
"Kakak aku mau bunga itu", ucap Annchi yang minta untuk dibelikan bunga hantu.
Bunga hantu memiliki kelopak berwarna putih. Bunga itu tidak tumbuh ke atas, melainkan tumbuh melengkung.
"Baiklah kakak akan mendapatkannya untukmu", ucap Han Chen. Dia lalu mulai menawar. "5000 koin emas".
Wang Rong yang mendengar ada orang lain yang juga menginginkan bunga, ia lantas tidak ingin kalah. Dia lalu kembali menawar "7000 koin emas".
"8000 koin emas", ucap tetua Xu Ling.
Han Chen yang merasa risi , ia lantas langsung menawar harganya dua kali lipat. "16000 koin emas", ucap Han Chen.
"Cih... aku tidak memiliki banyak uang untuk menawar. Kenapa selalu begini ?", ucap Wan Rong yang merasa kesal dengan dirinya.
Akhirnya bunga itu di menangkan oleh Han Chen dengan harga 16000 koin emas.
"Baiklah sekarang tiba saatnya barang terakhir dan sangat spesial". Wu Ji segera membuka penutupnya dan terlihat sebuah kalung berwarna hijau cerah dengan memancarkan aura yang melimpah.
Saat Annchi melihat kalung itu, tiba-tiba kepalanya mulai sakit. "AA.. " Dia memegangi kepalanya yang seperti terkena sengatan.
""Annchi kamu kenapa ?" Han Chen yang melihat itu, ia menjadi khawatir dengan keadaan adiknya.
"Uh.. aku tidak apa-apa kak. Kak, bisakah kamu membelikan ku kalung itu", ucap Annchi sambil menunjuk ke arah kalung yang ada di panggung.
Han Chen melihat bahwa kalung itu sedikit spesial. "Baiklah akan aku belikan", ucapnya.
"Kalau Ng ini ditemukan di reruntuhan kuno. Harga akan dibuka mulai dari 1500 koin emas" ucap Wu Ji.
Tanpa basa basi Han Chen langsung menawar dengan harga tinggi. '20000 koin emas" ucapnya.
Semua orang terkejut mendengar harga yang di ucapkan Han Chen.
Sedangkan di tempat lain. Terlihat dua orang yang tengah berada di kamar. Salah satu orang yang ad disana terbaring tidak sadarkan diri.
"Adik kenapa ini bisa terjadi kepadamu ? Seharusnya aku tetap berada di sampingmu waktu itu." Zhu Kai menyalahkan dirinya yang tidak becus dalam menjaga adiknya. Kedua tangannya mengepal erat, ia berdiri dengan raut wajah sedih di samping adiknya.
Di ruang tunggu. Han Chen sekarang sudah mendapatkan barang miliknya. Dia juga sudah membayarnya dan langsung pergi meninggalkan pelelangan. Tetapi saat berada diluar dia malah di cegat oleh satu orang wanita. Wanita itu adalah Wan Rong.
"Kenapa kamu menghalangi jalanku ?" tanya Han Chen.
__ADS_1
Wan Rong melirik bunga yang sedang di bawa oleh Annchi. "Aku menginginkan bunga itu, bisakah kamu memberikannya padaku ?" ucapnya.
"Apakah kau tidak tahu bunga ini sudah dimenangkan olehku. Bunganya sudah menjadi milik adikku", ucap Han Chen. Ia langsung berjalan untuk pergi dari sana.
Saat Wan Rong ingin menghentikannya lagi, entah kenapa tubuhnya tidak dapat digerakkan. Ia hanya bisa menatap kepergian dari Han Chen dan perlahan-lahan menghilang dari hadapannya.
Saat Han Chen berjalan di sebuah gang yang tidak banyak orangnya, tiba-tiba ada sekumpulan orang yang menghadangnya.
"Hah... apa kau bercanda", ucap Han Chen sambil memegang kepalanya.
"Kikiki... hari ini kau sangat tidak beruntung bocah", ucap orang yang memakai penutup mata.
Orang yang menghadang Han Chen berjumlah tiga orang. Satu memiliki basis kultivasi Gold Core Lima dan yang lain adalah dua. Mereka bertiga membawa senjata masing-masing. Senjata yang mereka bawa adalah pisau belati dan sebuah kapak.
"Anak-anak bunuh laki-laki itu dan tangkap yang perempuan !" ucap orang yang memegang kapak.
Kedua orang yang memegang belati langsung berlari ke arah Han Chen.
