Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Menyewa Tempat Tinggal


__ADS_3

Para murid terkesima dengan pemandangan yang mereka lihat saat berada didalam sekte. Meskipun hari sudah gelap banyak orang yang berlalu lalang di dalam sana. Suasana di sana sudah seperti pasar malam bagi mereka. Banyak lampion yang menerangi jalanan sehingga membuat suasana semakin hidup.


"Aku tidak tau kalau Sekte Nui akan sebesar ini !", ucap Luo Ji sambil melihat pemandangan didepannya.


Xiao Yu tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Juniornya ini. "Ha.. ha.. yang kalian lihat ini hanyalah bagian luarnya saja. Jika kalian melihat yang bagian dalam maka kalian akan lebih takjub lagi. Ayo akan aku antar kalian ke tempat asrama swasta !".


Bai Long dan Luo Ji mengikuti Senior Xiao Yu dari belakang. Untuk ke asrama swasta mereka harus melewati tempat-tempat yang ramai orangnya. Dalam perjalanan perhatian Bai Long di alihkan oleh tempat dimana banyak orang-orang berteriak di sana.


"Apakah ada yang ingin menukar satu artefak untuk tiga batu spiritual ?".


"Senjata tingkat perak menengah untuk empat batu spiritual".


" Dua batu spiritual untuk inti monster".


"Bai Long apa yang kamu lihat ?", ucap Luo Ji. Diapun ikut melihat kearah yang tengah dilihat oleh Bai Long.


"Ada banyak orang di sana. Apa yang tengah mereka lakukan ?", tanya Bai Long.


Xiao Yu yang mendengar itu langsung mengalihkan perhatiannya ke arah yang tengah dilihat oleh para juniornya. "Hmm... itu adalah pasar pegadaian untuk para murid. Kadang-kadang balai perguruan kultivasi akan memberikan berbagai macam misi. Para murid yang berhasil menyelesaikan misinya akan diberi hadiah batu spiritual. Batu spiritual ini membantu para kultivator untuk berlatih.


Selain dari itu para murid juga bisa menggadaikan artefak, senjata, dan inti monster".


Setelah berjalan cukup lama kini mereka tiba di sebuah tempat untuk menyewa asrama. Tempat itu semacam perbatasan antara asrama swasta dengan lingkungan luar. Di sana terlihat seorang lelaki tua yang sudah berada diranah Gold Core tingkat sembilan.


"Yo Kakek Mo apakah kabarmu baik-baik saja ?". Xiao Yu sudah sangat akrab dengan Kakek Mo sehingga jika orang lain melihat mereka sudah seperti keluarga.


Orang tua itu menoleh ke arah kami. "Dasar bocah ! Ada urusan apa lagi kamu !?", ucap Kakek Mo. Meskipun Kakek Mo berbicara seperti itu tapi dia sudah menganggap Xiao Yu seperti keponakannya sendiri.


"Tolong jangan begitu. Aku kesini karena ada murid baru yang mau menyewa rumah", ucap Xiao Yu dengan tersenyum.


Kakek Mo melihat bahwa bocah itu membawa dua orang di belakangnya. "Jadi kalian ingin menyewa sebuah rumah ?", tanya Kakek Mo kepada dua orang baru itu.


"Ya, saya Bai Long dan ini temanku Luo Ji kami ingin menyewa satu buah rumah", jawab Bai Long.


"Kalian harus membayar uang sewa sebanyak lima belas koin emas untuk satu bulan dan jika sudah satu bulan kalian harus membayar lagi jika ingin tinggal", ucap Kakek Mo.

__ADS_1


Bai Long kemudian mengeluarkan lima belas koin emas dari cincin penyimpanannya. "Ini uang sewanya Kek".


Kakek Mo lalu mengambil koin emas itu lalu memberikan plakat tanda rumah. "Ini plakat kalian !".


Bai Long mengambil plakat yang diberikan oleh Kakek Mo kepadanya. Plakat itu terbuat dari kayu dengan ukiran yang cukup bagus disemua sudut plakat tersebut. Di plakat itu tertera nomer empat belas yang memberitahukan bahwa rumah yang mereka tempati bernomor empat belas.


