
'Halah bukankah kau hanya ingin satu tim dengan Ruo An', batin Luo Ji sambil menatap Bai Long.
Bai Long merasakan tatapan dari Luo Ji. Tatapan itu mengisyaratkan bahwa niatnya sudah diketahui oleh kawannya itu. Kini ia mulai mengalihkan topik agar ia tidak terus mendapat tatapan dari kawannya. "Selain itu aku juga mempunyai sesuatu untuk kalian". Bai Long mengeluarkan tiga buah jimat pelindung tingkat Raja dan segera memberikannya ke Luo Ji, Ruo An, dan Ruo Ning.
"Jimat itu akan melindungi kalian ketika nyawa kalian sedang terancam". Bai Long sudah membeli jimat itu dari tadi di mall System-nya. Karena terdapat kemungkinan peserta lain akan membunuh untuk mendapatkan tanaman mischanthus dengan mudah.
"Bai Long apakah kamu seorang taois ?", tanya Ruo An setelah melihat Bai Long yang memberikan jimat pelindung dengan mudahnya.
Taois atau bisa juga disebut Taoisme adalah orang yang mampu membuat berbagai macam jimat. Bahan bahan untuk membuat jimat sangat sulit didapatkan tergantung jimat seperti apa yang ingin ia buat. Dibutuhkan uang yang banyak untuk membeli satu jimat dan itu hanyalah jimat tingkat rendah.
"Aku bukanlah seorang taois. Jimat ini aku dapatkan dari cincin penyimpanan ketua bandit kemarin yang sudah aku kalahkan. Jadi kalian tidak perlu sungkan untuk menerima jimat pemberianku ini", ucap Bai Long.
Mereka kini ketempat pendaftaran untuk mengambil nomer tim masing-masing. Bai Long dan Ruo An mendapat nomor tim 1784. Sedangkan Luo Ji dan Ruo An mendapatkan nomor tim 1924. Para peserta diharuskan masuk sesuai dengan nomor urutan mereka.
Didalam hutan Bai Long dan Ruo An terus mencari-cari keberadaan dari tanaman mischanthus. "Ruo An apakah tanaman mischanthus itu memang sebegitu langkanya hingga sulit untuk ditemukan ?", tanya Bai Long.
"Tanaman mischanthus itu memang sangatlah sulit untuk ditemukan. Disebutkan tanaman ini adalah obat yang sangat berharga. Namun, setiap lima ratus mil hanya ada satu mischanthus yang tumbuh karena itu sangat langka". Ruo An menjelaskan panjang lebar kepada Bai Long tentang betapa langkanya tanaman mischanthus.
Sudah empat jam mereka berkeliling dan belum menemukan tanaman mischanthus yang disebutkan. 'AH.. Aku bisa gila kalau ini terus berlanjut', batinnya. Bai Long saat ini sudah menyerah untuk menjadi orang yang adil. 'System apakah kamu menjual tanaman mischanthus ini ?'.
[Tentu, System menjualnya]
Bai Long merasa senang mendengar bahwa tanaman ini ada di mall System-nya. Ia tak perlu pusing lagi hingga tujuh keliling untuk mencari tanaman mischanthus. 'Berapa harganya ?'
[1 Ps untuk 5 mischanthus]
__ADS_1
'Oke beli itu', perintah Bai Long kepada System-nya.
[Mengurangi 1 Ps untuk 5 mischanthus]
Sekarang Bai Long tidak perlu merasa resah lagi untuk mencari mischanthus, karena di cincin penyimpanannya sudah ada lima mischanthus yang bisa ia gunakan. "Ruo An kita tak usah repot-repot mencari tanaman mischanthus lagi".
"Kalau kita tidak mencari tanaman mischanthus, lalu bagaimana caranya kita lolos ujian ini !?". Ruo An kaget karena Bai Long tiba-tiba mengatakan untuk tidak usah repot-repot mencari tanaman mischanthus.
"Tenang saja, sebelumnya aku sudah menemukan tanaman mischanthus dan sudah aku simpan kedalam cincin penyimpanan ku ini agar tidak ada peserta lain yang berniat untuk mencurinya", jawab Bai Long.
"Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku dari tadi ? Sehingga kita tidak usah capek-capek berkeliling". Ruo An sedikit kesal dengan sikap yang ditunjukkan oleh Bai Long.
"Sebenarnya aku mempunyai alasan untuk tidak memberitahumu dari tadi. Alasannya itu karena aku ingin terus berduaan denganmu", ucap Bai Long dengan nada lembut.
