
Saat ini Han Chen sedang berada di tribun bersama dengan adiknya Annchi. Dia sedang menunggu mulainya kontes Alkemis bersamaan dengan penonton yang lain.
Jumlah penonton yang memenuhi tribun ada sekitar seratus ribu orang lebih. Masing-masing dari mereka ada yang berasal dari masyarakat biasa dan ada juga yang dari golongan bangsawan.
Dari sisi lain terlihat para peserta yang berdatangan untuk mengikuti kontes Alkemis. Para peserta itu adalah orang yang memiliki profesi Alkemis yang datang dari berbagai benua.
Semua orang termasuk Han Chen dan Annchi juga langsung melihat kedatangan para peserta. Mereka berjumlah beberapa ratus orang. Ada yang muda dan juga ada yang tua.
"Woah.... lihat bukankah itu adalah Tuan Dan Shen".
"Kau benar itu Tuan Dan Shen".
Semua orang membicarakan Dan Shen ketika dia mulai datang. Dan Shen adalah pemenang kontes Alkemis beberapa tahun lalu, jadi semua orang akan membicarakan kehebatannya saat dia muncul.
Selain Dan Shen ada juga peserta lain yang tidak kalah darinya. Itu adalah Dong Bin. Dong Bin merupakan Alkemis yang keahliannya mampu menyaingi Dan Shen. Dong Bin merupakan anggota dari lembah berkabut yang terletak di benua Khonggi.
"Oh Bin kecil, ternyata kamu juga ikutan kontes ini ? Apakah kamu tidak merasa malu kalah dariku waktu kontes dulu ?" ucap Dan Shen yang memprovokasi saingannya yaitu Dong Bin.
"Kau lihat saja, kali ini aku yang akan menang !" ucap Dong Bin dengan kesal.
Dan Shen hanya biasa-biasa saja menanggapi Dong Bin, karena dia yakin kalau yang akan memenangkan kontes ini adalah dirinya.
Di urutan belakang, Han Chen bisa melihat putri ketua Sekte Nui yang ikutan ikut dalam kontes bersama dengan pamannya. Di arah lain ia juga melihat laki-laki yang dulu babak belur saat didepan pelelangan.
"Ternyata laki-laki itu juga ikut kontes ini. Apakah keadaannya baik-baik saja ? Melihat darah yang dia muntahkan waktu itu".
__ADS_1
Dari atas langit terasa hembusan angin yang di rasakan oleh semua orang yang ada di tribun.
Swoosh...
Seseorang turun dari langit. Dia mengambang di udara sambil melihat ke arah semua penonton.
"Halo semuanya perkenalkan namaku adalah JuiJui, pembawa acara hari ini". Dia memperkenalkan dirinya sambil berpose aneh ke hadapan semua orang.
Semua orang yang sudah kenal dengan pembawa acara itu, mereka hanya diam saja, karena yang membawakan acara dalam kontes Alkemis selalu JuiJui.
"Kakak, entah kenapa aku ingin sekali memukul orang itu", ucap Annchi yang duduk disebelah kakaknya.
"Umh kakak sama juga ingin memukul orang itu", ucap Han Chen.
Kembali ke arah JiuJiu yang mulai menjelaskan tentang kontes Alkemis.
Juara ketiga akan mendapatkan 200 batu roh menengah. Juara kedua akan mendapatkan 400 batu roh menengah. Sedangkan juara pertama akan mendapatkan 500 batu roh menengah dengan obat herbal bunga hantu sebagai tambahannya".
Semua penonton bersorak dengan hadiah yang di ucapkan oleh JiuJiu tadi. Dengan batu roh sebanyak itu maka orang yang mendapatkannya akan mampu dalam membantu tingkat kultivasinya.
Di lain sisi terlihat Wan Rong yang tengah mencari tempat duduk untuk ia menonton kontes. Saat sedang melihat tribun penonton, ia tidak sengaja melihat orang yang ia cegat dulu dan kebetulan tempat di sebelahnya kosong. Tanpa basa-basi Wan Rong langsung berjalan dan duduk di samping pria yang ia cegat waktu di depan pelelangan.
