
"Hehehe bagaimana menurutmu bro Ji ?".
"HA... ?!". Luo Ji terkejut karena sahabatnya ini bisa membuat api spiritual dengan sangat mudah.
'Eh.. anak itu. Aku tidak menduga kalau dia bisa membentuk api spiritual dengan mudahnya, dan ukurannya pun tidak lebih kecil dari api milik si putri dan pangeran. Terlebih lagi... dia bisa membentuknya sambil mengobrol. Pemahamannya pada kultivasi pasti lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Padahal murid lain harus berkonsentrasi penuh untuk membentuk api spiritual. Anak jenius seperti ini aku harus membimbingnya dengan sebaik-baiknya', batin tetua Xu Ling.
Sedangkan tak jauh dari tempat duduk Bai Long. Terlihat Tang Zhan yang sedang serius membentuk api spiritual. "Ugh... haah... haah... sialan... ". Tang Zhan melihat ke arah Bai Long. 'Kenapa aku tidak bisa membentuk api spiritual !? Sedangkan bocah itu dengan santainya bisa membentuk api sambil mengoceh', batin Tang Zhan.
Semua murid bekerja keras mencoba membuat api spiritual hingga kelas tidak terasa sudah berakhir.
"Cukup hari ini sudah ada tiga puluh murid yang berhasil membuat api spiritual. Kalian sudah bekerja keras. Bagi yang berhasil membuat api spiritual di percobaan hari pertama adalah orang jenius. Semakin kuat api spiritual kalian maka semakin kuat juga jiwa kalian. Dan bagi murid-murid yang belum bisa membuat api spiritual hari ini, janganlah putus asa. Banyak banyaklah berlatih hingga kalian bisa membentuk api spiritual kalian sendiri. Kita akan akhiri kelas kita hari ini, dan akan bertemu dalam tiga hari lagi", ucap tetua Xu Ling. Tetua Xu Ling langsung pergi meninggalkan kelas.
"Fiuh... akhirnya kelas sudah selesai". Luo Ji menghela nafas dengan lega.
"Akh... aku masih belum bisa membentuk api spiritual ku". Ruo Ning menggerutu karena belum bisa membuat apinya sendiri.
"Jangan menyerah dik. Apakah kamu lupa apa yang dikatakan oleh guru tadi ? Kamu harus mencoba lebih keras lagi sampai kamu bisa membentuk apimu sendiri", ucap Ruo An.
"Ruo An, Ruo Ning, apakah kalian Mei ikut kami ?", tanya Bai Long.
"Memangnya kalian mau kemana ?", ucap Ruo An.
"Hehehe tadi pagi kami berencana akan melihat-lihat misi setelah kelas sudah selesai", jawab Luo Ji.
Tak lama kemudian datang Tang Zhan dari arah belakang. "Halo Ruo An apakah kamu tadi sudah bisa membentuk apimu ?", tanya Tang Zhan.
__ADS_1
"Ya, aku sudah bisa membentuk apiku. Memangnya kenapa ?". Ruo An tidak tahu maksud Tang Zhan menghampirinya.
"Aku hanya mau mengajakmu untuk melihat-lihat misi. Bisakah kamu ikut denganku ?", ucap Tang Zhan.
Bai Long tidak suka dengan Tang Zhan yang tiba-tiba muncul dan langsung mengajak mendekati Ruo An. Bai Long menatap dengan ekspresi tidak senang ke arah Tang Zhan dan juga Ruo An.
Ruo An langsung menolak tawaran dari Tang Zhan karena melihat ekspresi wajah Bai Long yang tidak senang akan kehadiran Tang Zhan. "Maaf Tang Zhan, aku dan adikku akan pergi dengan Bai Long dan Luo Ji, jadi aku tidak bisa ikut denganmu".
Bai Long, Luo Ji, Ruo An, dan Ruo Ning langsung pergi meninggalkan kelas dan menuju ke tempat papan misi.
'Cih... apa bagusnya dari bocah bangsat itu !'. Tang Zhan menggerutu didalam pikirannya.
Didepan papan misi sudah banyak orang yang berkumpul di sana. Semua orang tengah melihat-lihat misi, jika ada misi yang dapat diselesaikannya.
"Wah... ada banyak misi yang mereka pasang", ucap Luo Ji sambil melihat ke arah papan misi.
