
Segera seluruh peserta langsung naik ke atas podium arena. diatas sana sudah disediakan tungku bagi setiap peserta. Mereka semua lalu langsung berdiri di belakang tungku itu dan langsung mulai menyalakan api di tungku.
sedangkan untuk bahannya sudah disediakan di samping tungku. Peserta tinggal mengambil bahan yang digunakan untuk membuat pil penempa tulang tingkat kuning.
Semua penonton yang melihat kecepatan para peserta, mereka semakin antusias untuk memberi dukungan. Bahkan ada juga yang memberikan dukungan meskipun mereka tidak saling kenal.
"Hey coba lihat peserta nomer 66. Sepertinya dia adalah Alkemis yang cukup menjanjikan". Peserta nomer 66 tetap fokus membuat pil meskipun dia sedang diperhatikan oleh orang yang menonton.
"Hm... dia cukup hebat. Bukankah dia masih berusia 20 tahun ? Dia memiliki bakat yang bagus dalam Alkemis. Mungkin suatu hari dia bisa menjadi Alkemis Master seperti Tuan Dan Shen".
Semua penonton saling berkomentar satu sama lain terhadap peserta yang ada di podium arena itu. Mereka saling mengomentari bagaimana bakat juga cara mereka dalam membuat pil.
"Selesai !"
Salah satu peserta sudah menyelesaikan pil penempa tulang. Peserta itu adalah Dan Shen orang yang menjadi juara pertama dalam kontes Alkemis dulu.
"Kekeke... kau masih tertinggal jauh jika dibandingkan denganku", ucap Dan Shen yang mengejek Dong Bin.
"Cih... Kau hanya beruntung saja", ucap Dong Bin yang baru selesai membuat pil penempa tulang.
Mereka lalu segera ke meja responsif untuk mengumumkan kalau pil yang mereka buat berada di tingkat kuning.
Orang yang ada di meja responsif langsung mengecek tingkat kualitas pil. "Kalian Lolos" ucap orang yang mengecek pil.
Setelah itu Dan Shen dan Dong Bin segera duduk di kursi istirahat yang sudah di sediakan untuk mereka yang sudah menyelesaikan pil. Kursinya juga hanya berjumlah setengah dari jumlah para peserta. Kursi itu juga menunjukkan bahwa orang duduk disana adalah mereka yang akan lanjut untuk babak selanjutnya.
Kembali ke podium arena. Sekarang sudah terlihat beberapa yang hampir sudah menyelesaikan pil penempa tulang.
"Selesai !" Fan Zhong berhasil menyelesaikan pilnya dan dia ada diurutan ketiga setelah kedua orang yang duduk tadi.
__ADS_1
Wan Rong yang melihat dari bangku penonton, dia merasa senang saat adiknya berhasil lolos. Sedangkan Han Chen yang melihat sikap dari wanita disebelahnya, dia menjadi paham dan sudah mengerti kalau orang yang berhasil itu adalah adik dari wanita disebelahnya.
Semua penonton sedikit terkejut bahwa pemuda itu bisa menempati posisi ketiga dalam menyuling pil.
"Apakah dia Fan Zhong ? Bukankah dia waktu itu dihajar oleh Zhu Kai didepan rumah lelang ?"
"Kau benar. Aku waktu itu juga melihatnya secara langsung. Dia dihajar sampai mengeluarkan banyak darah dari mulutnya".
"Aku kagum dengan dia yang dapat mengikuti kontes ini, meski dalam kondisi seperti itu. Setahuku meskipun dalam Alkemis para peserta hanya menggunakan kekuatan jiwa mereka, tapi pasti sangat sulit untuk mempertahankan apinya agar stabil".
Semua penonton berkomentar tentang Fan Zhong yang dihajar oleh Zhu Kai satu hari lalu. Mereka semua saat ini sedang memperhatikan Fan Zhong yang berjalan ke meja responsif untuk mengecek kualitas pil yang dibuatnya.
"Lolos !" ucap orang yang sudah mengkonfirmasi kalau pil yang dibuat oleh Fan Zhong berada di tingkat kuning.
