
"Hei apa kamu bisa mendengar ku ?". Orang itu mencoba membangunkan Nan Mei dalam keadaan pingsan akibat Qi-nya yang terus terkuras.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi sampai mereka bisa berakhir seperti ini ?". Wanita yang berada dihadapannya kini sedang pingsan sedangkan orang yang tergelatak disana sudah mati. Ia tidak tahu harus bagaimana dia dalam menghadapi situasi saat ini.
Tiba-tiba datang seluit berwarna biru. Seluit itu mengarah ke orang yang tergelatak mati disana. "Apakah pria itu adalah teman dari orang yang telah mati disana ?".
Meskipun hujan membasahinya dia tahu kalau orang itu menangis sambil menatap orang yang telah mati didepannya.
"AAAAHH....!!!".
Bai Long menangis melihat temannya yang telah mati. "System... ! System... !!". Beberapa kali pun ia panggil system tidak menjawab karena proses upgrade belum selesai.
Bai Long melihat ada seorang wanita yang memandangnya. Kebetulan ia melihat wanita itu saat berada di tangga jiwa. "Kau ! Apa kau tahu ? Apa yang telah terjadi disini ?"
Xu Fei yang mendengar pertanyaan itu, ia tidak bisa menjawabnya. Meskipun ia ingin sekali menjawab tapi dia juga baru datang sehingga dia tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi. "Aku tidak tahu ? Saat itu aku ada didekat area ini dan tidak sengaja melihat mereka. Maaf aku tidak dapat mencegah temanmu terbunuh".
Mendengar itu Bai Long merasa frustasi. Kemarahan memicu hatinya karena teman yang ia anggap sebagai keluarga kini telah meninggalkannya.
"Tapi belum aku tahu siapa penyebab semua kejadian ini. Itu adalah perbuatan dari dua orang yang memakai jubah hitam. Saat itu mereka lari ke arah tenggara karena melihat kedatanganku !", ucap Xu Fei.
"Tenggara ?". Bai Long melihat ke arah tenggara. Ia mencoba mengedarkan pandangannya ke arah sana. Ia terus mengedarkannya sampai mencapai jarak satu mil. Meskipun begitu ia tidak bisa menemukan keberadaan dari orang yang membunuh temannya. 'Apakah jubah yang mereka pakai memiliki fungsi agar mereka tidak dapat dideteksi ?', pikir Bai Long.
"Bai Long... !", panggil Ruo An. Setelah mendengar teriakan dari Bai Long yang cukup keras. Ruo An dan Ruo Ning segera menghampiri asal suara Bai Long.
Bai Long yang mendengar itu menoleh dengan pelan. Meskipun pasangannya datang tapi raut wajahnya masih saja menunjukkan kesedihan.
"Bai Long ?". Ruo An terkejut dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh kekasihnya. Terlihat mata yang memerah karena terus mengeluarkan air mata. Meskipun hujan turun itu tidak bisa menutupi kesedihan Bai Long.
"Apa... !?". Ruo Ning terkejut melihat Luo Ji yang tergeletak dibelakang Bai Long. Di sana ia juga melihat dua orang wanita yang satunya adalah putri Mei. Putri Mei terlihat sedang dalam kondisi pingsan, sedangkan wanita yang satu tengah memangku putri Mei yang tengah pingsan.
Segera setelah menyadari apa yang terjadi. Ruo An langsung berlari menuju ke arah Bai Long. Ia memeluk kekasihnya itu yang tengah dalam kondisi kesedihan. Meskipun pelukan biasanya dapat menenangkan orang, tapi itu tidak berlaku terhadap Bai Long.
Bai Long masih saja mengeluarkan air mata tanpa suara tangisan. Karena sebagai seorang pria ia seharusnya tidak boleh menangis. Meskipun ia sudah menggigit bagian bawah bibirnya, air matanya malah tambah tidak bisa berhenti mengalir.
Xu Fei yang melihat adegan didepannya ia hanya bisa terdiam sambil sedikit merasakan kesedihan.
Setelah waktu di dunia rahasia habis semua murid diteleportkan secara paksa ke tempat berkumpul sebelum mereka masuk ke dunia rahasia. Di sana semua murid dalam keadaan basah karena habis terkena hujan.
Bai Long langsung pergi ke asrama miliknya meninggalkan mereka disana. Ia saat ini memerlukan waktu untuk sendiri untuk menenangkan pikirannya yang tengah kacau.
Sedangkan Xu Fei langsung membawa Nan Mei yang tengah pingsan ke kediaman ayahnya untuk diobati. Ruo An dan Ruo Ning yang sebagai teman dari putri Mei juga ikut menuju ke kediaman untuk menemani.
Sesampainya disana Xu Fei langsung membaringkan Nan Mei di tempat tidur. "Aku akan mencari ayahku dulu, kalian bisa disini untuk menemani dia". Setelah itu ia segera mencari ayahnya untuk mengobati putri Mei.
