Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Pergi Ke Sekte Nui


__ADS_3

Perjalanan ke Sekte Nui memerlukan waktu yang lama jika ditempuh dengan berjalan kaki. Maka dari itu semua murid baru akan menaiki artefak terbang yang cukup untuk orang banyak. Artefak itu berbentuk daun kecil, jika dialiri qi maka daun itu akan menjadi besar. Regu laki-laki dan regu perempuan memiliki artefaknya masing-masing untuk dinaiki oleh para murid baru.


Semua murid saat sudah naik. Mereka kini langsung terbang dan menuju Sekte Nui. Meskipun sudah malam para murid baru tidak merasakan kedinginan oleh hembusan angin malam. Itu dikarenakan efek dari artefak yang tengah mereka naiki saat ini. "Jadi seperti ini rasanya terbang", ucap murid baru yang berpakaian ungu.


Bai Long hanya tersenyum melihat reaksi para murid. Karena dengan ranahnya yang saat ini sudah berada di Soul Wendering, ia bisa terbang kapanpun yang ia inginkan. Para murid senior yang mendampingi mereka hanya berada di ranah Gold Core tingkat dua dan tiga. Untuk bisa terbang seseorang paling tidak harus berada di ranah Gold Core.


"Hei, apakah kamu yang bernama Bai Long ?".


Terdengar seseorang yang tengah mengajaknya bicara. Bai Long menoleh dan melihat bahwa seorang senior tengah menatapnya sambil terbang. "Ya, aku Bai Long. Apakah ada yang bisa aku bantu ?".


"Perkenalkan namaku Xiao Yu. Aku sudah memperhatikanmu saat kamu menerobos api tanpa menggunakan artefak apapun di ujian pertama", ucap Xiao Yu.


"Salam kenal senior. Yang aku lakukan waktu itu bukalah apa-apa, mungkin karena tubuhku yang mempunyai ketahanan api", jawab Bai Long.


"Tapi jarang sekali kultivator yang melatih tubuh mereka karena kebanyakan kultivator melatih tenaga dalam mereka", ucap Xiao Yu.


Kebanyakan kultivator memang jarang melatih tubuh mereka. Pelatihan tubuh sangat sulit dilakukan karena seseorang harus menempa tubuh mereka dengan melakukan pelatihan fisik tiada henti. Seperti dipukuli, mengangkat beban yang jauh lebih berat dari tubuh mereka, dan menceburkan diri mereka di lautan api ataupun lautan es.


"Bro Long kamu tengah bicara dengan siapa ?", tanya Luo Ji.


"Ah aku tengah bicara dengan senior Yu. Senior perkenalkan ini temanku Luo Ji. Luo Ji ini Senior Xiao Yu", ucap Bai Long.


"Halo senior Yu, Aku Luo Ji", ucap Luo Ji sambil memberi hormat.

__ADS_1


"Ya salam kenal juga. Ngomong-ngomong apakah kalian mengikuti ujian ini bersamaan ?", tanya Xiao Yu.


"Ya kami mengikuti ujian ini bersamaan. Ada juga dua teman kami mereka sekarang berada di regu perempuan", balas Bai Long.


"Sebelumnya kami semua bertemu dijalan secara tidak sengaja", ucap Luo Ji.


"Oh lalu bagaimana cara kalian bisa bertemu ?", tanya Xiao Yu yang penasaran.


"Pertama aku bertemu dengan bro Long saat aku sedang istirahat. Kedua aku dan bro Long bertemu dua perempuan yang tengah dihadang oleh bandit. Karena kami semua mempunya tujuan.yang sama. Lalu kami memutuskan berangkat ke tempat seleksi secara bersamaan", ucap Luo Ji sambil mengingat pertemuannya dengan Bai Long, Ruo An, dan Ruo Ning.


"Apakah kalian tidak kesusahan saat melawan bandit itu ?", tanya Xiao Yu yang semakin penasaran bagaimana cara mereka menghadapi bandit jalanan.


