
Han Chen berjalan mendekat ke arah gang sempit itu. Dia berjalan melewati wanita yang tengah keracunan dan fokus mengarah ke dua orang bertudung hitam yang telah mati. "Sepertinya dua orang ini dari organisasi yang sama dengan orang yang telah membunuh pemilik tubuh ini waktu itu".
Han Chen melihat salah satu pria itu mengenakan sebuah cincin dengan ukiran tengkorak. "Kelihatannya ini bukan cincin biasa, akan kuambil cincin ini". Dia mengambil cincin itu dan menaruhnya di Inventory-nya.
"Nah sekarang apa yang akan ku lakukan dengan wanita ini ? Jika dilihat dari pakiannya sepertinya dia berada di sekte yang sama dengan Lu Jiao". Pakaian yang dikenakan wanita itu berwana putih dengan goresan garis hijau yang membuat pakaiannya terkesan anggun.
"System berikan aku obat penawarnya !" perintah Han Chen kepada System.
[Memotong 50 Ps untuk satu obat penawar racun ular]
Han Chen segera menuangkan obat itu kedalam mulut wanita didepannya. "Baiklah dengan ini sepertinya dia akan segera sadar".
Han Chen menunggu cukup lama tetapi wanita itu belum kunjung sadar. "Hm... aneh kenapa dia tidak bangun-bangun ? Sepertinya dia tipe wanita yang tidak mudah bangun saat tidur".
PLAK !!
Han Chen menampar pipi wanita itu dengan keras sampai meninggalkan bekas luka di wajah wanita itu. Saat wanita itu sadar dan membuka matanya Han Chen segera menghilang dari sana.
"Auu... siapa yang menampar pipiku ?" Dia melihat ke sekeliling tapi tidak ada orang disana.
"Hah... bukankah aku tadi terkena racun ? Kenapa sekarang aku baik-baik saja ?" Dia mengecek kondisi tubuhnya dan ia sudah tidak merasakan adanya racun didalam dirinya.
"Oh apakah aku ditolong oleh orang tadi ? Tuan terimakasih karena telah menolongku !" Wanita itu berteriak sambil menghadap ke langit berharap kalau penyelamatnya mendengar ucapan terimakasihnya itu.
Setelah itu dia segera mengecek mayat kedua pria yang telah ia bunuh tadi. "Ternyata benar dugaan ku. Kedua orang ini juga merupakan orang-orang yang telah melakukan penculikan terhadap anak kecil yang ada di kota ini".
Dia mengecek untuk mencari sebuah petunjuk yang bisa menuntunnya ke sarang mereka. "Kenapa aku tidak menemukan apa-apa dari mereka ? Dasar dua orang bajingan ! Setidaknya kalian harus membawa sesuatu untukku !"
Karena tidak menemukan apapun dari mayat kedua orang itu. Wanita itu segera pergi untuk kembali dan melapor ke sektenya.
Sedangkan diatas genteng rumah, Han Chen sedang duduk sambil melihat kepergian wanita itu. "Apakah yang dia cari cincin ini ? Dan dia bilang kasus penculikan ? Hehe..."
Sesampainya di Sekte Pheng, wanita itu segera menuju ke ruangan kepala sekte.
"Su Yeri !!" tiba-tiba ada orang yang memangil wanita itu sehingga ia harus menghentikan langkah kakinya.
Dia melihat kalau orang yang bernama Lu Jiao sedang menghampirinya. "Ada apa ? Aku harus cepat-cepat ke ruangan kepala sekte untuk melapor".
__ADS_1
"Em... aku hanya senang kalau senior baik-baik saja", ucap Lu Jiao.
"Jadi itu yang hanya ingin kamu katakan ? Kalau sudah aku akan pergi". Su Yeri segera pergi dan meninggalkan Lu Jiao di belakangnya.
"Ternyata memang susah untuk mendekati kupu-kupu yang cantik", ucap Lu Jiao.
Sesampainya didepan pintu ruangan kepala sekte, Su Yeri segera mengetuk pintu untuk meminta ijin masuk.
TOK TOK TOK
"Masuk". Terdengar suara kepala sekte dari dalam ruangan.
Su Yeri segera memasuki ruangan setelah mendapat ijin dari kepala sekte. "Lapor ketua. Saya sudah menyelidiki' tentang kasus penculikan anak yang telah terjadi dalam beberapa hari ini. Dalam penyelidikan yang telah saya lakukan. Saya bertemu dengan dua orang yang sepertinya terlibat dalam kasus penculikan ini. Kedua orang itu merupakan anggota dari organisasi pembunuh yang telah merajalela di benua ini".
"Organisasi pembunuh ?" tanya kepala sekte.
"Benar ketua. Saya melihat kalau dipunggung mereka terdapat tato dengan gambar tengkorak pedang", jawab Su Yeri.
"Lalu apakah kamu menemukan petunjuk lain ?" tanya kepala sekte.
"Saya sudah mengeceknya tapi saya tidak menemukan apapun pada dua orang itu", jawab Su Yeri.
"Baik ketua !" Su Yeri segera undur diri dari hadapan ketua sekte, ia meninggalkan ruangan kepala sekte dan segera menuju ke asramanya.
Sedangkan di dalam ruangan itu terlihat kepala sekte yang tengah memikirkan sesuatu. 'Kenapa para pembunuh itu menculik anak kecil ? Dan yang jadi target mereka adalah anak -anak perempuan. Ini tidak bisa dibiarkan ! Sepertinya besok aku harus menemui Nang Cai. Karena penculikan ini terjadi diwilayahnya, Nang Cai pasti tidak akan tinggal diam'.
