
Di perjalan kami berempat melihat keadaan sekeliling. Terlihat tanaman yang sama seperti di halaman rumah Zhu Kai.
Tiba-tiba terdengar suara Fan Zhong yang tengah memanggil Pangeran yang kebetulan juga ada di sekitar wilayah itu.
Sepertinya pangeran juga menelusuri mengecek keadaan sekitar setelah hilangnya jantung benua, itulah yang terpikirkan di benak Han Chen.
"Pangeran... kenapa anda berada disini ? Bukankah seharusnya anda berada di kontes Alkemis ?" ucap Fan Zhong.
Pangeran lalu datang ke arah kami. Menghampiri dengan perlahan-lahan sambil menunjukan wajah yang sedih sekaligus kecewa.
"Sekarang keadaan sudah berubah. Permata yang selama ini dijaga oleh keluarga kerajaan telah hilang dicuri olehnya". Menyesal karena percaya pangeran menunjukkan ekspresi sedih kepada keempat orang di depannya.
Secara inisiatif dan penasaran Han Chen lalu mengangkat pembicaraan menggali informasi yang bisa dia gali. "Siapa orang yang anda maksud pangeran ? Dan kenapa hal itu bisa terjadi ?"
Karena sudah jadi begini dan tidak bisa ditutupi kembali pangeran pun menjelaskan setiap kejadian yang dia tahu termasuk orang yang telah mencuri permata itu.
Sungguh menyesalkan baginya karena sudah diperdaya oleh pengikutnya sendiri. Dengan menunjukkan memiliki muka dua, pangeran berhasil dikelabui oleh sandiwara Li Fan.
'Li Fan ? Jadi orang yang waktu itu bersama pangeran saat di pelelangan' Han Chen mengerti dengan kejadian yang dijelaskan oleh pangeran. Cukup mengesalkan juga baginya jika bertemu orang seperti itu.
"Lalu pangeran apa rencana mu selanjutnya untuk mendapatkan permata itu kembali ?" tanya Han Chen.
"Sebenarnya Ayah sudah tahu siapa yang mencuri permatanya. Itu adalah orang dari kerajaan Huo. Ayah sudah memerintah ke setiap bawahan terpercayanya untuk mencari di wilayah sana" jawab pangeran.
Lagi-lagi orang wilayah Huo. Han Chen sangat membenci orang di wilayah sana terutama keluarganya yang memperlakukannya seperti sampah. Itu bisa terlihat karena Han Chen mengepalkan tangannya saat dirinya mendengar kata Huo.
"Kakak..." Annchi menggenggam tangan kakaknya yang terlihat sedang marah. Berharap agar kakaknya bisa tenang kembali.
Han Chen yang sadar kalau emosi memakan dirinya, dia lalu mencoba untuk tenang. 'Aku harus tenang. Aku tidak boleh termakan oleh amarahku sendiri' pikirnya.
Tiba-tiba terasa sebuah gelombang energi yang cukup besar dari arah Barat. Gelombang itu sangat kuat sehingga bisa dirasakan oleh seluruh orang yang ada di berbagai benua.
Bersamaan dengan awan hitam yang mulai menyebar dengan cepat menutupi langit dengan kegelapan yang abadi.
"Apa ? Apa yang tangah terjadi ? Kenapa bisa ada awan hitam yang tiba-tiba muncul ?" Wan Rong sangat terkejut saat melihat fenomena yang aneh ini. Begitu pula dengan semua orang yang ada di wilayah alam rendah.
Awan hitam itu tidak hanya menutupi sebagian benua saja, malah seluruh benua yang ada di alam rendah juga ikut masuk dalam kegelapan. Awan petir merah yang menggelegar disertai kilat yang menyebar menunjukkan seperti dunia ini akan segera hancur.
BUMM... DUARR !! DUARR !!
"HAHAHA... HANCURKAN ! LEDAKAN ! MUSNAHKAN SELURUH DUNIA INI !"
