
Di malam yang mencekam terlihat seorang yang memakai pakaian mewah. Orang itu sedang berjalan menuju ke bangunan yang sudah lama runtuh. Di dalam bangunan itu tercium bau yang membuat seseorang ingin muntah jika berada disana.
"Akhirnya ini adalah hari yang sudah ku tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Hahaha...!" orang itu tertawa dengan sangat keras.
Dia lalu mengeluarkan sebuah buku yang sudah berumur ribuan tahun. Buku itu sudah usang karena termakan oleh umur. Didalam buku terlihat huruf-huruf kuno yang memenuhi tiap lembarannya.
"Jika aku tidak menemukan buku ini. Maka aku tidak akan tahu sesuatu yang hebat seperti ini", ucapnya.
Pria itu memeriksa kembali apakah dia sudah benar melakukan semua prosedur yang tertera didalam buku yang ia pegang.
Sedangkan di tempat lain terlihat, Nang Cai yang tengah bergegas untuk membawa anak-anak perempuan yang ada di dalam sel.
Sekarang dirinya tengah berdiri didepan sel yang berisi anak-anak perempuan.
Su Yeri lalu menatap penguasa kota itu dengan tatapan benci sambil berkata "Aku tak menyangka kalau pengusa kota adalah orang yang seperti ini !"
Nang Cai yang mendengar itu, dia memandang wanita itu dengan tatapan hina.
"Kau hanyalah seekor semut yang akan dikorbankan. Sebaiknya kau tidak perlu banyak bicara karena kalian semua akan segera tahu untuk apa aku menangkap kalian", ucap Nang Cai.
Tiba-tiba terdengar suara Cu Fei memanggil ayahnya. "Ayah... kenapa ayah melakukan semua ini ? Kenapa ayah tega melakukan ini kepada kami ?"
Nang Cai hanya menatap diam anaknya itu. Dia tidak ingin berbicara dengan Cu Fei.
Han Chen menatap penguasa kota itu dengan tatapan tajam. "Kenapa kau diam saja ? Bukankah anakmu berbicara kepadamu ?" tanya Han Chen.
Nang Cai tetap saja diam. Dia lalu segera mengaktifkan formasi teleport yang berada di sel itu. Untuk mencegah anak-anak kabur, dia sengaja menaruh formasi teleport di dalam sel.
Seketika formasi aktif semua anak langsung menghilang dari dalam sel.
Di reruntuhan semua anak bermunculan di tengah-tengah altar. Seperti ada sebuah penghalang yang menghalangi. Anak-anak itu terkurung di dalam penghalang yang ada di tengah-tengah altar.
"Oh akhirnya pengorbananku sudah sampai", ucap Raja Zhang dengan sangat senang.
__ADS_1
"Apa ? Raja Zhang ? Kenapa sosok yang berwibawa ada disini ?" Su Yeri tidak menduga kalau Raja Zhang juga terlibat dalam kasus penculikan anak.
"Oh terimakasih atas pujiannya. Kalian tidak usah memujiku karena sebentar lagi kalian akan menjadi pengorbananku". ucap Raja Zhang sambil tersenyum.
"Memangnya apa yang ingin kau lakukan kepada kami ?" tanya Han Chen dengan raut muka tenang.
Han Chen ingin tahu apa yang ingin Raja itu lakukan terhadap anak-anak perempuan ini.
Raja Zhang lalu mengalihkan pandangannya ke anak berambut putih. "Apa yang kita punya ini ? Aku tak menyangka kalau anak kecil seperti mu memiliki keberanian untuk bertanya".
"Cepat jawab pertanyaan ku !" ucap Han Chen dengan keras..
"Untuk apa aku memberitahu kalian ? Karena sebentar lagi kalian juga akan mati !" Raja Zhang tidak ingin membuang waktunya hanya untuk menjawab pertanyaan yang tidak berguna.
Han Chen yang mendengar itu menjadi kesal ia lalu mencari alasan. "Setidaknya kami harus mengetahui alasan kau melakukan semua ini. Sebelum kami mati".
Raja Zhang tercengang dengan perkataan dari anak itu. "Hahaha aku suka dengan sikapmu itu. Baiklah akan ku katakan kenapa aku menculik kalian semua. Kalian akan menjadi korban dari ritual yang telah aku siapkan. Ritual ini membutuhkan banyak darah anak perempuan yang masih perawan. Dan jika semua ini berhasil maka kekuatanku akan melonjak tinggi dan aku tidak akan terkalahkan di seluruh alam ini. Hahaha.... apakah kau puas dengan jawabanku itu ? Kalian seharusnya merasa terhormat karena akan membantu Raja ini dalam meningkatkan kekuatannya".