Esok harinya kepala sekte bergegas untuk menuju ke kediaman penguasa kota. Sebelumnya ia sudah mengirim surat agar penguasa kota tahu kalau dirinya akan berkunjung ke kediamannya hari ini.
Sekarang kepala sekte sudah sampai di depan gerbang kediaman penguasa kota. Terlihat dua orang penjaga yang menjaga gerbang kediaman itu. Dua orang itu berada di ranah Gold Core Tujuh.
"Kami memberi salam untuk pemimpin Sekte Pheng !" Dua orang itu segera membungkuk dan memberi salam.
"Mhm... tolong bukakan gerbangnya !" ucap kepala sekte.
"Baik !" Dua penjaga gerbang itu segera membukakan gerbang untuk membiarkan pemimpin Sekte Pheng masuk.
Kepala sekte segera masuk setelah gerbangnya dibuka. Saat berjalan di pekaranagan ia melihat kalau ada pelayan yang tengah menghampirinya. "Salam untuk pemimpin Sekte Pheng. Apakah ada yang bisa saya bantu ?" Pelayan itu memberi hormat untuk pemimpin Sekte Pheng.
__ADS_1
"Tolong panggilkan Nang Cai. Aku akan menunggunya di ruang tamu", ucap kepala sekte.
"Baik". Pelayan itu segera menuju ke ruangan tuannya untuk memberitahu kalau pemimpin Sekte Pheng datang berkunjung.
Kepala sekte langsung menuju ke ruang tamu, dia duduk di kursi yang ada disana untuk menunggu kedatangan dari Nang Cai.
Di ruangan kerja penguasa kota, pelayan yang tadi memberitahukan tentang kedatangan dari pemimpin Sekte Pheng.
"Jadi dia sudah datang. Lalu sekarang dia dimana ?" tanya Nang Cai kepada pelayannya
"Sekarang pemimpin Sekte Pheng sedang menunggu tuan di ruang tamu", jawab pelayan itu.
"Baiklah kamu bisa pergi !" ucap Nang Cai.
Pelayan itu segera undur diri dari hadapan tuannya. Ia pergi untuk melanjutkan pekerjaannya tadi yang sempat tertunda karena melihat kedatangan dari pemimpin Sekte Pheng.
Penguasa kita segera menuju ke ruang tamu untuk bertemu dengan orang yang tengah menunggunya dari tadi. Sesampainya di sana ia langsung menyambut kedatangan dari temannya itu.
"Oh temanku Mu Lan apakah kabarmu baik-baik saja ? Ngomong-ngomong ada hal apa sampai kamu datang ke kediamanku ?" ucap Nang Cai sambil merentangkan tangannya.
"Cukup dengan basa-basi mu, bukankah kamu sudah menerima surat dariku kalau aku akan datang hari ini ?" Mu On memasang ekspresi tidak senang diwajahnya karena Nang Cai berpura-pura tidak tahu kalau dia sudah menerima surat darinya.
"Ah... memang aku sudah membaca surat darimu. Disurat itu kamu menuliskan akan datang ke kediamanku untuk membahas sesuatu yang penting. Jadi hal penting apa yang sampai membuatmu datang kesini ?" ucap Nang Cai.
"Aku kesini karena ingin membahas masalah penculikan. Bukankah kau seharusnya sudah mengetahui maslah ini, karena penculikan ini sering terjadi di wilayahmu !" Mu Lan memarahi Nang Cai karena tidak peka dengan masalah yang tengah terjadi di wilayahnya.
"Tentu saja aku sudah tahu tentang masalah penculikan ini. Aku bahkan sudah mengirim orang-orangku untuk menyelidiki tentang kasus ini !" ucap Nang Cai. Ia lalu duduk di kursi agar lebih enak untuk berbicara dengan temannya.
"Lalu apakah kau sudah menemukan siapa dalang di balik masalah ini ?" tanya Mu Lan yang penasaran.
"Salah satu orangku sudah menangkap salah satu orang yang terlibat dengan penculikan anak ini, tapi saat diinterogasi dia malah bunuh diri dengan racun yang telah ia taruh di lidahnya. Jadi sampai sekarang aku masih menyelidiki kasus ini dan belum menemukan siapa dalangnya", ucap Nang Cai sambil menyatukan kedua tangannya.
"Hm... jadi begitu. Lalu apakah orang yang kamu tangkap mempunyai tato tengkorak di punggungnya ?" tanya Mu Lan memastikan.
"Benar dia mempunyai tato tengkorak di punggungnya. Tapi bagaimana kamu bisa tahu ? Apakah kamu juga telah menangkap salah satu dari mereka ?" tanya Nang Cai dengan penasaran.
"Tidak, bukan aku yang menangkapnya melainkan muridku lah yang menangkap orang-orang itu. Tapi sayang mereka tidak membawa apapun yang bisa menjadi petunjuk untuk memecahkan masalah ini" jawab Mu Lan dengan ekspresi kecewa.
__ADS_1
Mereka berdua terus berdiskusi tentang masalah penculikan anak. Mereka akhirnya sepakat untuk bekerjasama dalam mencari tahu siapa dalang kasus penculikan anak ini. Setelah mencapai kesepakatan Mu Lan langsung pergi untuk kembali ke sektenya.