Muka Ruo An kini memanas seperti panci mendidih yang terus keluar uap karena dipanaskan. Ia tidak tahu kalau selama ini Bai Long ternyata juga mempunyai perasaan terhadapnya. Jantung Ruo An berdegup dengan cepat serasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Bai Long.
TRAANG.....
"Suara pedang !? Siapa yang tengah bertarung ? Ruo An sebaiknya kita cek suara itu", ajak Bai Long. Ruo An yang tidak sempat mengatakan perasaannya sedikit kecewa tapi itu tidak penting sekarang. Yang terpenting sekarang adalah mengecek suara benturan pedang tadi.
Di lain sisi. Luo Ji kini tengah beradu pedang dengan peserta lain. "HA... HA.. HA.. Menyerahlah kawan, kau hanya berada di tingkat tiga sedangkan aku berada di tingkat empat. Kau tak akan bisa mengalahkan ku !", ucap orang berbaju coklat.
"Memangnya kenapa !? Perbedaan kita hanyalah satu tingkat", balas Luo Ji kepada orang itu.
Di sana juga terlihat Ruo Ning dan seorang gadis yang tengah bertarung bersama dengan Luo Ji. Keadaan dari gadis itu sedikit mengkhawatirkan. Mereka saat ini tengah berhadapan dengan tujuh peserta yang tengah mengepung mereka. Sudah terlihat jelas siapa yang paling untung disini.
__ADS_1
Sedangkan di atas pohon yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian itu. "Ah tidak, Ruo Ning", ucap Ruo An yang tengah mengkhawatirkan adiknya.
"Hm... sepertinya mereka telah dikepung oleh tujuh orang", ucap Bai Long sambil melihat situasi di sana.
"Bai Long ayo tolong mereka !", ucap Ruo An.
"Tenanglah dulu ! Seorang kultivator diharuskan mengalami situasi hidup dan mati agar mereka bisa berkembang untuk menjadi lebih kuat. Lagian hanya ada satu orang yang berada di tingkat empat dan aku juga sudah memberi mereka jimat pelindung untuk melindungi diri mereka", ucap Bai Long yang menenangkan Ruo An agar tidak terlalu khawatir terhadap keadaan adiknya.
Kembali ke arah pertarungan. Ruo Ning kini melancarkan serangannya ke arah dua orang dihadapannya. "Terimalah seranganku ini !" Ruo Ning melesat kearah mereka dengan gerakan pedang yang menusuk.
Kedua orang yang berhadapan dengan Ruo Ning sedikit kewalahan menangkis serangan darinya. "Ukh...meskipun ranah kita sama dengannya tapi kenapa serangan dia sangat cepat ?!".
Sedangkan disisi lain gadis yang tadi bersama Lho Ji dan Ruo An, tengah melawan empat orang dihadapannya. SLUUSSHH... Gadis itu telah membunuh satu orang dihadapannya dan tinggal tiga orang lagi.
"Apa !? Beraninya kau membunuh kawanku !" Orang itu menjadi marah ketika melihat kawannya yang tewas. "Ayo kita serang dia bersama-sama !"
Meskipun keadaan gadis itu sangat mengkhawatirkan tapi ia tetap maju bertarung untuk melindungi dirinya. Memakan waktu lima menit bagi gadis itu untuk membunuh tiga orang dihadapannya.
Luo Ji dan Ruo An kini juga sudah mengatasi musuh-musuhnya. Luo Ji melihat bahwa hadis yang sudah ditolongnya itu juga sudah membereskan orang-orang itu.
Saat ingin menghampiri gadis itu, Luo Ji melihat bahwa masih ada satu orang yang bertahan dan ingin menusuk gadis itu dari belakang. "Putri awas di belakangmu !", karena jarak Luo Ji dan putri cukup jauh sehingga membuat Luo Ji tak bisa melakukan apa-apa selain memperingatinya.
Sang Putri yang tengah kehabisan tenaga mencoba menoleh kebelakang. Dia tidak bisa menghindar lantaran tenaganya telah habis.
Tiba-tiba terlihat sebuah pedang yang entah datang dari mana. Pedang itu melesat dengan cepat dan mengarah ke kepala orang yang ingin hendak menusuk sang putri dari belakang.
__ADS_1
JLUBB... Orang itu jatuh dengan pedang yang menancap di kepalanya.