
Salah satu pelayan yang melihat kejadian itu segera melapor ke tuannya. Pelayan itu menaiki tangga untuk sampai ke ruangan tempat tuannya berada. "Tuan.. tuan itu dibawah..".
"Kamu bicara apa ? Memangnya apa yang terjadi dibawah ?" Pemilik restoran itu bernama Yang Ding. Dia tidak mengerti apa yang sedang diucapkan oleh pekerjanya ini.
"Itu dibawah... dibawah ada orang mati !" Pelayan itu terbata-bata saat melaporkan kejadian yang terjadi dibawah.
Saat mendengar apa yang telah dikatakan oleh pekerjanya. Tuan Ding segera bergegas untuk turun kebawah. Langkah kaki saat menuruni anak tangga terdengar keras karena dia sedang terburu-buru untuk melihat situasi secara langsung.
Ketika sampai dibawah tuan Ding kaget. Apa yang dikatakan oleh pekerjanya memang benar, ada orang yang sudah terbunuh didalam restorannya ini. Terlihat mayat ketiga prajurit yang ada dilantai. "Siapa yang telah mengacau di restoranku ini !"
Tuan Ding melihat semua pelanggannya takut dengan pria yang tengah makan di samping jendela itu. Karena tidak ada yang menjawab pertanyaan darinya, tuan Ding mengambil inisiatif untuk menghampiri pria yang tengah makan itu.
"Nak apakah kau yang telah membunuh ketiga prajurit ini ?" Tuan Ding menatap pria didepannya dengan tatapan mengancam.
Han Chen menghentikan makannya dan menoleh ke arah pemilik restoran yang tengah melototinya. "Kalau memang benar memangnya kau bisa berbuat apa ?"
"Kalau memang benar kau yang membunuh ketiga prajurit ini, maka aku harus menangkap mu dan membawamu ke kediaman penguasa kota untuk menjelaskan situasi ini !" ucap tuan Ding.
"Heh... memangnya kau bisa melakukan itu ?" ucap Han Chen sambil mengejek.
Tuan Ding segera mengeluarkan aura kultivasinya yang berada di ranah Soul Wendering Empat. Semua orang yang ada didalam restoran tertekan dengan aura yang dikeluarkan oleh pemilik restoran itu. Sedangkan Han Chen, dia masih bersikap biasa saja dan tidak merasakan tekanan apapun dari semut kecil yang ada didepannya.
'Ini tidak benar, kenapa dia masih baik-baik saja ? Bukankah tingkat kultivasinya lebih rendah dariku ?' Tuan Ding merasa bingung dengan pria yang ada didepannya ini.
Saat menatap ke arah mata pria didepannya, tuan Ding terkejut. Dirinya seperti sedang ditatap oleh monster yang sedang memperingatinya agar tidak macam-macam dengan monster yang ada didepannya.
__ADS_1
Keringat dingin bercucuran di dahi tuan Ding. Orang-orang yang melihat keadaan dari pemilik toko, mereka semua tahu perasaan apa yang sedang dialami oleh pemilik toko itu.
Karena Han Chen tidak ingin berlama-lama disini, dia segera mengeluarkan sekantung emas yang berisi dua puluh lima keping emas didalamnya. Dia menaruh kantung itu diatas meja dan langsung keluar dari restoran.
"Pria itu sungguh mengerikan !"
"Aku paham dengan perkataanmu, saat dia membunuh tiga prajurit tadi, aku melihat matanya bahkan tidak berkedip sekalipun".
"Semoga kita tidak bertemu dengannya lagi".
Han Chen berjalan-jalan di kota ini sampai hari sudah mulai sore. Saat melihat matahari mulai terbenam Han Chen segera mencari sebuah penginapan untuk ia tempati. Dia melihat sebuah penginapan yang lumayan sederhana. Saat memasuki penginapan itu, ia disambut dengan oleh orang yang bekerja disana.
"Halo tuan apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya pekerja itu dengan sopan.
"Lima belas koin emas tuan", jawab pekerja itu.
