
Velkhana langsung berbalik dan berjalan mengarah ke semut yang ada di depannya. Dengan aura keagungan Velkhana mencoba memprovokasi semut yang ada di depannya agar menyerang dirinya.
Meskipun wajah Raja Zhang mengeluarkan keringat tetapi ia mencoba untuk tidak takut dengan mahkluk yang terlihat seperti naga itu.
'Apakah dia mahkluk panggilan bocah itu ? Tapi bagaimana bisa dia memanggil mahkluk yang semengerikan ini ?' ucap Raja Zhang dengan kaki yang sedikit gemetaran.
Saat ini situasi disana menjadi tegang. Han Chen hanya melihat kejadian didepan sebagai tontonan saja.
'Aku adalah seorang Raja ! Meskipun saat ini aku dalam situasi tidak bagus tapi aku tidak boleh mundur !' batin Raja Zhang.
Raja Zhang melayang di udara. Di udara itu ia melancarkan serangannya. Sebuah serangan bola petir langsung mengarah menuju Velkhana.
Velkhana hanya diam saja karena dia sudah memasang pelindung yang menutupi tubuhnya. Serangan dari Raja Zhang tidak mampu membuat kerusakan kecil di pelindung yang Velkhana buat.
"Sudah ku kira kalau seranganku tidak akan berdampak ke padanya. Tapi bagaimana dengan yang satu ini". Raja Zhang mengeluarkan salah satu jurus andalannya. Terlihat awan gelap mulai berkumpul. Dia mengumpulkan guntur di ujung jarinya. Guntur tersebut langsung ia arahkan ke mahkluk didepannya.
Meskipun serangan guntur itu terlihat dahsyat tetapi itu tetap tidak berpengaruh apa-apa terhadap Velkhana.
Disisi lain. Prajurit yang berada di luar kuil melihat fenomena aneh yang terjadi di dalam kuil. Itu adalah guntur dari jurus yang dimiliki oleh Raja mereka.
"Apa yang tengah terjadi di dalam ?"
"Sepertinya ada seseorang yang telah menyerang Raja kita !"
"Aku sependapat denganmu. Sebaiknya kita segera bergegas menuju ke dalam untuk membantu Raja".
Ketiga prajurit itu segera masuk ke dalam kuil. Saat sampai di sana dia melihat seekor mahkluk yang terlihat seperti naga.
"Mahluk apa yang sedang dilawan oleh Raja kita ?" ucap salah satu prajurit dengan muka terkejut.
Mereka segera datang ke sang Raja untuk membantu melawan mahkluk yang besar itu.
"Raja Zhang !" teriak salah satu prajurit.
Raja Zhang melihat kalau para prajuritnya datang untuk membantu dirinya.
"Biarkan kami membantu anda untuk mengalahkan mahkluk itu". Ketiga prajurit itu langsung melancarkan serangan ke Velkhana. Tapi sayang serangan mereka tetap saja tidak berpengaruh.
"Dasar kalian para semut. Kalian tidak pantas menjadi lawanku". Suara Velkhana menggema di telinga ketiga prajurit itu.
__ADS_1
Velkhana langsung menyemburkan api dinginnya. Api Velkhana membuat ketiga prajurit itu mati membeku menjadi sebuah patung es. Tak berhenti disitu saja dampak api yang disemburkan Velkhana juga membuat sebagian kuil disana diselimuti oleh es.
'Dia langsung membuat ketiga prajurit elitku membeku ! Sepertinya aku tidak bisa bersaing dengan monster ini'. batin Raja Zhang.
Raja Zhang lalu mengalihkan pandangannya ke anak-anak perempuan. Dia lalu segera terbang menuju ke arah sekumpulan anak-anak perempuan yang tengah berada di tengah altar.
Han Chen yang menyadari akan pergerakan dari Raja Zhang, dia segera membuat pelindung yang melindungi anak-anak perempuan.
"Jangan berpikir kau bisa menyentuh sehelai rambut saja dari anak-anak ini !" ucap tegas Han Chen.
Han Chen memberi peringatan kepada Raja Zhang yang mecoba mencelakai anak-anak perempuan.
