
Di dalam sekte. "Putri !" panggil Ruo An dengan pelan. Putri yang mendengar itu tidak menjawab atau melihat Ruo An, malahan ia langsung pergi saat mengetahui bahwa Ruo An tengah mendekatinya.
"Sudahlah Kak. Kakak tak perlu berusaha sekeras itu. Putri pasti sudah tahu kok niat kakak". ucap Ruo Ning.
"Meskipun begitu tapi aku tetap akan berusaha untuk menghiburnya ! Setelah mengetahui kebenarannya dia pasti merasa sedih, karena kasih sayang kakaknya selama ini hanyalah sebuah kebohongan. " ucap Ruo An.
Di sisi lain. Nan Mei saat ini tengah berada di taman sendirian sambil menatap danau dengan tatapan kosong. "Kenapa semua ini terjadi kepadaku ? Aku sangat terkejut setelah aku tidak sengaja mengetahui surat yang ada di laci kamar kakak. Ternyata apa yang dibilang Han Chen memang benar".
"Aku juga terkejut saat mengetahui fakta bahwa pria yang pernah menjadi spesial di hatiku ternyata sudah memiliki seorang kekasih. Ruo An sungguh beruntung memiliki Han Chen sebagai pasangannya". Nan Mei menatap tempat dimana Han Chen dan Ruo An berciuman sebagai pasangan. Waktu itu dirinya senang ketika dua sahabatnya sudah menjadi pasangan kultivasi.
Tapi sat mengetahui fakta yang sebenarnya ia langsung sedih. Kenapa tidak dirinya saja yang menjadi pasangan Han Chen, begitulah anggapannya.
Di asrama tuan Feng.
"Lapor tuan !" ucap penjaga rahasia.
"Katakanlah apa keadaan mereka baik-baik saja ?" tanya tuan Feng.
"Sejauh ini keadaan dua wanita itu baik-baik saja tuan. Keseharian mereka berjalan dengan baik di dalam sekte ini", ucap penjaga rahasia.
"Teruskan pengawasan mu dan jika ada sesuatu hal yang aneh atau ada orang yang mengganggu mereka segera laporkan itu padaku !" ucap tuan Feng.
"Baik tuan !" Penjaga itu langsung pergi untuk melanjutkan tugas yang diberikan oleh tuan Feng.
__ADS_1
Sudah satu minggu Han Chen berada di dunia monster. Dalam waktu satu minggu itu ia sudah membunuh puluhan monster yang ada disana dan sekarang ia sedang berhadapan dengan monster tipe listrik yang ada di pegunungan atau dataran tinggi.
Nama monster itu adalah Zinogre. Monster yang tinggal di daerah pegunungan dan dapat mengeluarkan listrik dari tubuhnya yang siap menyetrum siapapun yang ada didekatnya. Meski perawakannya besar, dia dapat bermanuver dengan sangat lincah.
Ekornya yang dapat dia lemparkan kapan saja, ditambah dengan cakarnya yang tajam membuat Zinogre menjadi monster yang sulit untuk Han Chen hadapi. Han Chen menghadapi monster itu hanya dengan sebuah pedang karena jika ia menghadapinya dengan teknik yang kuat atau jurus dengan daya ledak yang kuat itu akan menarik perhatian monster-monster yang lain.
Di balik kekuatan Zinogre yang sangat berbahaya, Han Chen mengetahui kelemahan yang dimiliki oleh Zinogre. Monster itu lemah terhadap elemen es, yang kebetulan dimiliki oleh Han Chen.
Meskipun Han Chen sudah menyerang dengan menggunakan hujan pedang es miliknya, Zinogre masih saja bisa tetap menghindari seraagn es dari Han Chen. "Haha kau tidak akan bisa mengenai ku !" ucap Zinogre.
"Kalau aku tidak bisa mengenalmu maka aku tinggal mendekat dan meyerangmu secara langsung !" ucap Han Chen.
Han melapisi pedangnya dengan aura es terlihat tulisan kuno di bilah pedangnya. Dengan menggunakan gerakan cahaya kecepatan Han Chen mampu menyamai kecepatan dari Zinogre.