Raja Zhang segera berbalik untuk memulai ritualnya. Tetapi tiba-tiba terdengar suara retakan pada penghalang yang mengurung anak-anak itu. Dia melihat bahwa anak kecil itu lah yang menyebabkan penghalang retak.
Retakan yang Han Chen timbulkan semakin besar dan membesar sampai penghalang itu pecah berkeping-keping karena retakan dari Han Chen.
"Aku akan mencegah hal itu terjadi ! Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kau mau !" ucap Han Chen sambil menatap Raja Zhang dengan tatapan kuat.
"Bagaimana ? Bagaimana bisa bocah kecil sepertimu menghancurkan penghalang yang telah aku buat !?" Raja Zhang tidak ingin percaya bahwa anak kecil itu bisa menghancurkan penghalangnya yang kokoh itu.
Han Chen menatap Su Yeri. Dia lalu berkata "Kakak bisakah kamu membawa anak-anak ini ketempat yang aman".
"Tapi bagaimana denganmu ?" tanya Su Yeri dengan ekspresi khawatir.
"Ffffth... bukankah sudah jelas. Aku akan melawan Raja tua itu". jawab Han Chen.
"Bagaimana bisa kamu melawan dia ? Meskipun kamu bisa menghancurkan penghalangnya belum tentu kamu menang melawan dia". Su Yeri tetap mengkhawatirkan anak kecil didepannya.
__ADS_1
Su Yeri melihat kalau anak didepannya ini berada di ranah pengumpulan Qi Tujuh. Sedangkan Raja Zhang berada di ranah Soul Wendering Sembilan.
"Percayalah padaku kak. Aku mempunyai hewan peliharaan yang sangatlah kuat. Kakak bawa saja anak-anak ini ke tempat yang aman" ucap Han Chen..
Meskipun Han Chen mencoba menyakinkan Su Yeri untuk percaya kepadanya. Tetapi dia yakin kalau perkataan dari anak kecil tidak akan bisa membuat Su Yeri percaya. Mengingat kalau dirinya menekan kultivasinya sampai tahap Pengumpulan Qi.
"Hahaha.... bocah tengil sepertimu ingin mencoba melawanku ? Sebaiknya kamu menyerah karena itu adalah usaha yang sia-sia !" ucap Raja Zhang dengan nada arogan.
Raja Zhang menertawakan anak itu. Dia menganggap remeh anak yang ada di depannya karena kultivasinya hanya berada di ranah Pengumpulan Qi.
"Bagaimana bisa aku menyerah semudah perkataanmu itu ? Jika aku tidak mencoba maka aku tidak akan tahu hasilnya. Sebaiknya kamu jangan pernah meremehkan lawanmu meskipun aku hanyalah anak kecil !" Han Chen memberi peringatan untuk Raja Zhang agar tidak meremehkannya.
Han Chen segera membuat segel tangan untuk memanggil hewan peliharaannya. Karena dulu ia terlalu lama berada di dunia monster, sehingga segel tangan itu sudah menjadi kebiasaannya sebelum dia akan mengeluarkan jurus.
"Aku memanggilmu Velkhana" ucap keras Han Chen.
Dari udara kosong tiba-tiba muncul sekor naga yang berukuran sangat besar. Naga itu di selimuti oleh aura es yang sangat dingin yang dapat membekukan seluruh dataran Shandian.
"Saya memberi salam kepada tuan". Velkhana yang merupakan naga es menundukkan kepalanya ke Han Chen. Orang yang telah memanggilnya.
"Apa ? Apakah itu naga ?" ucap Raja Zhang dengan muka terkejut.
Raja Zhang terkejut dengan monster yang telah dipanggil anak itu. Dia memandang monster itu dengan tatapan waspada.
Semua anak-anak lain juga terkejut, termasuk Su Yeri. Dia tidak menyangka kalau hewan peliharaan yang disebutkan oleh anak itu adalah seekor naga.
"Umh... aku mempunyai tugas pertama yang harus kau selesaikan", ucap Han Chen kepada Velkhana.
"Untuk tuanku yang memiliki kuasa. Saya dengan senang hati akan menuruti semua keinginan tuan" jawab Velkhana dengan nada hormat.
Suara dari naga es itu terdengar di telinga semua orang yang ada di sana.
"Tugas pertamamu adalah membunuh orang tua itu", ucap Han Chen sambik menunjuk ke arah Raja Zhang yang sudah dari tadi bersikap waspada. Naga es langsung melihat ke arah yang ditunjuk tuannya. Ia melihat seekor semut yang tidak pantas menjadi lawannya.
__ADS_1
"Sesuai permintaan tuan. Saya akan segera membunuh semut itu", jawab Velkhana.