Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Kabar Tentang Kontes


__ADS_3

Hari ini Han Chen dan adiknya berada di restoran yang hidangannya cukup enak. Han Chen sengaja memilih tempat duduk yang di samping jendela agar ia bisa melihat suasana kota yang sedang hujan. Hujan yang ia lihat tidak lebat malah seperti sebuah kesedihan yang jatuh.


"Annchi pelan-pelan lah saat makan", ucap Han Chen sambil memandang adiknya yang tengah makan sup hangat.


Han Chen hanya memesan secangkir teh untuk menghangatkan tenggorokannya saja. Ia lalu menyeruput tehnya. Teh yang Han Chen pesan adalah teh hijau dengan nuansa aroma pedesaan. "Tehnya lumayan enak", ucap Han Chen.


"Apakah kontes kali ini akan lebih meriah ?" Terdengar suara orang dari meja sebelah.


"Aku dengar kali ini semua orang dari berbagai benua akan hadir ikut serta dalam kompetisi", jawab orang berbaju merah sambil menyeruput tehnya.


"Apakah mereka ikut serta karena mendengar bahwa hadiah kali ini adalah yang paling istimewa ?" tanya orang berbaju hijau.


"Pasti begitu. Hadiahnya memang bukan main. Aku dengar dari temanku yang ikut mengurus kompetisi kalau hadiahnya adalah tanaman herbal berusia seribu tahun", jawab orang berbaju merah.


"Pantas saja ! Tadi pagi aku lihat banyak orang yang sudah berdatangan dari berbagai benua", ucap orang berbaju hijau sambil menyantap makanannya.


Han Chen yang mendengar itu menjadi penasaran dengan kontes yang akan di adakan. "Maaf kalau boleh tahu kontes apa yang kalian sedang bicarakan ?" tanya Han Chen.


Kedua pria itu langsung menengok ke arah Han Chen. "Memangnya kamu berasal dari mana ? Bahkan sampai tidak tahu acara yang besar ini", ucap orang berbaju merah.


"Haha.. saya dari tempat terpencil yang cukup jauh. Tempat saya berasal sangat jauh dan terisolasi dari dunia luar*, jawab Han Chen sambil tersenyum.


Mereka berdua memaklumi kalau Han Chen sampai tidak tahu tentang kontes ini. "Biar ku beri tahu. Kontes ini adalah kontes Alcemist yang di adakan sepuluh tahun sekali. Setiap para Alcemist yang ada di benua pasti akan mengikuti kontes ini untuk mengukur seberapa handal mereka di bidang Alcemist. Untuk yang memimpin kontes adalah Raja Wang sendiri. Semua orang sangat menantikan kontes ini bahkan kami pun juga menantikan untuk menonton secara langsung", ucap orang berbaju hijau.


'Hm... sepertinya akan seru' batin Han Chen. "Jadi kapan dan dimana kontes itu akan dimulai ?" tanya Han Chen kepada orang berbaju hijau.


"Kontesnya biasa diadakan di alun-alun kota. Sedangkan untuk hari dimulainya salah tiga hari dari sekarang", jawab orang berbaju hijau.

__ADS_1


"Tapi jika kamu ingin mendapat tempat duduk untuk menonton sebaiknya kamu harus pesan tiketnya sekarang. Karena jika kamu tidak pesan sekarang maka kamu tidak akan dapat tempat untuk menonton", ucap orang berbaju merah.


"Oh jadi begitu. Terimakasih saudara karena sudah memberitahuku". Han Chen berterimakasih kepada dua orang yang sudah memberitahunya tentang informasi tentang kontes.


"Sama-sama saudara kalau begitu kami pergi dulu", ucap orang berbaju hijau. Mereka berdua pergi karena telah menghabiskan makanannya.


Sementara itu Annchi sekarang sudah selesai menghabiskan sup hangatnya. "Kakak aku sudah menghabiskan supnya", ucapnya.


"Umh... kalau begitu mari kita segera pergi". Han Chen segera membayar biaya yang telah mereka makan. Setelah membayar Han Chen langsung menggandeng tangan adiknya dan membawanya pergi keluar.