Pertempuran antara keduanya sangat sengit. Zinogre menyerang Han Chen menggunakan bola listrik yang keluar dari mulutnya. Ketika bola itu mengenai target maka itu akan meledak dengan ledakan listrik yang menyebar kemana-mana.
"Jika aku tidak bisa menyerangnya dari dekat maka aku tinggal mengganti senjataku !" Han Chen langsung menyimpan pedangnya di Inventory-nya dan langsung menggantinya menggunakan panah bulan miliknya.
Panah bulan memiliki keunikannya sendiri. Sekali anak panah ditembakkan maka anak panah itu akan mengejar target sampai target itu terkena oleh anak panah itu.
Han menggunakan anak panah yang terbuat dari elemen esnya. Ia menembakkan tiga anak panah esnya langsung mengarak ke Zinogre. Anak panah es yang Han Chen tembakkan langsung mengejar Zinogre ketika monster itu ingin mencoba menghindar.
"Haha kemana pun kau lari serangan ku pasti tetap akan mengikuti mu !" ucap Han Chen.
__ADS_1
Zinogre terkena oleh serangan es milik Han Chen. Serangan itu mengenai tubuh dan juga ekornya.
"GRRR... !"
"Kau memang hebat karena bisa melukaiku !" ucap Zinogre.
"Oh... terimakasih aku sangat tersentuh atas pujian mu", Han Chen langsung menembakkan tiga anak panah lagi yang terbuat dari elemen es. Di udara tiga anak panah itu berubah menjadi tiga puluh anak panah.
Zinogre sudah tahu kalau serangan itu pasti akan mengejarnya kemanapun ia berlari. Karena tak punya pilihan lain Zinogre menembakkan bola listrik yang ukurannya sangat besar. Ia melontarkan bola listrik itu mengarah ke serangan Han Chen.
BOOM
Kedua serangan itu saling bertubrukan menciptakan gelombang angin yang cukup besar. Han Chen terhempas sedikit oleh efek dari ledakan itu, sedangkan Zinogre terhempas sejauh lima meter karena gelombang angin tadi.
Setelah ledakan tadi pertarungan mereka tetap berlanjut. Butuh waktu tiga jam untuk pertarungan itu berakhir. Dengan hasil akhirnya adalah kekalahan Zinogre. Tampak tubuh Zinogre di penuhi oleh panah es milik Han Chen. Tubuh Zinogre sedikit berbeda dengan tubuh milik Black Diablos karena proses pembekuan dari panah es milik Han Chen berjalan sangat lambat.
Tapi tetap saja itu tidak menutup kemungkinan kalau pemenangnya adalah Han Chen. "Ini adalah monster kedua tersulit yang kutemui setelah Black Diablos !"
Karena Hari sudah mulai malam Han Chen memutuskan untuk istirahat. Ia membuat api unggun dengan elemen api miliknya. Setelah itu ia mengeluarkan daging monster buruannya. Daging monster yang ia keluarkan adalah daging monster Apceros.
Daging monster Apceros itu terasa kenyal dan gurih jika ditambah dengan bumbu maka itu akan menjadi daging bakar yang tak terkalahkan. Han Chen lalu mulai membakar daging itu. Sambil menunggu daging matang ia memandang langit yang penuh bintang di dunia monster itu. Langit di dunia monster yang ia lihat seperti sebuah lukisan. Bintang-bintang disana sangat terlihat bahkan sebuah planet terlihat bentuknya.
"Sekarang apa yang tengah dilakukan oleh Ruo An ? Apakah di sana dia berlatih dengan baik ? Hm... aku sangat penasaran. Ku harap dia baik-baik saja". Han Chen terus melamun membayangkan keadaan disana.
__ADS_1
"Sudahlah aku tak perlu memikirkan keadaan disana dulu, yang terpenting sekarang aku harus fokus meningkatkan kekuatanku di dunia monster ini !" Setelah daging bakar Han Chen matang, ia lalu mulai menyantapnya dengan lahap.