
Di Kerajaan Tudi tepatnya di sebuah ruangan yang gelap. Berdiri sosok pria yang sedang melakukan panggilan lewat batu kristal.
"Raja, sepertinya aku sudah tahu dimana permata itu disimpan" ucap Li Fan.
"Bagus ! Kalau begitu segera ambil permata itu ! Ayah akan memberitahu semuanya kalau rencananya bisa segera dimulai" Raja lalu menutup panggilan batu kristal.
Sekarang Li Fan berbalik setelah dia melakukan panggilan dengan Raja. Dia sekarang tengah berdiri di hadapan para bawahan yang ikut ambil serta dalam rencana ini. Li Fan lalu memberi arahan kepada bawahannya.
"Para bawahanku sudah saatnya kita untuk bangkit dan mengguncang seluruh benua ! Tuan kita sudah memerintah untuk mencari sebuah batu permata yang akan memberi kekuatan pada bangsa Iblis. Dan dengan darah yang telah diberikan oleh tuan, aku bisa merasakan kalau batu itu berada di ruang harta kerajaan ini".
Darah Li Fan bukan seutuhnya darah manusia. Darahnya sudah bercampur dengan darah Iblis sehingga kini dia menjadi ras setengah Iblis dan setengah manusia.
"Hidup untuk bangsa Iblis !" Teriak Li Fan.
Semua bawahan Li Fan juga ikut berteriak bersorak untuk kehidupan bangsa Iblis yang kekal.
"Hidup bangsa Iblis !"
"Hidup bangsa Iblis !"
Pagi hari di alun-alun kota tempat berlangsungnya kontes Alkemis. Semua orang telah berkumpul disana. Seperti biasa JiuJiu sebagai pembawa acara menjelaskan tentang peraturan di sesi kedua kontes Alkemis.
"Semuanya ini adalah hari kedua dalam sesi kedua kontes Alkemis. Peraturannya sederhana. Diatas arena kami sudah menyiapkan bahan-bahan herbal yang bisa kalian gunakan untuk membuat pil. Buatlah pil dengan bahan-bahan itu. Kami hanya akan memilih sepuluh peserta yang baik yang akan lolos. Semakin tinggi tingkat dan kualitas pilnya maka akan semakin bagus. Dengan ini sesi kedua dimulai !"
Semua peserta segera naik ke atas pudium arena dan segera membuat pil dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan. Semua penonton juga bersorak mendukung pesrta favorit mereka masing-masing.
Sementara diarah lain terlihat pangeran dan sang raja yang sedang duduk sambil menonton berlangsungnya acara kontes Alkemis.
"Ayah, kenapa ayah selalu senang ketika menonton acara kontes ini ?" tanya Pangeran.
Sang Raja lalu menoleh ke arah anaknya dan berkata, "Sudah seharusnya Ayah senang karena dengan kontes ini bisa membuktikan bahwa negri kita kaya dan makmur".
Benua Tudi atau Kerajaan Tudi merupakan tempat yang banyak mengandung vitalitas. Jika seseorang tidak sengaja menjatuhkan biji buah di tanah itu, maka biji itu dalam beberapa minggu akan tumbuh tunas. Itu membuktikan bahwa tanah disana sangat subur.
"Hm... Aku paham apa yang Ayah maksud. Memang negara kita bisa dijuluki sebagai negara hijau, bahkan di sini kita bisa menumbuhkan obat herbal yang berumur sampai ribuan tahun" ucap Pangeran.
"Haha... Ya. Berkat obat dari benua ini para kultivator menjadi terbantu. Oh ya nak, ngomong-ngomong dimana Li Fan ? Bukankah dia seharusnya berada di sampingmu ?" tanya Raja yang sedari tadi tidak melihat batang hidung Li Fan.
Karena Li Fan adalah pengikut serta penasehat pangeran, sudah seharusnya dia berada di dekat pangeran.
"Tadi dia ijin ke aku, kalau akan pergi sebentar untuk menyelesaikan urusan keluarganya. Jadi karena dia juga telah banyak membantuku maka aku mengijinkannya untuk pergi sebentar" ucap pangeran.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan menonton jalannya pertandingan. Saat ini sudah ada beberapa peserta yang menyelesaikan pil yang mereka buat dan tinggal menunggu peserta lain yang belum selesai.
Kerajaan Tudi. Ruang Harta.
Sebelumnya Li Fan telah mengambil setetes darah pangeran yang merupakan darah keluarga kerajaan. Darah itu berfungsi sebagai kunci untuk membuka ruang harta kerajaan.
Li Fan lalu mengambil kain yang ada nida darah dari pangeran. Kain itu lalu ia tempelkan ke pintu ruang harta. Seketika pintu itu langsung mengkonfirmasi dan terbuka.
"Haha~ ternyata ini mudah sekali !"
Li Fan segera masuk kedalam dan langsung berjalan menuju pintu dengan sebuah batu permata giok hijau di tengah. Semakin dekat dengan pintu itu semakin terasa esensi dari batu permata yang dia cari.
Li Fan lalu membuka pintu itu. Cahaya hijau terpancar dari celah pintu yang semakin lebar dia buka maka semakin terang cahayanya. Dan saat melihat ke dalam, dia menemukan apa yang dia cari selama ini.
"Permata hijau ataukah harus aku sebut permata elves ? Itu sungguh indah" ucap Li Fan.
Permata elves adakah sebuah permata yang menunjang kehidupan tanah di benua Tudi. Permata itu mengambang dengan cahaya hijau cerah yang di pancarkan oleh permatanya. Jika disebutkan itu adalah sebuah permata yang setara dengan jantung benua.
Dengan pelan-pelan Li Fan melangkah mendekati permata elves itu. Dia bisa merasakan bahwa ada kekuatan yang besar di sebuah permata yang kecil.
