
Di asrama rumah nomer empat belas. Bai Long berjalan ke rumahnya sambil tersenyum. Hari ini perasaan Bai Long terasa senang seperti kembang api yang menyala.
"Ehm... aku tak menyangka kalau kamu akan seberani itu bro Long". Luo Ji berdiri di depan pintu rumah sambil menatap Bai Long.
"Apa maksudmu Luo Ji ?". Bai Long terheran tidak mengerti apa yang dikatakan kawannya itu.
"Aku tidak sengaja melihatmu dan Ruo An dipinggir danau. Aku tak menyangka kalau kamu akan seberani itu", ucap Luo Ji.
"Apa ? Kamu melihat kami ?", ucap Bai Long terkejut karena temannya melihat kejadian tadi pagi.
"Haha.. jangan terkejut begitu, yang mengetahui hanya tiga orang kok. Aku, Ruo Ning, dan putri Mei", ucap Luo Ji.
Bai Long langsung masuk kamar dan menutup pintu kamarnya, ia tidak ingin mendengar apa yang dikatakan Luo Ji lagi.
Keesokan harinya semua murid berkumpul untuk memulai kelas. Ini adalah pertemuan kedua mereka dengan tetua Xu Ling.
"Aku sudah tahu beberapa dari kalian sudah menaiki tangga jiwa. Kalian sudah bekerja keras untuk meningkatkan kekuatan jiwa kalian, tapi dengan melatih kekuatan jiwa saja itu tidak akan cukup untuk bertahan di dunia rahasia. Kalian juga harus melatih kekuatan fisik agar presentasi keselamatan kalian meningkat.
Di depan kalaian sudah aku siapkan pemberat yang bisa kalian pakai. Kalian harus memakai ini hingga hari pembukaan tiba !", ucap tetua Xu Ling.
Semua murid kini memakai pemberat itu. Bisa dirasakan gerakan mereka melambat, bahkan untuk berjalan saja mereka kesulitan.
"Tubuhku menjadi berat !".
"Kau pikir kau saja yang merasa berat !?".
Tetua Xu Ling hanya tersenyum melihat reaksi dari para muridnya. "Untuk hari ini sampai disini saja. Kelas kita akhiri !". Tetua Xu Ling meninggalkan kelas.
"Aku sangat penasaran dengan dunia rahasia yang dikatakan oleh tetua Xu tadi", ucap Ruo An.
"Saat dunia rahasia dibuka aku berjanji akan melindungimu". Bai Long menatap pasangannya dengan kenyakinan.
"Kamu pikir aku anak kecil ? Aku bisa menjaga diriku sendiri", ucap Ruo An.
"Meskipun kamu bisa tetapi aku tetap mempunyai kewajiban menjagamu karena kamu adalah wanitaku". Bai Long menatap pasangannya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Ruo An merasa tersipu dengan perkataan dari Bai Long. Ia memalingkan wajahnya yang malu itu agar Kekasihnya itu tidak melihat wajah malu dari Ruo An.
"Kak Long ini masih dikelas loh... ! Jika kalian ingin bermesraan sebaiknya cari tempat yang nyaman", ledek Ruo Ning.
"Hem.. sebagai seorang putri aku juga perlu menasihati kalian agar tidak berbuat hal-hal yang mesum karena ini adalah tempat belajar bukan kamar paham !", ucap putri Mei.
Bai Long dan Ruo An hanya tersenyum malu karena harus di nasihati oleh sang putri. Mereka berlima kini meninggal kelas dan langsung pergi untuk melihat-lihat misi.
Sedangkan Tang Zhan yang melihat kedekatan Ruo An dengan Bai Long, ia menjadi sangat marah. "Kenapa dia lebih suka dengan bocah itu ? Bukankah aku lebih baik darinya ? Aku adalah tuan muda dari kota Chilo bisa-bisanya dia tidak memandangku !".
Tang Zhan lalu pergi meninggalkan kelas dengan perasaan marah.
Di sisi lain Nan Wu yang melihat Tang Zhan sepertinya tidak suka dengan Bai Long, ia lalu mempunyai sebuah ide. Nan Wu segera mengikuti Tang Zhan dari arah belakang.
Tang Zhan saat ini berada di tempat asramanya. "AH... BAJINGAN KAMU BAI LONG !". Patung di pekarangan hancur karena pukulan dari Tang Zhan.
"Wah Wah Wah kenapa sahabatku Tang Zhan kelihatannya marah ? Bisakah kau memberitahuku ?". Nan Wu datang dari arah belakang Tang Zhan.
"Pangeran kenapa anda kemari ?". Tang Zhan kaget akan kemunculan dari pangeran yang sudah ada dibelakangnya.