"Kakak jangan terlalu cemas. Kak Bai Long saat ini membutuhkan waktu untuk sendiri", ucap Ruo Ning.
"Em.. kamu benar. Setelah syok kehilangan temannya Bai Long pasti butuh waktu untuk sendiri", ucap Ruo An.
Bai Long saat ini tengah berada dikamar Luo Ji. Ia duduk di tempat tidur yang biasa dipakai oleh Luo Ji untuk tidur. "Siapa yang telah membunuhnya ? Kalau dilihat dari situasi, Nan Mei sudah diincar nyawanya sebanyak tiga kali. Ini sudah jelas kalau orang yang membunuh Luo Ji adalah orang yang sama mengincar nyawa Nan Mei".
__ADS_1
Meskipun terus berpikir Bai Long masih saja tidak menemukan jawabannya. "Tidak ada gunanya berpikir terus aku harus menyelidiki ini sendiri !".
Bai Long segera keluar dari asramanya, ia sekarang mulai menyelidiki setiap orang yang mengincar nyawa Nan Mei. Karena dengan terbunuhnya Nan Mei maka itu akan menguntungkan pihak lain yang mengincar nyawanya. Satu-satunya yang diuntungkan disini adalah kakaknya yang bisa menjadi pewaris tahta Kerajaan Shui.
Setelah Ayah Xu Fei datang dan mengobatinya. Nan Mei sekarang mulai sadar dari pingsannya. "Ugh !"
"Putri... !", ucap Ruo Ning.
Semua orang yang ada disana saat ini tengah mengkhawatirkan kondisi dari sang putri.
"Apakah kamu sudah baikan putri ?", ucap ketua sekte yang mengkhawatirkan kondisinya.
"Sepertinya begitu !", jawab Nan Mei.
"Apa yang telah terjadi saat aku pingsan ?", tanya Nan Mei.
"Biarkan aku yang menceritakan. Saat kamu tengah dalam keadaan pingsan. Kedua orang yang mengincar nyawamu langsung lari ketika melihat aku. Saat itu aku tidak mengejar mereka karena menolongmu lebih dulu adalah hal yang utama", ucap Xu Fei.
"Lalu bagaimana dengan Luo Ji apakah dia masih bisa diselamatkan ?". Nan Mei sangat mengkhawatirkan keadaan temannya karena dia melihat sendiri waktu itu Luo Ji langsung tergeletak di tanah akibat dari tusukan pedang.
"Aku sungguh menyesal karena harus mengatakan ini tetapi temanmu sudah tidak bisa ditolong lagi. Salah satu orang dari temanmu sudah menguburkannya di dunia rahasia", jawab Xu Fei.
Mendengar itu Nan Mei merasa menyesal karena dirinya Luo Ji terbunuh. Apakah ia memang seharusnya tidak memiliki seorang teman ? Meskipun Nan Mei sangat senang menikmati saat mempunyai seorang teman.
Sedangkan disisi lain. "HAA... ! Kenapa selalu saja seperti ini ? Apakah adikku itu mempunyai semacam keberuntungan yang memihaknya ?" Nan Wu terus mengumpat kesal sambil menghentakkan kakinya.
"Tenanglah pangeran, jika kita tidak bisa membunuhnya maka kita hanya perlu meracuninya". Tang Zhan mencoba memberi usul kepada pangeran untuk meracuni sang putri.
"Tolol kamu ! Jika aku yang meracuninya maka kemungkinan besar aku malah akan yang disalahkan !". Nan Wu membentak Tang Zhan dengan nada keras.
"Pangeran tak harus melakukannya langsung. Kita bisa menyalahkan Bai Long bahwa dialah yang telah membunuh adik anda", ucap Tang Zhan.
"Bagaimana caranya apa kamu punya rencananya ?" tanya Nan Wu.
Tang Zhan segera membisikan rencananya ke telinga sang pangeran. Rencananya itu melibatkan beberapa orang agar pangeran tidak ikut dicurigai.
Sedangkan Bai Long yang sedang berada di atas pohon, dia mendengar semua yang dikatakan oleh kedua orang itu. Bai Long telah menyamarkan keberadaannya setipis mungkin sehingga mereka tidak mampu merasakan bahwa ada seseorang yang Telang menguping mereka.
'Jadi semua ini adalah ulah kalian ! Kalian berani sekali membunuh temanku, dan kalian sekarang ingin membuat rencana dan menyalahkanku ?' batin Bai Long.
"Oh itu recana yang bagus ! Jika rencanamu berhasil maka aku akan sangat berterimakasih kepadamu", ucap Nan Wu.
"Pangeran tidak perlu berterimakasih karena aku hanya menantikan janji yang pangeran buat kepadaku waktu itu", balas Tang Zhan.
"Kau tidak perlu khawatir aku janji kau akan mendapatkan wanita yang bernama Ruo An itu", ucap Nan Wu.