"Kita lihat misi apa yang mereka pasang", ucap Bai Long.
"Di sana juga ada misi mengumpulkan tanaman herbal sebagai bahan pil", ucap Ruo Ning sambil menunjuk ke arah papan.
"Bai Long kamu akan memilih misi yang mana ? Kalau aku dan adikku akan melakukan misi mengumpulkan rumput pisci. Lima rumput akan ditukar dengan satu batu spiritual", ucap Ruo An.
"Em... kalau aku dan Luo Ji akan melakukan misi berburu. Kami akan berburu Big Bob", jawab Bai Long.
Setelah mereka sudah memutuskan misi apa yang akan mereka ambil. Mereka kini pergi untuk menjalankan misi itu. Tempat mereka berbeda untuk menjalankan misi. Untuk berburu Big Bob, Bai Long dan Luo Ji harus pergi ke hutan sebelah barat. Sedangkan Ruo An dan Ruo Ning harus pergi ke hutan sebelah selatan untuk mencari rumput pisci.
Di hutan sebelah barat terlihat Babi liar yang berukuran sangat besar. Nama babi itu adalah Big Bob dia merupakan monster tingkat lima.
__ADS_1
"Batu kertas gunting !"
"Haha kau kalah Luo Ji sesuai perjanjian yang kalah harus jadi umpannya", ucap Bai Long yang mengeluarkan batu.
"Ya ya ya baiklah", ucap Luo Ji yang mengeluarkan gunting.
Dengan hati-hati Luo Ji mulai mendekati Big Bob. Big Bob yang mulai sadar akan keberadaan Luo Ji, monster itu langsung mengambil posisi menyeruduk. HISH... HISH...
Didalam hutan terlihat seorang pria yang tengah berlari. "Uwahh.. !". Saat ini Luo Ji mulai dikejar oleh monster itu. Sedangkan Bai Long sedang berada di atas pohon bersiap-siap untuk memotong kepala Big Bob dari atas.
Saat ini Luo Ji tengah memancing monster itu ke arah Bai Long. Saat monster itu sudah berada pada pandangan Bai Long, ia pun langsung turun dan menebas kepala Big Bob itu. SLUSSH....
Kepala monster itu jatuh ke tanah dengan darah yang bercucuran di atas tanah.
"Wow... bro Long ternyata pedangmu sangat tajam ya, bahkan bisa menebas kepala monster ini dengan sempurna", puji Luo Ji.
"Hehe tentu saja lah. Baiklah mari kita teruskan berburunya. Kita akan memakai taktik ini lagi", ucap Bai Long.
Mereka terus berburu sampai hari sudah mulai sore. Saat ini mereka telah berburu enam Big Bob yang inti mereka dapat ditukar dengan enam batu spiritual. Sedangkan daging mereka dapat ditukar dengan sejumlah uang koin.
Mereka lalu langsung ke tempat penukaran misi. Misi yang telah selesai akan di cap sebagai tanda bukti penyelesaian. Bai Long dan Luo Ji mendapatkan enam batu spiritual dan dua koin emas dari penyelesaian misi berburu.
Setelah selesai menukar mereka langsung pergi ke asrama untuk istirahat dan berlatih. Masing masing dari mereka mendapatkan tiga batu spiritual untuk mereka serap, dan untuk uangnya Bai Long berikan semuanya ke Luo Ji karena Bai Long tidak membutuhkannya. "Luo Ji kau ambil saja semua uang ini", ucap Bai Long sambil memberikan dua koin emas.
"Kenapa kau memberiku semua uang ini, apakah kamu tidak membutuhkannya ?", ucap Luo Ji sambil melihat dua koin emas ditangannya.
"Bukan begitu, aku hanya tidak mau melihat kawanku tidak memiliki uang yang cukup untuk hidup di sekte ini. Kamu juga tahu kan uang yang aku miliki lebih dari cukup untuk hidup selama sebulan. Aku hanya ingin melihatmu tumbuh dengan sehat", ucap Bai Long.
__ADS_1
"Kamu pikir aku anak-anak !?", ucap Luo Ji.
"Haha... sudahlah aku mau pergi ke kamar dulu untuk menyerap batu spiritual ini". Bai Long meninggalkan Luo Ji diruang tamu sendirian.