Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Menyelamatkan Anak


__ADS_3

"Jadi Kerajaan itu juga sudah busuk. Aku kira hanya Raja nya saja yang busuk", ucap Han Chen sambil meremas surat yang telah ia baca.


Sedangkan di Sekte Pheng. Su Yeri telah memulangkan anak-anak perempuan yang telah di culik. Sekarang dirinya tengah menuju ke tempat ketua sekte berada.


Dengan langkah kaki cepat Su Yeri bergegas kesana bermaksud memberi tahu informasi yang penting ini kepada ketua sekte.


"Ketua sekte !" Su Yeri langsung membuka pintu tanpa mengetuknya dulu.


"Ada apa ? Kenapa kamu bersikap begitu ?" tanya ketua sekte. Dia melihat kalau sikap Su Yeri tidak seperti biasanya.


"Saya sudah tahu siapa dalang dibalik penculikan ini", ucap Su Yeri.


"Apa ?" ketua sekte menggebrak mejanya saat mendengar ucapan dari muridnya. "Apa yang kamu ucapkan itu benar ?" tanya ketua seraya tidak yakin dengan apa yang ia dengar.


"Ya. Ternyata yang menjadi dalang penculikan anak adalah Raja Zhang sendiri", jawab Su Yeri.


"Apa yang kamu katakan ? Jaga ucapanmu itu ! Raja Zhang adalah orang yang harus dihormati karena telah memerintah negri ini dengan sangat baik. Tidak seharusnya kamu membuat lelucon seperti itu". Ketua sekte memarahi muridnya itu karena telah berani menyebut Raja Zhang sebagai dalang penculikan anak.


Su Yeri tidak terima dan langsung membantah perkataan ketua sekte. "Yang saya katakan itu memang benar ketua. Untuk apa saya berbohong ? Saya bersumpah kepada Langit kalau yang saya katakan ini memang benar", ucap Su Yeri sambil mengangkat sebelah tangannya.


Ketua sekte terkejut dengan apa yang dilakukan oleh muridnya. Sumpah kepada Langit, jika dalam perkataannya muridnya itu ada kebohongan maka muridnya akan tersambar oleh petir malapetaka.


"Huh... baiklah aku percaya denganmu. Lagian kamu juga sudah terlanjur bersumpah kepada langit dan tidak ada apa-apa yang terjadi". ucap ketua sekte dengan pasrah.


Ketua sekte lalu menghampiri muridnya itu. Dia menggandeng tangan muridnya untuk mengajaknya duduk dan membicarakan hal yang muridnya sampaikan.


"Jadi bagaimana kamu mengetahui kalau Raja Zhang adalah pelakunya ?" tanya ketua sekte dengan penasaran.


"Saat aku ber..." saat Su Yeri ingin berbicara tiba-tiba datang seseorang dari arah pintu. Orang itu adalah Lu Jiao.


"Ketua sekte ! Ketua sekte ini darurat !" ucap Lu Jiao dengan muka tegang.

__ADS_1


Ketua sekte dan Su Yeri langsung melihat ke arah Ku Jiao. Mereka berdua keheranan dengan sikap dari Lu Jiao.


"Ada apa Lu Jiao ?" tanya ketua sekte.


"Itu... itu diluar. Diluar ada monster besar yang mirip seekor naga !" jawabnya sambil menunjuk ke arah luar.


Ketua sekte langsung terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Lu Jiao. Ketua sekte bergegas keluar untuk melihatnya secara langsung. 'Jika memang benar maka sekte ini akan menjadi kacau', batin ketua sekte.


Diluar gerbang Sekte Pheng. Velkhana tengah berdiri sambil menatap sekumpulan semut yang ada di depannya.


"Tuan Velkhana, sepertinya orang-orang itu tidak suka dengan kedatangan kita", ucap Cu Fei sambil melihat ke arah sekumpulan orang-orang Sekte Pheng.


"Kau tenang saja. Mereka tidak akan berani menyerang", jawab Velkhana.


Dari arah lain datang ketua sekte dengan diikuti oleh Su Yeri dan Lu Jiao. Mereka bertiga langsung berjalan mendekat ke arah sekumpulan orang.


"Ada apa ini ?" tanya ketua sekte ke pada orang-orang.