Han Chen yang merasakan ada orang duduk disebelahnya, ia laku menengok ke kiri. Dia melihat wanita yang mencegatnya waktu itu duduk di sebelah kirinya. Namun Han Chen tidak mempermasalahkannya, dia lalu kembali melihat ke arah depan fokus ke arena.
Wan Rong yang dianggap orang asing, dia merasa sedikit kesal. "Hei kenapa kau tidak berbicara kepadaku ?"
__ADS_1
"Memangnya apa yang harus dibicarakan denganmu ?" tanya Han Chen sambil melihat ke depan.
"Apakah kau tidak mempermasalahkan kejadian waktu itu ?" Wan Rong masih mengingat kejadian tempo hari lalu. Ia masih mempermasalahkannya, meskipun itu sepenuhnya tidak menjadi kesalahannya.
"Kenapa aku harus mempermasalahkannya ? Aku tahu orang-orang yang memasang ekspresi sepertimu pasti mempunyai alasannya sendiri. Kenapa kau ingin bunga hantu ?" Han Chen mencoba mengorek informasi kenapa Wanita disebelahnya sangat menginginkan bunga hantu yang ia dapatkan waktu di pelelangan.
"Yah kau benar. Aku memang menghadangnu waktu itu karena aku sangat membutuhkan bunga itu, lebih tepatnya adikku yang membutuhkan bunga itu". Wan Rong melihat ke arah adiknya yang sedang berada di barisan peserta kontes Alkemis.
"Adikmu ? Kenapa adikmu membutuhkan bunganya ? Apakah dia sakit ?" Han Chen menoleh ke arah wanita yang ada di sebelah kirinya sambil memasang raut wajah penasaran.
Sebelum menjawab Wan Rong mengambil nafas dulu untuk mulai menjelaskan kenapa bunga hantu itu sangat dibutuhkan adiknya. "Huh... adikku tidak sakit. Sebenarnya yang sakit adalah adik dari teman adikku. Entah kenapa adikkulah yang malah dituduh menjadi penyebab kenapa adik dari teman adikku jatuh sakit. Jadi adikku mencoba untuk membuat obat untuk menyembuhkan adik dari temannya".
Sekarang Han Chen sudah tahu kenapa wanita di sebelahnya ini sangat menginginkan bunga hantu. Obat yang dibuat pasti salah satu bahannya adalah bunga hantu.
Kembali ke pembawa acara JiuJiu. "Di pertandingan pertama ini. Semua peserta harus membuat pil penempa tulang yang memiliki tingkat kuning. Bagi siapa yang tercepat maka dia akan bisa lanjut untuk ke sesi selanjutnya".
Pil penempa tulang merupakan pil dasar yang bisa dibuat oleh Alkemis tingkat rendah. Tingkat kuning sebanding dengan tingkat empat dalam pil.
"Kontes akan dimulai oleh Raja Kerajaan Shandian sendiri. Silahkan Raja" ucap JiuJiu.
Drai arah tribun khusus terlihat sang Raja dan Pangeran yang berada disana. Sang Raja lalu berdiri dan berpidato sedikit sebelum memulai kontes Alkemis ini.
"Aku adalah Raja Kerajaan Shandian. Aku sangat senang ketika semua Alkemis yang ada di seluruh benua datang ke Kerajaan Shandian untuk mengikuti kontes yang biasanya hanya diikuti oleh benua terdekat saja. Selama ini aku selalu mengharapkan keharmonisan di antara seluruh benua agar kita saling mendukung untung menuju ke kedamaian yang makmur...
Sekarang di hadapan semua orang aku sebagai Raja akan memulai kontes ini. Aku berharap dengan kontes ini kita bisa saling belajar bagaimana proses pil secara bertahap. Baiklah tanpa menunggu lagi aku menyatakan kontes Alkemis dimulai".
__ADS_1
Semua penonton bersorak Sorai untuk sang Raja. Mereka juga bersorak untuk para peserta yang ikut kontes. Suara riuh piuh terdengar di seluruh arena ini.