Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Membunuh Dua Jenis Monster


__ADS_3

"Kenapa kau diam saja ? Cepat jawab !" ucap Black Diablos


Han Chen segera bangun dan berdiri. "Aku tidak tahu kalau ini adalah daerah kekuasaan mu, karena aku baru sampai tiba disini !"


"Apa yang kau bicarakan bodoh ! Semua makhluk hidup yang ada disini juga sudah tahu kalau ini adalah daerah kekuasaan ku. Kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong mu !" Black Diablos segera mengangkat kepalnya ke atas bersiap untuk mengeluarkan semburan apinya.


Han Chen segera waspada saat melihat tingkah aneh monster di depannya. 'Apa yang ingin monster itu lakukan ?!'


Setelah energi berkumpul di mulutnya, Black Diablos segera menyemburkan apinya. Api yang terlihat panas dan berwarna hitam keunguan itu langsung mengarah ke Han Chen.


Segera Han Chen langsung membuat pelindung berbentuk balok dengan ukuran yang cukup besar. Karena naga itu menyerang Han Chen dengan api maka ia akan membuat tameng dengan elemen esnya.


Semburan api itu langsung mengenai tameng Han Chen. Meskipun begitu tapi perisai yang di buat Han Chen lama-lama mulai meleleh. Han Chen yang menyadari Itu segera membuat beberapa lapis lagi. 'Keparat ! Apakah api miliknya lebih panas dari api milikku ?'


Setelah serangan dari Black Diablos berakhir terlihat perisai delapan lapis yang dibuat oleh Han Chen sekarang tinggal satu lapis. "Sudah ku bilang aku baru sampai disini ! Kenapa kau malah terus menyerang ku ?"


"Haha... jika kamu tidak terima maka lawanlah aku !" ucap Black Diablos.


Han Chen segera membuat ribuan pedang Es dari elemen esnya. Pedang itu langsung meluncur mengarah ke monster yang ada di depannya. Meskipun ribuan pedang es telah mengenai monster itu, tapi itu bahkan tidak sampai menggoresnya.


'Cih .. kulit dia ternyata sangat tebal !' umpat Han Chen di dalam pikirannya.


"Apakah hanya ini serangan yang kau punya ?" ucap Black Diablos.


"Jangan berlagak kamu !" Han Chen kemudian langsung menyerangnya dari jarak dekat. Tebasan demi tebasan ia lontarkan ke arah monster itu. Han Chen terus menyerangnya sambil mencari kelemahan dari monster itu.


Black Diablos juga tidak diam saja ketika Han Chen menyerangnya. Ia juga sesekali menyemburkan apinya ke arah Han Chen. Sudah enam jam pertarungan itu berlangsung dan Han Chen masih tidak dapat membuat luka pada monster itu.


'Hah dari yang sudah aku lihat hanya kulit bagian atasnya saja yang terlihat hitam. Sedangkan untuk kulit bagian bawahnya terlihat putih. Sepertinya itu adalah kelemahannya , pikir Han Chen.


"Apakah kamu sudah lelah ? Aku tidak tahu mahluk seperti apa kau ini, karena aku baru menemui mahluk yang berukuran kecil sepertimu !" ucap Black Diablos.


"Hei kadal tua bersiaplah aku akan mengalahkan mu !" ucap Han Chen.


"Haha.. ngomong apa kau ? Yang tadi aja kau melihat sangat kewalahan !" ucap Black Diablos.


Han Chen membuat kembali ribuan pedang es. Ia juga melapisi pedang hitamnya dengan elemen es miliknya.


"Kenapa kau mengeluarkan serangan itu lagi ? Serangan itu tetap tidak akan mempan kepadaku !" ucap Black Diablos.


Segera ribuan pedang es yang melayang langsung menyerang monster itu dari atas. Sesaat setelah perhatian monster-nya teralihkan Han Chen segera menebas kulit bagian bawah monster itu. Dan ternyata dugaannya benar kelemahan monster itu berada di bagian bawah kulitnya.


Han Chen terus menebas bagian bawah kulit monster itu sambil terus membuat ribuan pedang es. Black Diablos yang mulai risih, ia langsung bersikap agresif.


IIEEK...!

__ADS_1


"Aku tidak akan segan-segan lagi kepadamu !" Black Diablos segera terbang tinggi. Ia mengumpul sejumlah besar energinya kedalam mulutnya.


Han Chen yang melihat dia tidak tinggal diam. Han Chen juga membuat lima puluh pedang es yang ukurannya sangat besar. Kedua serangan mereka saling bertabrakan. Banyak uap air yang muncul akibat serangan dari kedua makhluk itu.


Han Chen tidak tinggal diam sampai disitu, ia lalu segera memfokuskan energi esnya ke pedang hitamnya. Tulisan kuno mulai terlihat dari pedang milik Han Chen. Setelah itu ia langsung menggunakan kecepatan maksimalnya untuk menusuk bagian bawah monster itu.


JLUUBB


"Keparat kau !" ucap Black Diablos.


Setelah terkena tusukan dari pedang Han Chen monster itu kini mulai berubah menjadi es, karena aura dingin yang terpancar dari pedang Han Chen.


