dari Luo Ji.


"Ho.. ho.. ho.. kalian pasti penasaran apakah aku bisa memasak atau tidak, tapi kalian tidak perlu khawatir karena masakanku dijamin enak. Itung-itung ini juga sebagai tanda terimakasih kepada bro Ji karena daging bakar kemarin", ucap Han Chen sambil menatap Luo Ji dengan ekspresi riang.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan menantikan masakanmu bro Long", ucap Luo Ji sambil menepuk pundak Bai Long.


Mereka bertiga kini mulai melaksanakan tugas masing-masing. Han Chen tersenyum melihat mereka bertiga yang mulai pergi ke arah yang berbeda-beda untuk mengumpulkan kayu bakar dan mencari hewan untuk dimakan.


__ADS_2