Han Chen segera merogoh kantongnya dan mengeluarkan lima belas koin emas. Dia langsung memberikan emas itu kepada pekerja didepannya. "Apakah itu cukup ?"
"Cukup tuan. Ini adalah kunci kamar tuan". Setelah pekerja itu menerima emas dari Han Chen dia segera menyerahkan kunci kamar.
Han Chen mengambil kunci itu dan segera naik tangga untuk masuk ke ruangannya. Didalam ruangan Han Chen sedang bermain dengan layar System-nya, dia bermain-main sampai ia tertidur diatas kasur.
Keesokan harinya Han Chen berjalan-jalan di Kota Gouli. Seharian ia berjalan mengelilingi Kota Gouli tapi ia tidak menemukan hal yang menarik. "Aku sudah berkeliling di kota ini bahkan sampai matahari tenggelam, kenapa aku tidak menemukan hal yang menarik ?"
Han Chen berjalan untuk menuju ke penginapannya. Saat ia menengok kesebuah gang sempit, ia melihat ada pertarungan yang terjadi di gang sempit itu. 'Oh apa yang aku lihat ini ?'
__ADS_1
"Hei bocah sebaiknya kau berhenti mengejar kami !" ucap orang bertudung hitam.
"Apa urusanmu mencampuri urusan kami !?" ucap orang yang juga bertudung hitam.
Kedua orang yang memakai tudung hitam itu adalah sesama rekan. Mereka berdua tadi tengah dikejar oleh satu orang yang sepertinya mempunyai masalah dengan mereka.
"Kenapa aku tidak boleh mengejar kalian ? Aku sudah mengamati kalian dari tadi. Kalian berdua bersikap mencurigakan seperti seorang yang melakukan kejahatan", ucap wanita yang mengejar kedua orang itu.
"Dasar bocah sialan kau akan menyesal karena telah mengejar kami !" Kedua orang yang memakai tudung hitam itu langsung menyerang orang yang ada didepan mereka.
Pertarungan terjadi antara wanita itu dengan dua orang yang memakai tudung hitam. Wanita itu menggunakan pedang panjang, sedangkan kedua orang yang memakai tudung hitam menggunakan belati. Sudah terlihat siapa yang paling diuntungkan dalam pertarungan itu.
Han Chen menonton pertunjukkan yang ada didepannya sambil duduk disebuah kotak kayu yang kebetulan ada disitu. 'Siapa yang akan memenangkan pertarungannya ya ? Apakah orang yang memakai belati atau orang yang memakai pedang panjang ?"
Pertarungan itu berlangsung selama sepuluh menit dan dimenangkan oleh wanita yang memakai pedang panjang. "Ketahuilah tempatmu ! Kebenaran akan selalu menang melawan kejahatan". Wanita itu terlihat bangga dengan dirinya yang bisa mengalahkan dua orang yang memakai tudung hitam.
"Eh apa yang terjadi dengan tubuhku ?" Kepala wanita itu pusing, ia bersandar disebuah dinding untuk menjaga keseimbangannya.
"Keke... apa kau pikir belati yang kami gunakan adalah belati biasa ? Asal kau tahu belati kami telah dilumuri oleh racun ular yang sangat mematikan ! Sebentar lagi kau pasti akan mati karena racun itu". Orang bertudung hitam itu tertawa saat melihat kondisi dari lawannya.
"Bajingan kau ! Kau ternyata bermain trik kotor di pertarungan tadi !" Wanita itu segera membunuh kedua orang itu.
Sekarang dirinya dalam masalah karena ia tidak mempunyai penawar untuk menawarkan racun yang ada didalam dirinya. "Uh... tubuhku tidak sanggup untuk bergerak. Apakah ada orang disekitar sini ?" Dia melihat ke sekeliling.
Wanita itu melihat kalau ada orang yang melihatnya dari kejauhan, karena efek dari racun itu sehingga membuat pelinghatannya agak buram. Dia tidak tahu siapa orang yang tengah duduk di kotak kayu itu. "Tolong ! Apa kamu bisa menolongku ?" Wanita itu jatuh dan tidak sadarkan diri karena racun yang ada didalam tubuhnya.
__ADS_1