Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Penyelidikan


__ADS_3

"Bagus ! Ayo... kita harus cepat-cepat bergegas sebelum ada yang melihat kita".


Meraka kemudian bergegas berlari di balik bayangan untuk menghindari penglihatan orang-orang.


Suasana malam menyelimuti kota Gouli. Han Chen terus mengikuti kedua orang itu dari dekat. Tapi dia tiba-tiba berhenti saat orang didepannya juga tiba-tiba berhenti.


"Hei kau kenapa ? Kita harus cepat sebelum ada orang yang melihat kita ?" Dia tidak tahu kenapa rekannya ini tiba-tiba berhenti.


"Aku mempunyai firasat kalau ada orang yang sedang mengikuti kita !"


"Huh ? Apakah yang kamu katakan itu benar ?"


"Firasatku ini selalu benar dan tidak mungkin salah. Apakah kamu tahu bagaimana aku selalu selamat saat melakukan tugas pembunuhan ?"


"Memangnya bagaimana kamu melakukannya ?"


"Itu karena aku selalu mengandalkan firasatku !"


Setelah itu mereka berdua bersembunyi menunggu orang yang mengikuti mereka keluar.


'Bodoh sekali mereka' pikir Han Chen. Sebenarnya Han Chen berada di samping mereka berdua dari tadi. Han Chen menyamarkan keberadaannya sehingga orang lain tidak akan bisa melihat dirinya.


Sudah berjam-jam mereka menunggu tapi orang yang dimaksud oleh rekannya tidak muncul-muncul.


Karena terlalu lama menunggu membuat orang itu menjadi kesal.


TAK !!


Dia memukul kepala temannya yang telah berani menipunya.


"Dimana orang yang kamu maksud ? Apa kamu mencoba membodohi ku ?" ucap orang itu dengan nada kesal.


"Aku tidak berbohong. Firasatku memang mengatakan begitu".


"Sudahlah kita harus cepat-cepat pergi. Lalu terus disini bisa-bisa kita ketahuan karena menuruti firasatku itu".


Mereka kemudian segera pergi dari tempat itu. Butuh waktu lama untuk sampai ketempat tujuan mereka. Han Chen masih mengikuti mereka dengan dari belakang.


Mereka kemudian berhenti disebuah tebing. Han Chen melihat kalau orang itu juga menggunakan cincin yang terukir gambar tengkorak. Cincin itu mereka tempelkan ke permukaan tebing. Setelah itu ada jalan masuk yang tiba-tiba terbuka.

__ADS_1


Han Chen segera masuk sebelum pintu itu menutup. Saat berada didalam terlihat beberapa obor yang tergantung untuk menerangi jalan. Di sana juga terdengar teriakan anak perempuan.


Saat sampai di bagian dalam Han Chen melihat ada banyak anak perempuan yang sedang dikurung didalam sebuah sel. 'Apa ? Kenapa mereka mengumpulkan semua anak-anak perempuan ini ? Apa tujuan mereka ?'


Anak perempuan yang baru saja ditangkap tadi segera mereka masukan ke dalam sel yang sama dengan anak-anak yang sudah mereka tangkap.


"Tolong lepaskan aku ! Ibuku masih menungguku di rumah".


"Diamlah jika kamu berisik lagi maka aku akan membunuh ibumu !"


Salah satu orang yang ada didalam memarahi anak yang berisik. Agar anak itu diam, orang itu mengancam akan membunuh ibunya.


"Tolong jangan bunuh ibuku".


"Kalau begitu kau harus nurut dan diam didalam sel !"


Ketika melihat secara langsung Han Chen merasa marah kepada orang yang meneriaki anak itu. 'Huf tenang ini bukan saatnya untuk membuat kekacauan'.


Han Chen mencoba menenangkan dirinya. Untuk mengetahui apa yang terjadi ia akan menyamar menjadi anak kecil yang juga ikut tertangkap. Han Chen memasuki sel itu dan merubah dirinya menjadi anak kecil dengan rambut putih.


Perlahan-lahan anak yang baru saja pingsan tadi kemudian sadar. Saat membuka matanya dia terkejut karena sudah berada didalam sel.


Cu Fei melihat ke sekeliling, terdapat banyak anak perempuan yang juga bernasib sama sepertinya.