"Fiuh untung saja aku cepat tanggap. Aku tidak menyangka untuk melawan satu monster dari dunia ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama". ucap Han Chen.


Karena disana kaya akan energi Han Chen jadi tidak usah mengkhawatirkan akan kehabisan energi Qi. Ia juga mempunyai tubuh Chaos yang bisa menyerap energi sekitar dengan otomatis.


"System tunjukkan profilku !" perintah Han Chen kepada System.


[Menampilkan profil Host]


[Profil :


> Nama : Han Chen


> Gelar : Pemilik System


> Ranah : Ensolment (4)


> Tubuh : Tubuh Dewa Naga (15%), Tubuh Dewa Phoenix (12%), Tubuh Elemen (38%), Tubuh Chaos (21%)


> Budidaya : Teknik Chaos


> Skill : Teknik Shi Ba Yaosi (0%), 12 Teknik Pedang(100%), Teknik Gerakan Cahaya (100%), Teknik Bayangan (100%), Teknik Soul Forging (100%)


> Job : Koki


> Senjata :Pedang Heise, Pedang Yanse, Panah Bulan, Belati Bayangan


> Artefak : -


> Inventory : Pil Qi, pakaian Anbu, topeng rubah


> Poin System : 434.762 Ps


> Poin Pemahaman : 0 Pp

__ADS_1


> Shop ~


> Lokasi : Dunia Monster


> Upgrade : V.2 ]


Han Chen melihat di profilnya bahwa sekarang ia sudah mencapai ranah Ensolment hanya dengan membunuh satu monster di dunia ini. "Kalau satu monster sudah bisa membuatku naik secepat ini maka aku akan benar-benar bisa menjadi sangat kuat !"


Meskipun membutuhkan usaha lebih banyak untuk membunuh satu monster, tapi itu tida masalah bagi Han Chen karena untuk menjadi pria yang kuat memang harus menempuh perjalanan yang panjang dan berat.


Setelah itu Han Chen segera terbang ke arah Utara untuk mencari keberadaan monster yang lain. Ia sudah terbang selama dua jam dan akhirnya ia melihat sekumpulan monster kecil yang mirip seperti badak namun juga mirip seperti kura-kura sedang berkumpul di tepi danau. Mereka terlihat sedang minum dan sedang memakan rumput.


"System tunjukkan data para monster itu !" perintah Han Chen kepada System.


[Nama : Apceros


Usia : 130-248 thn


Ranah : Escension]


"Sepertinya mereka adalah monster lemah, terlihat jelas karena Ranah mereka dapat ku ketahui", diatas langit Han Chen mulai membuat sejumlah pedang cahaya. Ia melemparkan pedang cahaya itu langsung ke arah sekumpulan Apceros.


Para Apceros segera masuk ke dalam cangkang saat menyadari kalau mereka sedang di incar oleh sesuatu yang ada di atas. Cangkang Apceros itu sungguh kuat dan juga tebal sehingga pedang cahaya Han Chen tidak bisa menembus pertahanan mereka.


"Apa-apaan cangkang mereka itu ?"


Han Chen yang tidak ingin percaya kalau serangannya tidak bisa menembus cangkang mereka, ia lantas membuat lebih banyak pedang cahaya dan juga pedang es. Ia melontarkan semua serangannya mengarah ke para Apceros.


Meskipun sudah melontarkan ribuan pedang selama satu jam, cangkang Apceros tetap saja tidak bisa di tembus. "Huh... huh... aku akui kalau cangkang mereka itu memang sangat keras dan juga tebal. Tiba-tiba Han Chen terpikirkan sebuah ide.


Tiga puluh menit kemudian.


"Kenapa aku merasa semakin panas ?" ucap salah satu Apceros. Karena merasa semakin panas di dalam cangkang mereka semua mengambil ini siatif untuk keluar dari cangkang mereka. "Apa ? Apa yang tengah dia lakukan pada kita ?" Semua Apceros itu saat ini tengah melayang di atas api yang sangat panas.


"Akhirnya kalian keluar juga. Aku berpikir kalau ide ini tidak berhasil aku berencana menceburkan kalian semua kedalam kawah gunung". ucap Han Chen.


Satu Apceros langsung menyerang Han Chen dengan menembakkan meriam air dari mulutnya., dan beberapa Apceros yang lain segera memadamkan api yang ada di bawah mereka dengan semburan air.


Dengan menggunakan pedangnya Han Chen membelah meriam air itu menjadi dua. Melihat serangannya yang di belah menjadi dua, Apceros lantas terus menembakkan meriam air kepada Han Chen. Para Apceros lain segera membantu kawannya untuk ikut menyerang Han Chen setelah mereka sudah berhasil memadamkan api yang ada di bawah mereka.


Han Chen terbang sambil menghindari meriam air yang di lontarkan oleh para Apceros. Sambil menghindar Han Chen membuat ribuan pedang cahaya di atas langit. Han Chen sengaja membuatnya agak jauh diatas agar para Apceros itu tidak sadar.


Segera ribuan pedang cahaya yang ada di langit langsung meluncur jatuh diatas para Apceros itu.


Jluubb Jluubb Jluubb

__ADS_1


Para Apceros itu mati dengan tusukan pedang di kepala dan juga ekor serta kaki mereka.



__ADS_2