"Memang saat itu adalah saat yang sulit kami merasa kesusahan karena lawan kami berada di atas kami, tapi kami bisa selamat berkat bro Long yang mengurus ketua bandit", jawab Luo Ji sambil melihat Bai Long.


"Saat itu aku berhasil membunuhnya karena teknik yang telah aku pelajari, meskipun sangat menguras Qi, tapi berkat itu kami bisa selamat", ucap Bai Long.


"Oh ya sebelumnya akan ku katakan dulu. Sebuah tempat tinggal dibagi menjadi dua. Asrama umum untuk para murid tinggali dengan gratis setiap ruangan akan diisi dengan tida orang. Sedangkan asrama swasta kalian harus membayar uang sewa untuk tinggal di sana. Untuk tinggal di asrama swasta kalian harus membayar lima belas koin emas untuk tinggal selama sebulan", ucap Xiao Yu.


"Kalau senior ?", tanya Bai Long kepada senior Yu.


"Aku tinggal di asrama swasta karena tempatnya tenang dan tidak berisik, jika tinggal di asrama umum kalian bisa kan membayangkan seperti apa keadaannya di sana", jawab Xiao Yu.


Bai Long dan Luo Ji mencoba membayangkan bagaimana rasanya saat mereka tinggal di asrama umum. Di asrama umum pasti banyak orang yang berisik sehingga membuat orang lain merasa terganggu.

__ADS_1


"Luo Ji saat ini kamu punya berapa emas ?", tanya Bai Long. Karena ada kemungkinan jika temannya ini mempunyai uang yang cukup untuk menyewa satu buah rumah, sehingga Bai Long bisa menumpang dengan gratis.


"Saat ini aku hanya punya lima keping emas", jawab Luo Ji sambil tertawa. Lima koin emas itu adalah hasil jerih payah Luo Ji yang menabung selama satu tahun.


'System tukar 1 Ps untuk beberapa koin emas', perintah Bai Long kepada System.


[Menukar 1 Ps untuk 10 koin emas]


''Tidak ku sangka ternyata sangat murah. System tukar 10 Ps untuk beberapa koin emas'.


[Menukar 10 Ps untuk 100 koin emas]


Saat ini Bai Long tidak khawatir tentang masalah uang sewa asrama lagi. Dengan Ps dia bisa mendapat banyak koin emas yang ia mau. "Senior Yu, bisakah mengantar kami ke tempat asrama swasta !?", ucap Bai Long.


"Bro Long kita kan tidak punya uang untuk menyewa sebuah asrama !". Luo Ji bingung apa yang dipikirkan kawannya ini.


"Tenang saja aku mempunyai uang yang cukup untuk menyewa satu buah rumah untuk kita tinggali", ucap Bai Long tanpa rasa khawatir.


"Lalu kenapa kamu tadi menanyaiku tentang uang !?, tanya Luo Ji yang sedikit jengkel.


"Ha.. ha.. aku hanya memastikannya saja, jika kamu memiliki banyak uang maka aku tidak usah membayar", balas Bai Long.


"Jika kalian ingin menyewa maka aku bisa mengantar kalian. Ikuti aku". Xiao Yu sambil berjalan masuk gerbang sekte. Mereka berdua mengikuti Senior Xiao Yu dari belakang.

__ADS_1


Semua senior dan para murid baru juga bergegas untuk masuk ke gerbang yang ada didepan mereka. Setelah mereka masuk gerbang pun ditutup. Untuk menutup dan membuka gerbang dibutuhkan dua orang untuk membukanya secara perlahan. Gerbang itu tinggi dan juga besar


Setelah merak masuk semua murid takjub dengan pemandangan yang ada didepan mereka. Mereka terdiam seketika karena terpukau dengan suasana yang ada didalam Sekte Nui.


__ADS_2