Han Chen memakai payung saat berjalan di tengah hujan yang dingin. Dia menggendong Annchi agar tidak basah terkena hujan.


"Kakak kenapa kakak memakai payung ? Bukankah kakak seorang kultivator ?" tanya Annchi yang heran dengan kakaknya.


"Kakak hanya ingin merasakan perasaan masa lalu kakak", jawab Han Chen.


"Lalu sekarang kita mau pergi kemana ?" tanya Annchi sambil melihat orang yang berlalu lalang di jalan.


"Pertunjukkan apa ? Apakah bagus ?" tanya Annchi sambil memandang wajah kakaknya.


"Hehe... dipertunjukkan itu orang-orang akan menunjukkan bagaimana cara mereka membuat pil. Disana juga akan ada beberapa kuali yang besar dan akan mereka gunakan untuk membuat pil", jawab Han Chen.


Setelah Han Chen berjalan cukup lama. Akhirnya mereka sampai di tempat yang menjual tiket.


"Halo tuan apa ada yang bisa saya bantu ?" ucap orang yang menjual tiket.


"Ah aku hanya ingin membeli tiket untuk menonton kontes Alcemist", ucap Han Chen.

__ADS_1


"Tuan ingin membeli berapa tiket ?" tanya orang itu.


"Aku ingin membeli dua tiket. Untukku dan adikku ini", ucap Han Chen melihat adiknya yang sedang memandang ke sekitar.


"Ini dia tiketnya tuan. Semuanya jadi empat koin emas". Orang itu lalu memberikan tiket itu kepada Han Chen.


Han Chen menerimanya dan langsung membayarnya. Han lalu melihat ke adiknya. "Annchi kamu sedang melihat apa ?" sedari tadi Annchi terus melihat ke sebelah kiri.


"Kakak lihatlah bukankah kakak itu sangat cantik ?" ucap Annchi sambil menunjuk ke arah orang yang dimaksud.


Han Chen lalu melihat ke arah yang ditunjuk oleh adiknya itu. 'Bukankah itu anak dari ketua Sekte Nui. Siapa ya namanya aku lupa ?' Han Chen mencoba mengingat-ngingat nama wanita yang sedang mendaftar untuk ikut kontes."Oh ya aku baru ingat namanya adalah Xu Fei", ucap Han Chen.


"Apakah kakak kenal dengan kakak itu ?" tanya Annchi yang mendengar kakaknya menyebut nama dari kakak yang sedang ada disana.


"Kalau dibilang kenal sih tidak. Aku hanya tahu namanya saja", jawab Han Chen.


Tiba-tiba datang Xu Fei yang mendekat ke arah Han Chen. "Maaf tuan apakah tuan mengenal saya ? Karena saya mendengar tuan tadi menyebut nama saya", ucapnya sambil melihat ke arah Han Chen.


"Tidak, aku tidak mengenalmu tapi aku hanya tahu namamu saja". Han Chen lalu langsung pergi meninggalkan Xu Fei yang masih menatapnya dari belakang.


"Orang yang aneh", ucap Xu Fei.


"Xu Fei apakah kamu mengenal orang tadi ?" ucap panatua Sekte Nui. Panatua itu datang menghampiri Xu Fei.


"Tidak. Orang itu bilang tidak mengenalku", jawabnya. Dia lalu langsung berbalik melihat ke arah panatuanya. "Apakah paman sudah mengurus pendaftarannya ?", tanya Xu Fei.


"Sudah. Ini baru saja selesai", jawab tetua Xu Ling.

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita cari penginapan disekitar sini paman". Xu Fei dan pamannya Xu Ling langsung mencari penginapan setelah mereka selesai dalam mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti kontes Alcemist.


Hari masih tetap saja hujan. Jalanan yang ada di kota juga terdapat banyak genangan air. Suasana di kota sungguh dingin karena hujan yang terus turun dan belum berhenti sejak tadi pagi. Meskipun begitu tanah disana menjadi subur karena hujan dan tidak kering.


__ADS_2