Tidak berselang lama datang seseorang yang berkunjung untuk mengecek keadaan di sana.


Cu Fei melihat bahwa orang yang datang itu adalah Ayahnya sendiri yang bernama Nang Cai.


"Ayah ! Ayah ! Tolong keluarkan aku dari sini".


Nang Cai sempat terkejut bahwa anaknya juga ikut tertangkap oleh para bawahannya. Tapi tak lama kemudian ia malah tersenyum.


'Kenapa orang itu malah senang. Bukankah dia melihat anaknya di dalam sel ini. Kalau pemikiranku benar anak ini adalah anak dari orang itu', pikir Han Chen.


"Jaga mereka baik-baik jangan biarkan ada kelecetan sedikitpun pada mereka !" perintah Nah Cai kepada bawahannya


"Baik tuan !"


Nang Cai segera pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Ayah ! Ayah ! Tolong aku ! Tolong keluarkan aku dari sini !"


Seberapa keraspun Cu Fei berteriak ayahnya tetap berpura-pura tidak mendengarkan dan langsung pergi meninggalkannya terkurung di dalam sel.


"Kau panggil orang itu apa tadi ? Ayah ?" tanya salah satu anak perempuan yang juga ikut tertangkap.


"Ya.. aku tadi memanggilnya ayah. Memangnya kenapa ?" jawab Cu Fei.


Semua anak perempuan menjadi marah saat mendengar jawaban dari Cu Fei.


"Dasar kamu anak penjahat ! Ayahmu menangkap kami semua dan mengurung kami didalam sel ini !"


Salah satu anak menjambak rambut Cu Fei karena termakan oleh amarahnya. Anak yang lain juga ikut-ikutan menjambak rambut Cu Fei hanya untuk melampiaskan amarahnya.


"Aku tidak tahu. Aku tidak tahu kalau ayahku melakukan semua ini kepada kalian. Tolong jangan tarik rambutku lagi".


Cu Fei menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh anak perempuan yang ada di dalam sel bersamanya. Meskipun dirinya telah memohon tetapi itu tidak menenangkan kemarahan dari semua anak perempuan yang telah ayahnya tangkap.


Han Chen yang melihat kejadian didepannya, ia tidak bisa membiarkannya saja.


"Kalian semua tenanglah ! Bisakah kalian berhenti menjambak rambutnya".


Setelah mendengar itu. Semua anak perempuan lain lalu menghentikan untuk menjambak rambut Cu Fei.


"Kenapa kamu menghentikan kami ? Bukankah kamu juga tertangkap karena ayah dari anak ini. Apakah tidak marah ?" tanya salah satu anak perempuan yang tadi menjambak rambut Cu Fei.


"Aku tahu bagaimana perasaan kalian, karena aku juga ikut tertangkap oleh ayahnya. Tapi semua ini tidak akan selesai kalau kalian hanya menjambak rambutnya", ucap Han Chen.


"Tapi setidaknya aku bisa melampiaskan amarahku kepada anak ini yang merupakan anak dari orang tadi", jawab anak perempuan itu.


"Memang benar kalau dia anak dari orang tadi, tapi lihatlah bukankah dia juga bernasib sama seperti kita. Bahkan ayahnya yang telah melihat kalau putrinya juga ikut tertangkap, dia malah tersenyum dan membiarkannya saja. Huh... jika kamu ingin menyalahkan orang sl,ahkanlah ayahnya yang sudah menangkap kita. Karena anak ini tidak bersalah".


Semua anak merasa menjadi diam setelah mendengar perkataan dari Han Chen. Meskipun di hati, mereka masih merasa kesal kepada Cu Fei.


"Hiks... terimakasih. Padahal kamu juga bernasib sama seperti mereka. Aku sungguh minta maaf karena ayah membuat kalian menjadi seperti ini".


Cu Fei meminta maaf kepada mereka semua yang telah ditangkap oleh bawahan dari ayahnya. Ia sungguh tidak percaya kalau ayahnya melakukan hal sejahat ini kepada semua anak perempuan yang ada didalam sel.


Han Chen yang melihat itu hanya bisa menghela nafas. Ia tidak tahu kenapa ayahnya tega melakukan ini kepada anaknya dan kenapa semua anak perempuan ditangkap dan di kurung di dalam sel.

__ADS_1


__ADS_2