Fan Zhong lalu segera menuju ke tempat duduk yang sudah disediakan. Dia duduk di samping Tuan Ding Bin.
Fan Zhong terbatuk sambil mengeluarkan sedikit darah. Tuan Dan Shen dan Tuan Dong Bin yang melihat hal itu, mereka sedikit memusatkan perhatiannya terhadap Fan Zhong.
"Hey nak apakah kau tidak apa-apa ?" ucap Dong Bin.
Dan Shen menjadi geram melihat sikap Dong Bin. "Apakah bodoh ? Sudah jelas dia batuk darah dan kau malah menanyakan tidak apa-apa !?"
"Bukankah semua orang wajar bertanya seperti jika melihat keadaan anak ini ?" Dong Bin merasa hal itu wajar jika ditanyakan oleh semua orang yang sedang khawatir.
Fan Zhong yang melihat keributan yang disebabkannya, dia segera menghentikan ke dua senior itu. "Saya tidak apa-apa senior. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan keadaan junior ini".
Kembali ke podium arena. Sekarang sudah ada lima puluh orang yang telah selesai dalam menyuling pil penempa tulang. Raja yang melihat akan hal itu, dia juga menjadi ikut senang karena banyak orang berbakat yang berpotensi menjadi Alkemis.
"Aku sangat senang ketika melihat banyak orang yang memiliki bakat Alkemis. Semua orang juga tahu kalau seorang Alkemis itu sangat penting kehadirannya di dunia kultivator ini. Anakku, kau harus melihat dengan jelas bagaimana cara mereka membuat pil. Meskipun kau bukan seorang Alkemis tapi sebagai seorang kultivator kau juga harus tahu bagaimana cara mereka membuat pil". ucap Raja kepada anaknya.
__ADS_1
"Baik Ayah !" jawab pangeran dengan jelas.
Sedangkan pengikut pangeran yang bernama Li Fan, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pangerannya. 'Aku tidak percaya kalau pangeran ini akan bisa menangkap apa yang ada didepannya'.
Beberapa waktu kemudian. Sekarang sudah ada setengah dari semua pesrta yang lolos termasuk Xu Fei dan pamannya. Pesrta yang lolos mereka semua berada di kursi istirahat.
JiuJiu yang sudah mengkonfirmasi semua peserta yang lolos, dia lalu segara berbicara. "Ini adalah hari pertama dalam sesi kontes pertama. Kalian semua yang lolos akan mengikuti sesi kedua besok dan di waktu yang sama. Sekarang kalian boleh pergi dan kembali lagi besok untuk kontes kedua".
Semua peserta yang lolos lalu segera bubar. Mereka sudah tidak sabar lagi untuk melanjutkan pertandingan besok.
Wan Rong segera menghampiri adiknya itu. Dia berlari dengan senang untuk mengucapkan selamat sudah lolos dalam sesi pertama kontes Alkemis.
"Fan Zhong, kakak ucapkan selamat karena kamu sudah berhasil masuk ke ronde kedua" ucap Wan Rong dengan gembira.
Fan Zhong yang mendengar itu dia segera memberi senyuman ke kakaknya, " Terimakasih kak". Tapi tak lama kemudian Fan Zhong mulai mengeluarkan batuk darah lagi.
"Uhuk !"
Darah yang dikeluarkan Fan Zhong semakin banyak. Wan Rong yang melihat itu menjadi khawatir dengan adiknya.
"Fan Zhong !" Dia memegang kedua pundak adiknya, untuk mencegahnya kalau-kalau adiknya jatuh.
"Tidak apa-apa kak. Aku masih kuat", ucap Fan Zhong.
"Apa maksudmu ? Jangan berlagak sok kuat ! Bukankah kamu melihatnya sendiri, kalau kamu mengeluarkan darah. Lebih baik kamu besok tidak usah mengikuti pertandingan Al..."
"Tidak kak ! Aku besok tetap harus mengikutinya".
Fan Zhong langsung membentak kakaknya ketika dia mendengar larangan dari kakaknya untuk tidak mengikuti sesi ronde kedua besok. Fan Zhong bertekad apapun yang terjadi dia tetap harus mendapatkan bunga hantu itu.
__ADS_1