
Si Iblis yang melihat kalau ada empat manusia yang muncul, dia lalu berkata, "Apakah salah satu dari kalian adalah Raja dari para manusia ini ?"
Du Ghong yang mendengar pertanyaan dari si Iblis, dia merasa aneh. Apa maksudnya ? Mungkin itulah yang ada di pikirannya. "Hey Iblis, aku tidak tahu kenapa kau bisa turun ke dunia ini dan membuat kerusakan semacam ini. Jadi bisakah kau memberitahu kami sebelum kami berempat membunuhmu !"
Ketiga leluhur itu juga sama halnya seperti Du Ghong yang ingin tahu alasan dari Iblis di depan mereka.
Si Iblis lalu menjawab, "Baiklah, kalian para manusia sepertinya harus tahu sebelum kalian semua kami musnahkan".
"Musnahkan ?" Wei Ling tidak tahu apa maksud dari si Iblis ini. Kenapa harus di musnahkan ? Ini semua menjadi membingungkan jika dipikirkan terus.
"Dewa kami tuan Demon God memberi perintah untuk bermain-main di dunia ini. Sebelum dunia ini musnah. Untuk alasan kenapa ? Mungkin karena dunia ini sudah rusak" ucap si Iblis.
Han Chen yang mendengar pembicaraan mereka, dia merasa jengkel. "Alasan macam apa itu ? Itu tidak masuk akal ! Hanya karena alsan bodoh mereka ingin menghancurkan alam rendah ini ?" ucap Han Chen.
"Apa yang kamu maksud mereka ?" tanya Wan Rong. Dia tidak mengerti dengan perkataan pria di sampingnya ini.
"Jelas saja ya... kau tidak merasakannya. Selain Iblis disini masih ada dua Iblis yang berada di benua lain selain benua Tudi". Meskipun cukup sedih mengatakan akan kenyataan ini tapi apa boleh buat dunia ini sudah kacau.
Kembali ke atas. Saat ini para leluhur itu sedang marah karena alasan yang tidak jelas yang diutarakan oleh Iblis itu. "Dasar Iblis brengsek aku tidak terima dengan alasan tidak masuk akal mu itu !" ucap Du Wan.
Du Wan lalu langsung menyerang ke arah Iblis itu dengan pukulannya. Seperti sebuah palu besar yang menghantam pukulan itu langsung mengenai wajah Iblis dengan jelas. "Bagaimana apakah pukulanku sangat sakit ?" ucap Du Wan sambil tersenyum senang.
Tapi saat dia sadar ternyata pukulannya tidak berefek besar, senyuman itu nikah berubah menjadi kerutan di dahi.
Si Iblis dengan cepat langsung berpindah dari depan menjadi di belakang Du Wan.
JLUB
Du Wan yang merasakan sakit di bagian dadanya dia mulai melihat ke tubuhnya. Terlihat tangan Iblis itu sedang mencengkram jantung miliknya yang sudah terlepas dari dalam tubuh.
Du Wan langsung jatuh ke tanah dan mati dengan darah yang terus keluar. Sementara itu si Iblis menelan jantung Du Wan dengan sangat lahap.
"Apa ? Tidak mungkin ? Kenapa ? Kenapa ? Serangan Leluhur tidak mempan kepada Iblis itu. Bahkan Iblis itu hanya butuh satu detik untuk membunuh leluhur". Sang Raja merasa terpuruk melihat salah satu leluhur yang dia panggil langsung mati dengan sekejap mata.
"Sepertinya kita harus menyerang Iblis itu bersamaan" ucap Du Ghong.
__ADS_1
"Aku setuju denganmu" jawab Wei Ling.
Ketiga leluhur itu langsung menyerang si Iblis secara bersamaan. Pertempuran diatas cukup sengit jika dilihat dari bawah. Meskipun pada akhirnya mereka akan kalah.
"Kakak... Bukankah kau bisa membunuh Iblis itu ?" ucap Annchi sambil menarik baju kakaknya. Annchi tahu kalau kakaknya ini bisa melawan dan mengalahkan si Iblis.
"Bagaimana kamu bisa yakin kalau kakakmu ini dapat membunuh Iblis itu ?" tanya Han Chen.