"Huh... Annchi bisakah kau menghadap ke belakang. Jika kamu menuruti kakak, maka kakak akan memberimu hadiah ketika sampai di penginapan", ucap Han Chen sambil tersenyum.
"Benarkah ? Kalau begitu Annchi akan menuruti kakak". Dia langsung menghadap ke belakang seperti yang kakaknya minta.
Han Chen meraih kepala orang itu dan membantingnya ke tanah. Tanah itu seketika retak dan kepala orang itu pun hancur.
Dari belakang Han Chen merasakan ada satu orang lagi yang ingin menyerangnya. Han Chen mengambil belati yang ada pada orang yang telah mati. Ia lalu menangkis serangan orang yang dibelakang menggunakan belati itu.
TING...
Han Chen lalu menendang kepala orang itu sampai terlepas. Darah mulai menyembur keluar dari kepala yang telah putus. Kepala itu menggelinding sampai ke kaki orang yang memegang kapak. Orang itu melihat kepala bawahannya itu dengan ekspresi marah.
"Kau..!!!"
"Ada apa ? Bukankah ini yang kau inginkan ?" ucap Han Chen.
Orang yang memegang kapak itu menjadi marah. Dia mengeluarkan aura kultivasinya yang berada di ranah Gold Core. "Matilah kau !!" Orang langsung melompat ke arah Han Chen sambil mengayunkan kapaknya.
Han Chen dengan sigap membuat pelindung. Pelindung itu menahan serangan dari kapak. Seketika orang yang memegang kapak langsung melompat mundur.
"Bajingan bukankah dia bilang kalau kau hanyalah anak biasa yang kaya saja !" ucap orang yang memegang kapak.
__ADS_1
Han Chen yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya "Apa yang kau tadi bilang ? Dia ?"
Han Chen langsung menembakkan bola Qi-nya. Bola Qi itu dengan cepat melewati wajah orang yang memegang kapak. Beberapa rumah langsung hancur berlubang terkena serangan Han Chen. Suara dari rumah yang rusak langsung terdengar jelas di telinga.
Orang yang memegang kapak mencoba menengok kebelakang, ia baru menyadari kalau serangan itu tadi dapat langsung membunuhnya
"Katakan siapa orang yang memerintahkanmu !" teriak Han Chen.
Dengan suara yang gemetar orang itu lalu berbicara, "Aku u tidak a akan memberitahumu" ucapnya sambil tersenyum gemetaran.
Han Chen langsung mengayunkan belatinya. Ayunan itu mengeluarkan seluit bulan dan langsung memotong tangan kanan orang yang memegang kapak itu.
BUK
Mendengar ada sesuatu yang jatuh. Orang itu langsung menoleh ke bawah. Dia melihat tangannya sendiri yang memegang kapak sudah jatuh ke tanah.
"AAA !!! Tanganku !" Pria itu terkejut dan langsung jatuh ketanah sambil memegang pergelangan tangannya yang sudah terpotong. Darah mulai mengalir membasahi tanah itu.
Han Chen berjalan mendekat ke arah orang itu. "Aku penasaran suara apa yang akan kau buat kali ini", ucap Han Chen. Dia langsung menusukkan belati ke mata kiri orang itu.
JLUB
Orang itu langsung menjerit ke sakitan.
"AAAA... AA.."
Han Chen menarik belati yang tertancap di mata orang itu. Saat di tarik mata orang itu juga ikut tercabut bersama dengan belatinya.
"Hahaha..." Han Chen tertawa senang, tapi saat orang itu sudah tidak mengeluarkan suara, ia mulai berhenti dari tawanya. "Eh sudah selesai ? Begitu"
Menyadari kalau orang itu belum mati. Han Chen mulai menusukkan belati ke bagian tengah dada orang itu. Orang itu kembali mengeluarkan jeritan kesakitan sampai Han Chen mengayunkan ke bawah merobek tubuh orang itu sampai kelihatan organ dalamnya.
Di sisi lain. Annchi yang penasaran dengan suara teriakan yang ia dengar, ia lalu mencoba menoleh ke belakang. Tapi saat ingin melihat Han Chen sudah ada di belakang Annchi
"Apa yang Annchi lakukan ? Bukankah kakak sudah memberitahu untuk tidak melihat ke belakang" ucap Han Chen sambil tersenyum.
"Annchi belum melihatnya kak" jawab Annchi.
Mereka berdua segera meninggalkan tempat itu dan langsung pergi ke arah lain
__ADS_1