__ADS_1
Dari atas terlihat seekor Iblis yang sedang memporak-porandakan seluruh dataran kultivator. Iblis itu tersenyum dengan senang melihat kehancuran dan darah yang terus mengalir keluar dari jasad-jasad para manusia.
""Apakah itu iblis ? Kenapa bisa ada iblis di alam rendah ?"
"Aku tidak bisa melihat ranah Iblis itu. Apakah ranahnya lebih tinggi dari Raja kita ?"
"Ini sudah berakhir... kita semua akan tamat !"
Dari arah lain datang Raja Tudi bersama dengan para jendral serta prajurit yang dia bawa. Seperti sudah tahu akan kejadian ini mereka semua sudah dilengkapi dengan zirah tempur serta senjata dan artifak pelindung.
"Iblis ! Apa niatmu membuat kekacauan seperti ini ?" ucap Raja Tudi dengan nada yang sangat marah.
Iblis itu segera menghentikan serangannya dan mengalihkan pandangannya ke para manusia yang ada di depannya. "Apakah kau Raja dari para manusia ini ?"
Sejenak berpikir apa yang dimaksud dengan Iblis didepannya. Sang Raja Tudi lalu menjawab, "Ya. Aku adalah Rajanya. Apa yang kamu inginkan menanyakan hal itu kepadaku ?"
Si Iblis hanya terkekeh saat mendengar jawaban dari manusia di depannya. Tanpa basi basi dia langsung melancarkan serangannya terbang menuju ke arah manusia yang menyebut dirinya adalah Raja.
"Raja hati-hati !" Salah satu jendral menghalangi serangan tersebut, tapi sayang cakar Iblis itu langsung menghancurkan senjata dan menembus baju zirah yang dikenakan oleh jendral itu.
"Apa ? Bagaimana bisa dia tiba-tiba muncul di depanku ?" Sang Raja terkejut ketika melihat si Iblis itu sudah berada di depannya. Dan yang mengejutkannya lagi adalah fakta bahwa serangan dari cakar Iblis itu dapat langsung membunuh dirinya.
Si pangeran yang melihat akan hal itu langsung terbang untuk membantu Ayahnya. "Ayah~ !! Ayah aku akan datang membantumu !"
"Xu Ming ! Jangan ! Iblis ini sangatlah kuat. Kau tidak akan bisa melawannya !" teriak sang Raja.
Pangeran tidak mendengarkan peringatan dari Ayahnya dan malah tetap menyerang Iblis itu. "Iblis ! Terimalah seranganku ini !" ucap Xu Ming dengan berani.
Dia lalu segera mengeluarkan tebasan pisau airnya yang dapat memotong besi yang tebal sekalipun. Tebasan itu langsung dengan cepat mengarah ke Iblis dan mengenai tubuhnya.
Berharap berhasil namun malah sebaliknya. Serangan tadi hanya bisa menggoresnya saja tidak sampai menimbulkan luka yang cukup dalam.
Melihat serangan yang tidak berhasil si pangeran itu lantas langsung mengerang Iblis itu kembali. Pisau air yang dikeluarkan olehnya juga bertambah banyak mengingat serangannya hanya mampu menggores kulit musuhnya saja.
Iblis itu juga tidak tinggal diam, melihat serangan yang mengarah kepadanya. Iblis itu menghunuskan cakarnya membuat serangan sabit berwarna hitam dengan aura kematian yang sangat pekat.
Tak membiarkan anaknya tiada, Sang Raja segera terbang dengan cepat menuju ke pangeran untuk menghalau serangan Iblis itu. Si Raja lalu mengaktifkan artefak kalung yang dapat menahan serangan dari ranah Nescent Soul akhir.
TUARR !!
Terdengar suara pelindung yang pecah. Serangan si Iblis langsung membuat pelindung delapan lapis yang dibuat oleh Raja pecah berkeping-keping. Artefak yang digunakannya sendiri juga langsung rusak karena tidak mampu menahan serangan si Iblis. Tapi untungnya sepasang Ayah anak itu selamat tanpa luka sedikitpun.