"Haha... Pantas saja tuan menyuruh kami untuk mencari permata ini. Permata ini sungguh hebat !" Ucap Li Fan sambil tertawa.
Di tempat lain, kediaman Zhu.
Sementara itu Zhu Kai terlihat berjalan mondar-mandir menandakan kalau dia sedang cemas. "Kenapa dia belum keluar juga ? Ini sudah lebih dari satu hari batas perjanjian kita !"
Beberapa waktu kemudian terlihat sebuah pintu yang terbuka. Han Chen keluar dari pintu itu dengan wajah biasanya.
Zhu Kai yang melihat itu langsung menghampiri Han Chen, "Bagaimana ? Apakah adikku bisa disembuhkan ?" tanyanya dengan nada cemas.
Zhu Kai adalah pribadi yang baik meskipun beberapa waktu lalu dia memusuhi Fan Zhong. Dia adalah seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya karena adiknya merupakan satu satunya keluarga terakhir yang dia punya.
"Kau bisa melihatnya sendiri di dalam" ucap Han Chen.
Zhu Kai lalu segera masuk ke dalam. Saat itu dia langsung senang ketika melihat sang adik yang sudah sadar dan sembuh dari penyakitnya.
"Kakak~ !" Panggil sang adik.
Zhu Kai lalu memeluk adiknya dan berkata, "Hiks... Aku senang kamu sembuh adik. Tolong... Tolong jangan tinggalkan kakak lagi" ucapnya yang tidak rela ditinggal oleh sang adik.
"Kakak Zhu Lan tidak akan meninggalkan kakak lagi" ucap sang adik.
__ADS_1
Orang lain yang melihat kalau Zhu Lan sudah sembuh, mereka juga ikut bahagia. Kebahagian keluarga tidak akan tergantikan untuk selamanya.
"Yah, sepertinya urusanku disini sudah selesai. Annchi ayo kita pergi !" Han Chen lalu menggandeng tangan adiknya, tapi saat mau pergi tiba-tiba ada hal aneh yang terjadi diluar.
"Apa ini ? Apa yang terjadi ?" ucap Han Chen.
Semua orang yang mendengar ucapan dari Han Chen, mereka segera mengalihkan pandangannya ke luar.
Terlihat tanah yang kehilangan esensinya dan sudah berubah seperti tanah biasa. Semua tumbuhan pohon bunga yang semulanya mengandung banyak vitalitas sekarang sudah berubah menjadi tumbuhan biasa.
Hal serupa juga terjadi di berbagai tempat di benua Tudi. Salah satunya di alun-alun kota tempat berlangsungnya pertandingan kontes Alkemis.
Sang Raja yang menyadari akan perubahan mendadak disekitarnya, ia menjadi risau. "Kenapa ? Apa terjadi sesuatu terhadap permatanya ?" Sang Raja lalu segera terbang menuju ke istana kerajaan.
Pangeran yang juga menyadari akan hal itu juga ikut terbang bersama sang Ayah.
Semua penonton dan peserta juga ikut panik saat melihat peristiwa aneh ini. Karena hal itu pula JiuJiu terpaksa menghentikan pertandingannya. Para peserta yang sadar juga sepakat untuk menghentikan pertandingan ini.
Diruang harta sekarang Li Fan sedang memegang permata elves. "Permata Elves sekarang sudah berada di genggamanku. Sekarang aku sudah tidak punya urusan lagi di kerajaan ini". Dia lalu segera menyiapkan jimat teleportnya. Tapi saat itu juga terdengar ledakan dari arah pintu.
DUAR !!
Itu adalah sang Raja yang datang dengan tergesa-gesa. Saat Raja melihat siapa yang mengambil permatanya, dia langsung menjadi marah.
"LI FAN !!"
Li Fan yang melihat kedatangan dari Raja, dia segera kabur lewat celah lubang dindin yang telah dibuatnya.
Sang Raja mengejar Li Fan yang sedang kabur itu. Dengan aura kemarahan yang terus keluar membuat dirinya seperti sosok Yama.
"Cih... ternyata Raja itu mampu menyaingi kecepatan ku !" ucap Li Fan. Tapi Li Fan sudah menduga ini, jadi dia telah menyuruh para bawahannya menunggu untuk memblokade si Raja.
"Kalian semua hentikan dia !" perintah Li Fan kepada bawahannya.
Para bawahan Li Fan langsung menyerang sang Raja. Berbagai jurus di keluarkan untuk menahan pergerakan sang Raja. Meskipun begitu sang Raja berada di ranah Soul Wendering Sembilan, jadi serangan itu tidak ada apa-apanya bagi dirinya.
"Kalian semua enyahlah !" Dalam sekali tebasan semua bawahan Li Fan langsung musnah. Serangan yang berdatangan tadi juga ikut musnah bersama penggunanya.
Sang Raja terus mengejar Li Fan, tapi saat Li Fan tiba-tiba berhenti dia juga ikut berhenti. "Oh kenapa kau berhenti ? Apakah kau sadar kalau itu semua sia-sia ?" ucap sang Raja.
Li Fan lalu berbalik dan berkata, "Hahaha kau sungguh konyol sebagai seorang Raja ! Tentu saja aku berhenti karena ini sudah diluar kerajaanmu !" Li Fan langsung menggunakan jimat teleportnya, seketika dia langsung menghilang dari sana.
__ADS_1
"SIALAN KAU !! DIMANAPUN KAU BERADA AKU PASTI AKAN MENEMUKANMU DAN MENCINCANGMU !!"
Sang Raja menjadi marah karena permata elves yang merupakan harta kerajaan telah dicuri. Sekarang benua ini sudah tidak bisa menghasilkan tanaman herbal berkualitas lagi.