"Ya. Benar. Bagaimana kamu nyakin ? Bukankah kakakmu ini lemah jika dibandingkan dengan para leluhur diatas ?" tanah Wan Rong.
Fan Zhong juga sama ingin tahu kenapa adik ini bisa seyakin ini.
"Kakak~ tolong lah ?" Tidak menjawab tapi malah memohon. Annchi tidak tega melihat anak-anak yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa menjadi korban dari si Iblis itu.
Sejenak terdiam Han Chen merenungkan kembali perbuatannya yang masa bodoh dengan apa yang terjadi. 'Apakah aku harus ikut campur ?' pikirnya.
"Ibu... hiks... ini sakit..."
"Bertahanlah nak, ibu akan menyembuhkanmu..."
"Maaf nak... Ibu hanya bisa melakukan ini untukmu..." Sambil memeluk anaknya yang telah kehilangan kakinya. Ibu itu menangis sambil mengusapkan dahinya ke dahi anaknya.
Han Chen mulai melihat ke atas. Di atas terlihat hanya satu leluhur yang masih bertahan sambil memegang bahunya yang tergores oleh cakar dari si Iblis.
"Huh... baiklah kakak akan mencoba menghentikan semua ini". Han Chen mengusap kepala Annchi dengan lembut.
"Hey, apa kau gila ? Bagaimana kau bisa berhadapan dengan Iblis itu ?" tanya Wan Rong.
Han Chen menoleh ke arah Fan Zhong sambil berkata, "Fan Zhong, kau jemput lah Zhu Kai dan adiknya. Bawa mereka kemari".
"Tapi... bagaimana dengan anda ?"
"Sudahlah ! Bawa saja mereka !"
Seperti ada sebuah kepercayaan, Fan Zhong langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Han Chen.
__ADS_1
"Hey... apakah kamu tetap ingin melawan Iblis itu ? Kekuatanmu tidak sebanding dengannya bahkan para leluhur bukanlah lawannya" ucap Wan Rong yang terus memperingati Han Chen.
Han Chen tetap tidak mempedulikan dan terus mengabaikan apa yang dikatakan oleh Wan Rong.
Han Chen lalu terbang dan menyebarkan bendera formasi. "Formasi pelindung turtle hitam !"
Seketika sebuah formasi terbentuk dengan lapisan perisai hitam yang tampak melindungi sebagian kota. Han Chen lalu turun dan langsung berbicara kepada Annchi. "Annchi aku beri kamu akses atas pelindung ini".
"Baiklah kakak. Aku tahu apa yang harus aku lakukan" ucapnya dengan senyuman.
Han Chen lalu mulai menoleh ke arah Wan Rong. "Sedangkan kamu, tugasmu mengevakuasi orang-orang yang selamat !" Han Chen lalu segera terbang ke atas untuk memukul Iblis itu.
"Apa maksudnya ?" Wan Rong tidak paham dengan kejadian yang tiba-tiba ini.
Dari atas terlihat leluhur Wei Ling yang sedang kesakitan dan penuh dengan luka. Dia juga terlihat kehabisan Qi. Sehingga hanya bisa bertahan bukan menyerang.
Han Chen yang melihat leluhur Wei Ling yang terluka, dia segera menciumnya dan akhirnya luka leluhur Wei Ling langsung sembuh. Leluhur Wei Ling yang mendapat ciuman dari Han Chen dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Han Chen sayang entah kenapa aku jatuh cinta padamu..."
"Jangan khawatir aku akan melindungimu. Akan aku musnahkan iblis itu secepatnya"
Dengan tiupan Han Chen yang kencang Iblis itu langsung musnah.
"Tidaakkk bagaimana bocah seperti dia bisa mengeluarkan kekuatan semacam ini AAAA..."
...TAMAT...
MAAF NIH KAWAN.
AKU SUDAH TIDAK TERTARIK LAGI SAMA NOVEL KULTIVASI. JADINYA MALAS DEH BUATNYA.
SORRY BANGET YA....
ENDING YANG MEMBANGGONGKAN BUKAN...
__ADS_1