
Saat ini Han Chen merasa ada sesuatu masalah besar yang terjadi dan ini bukanlah hal yang sepele. "Apakah kalian tahu apa yang sedang terjadi ? Sepertinya ini terjadi di semua wilayah benua Tudi" ucap Han Chen.
"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, karena sebelumnya kejadian seperti tidak pernah muncul" jawab Wan Rong.
Mereka semua juga tidak tahu apa yang menyebabkan semua ini terjadi.
Sedangkan Annchi dia melangkah maju mendekat ke salah satu bunga yang ada disana. Saat melihatnya bunga sudah tidak memancarkan esensi sama sekali.
"Apa yang sedang kamu lihat Annchi ?" tanya Han Chen yang melihat adiknya berjongkok seperti sedang melihat sesuatu.
"Kakak lihatlah bunga ini !"
Han Chen lalu segera menghampiri Annchi dan mencoba ikut melihat bunga yang sedang dilihat adiknya.
Bunganya sudah tidak sama seperti sebelumnya. Dulunya berwarna cerah dan sekarang sudah seperti bunga biasa.
Han Chen lalu memetik bunganya dan mencoba melihat lebih teliti. "Apa yang terjadi pada tanaman ini. Bahkan semua semua pohon juga ikut menjadi seperti ini. System apakah kau tahu tentang hal ini ?" gumam pelan Han Chen.
[Menurut analisa dari System, hal ini terjadi karena jantung benua sudah hilang]
Han Chen seketika terkejut mendengar hal itu. Sebuah benua memiliki jantung ? Dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh System. "Jantung Benua ?"
[Ya Host. Jantung benua merupakan sumber kehidupan bagi Benua Tudi. Tanah disini sangat subur dan itu semua berkat Jantung itu]
Han Chen mencoba mencerna informasi dari System. Jika diperhatikan lebih seksama maka jantung itu bagaikan sumber listrik yang menyuplai sebuah rumah. Jika listrik tidak ada maka rumah akan padam.
"Hm... Jadi begitu. Sekarang aku paham" gumam Han Chen.
Sedang di Kerajaan Huo. Terlihat Li Fan yang muncul secara tiba-tiba dari udara kosong.
"Huh~ sungguh melelahkan ! Tapi ini tidak merugikan juga. Sekarang permata elves sudah berada di tanganku dan sekarang tinggal menunggu waktunya saja". Dia segera melepaskan samarannya. Dan segera menuju ke istana Sang Raja.
__ADS_1
Di istana terlihat seseorang yang sedang duduk di singgasananya. Dia adalah Raja Huo yang bernama Su Xungzhen. Su Xungzhen ditemani oleh anaknya yang bernama Su Rong yang juga duduk di sebelah dirinya.
Dari depan terlihat pintu yang terbuka memunculkan sosok pria yang gagah dengan pakaian merah. Pria itu segera berjalan ke arah Sang Raja dan langsung memberi hormat.
"Han Dong menghadap Sang Raja untuk melapor !"
"Umh... katakanlah !"
Han Dong lalu mengeluarkan mutiara elves untuk diberikan kepada Rajanya. "Mutiara elves sekarang sudah kita dapatkan Raja !" Han Dong lalu menyerahkan mutiara itu ke Sang Raja.
Su Xungzhen menerima mutiara itu dengan senang. Pancaran cahaya dan aura yang keluar dari mutiara elves membuat Su Xungzhen serasa ingin memilikinya sendiri. Tapi itu tidak bisa karena tuannya memerintahkan untuk segera melapor kalau mutiara itu sudah ditemukan.
"Su Rong kau temani Han Dong dulu. Karena Ayah mau melaporkan hal ini kepada tuan" ucap Su Xungzhen.
"Baik Ayah !" jawab Su Rong.
Su Xungzhen lalu segera pergi dan menuju ke suatu ruangan yang digunakan sebagai tempat komunikasi dengan tuannya.
"Han Dong, sudah lama kita tidak bertemu !" Su Rong lalu berjalan mendekati Han Dong dengan pelan pelan.
Mereka lalu saling merangkul satu sama lain berpelukan di ruangan singgasana dengan sangat mesra.
"Aku tidak mengira ternyata kau sudah tumbuh menjadi lebih besar" ucap Han Dong sambil menyentuh tubuh Su Rong.