"Tidak pangeran. Maksud saya tidak begitu", ucap Tang Zhan dengan nada merendah.
"Sudahlah, aku tahu kalau kamu tidak suka dengan Bai Long, karena anak itu mengambil wanita yang kamu suka kan ?". Nan Wu melihat ekspresi wajah Tang Zhan yang sepertinya adalah benar.
"Bagaimana kalau aku membantumu mendapatkan wanita yang bernama Ruo An itu ?", tanya Nan Wu.
"Apakah yang pangeran bilang itu benar ? Pangeran ingin membantuku mendapatkan Ruo An ? Tapi kenapa pangeran ingin membantuku ?", tanya Tang Zhan dengan heran.
"Aku membantumu tidak gratis. Kamu harus membantuku dulu sebelum aku membantumu !", ucap Nan Wu.
"Jika ini demi bisa mendapatkan Ruo An, maka aku siap melakukan apa saja untuk pangeran !", ucap Tn Zhan dengan keyakinan.
Nan Wu tersenyum melihat ekspresi dan ucapan dari Tang Zhan. "Kamu harus membantuku membunuh Nan Mei saat berada di dunia rahasia !".
"Apa !? Bukankah pangeran sangat menyayangi adik pangeran kenapa pangeran ingin membunuh adik yang pangeran sayangi ?". Tang Zhan terkejut dengan perkataan Ari pangeran.
__ADS_1
"Adik apanya itu hanya kebohonganku saja. Siapa yang sudi mempunyai adik yang ibunya adalah seorang budak !", ucap Nan Wu sambil memutar matanya.
"Kau hanya perlu mengikuti perintah ku maka aku akan membantumu mendapatkan wanita itu !". Nan Wu menatap mata Tang Zhan dengan tenang.
"Em.. baiklah aku akan mengikuti perintah pangeran". Tang Zhan sebenarnya agak ragu mengikuti perintah dari pangeran untuk membunuh adiknya tapi demi mendapatkan Ruo An ia rela melakukan apapun.
"Bagus ! Aku akan memberitahu rencana ku jika aku sudah menyiapkannya dengan matang". Nan Wu pergi dari asrama Tang Zhan dengan gaya seorang pangeran.
Enam belas hari berlalu dengan cepat. Hari ini adalah satu hari sebelum pembukaan dunia rahasia besok.
"Ingat besok adalah hari dimana dunia rahasia akan terbuka. Kalian semua sebagai murid baru diwajibkan mengikuti kontes yang di adakan beberapa tahun sekali itu. Di sana kalian akan bertemu dengan banyak monster berlevel satu sampai empat. Kalian harus berhati-hati saat berada di dalam sana karena banyak murid yang mati karena terkepung oleh para monster.
Baiklah kelas kita akhiri sampai sini. Ingat apa yang aku katakan tadi !". Tetua Xu langsung bergegas meninggalkan kelas dan meninggalkan para murid disana.
"Aku tidak sabar ingin melihat dunia rahasia itu seperti apa rupanya".
"Apa kau tidak ingat apa yang dikatakan tetua Xu tadi. ? Dia mengatakan bahwa disana terdapat banyak monster. Dan kebanyakan murid mati karena terkepung oleh monster".
"Di sana katanya hanya ada monster level satu sampai empat memang apa yang perlu ditakutkan dari para monster itu ?".
"Heh... hati-hati kalau bicara mulutmu nanti bisa mengutukmu sendiri".
Sedangkan Luo Ji merasa semangat dan juga sedikit takut dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang sekitar. "Semoga saat disana aku tidak mengalami kesulitan", ucap Luo Ji sambil memohon dan menghadap ke atas.
"Hehe... apa-apaan kau Luo Ji, kau sudah mirip seperti seorang pengemis", ucap Bai Long yang ada disebelah Luo Ji.
"Biarlah yang penting permohonan ku terkabul", jawab Luo Ji.
"Bai Long apakah kamu tidak merasa takut kalau ada monster yang mengepungmu ?", tanya Ruo An.
"Jika ada monster yang mengepungku maka akan ku tebas mereka dan aku akan melindungimu dari para monster itu !". ucap Bai Long dengan nada lembut.
"Wo.. apakah kak Long bisa membuktikannya biasanya perkataan seorang pria berbanding terbalik dengan kelakuannya", ucap Ruo Ning.
"Aku beda dengan pria-pria itu, karena aku selalu menepati apa yang telah aku katakan !". Bai Long membusungkan dadanya bersikap percaya diri dengan perkataannya.
__ADS_1
Mereka menikmati waktu mereka sebelum pembukaan dunia rahasia tiba. Sedangkan Tang dari belakang menatap Bai Long dengan penuh kedengkian.