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak akan bisa melawan Iblis itu. Kekuatannya sungguh mengerikan. Dan aku sepertinya sudah tidak memoyuy pilihan lain".
Sang Raja lalu segera mengambil dan memecahkan liontin. Liontin yang di pecahkannya langsung memanggil dan membangunkan leluhurnya yang sedang beristirahat di dalam makam.
Bersamaan dengan pecahnya liontin. Beberapa pilar putih muncul dan menjulang ke atas langit. Di dalam pilar itu muncul sosok yang mempunyai tahap kultivasi Nescent Soul akhir. Mereka adalah leluhur yang menjaga keluarga kerajaan dan Benua Tudi ini.
Han Chen yang melihat itu menjadi terkagum dengan tampilan mereka saat keluar. "Wow... tidak kusangka mereka keluar dengan gaya" ucapnya sambil melihat ke arah para leluhur itu.
Sedangkan Wan Rong dan Fan Zhong yang melihat para leluhur keluarga kerajaan, mereka merasa lega. Dengan ini mereka pikir Iblis itu dapat dikalahkan dengan bantuan ke empat leluhur.
"Fiuh... syukurlah sang Raja segera memanggil sosok Agung. Aku harap Iblis itu cepat dikalahkan" ucap Wan Rong.
Han Chen yang mendengar itu, dia menjadi tertawa. "Haha~ kau pikir mereka akan mampu mengalahkan Iblis itu ?"
Wan Rong meras sedikit aneh dengan sikap pria disampingnya. "Bukankah sudah jelas kalau Iblis itu akan kalah. Meskipun Iblis itu memang kuat, tapi jika menghadapi para leluhur itu Iblis itu pasti tidak akan mempunyai kesempatan untuk menang".
"Biar ku beritahu ya. Iblis itu berada di tahap Half Immortal dan sebentar lagi akan naik ke tahap Earth Immortal. Jadi meskipun mereka berempat berada di Nescent Soul Akhir, tidak mungkin mereka bisa mengalahkan Iblis itu" ucap Han Chen memberitahu kepada Wan Rong.
"Aku tidak pernah mendengar tahapan seperti itu. "Kamu pasti berbohong kepadaku kan ?" Wan Rong masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Han Chen. Dia tidak ingin kepercayaan di hancurkan hanya dengan omong kosong dari pria disampingnya.
"Terserah kamu saja !" ucap Han Chen yang tidak ingin berbelit-belit dengan wanita yang mempunyai sifat keras kepala.
Perlahan-lahan para leluhur mulai muncul dari dalam pilar memunculkan sosoknya yang agung dan bijaksana.
"Kenapa kau memanggil kami bocah ?" ucap Bu Ming dengan nada marah.
"Hey, santai saja Bu Ming. Dia memanggil kita pasti karena ada suatu masalah kan ?" ucap Du Wan dengan santai.
"Hey kalian berdua ini apa tidak sadar dengan keadaan disini ?" ucap Du Ghong sambil melihat ke adaan wilayah Benua Tudi.
Sedangkan Wei Ling yang merupakan salah satu dari mereka hanya diam sambil juga melihat keadaan wilayah yang porak poranda.
Si Raja yang sudah melihat leluhurnya datang, dia langsung memohon kepada mereka untuk memusnahkan dan membunuh Iblis yang menjadi penyebab semua kehancuran ini.
"Salam para leluhur. Maaf karena telah menggangu waktu tidur anda berempat". ucap sang Raja dengan penuh hormat.
"Tidak apa-apa nak. Kami tahu kenapa kau memanggil kami. Dan ini juga sudah menjadi tugas kami untuk melindungi benua ini" ucap Du Ghong.
"Jadi... apakah kamu meminta kami kami untuk membunuh Iblis itu ?" Bu Ming sambil melihat Iblis yang tengah melayang dengan kedua sayap hitam yang tertempel di punggungnya.
"Ya ! Benar leluhur !" ucap sang Raja.
__ADS_1