"Baiklah Kakek Mo kalau begitu kami pergi dulu", ucap Xiao Yu. Mereka kemudian pergi masuk ke tempat asrama swasta.


Dalam perjalanan. "Senior rumah yang anda tempati bernomor berapa ?", tanya Luo Ji yang penasaran apakah rumah yang ia tempati akan berdekatan atau tidak dengan rumah yang seniornya tempati.


"Rumah yang aku tempati bernomor tiga", ucap Xiao Yu.


Luo Ji kini melihat rumah nomor tiga yang jaraknya tidak jauh dari mereka. "Apakah rumah yang senior maksud adalah rumah yang itu ?", tanya Luo Ji sambil menunjuk rumah yang di gerbangnya bertuliskan nomor tiga.


"Ya, itu adalah rumah yang aku tempati. Kalau begitu aku masuk dulu. Kalian hanya perlu lurus saja untuk sampai ketempat kalian". Senior Xiao Yu lalu pergi kedalam rumahnya meninggalkan kedua juniornya itu.


Butuh waktu cukup lama untuk sampai di rumah yang akan ditempati oleh Luo Ji dan Bai Long. Rumah yang mereka tempati memiliki sebuah halaman didepan yang cukup luas. Rumah itu juga memiliki tiga ruang kamar dan satu ruang tamu.


"Wow asrama swasta memang seperti namanya", ucap Luo Ji. Ia kagum dengan rumah yang akan mereka tempati ini, meskipun tidak besar tapi juga tidak kecil.


"Kalau begitu aku akan mengambil kamar yang kiri", ucap Luo Ji yang lalu langsung masuk ke ruangan kamar sebelah kiri.


Mereka kini mulai memasuki kamar masing-masing. Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan buat mereka. Setelah melalui banyak hal kini tubuh mereka merasa lelah dan ingin segera istirahat.


Di dalam kamar Bai Long menonaktifkan penyamarannya. Saat ini ia kembali ke tubuhnya yang kecil berumur sepuluh tahun. "Ha.. memang tubuh sendiri adalah yang paling nyaman". Ia lalu berbaring di kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. "System tunjukan profilku !".


[Menampilkan profil Host]


[Profil :


> Nama : Han Chen


> Gelar : Pemilik System


> Usia : 10 tahun

__ADS_1


> Ranah : Soul Wendering (2)


> Tubuh : Tubuh Dewa Naga (11%), Tubuh Dewa Phoenix (12%), Tubuh Elemen (38%), Tubuh Chaos (12%)


> Budidaya : Teknik Chaos


> Skill : Teknik Shi Ba Yaosi (0%), 12 Teknik Pedang(100%), Teknik Gerakan Cahaya (100%), Teknik Bayangan (100%), Teknik Soul Forging (100%)


> Job : Koki


> Senjata :Pedang Heise, Pedang Yanse, Panah Bulan, Belati Bayangan


> Artefak : Cincin Penyimpanan


> Inventory : 2 kotak peti perak, pakaian Anbu, topeng rubah


> Poin System : 204.254 Ps


> Poin Pemahaman : 0 Pp


> Shop ~


> Lokasi : Alam Rendah


> Upgrade ~ ]


"Hmm... System berapa banyak poin untuk mengupgrade ke versi dua ?", tanya Han Chen. Sedari dulu ia belum kepikiran untuk mengupgrade System-nya.


[Butuh 50.000 Ps untuk mengupgrade System ke versi dua]


"Upgrade ke versi dua", perintah Han Chen kepada System.


[Mengurangi 50.000 Ps untuk mengupgrade System ke versi dua]


[Harap Host berhati-hati, System akan non-aktif selama satu bulan untuk proses upgrade]

__ADS_1


Setelah itu Han Chen langsung menutup matanya dan tidur. Ia tidak mempermasalahkan waktu yang lama untuk System upgrade. Dengan berada di sekte ia mengira tidak akan terjadi sesuatu yang buruk kepadanya. Tapi siapa sangka bahwa dalam waktu dekat kesembronoanya ini akan menyebabkannya dalam situasi yang akan sangat sulit untuk ia hadapi.


__ADS_2