Su Rong yang mendengar itu, ia lalu menatap Han Dong seperti tatapan ular. "Tentu saja, apakah kau ingin melakukanya hari ini ?" goda Su Rong.
Mendengar itu Han Ding langsung mengeluarkan lidahnya seperti siap menyantap sebuah hidangan yang mewah.
Di sisi lain ke adaan Benua Tudi sekarang sangat mengkhawatirkan. Sekarang di sebuah ruangan kerajaan terlihat orang-orang yang tengah membahas masalah yang sedang menimpa tanah kelahiran mereka.
"AAAAHH !! KENAPA SEMUA INI BISA TERJADI ?!!"
__ADS_1
Raja Tudi menjadi marah dan membanting vas bunga yang ada di ruangan.
TERR
Semua orang juga merasakan hal yang sama. Mereka marah kepada orang yang telah mencuri harta kerajaan.
"Sudah Ayah bilang kalau orang itu tidak bisa dipercaya ! Dan kau tetap saja mengabaikan perkataan Ayah ! Sekarang lihatlah kekacauan yang kamu buat..." Sang Raja yang merupakan Ayah dari pangeran, dia memarahi anaknya karena membuat kekacauan yang tidak bisa dimaafkan.
"Tenanglah Raja. Pangeran pasti juga tidak tahu kalau hal ini akan terjadi" ucap salah satu mentri yang ada disana.
"Bagaimana aku bisa tenang ? Harta kerajaan telah dicuri !! Harta itu merupakan warisan turun temurun. Sekarang aku merasa bersalah kepada para leluhurku". Raja sedih dan meratapi meja dengan kesedihan. Dia sudah tidak tahu mau berbuat apa sekarang.
"Ayah... Maafkan Xu Ming. Xu Ming tidak tahu kalau Li Fan ternyata seorang penghianat". Saat Xu Ming ingin mencoba .menyentuh pundak Ayahnya, tangannya malah di tepis oleh sang Ayah.
"Hah !! Pergi kau ! Aku tidak ingin mempunyai anak sepertimu !" bentak sang Ayah.
Xu Ming langsung merasa sedih ketika dirinya di bentak oleh sang Ayah. Hatinya saat ini merasa sakit ketika Ayahnya tidak menginginkannya lagi.
Semua orang yang ada disana merasa kasihan terhadap pangeran. Jika ini terus dibiarkan, maka bisa menjadi perpecahan keluarga kerajaan. Oleh karena salah satu mentri memberanikan diri untuk berbicara kepada sang Raja.
"Rajaku tolong tenangkanlah amarah Anda. Jika Anda terus maka masalah tidak akan cepat selesai dan malah menjadi tambah sulit. Anda adalah seorang Raja. Apakah layak anda bersikap seperti ini ?" ucap salah satu mentri.
Melihat sang Raja yang sepenuhnya belum tenang, salah satu mentri lain memberanikan dirinya juga untuk berbicara. "Rajaku, apa yang dikatakan olehnya memang benar. Saat ini yang terpenting adalah mencari penghianat itu !"
Dengan beberapa kata dari para menteri sang Raja kembali menenangkan amarahnya. Saat sebagai seorang Raja pikirannya harus dingin dan tidak boleh dikuasai oleh kemarahan hatinya.
Sang Raja lalu segera meminta maaf kepada putranya karena telah berkata-kata kasar tadi. "Xu Ming... Maafkan Ayah. Ayah tadi membentakmu, seharusnya Ayah tidak bersikap seperti itu kepadamu" ucapnya dengan menyesal.
"Tidak apa-apa Ayah. Ini juga salah Xu Ming. Seharusnya Xu Ming mendengarkan kata-kata Ayah dulu, sehingga hal ini tidak akan terjadi" ucap Xu Ming.
Mendengar sang Raja menjadi lega karena anaknya tidak memendam kebencian terhadapnya. Sekarang yang harus di fokuskan adalah permata elves. Jika permata itu di salahgunakan, maka itu akan menimbulkan sebuah bencana bagi dunia kultivator ini.
__ADS_1
Dengan sikap bijaksana sang Raja lalu memberi perintah kepada bawahannya. "Kalian semua aku perintahkan untuk mencari keberadaan Li Fan ! Cari dari sumber mana pun yang ada. Dan jika mengingat asalnya, dia mungkin berasal dari benua barat. Fokuskan pencarian ke benua barat !"
"Siap laksanakan Raja !" ucap semua bawahan.