Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Tangga Jiwa


__ADS_3

Diruang tamu Luo Ji melihat Bai Long yang sudah masuk ke kamarnya. Luo Ji menggenggam erat dua koin ditangannya itu. "Bro Long aku janji akan jadi orang yang sukses dimasa depan kelak !". Setelah itu Luo Ji langsung memasuki kamarnya untuk mulai menyerap batu spiritual.


Didalam kamar terlihat Bai Long yang tengah duduk bersila, dia melihat batu spiritual yang tengah ia pegang. "Batu spiritual ini kaya akan energi langit dan bumi, pantas saja banyak kultivator yang menggunakannya untuk membantu latihan". Bai Long langsung menyerap energi yang ada di dalam batu tersebut.


Setelah energi dari batu tersebut ia serap, kini batu itu sudah redup dan tidak mengeluarkan cahaya lagi. "Yah cuma begitu saja ? Hais... ini masih belum cukup untuk membuatku naik ke tingkat tiga". Karena tidak ada yang bisa ia lakukan lagi, Bai Long memutuskan untuk tidur.


Saat ini matahari sudah mulai terbit menunjukkan sinarnya yang terang. Bai Long dan Luo Ji bersiap-siap keluar untuk jalan-jalan.


"Haah... cuma semalam tapi aku sudah menghabiskan semua batu spiritualku", ucap Bai Long.


"Eh... ? Bagaimana kau bisa menghabiskannya secepat itu ?", tanya Luo Ji yang terkejut.


"Batu batu spiritual ini gampang habisnya kita harus cari cara yang lebih efektif untuk mendapatkan lebih banyak batu spiritual", ucap Bai Long.


Saat mereka akan keluar tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu gerbang. TOK TOK TOK Setelah mereka membuka ternyata yang mengetuk adalah senior Xiao Yu.


"Halo Bai Long apakah kalian hari ini senggang ?", tanya senior Yu.


"Hari ini kami senggang, memang ada apa senior ?", tanya balik Bai Long.


"Oh, aku hanya ingin mengajak kalian ke lapangan sekte Nui apakah kalaian mau ikut ?", tanya senior Yu.


"Tempatnya kayak seperti apa ?", tanya Luo Ji yang ingin mengetahui seperti apa tempat yang ingin seniornya tunjukkan.


"Tempat yang ingin kutunjukkan adalah tangga Jiwa. Itu merupakan tempat yang paling aman dari tiga tempat di lapangan Sekte Nui. Hanya orang yang memiliki kualitas jiwa tertentu yang bisa masuk. Untuk selengkapnya kalian bisa mengetahuinya saat sudah berada di sana", jelas senior Yu.


"Kelihatannya menarik. Baiklah kalau begitu kami akan pergi dengan senior", ucap Bai Long.


Mereka kini pergi ketempat yang ingin ditunjukkan seniornya itu. Setelah sampai di sana Bai Long melihat banyak orang yang tengah memperhatikan sebuah papan batu besar dan juga sangat tinggi.

__ADS_1


"Itu adalah papan peringkat. Hanya murid yang masuk seribu keatas yang namanya bisa ditulis di sana", ucap senior Yu.


"Oh, ada papan peringkat juga !? Menarik", ucap Bai Long.


"Lihat si pangeran berada di peringkat delapan puluh enam !", ucap Luo Ji sambil menunjuk ke papan batu itu.


"Senior Yu berada di peringkat sepuluh. Tang Zhan berada di peringkat seratus tiga puluh enam", ucap Bai Long.


"Untuk bisa menaiki tangga jiwa, orang harus bisa berkomunikasi dengan langit dan bumi. Normalnya mereka yang memiliki kultivasi lebih kuat akan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan langit dan bumi, tapi itu bukan faktor utamanya. Melainkan seseorang yang memiliki bakat luar biasa yang bisa menembus batasan mereka", ucap senior Yu.