Ketua sekte lalu melihat ke arah Velkhana. Dia melihat ada dua orang anak kecil yang tengah berada di punggung mahkluk itu.


"apakah kau adalah ketua sektenya ?" tanya Velkhana sambil melihat ketua sekte yang ada di bawah.


"Ya, aku adalah pemimpin Sekte Pheng. Ada urusan apa kamu mencariku ?" ketua sekte tidak tahu kenapa Velkhana mencari dirinya.


Velkhana lalu menurunkan kedua anak kecil yang berada di punggungnya dengan energi miliknya. Setelah kedua anak itu turun Velkhana lalu berkata " Tuanku menitipkan kedua anak ini kepadamu. Jadikanlah mereka sebagai murid, karena mereka sudah tidak mempunyai tempat tinggal lagi", ucapnya sambil memandang Xu Fei dan Lulu.


Ketua sekte memandang kedua anak itu dengan heran. "Kenapa tuanmu menitipkan kedua anak ini kepadaku ? Dan juga siapa tuanmu itu ?" tanyanya dengan penasaran.


"Tugasku hanya mengantarkan kedua anak ini. Aku tidak mempunyai kewajiban untuk menjelaskan itu. Kalau kau ingin tahu, tanyalah kepada orang yang berada di sebelah kirimu. Karena dia tahu semua kejadian yang telah terjadi", jawab Velkhana.


Velkhana lalu segera terbang dan pergi menuju ke posisi tuannya berada.

__ADS_1


Sedangkan ketua sekte sedang menatap Su Yeri. Orang yang di maksud oleh Velkhana. Ketua sekte menatap Su Yeri untuk meminta penjelasan tentang semua kejadian ini.


Di sisi lain, sekarang Han Chen sudah berada di atas Kerajaan Shandian. Dia menatap jijik kerajaan yang di bawahnya ini.


"Kerajaan ini tidak seharusnya berdiri", ucap Han Chen. Ia lalu segera mengeluarkan salah satu jurus skala besarnya. Han Chen melingkupkan kedua tangannya. Sebuah bola energi tercipta dengan perpaduan dua elemen miliknya yaitu api Phoenix dan elemen kegelapan.


Bola itu ia jatuhkan ke Kerajaan Shandian yang ada dibawahnya.


"Ledakan penghancur", ucap Han Chen.


Seketika bola itu langsung meledak. Membuat seluruh Kerajaan Shandian menjadi rata dengan tanah. Sebelumnya Han Chen sudah memprediksi jangkauan ledakan yang akan terjadi. Jadi bocah yang ada jauh di bawah tanah itu tidak akan terkena ledakan dari bola Han Chen.


Ledakan itu terdengar sampai satu mil jauhnya. Semua orang yang ada disekitar menjadi terbangun karena ledakan yang mereka dengar.


Han Chen segera turun dan masuk ke lubang tanah yang terlihat olehnya. Saat sampai di dasarnya ia melihat seorang anak kecil yang dirantai ditengah-tengah formasi penyalur.


Anak itu terlihat tidak sadarkan diri karena energinya terus diambil oleh orang-orang yang ada di kerajaan.


"Dasar sekumpulan sampah. Mereka bahkan tega berbuat seperti ini kepada anak yang masih berumur empat tahun", ucap Han Chen sambil meneteskan air mata.


Han Chen dengan segera langsung menghancurkan formasi yang mengurung anak itu. Han Chen menghancurkan formasi itu dengan pedang miliknya.


KLANG THER


Suara rantai yang terpotong bersamaan dengan formasi yang hancur terdengar di telinga Han Chen. Ia lalu segera menggendong anak itu dan membawanya keluar.


Saat sudah di luar Han Chen melihat kalau Velkhana sudah menunggunya dari tadi. Di arah lain juga terlihat sekumpulan orang-orang yang tengah berdatangan menuju ke arah sumber ledakan yang tadi mereka dengar.


Han Chen langsung menaiki punggung Velkhana sambil menggendong anak yang telah ia selamatkan. "Pergi ke arah utara !" perintah Han Chen kepada Velkhana.


Velkhana kalau terbang ke arah yang tuannya perintahkan.

__ADS_1


__ADS_2