Setelah itu mereka berdua pergi dari tempat. Mereka akan bersiap-siap untuk mempersiapkan beberapa hal agar rencana yang akan mereka lakukan dapat berjalan mulus tanpa kesalahan.
Setelah mendengarkan rencana itu Bai Long langsung pergi dan akan memulai aksinya pada malam hari bertepatan dengan rencana yang akan dilaksanakan oleh kedua orang itu.
__ADS_1
Disisi lain. Nan Mei yang sudah sadar kini langsung pergi keluar dari kediaman ketua sekte. Dia tidak ingin merepotkan ketua sekte lagi karena telah menolongnya.
Diperjalanan. "Apakah Anda baik-baik saja putri ? Anda seharusnya beristirahat saja karena apa yang telah anda alami waktu di dunia rahasia tadi", ucap Ruo An.
"Aku tidak papa, kamu tenang saja", jawab Nan Mei.
Ruo An dan Ruo Ning hanya bisa diam saja mendengar jawaban dari sang putri. Sang putri terlihat seperti menyalahkan dirinya sendiri. Meskipun Ruo An dan Ruo Ning telah mengatakan kepada putri bahwa sang putri bukanlah orang yang menyebabkan semua ini terjadi.
""Adik... apakah kamu baik-baik saja !?". Nan Wu datang dari arah depan. Dia berlari tergesa-gesa seperti seorang kakak yang mengkhawatirkan kondisi adiknya.
"Kakak !". Saat melihat kakaknya Nan Mei segara berlari ke arah sang kakak. "Kakak.. hiks... hiks... Kakak Luo Ji sudah meninggal. Semua ini pasti karena salahku !". Sekali lagi Nan Mei menyalahkan dirinya karena dirinyalah Luo Ji bisa mati. Tidak seharusnya waktu itu ia bersama Luo Ji.
"Sudahlah kamu jangan terus menangis. Aku akan mencari tahu siapa yang telah berani mengincar adikku ini !", ucap Nan Wu.
"Terimakasih kakak". Nan Mei sekarang tidak merasa sedih lagi. Meskipun masih merasa bersalah tetapi ia tidak ingin menunjukkan ekspresi sedihnya agar teman-temannya tidak selalu mengkhawatirkan dirinya.
Di asrama Bai Long. Terlihat seseorang yang tengah bertamu.
TOK... TOK.. TOK...
Suara ketukan dari pintu gerbang terdengar. Bai Long langsung membuka pintu itu, ia melihat Tang Zhan disana. "Ada perlu apa kamu kemari ?"
"Ah... aku hanya ingin bertanya apakah nanti malam kamu ada waktu. Aku ingin mengajakmu minum. Meskipun kita adalah sesama murid yang berada dikelas yang sama, tapi kita belum samasekali berbicara", ucap Tang Zhan dengan senyuman palsu.
"Aku tidak ada waktu !", jawab Bai Long.
"Ayolah kita kan teman kelas, jarang-jarang aku bisa mengajakmu pergi minum. Kamu hanya perlu menunggu di taman, nanti aku akan menghampirimu !" ucap Tang Zhan.
"Aku tidak ada waktu !" Bai Long segera menutup pintu gerbangnya, tapi saat gerbang hampir tertutup Tang Zhan menahannya.
"Ayolah kali ini saja !" ucap Tang Zhan yang memohon.
Karena tidak ingin membuat semuanya menjadi rumit Bai Long mengatakan setuju kepada ajakan dari Tang Zhan. "BaIklah aku akan menemuimu saat itu !".
Pintu gerbang langsung ia tutup setelah mengiyakan ajakan dari Tang Zhan.
'Dasar bocah sombong ! Sebentar lagi Kau tidak akan bisa bersikap sombong lagi', batin Tang Zhan. Setelah berhasil memberitahu Bai Long untuk datang ke taman Tang Zhan lalu pergi untuk memberitahu pangeran.
"Apakah kamu sudah menyelesaikan bagianmu ?" tanya Nan Wu.
"Saya sudah berhasil menyuruh Bai Long agar datang ke taman pada saat malam ini", jawab Tang Zhan.
"Bagus ! Dengan ini rencana kita tidak akan gagal lagi". Nan Wu sangat menantikan dengan hasil akhir dari rencana mereka.
Sekarang hari sudah menunjukkan waktu malam. Bulan sabit mulai terlihat di kegelapan langit yang malam itu. Di ruangan yang gelap terdapat seorang pria yang tengah mempersiapkan dirinya untuk melakukan balas dendam.
Han Chen mengenakan kostum Anbu yang sudah lama tidak ia pakai. Bersama dengan senjata pedang hitam yang telah ia gunakan untuk menebas ratusan monster.
Han Chen mengambil topeng rubah dari Inventory-nya dan langsung memakainya. Di kegelapan itu matanya bersinar memancarkan sinar kuning keemasan dengan pupil yang tajam seperti naga.
__ADS_1