"Kemampuan berkomunikasi dengan langit dan bumi...?". Luo Ji masih bingung apa yang dimaksud dengan berkomunikasi.


"Intinya kalian menyatu dengan energi langit dan bumi", jawab senior Yu.


"Lalu apakah ada orang yang mampu sampai ke puncak tangga ?", tanya Luo Ji.


"Sebuah harta ?", tanya Bai Long.


"Ya sebuah harta, tapi aku tidak tahu pasti apakah rumor itu benar atau tidak", ucap senior Yu.


"Lalu selain ada harta apa lagi yang bisa didapat dari menaiki tangga ini ?", tanya Luo Ji.


"Kalian sudah merasakan kan rasanya menaiki menara spiritual saat tes lalu. Menara spiritual bermanfaat melatih kekuatan jiwa, sedangkan tangga jiwa berfungsi melatih ketenangan jiwa. Setiap murid dapat berlatih selama dua jam selama satu bulan.


Para murid yang mendapat peringkat dapat berlatih selama enam jam, semakin tinggi peringkat kalian maka semakin lama kalian bisa berlatih", jelas panjang lebar senior Yu.


"Lalu bagaimana caranya batu itu dapat mengetahui nama kita ?", tanya Bai Long.


"Setiap orang yang menaiki tangga akan dideteksi jiwanya saat itu sehingga nama mereka bisa tercatat di papan batu itu", jawab senior Yu.

__ADS_1


'Apa !? Kalau begitu aku bisa ketahuan dong', batin Bai Long.


"Berarti set...". Belum sempat Luo Ji menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba senior memotong perkataan yang akan ditanyakan Luo Ji.


"Sudah-sudah bagaimana kalau kita langsung masuk saja, agar kalian mengetahuinya sendiri", ucap senior Yu.


Mereka bertiga kini berjalan masuk untuk ke tempat lokasi tangga tersebut. Sesampainya di sana terlihat banyak murid yang sedang berlatih. Tempat itu berbentuk seperti altar yang memuncak. Semuanya berjumlah sembilan ratus sembilan puluh sembilan anak tangga untuk dinaiki.


"Tangganya sangat besar ya", ucap Luo Ji.


"Bai Long, Luo Ji aku akan naik dulu", ucap senior Yu dan langsung menaiki anak tangga.


"Bro Long ayo kita juga ikut naik", ajak Luo Ji.


"Ah.. aku sepertinya tidak akan naik untuk sementara waktu. Kau naiklah dulu aku hanya akan menonton saja disini", jawab Bai Long.


"Baiklah kalau begitu aku akan naik dulu", jawab Luo Ji. Sebenarnya ia penasaran kenapa temannya itu tidak ikut menaiki anak tangga jiwa, tapi yang jelas temannya itu pasti memiliki alasan sendiri kenapa tidak ikut naik.


Luo Ji mulai menaiki anak tangga pertama. Saat kakinya menyentuh tangga pertama ia merasakan energi spiritual yang luas seperti sebuah laut. "Sungguh energi yang luar biasa".


Selangkah demi selangkah Luo Ji naik. Bai Long yang dibawah hanya bisa menonton saja.


"Kenapa dia tidak naik ? Apakah dia tidak memasuki kualifikasi ?", ucap orang yang memakai baju merah tua di anak tangga.


"Haha.. aku tidak tahu kalau ada orang sepertinya yang tidak dapat naik bahkan satu anak tangga pun", ucap teman orang yang memakai baju merah tua.


Bai Long merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang di anak tangga itu. 'Dasar sekelompok orang bodoh, jika ini bukan di dalam sekte sudah dari tadi aku tebas kalian !', batin Bai Long.


Luo Ji yang mendengar temannya dihina oleh orang-orang sekitar, ia juga ikut merasa marah. Sebab temannya pasti mempunyai alasan lain kenapa ia tidak ikut untuk menaiki tangga ini.

__ADS_1


__ADS_2