Raja Zhang mendecih karena rencananya sudah diketahui oleh bocah itu. Dia lalu mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan miliknya. Dia langsung mengalirkan elemen petir ke pedang miliknya. Dengan cepat Raja Zhang bersiap menusuk Han Chen.
Han Chen hanya mengangkat tangannya. Seketika tubuh Raja Zhang tidak bisa digerakkan. Aliran waktu di sekitarnya seperti berhenti dan membeku. Hanya tubuh Raja Zhang yang tidak dapat bergerak.
Anak-anak perempuan yang melihat itu menjadi takjub dengan kekuatan yang dimiliki oleh anak berambut putih itu. Hanya dengan menggerakkan tangannya maka dia mampu membuat Raja Zhang menjadi seperti patung.
'Jurus apa ini ? Tubuhku tidak bisa bergerak'. batinnya.
Raja Zhang langsung terbanting ke lantai. Darah keluar dari mulutnya karena sebagian tulang rusuknya patah dan mengenai organ dalamnya.
Han Chen memandang rendah Raja Zhang. "Kekuatan yang kau inginkan tidak seharusnya kau dapatkan dengan cara seperti ini. Apa kau tidak tahu, kau sudah terbutakan oleh keserakahanmu sendiri".
Raja Zhang masih tergeletak di lantai dia lalu menatap Han Chen. "Hahaha... seorang anak kecil ingin mecoba menasihatiku ? Memangnya apa kau tahu tentang diriku !?"
"Apa kau tahu kenapa seseorang penjahat bisa menjadi penjahat ? Semua orang sama saja. Mereka hanya memutuskan apa yang mereka lihat didepan mereka tanpa tahu akar dibaliknya".
"Dulu aku hanya seorang diri. Aku tidak mempunyai apa-apa. Tetapi ada seseorang yang datang dan menerimaku. Aku senang akhirnya aku mempunyai keluarga, tapi semua itu tidak berlangsung lama".
"Ketika aku kembali tepat didepan mataku aku melihat orang itu mati. Saat itulah aku bertekad untuk menjadi kuat. Aku membalaskan dendam dan membunuh orang yang telah membunuh keluargaku".
"Tetapi meskipun aku sudah membunuh orang itu. Ada beberapa orang yang mempunyai sifat sama yang terus bermunculan. Orang-orang seperti itu tidak ada habisnya meskipun aku telah membunuh satu per satu dari mereka".
"Disaat itulah aku tidak sengaja menemukan buku yang memberiku petunjuk. Dan karena buku itulah aku bisa menjadi Raja yang mengatur semua orang".
Raja Zhang menjelaskan kenapa dirinya berbuat seperti ini. Ia merasa muak dengan sifat manusia yang seperti itu.
"Hanya dengan kekuatan kau tidak bisa menghapus sifat manusia yang sudah alami terbentuk dalam diri mereka. Meskipun kau sudah menjadi seorang Raja, masih ada manusia yang tidak bisa kau tundukan hanya dengan kekuatan".
__ADS_1
Raja Zhang yang mendengar itu, ia segera membantah perkataan dari bocah didepannya. "Itu karena kekuatanku belum cukup untuk membuat mereka tunduk !"
Meskipun Han Chen sudah memberi petunjuk, tetap saja Raja Zhang tidak mau mendengarkan omongan darinya.
"Velkhana bunuh dia !" ucap Han Chen.
Velkhana langsung menyemburkan api putih setelah diperintahkan oleh tuannya. Api itu membakar Raja Zhang sampai menjadi abu.
Karena Raja Zhang sudah terbunuh. Pelindung yang melindungi anak-anak itu pun dihilangkan oleh Han Chen.
Su Yeri yang melihat kalau pelindung sudah tidak ada, ia segera menghampiri anak kecil berambut putih itu.
"Ee... m... "
Han Chen melihat kalau Su Yeri sedang merasa bingung setelah melihat kejadian tadi.
"Hai kak, apakah kakak baik-baik saja ?" tanya Han Chen sambil tersenyum.
Su Yeri yang mendengar itu ia lalu segera menjawab. "Ah aku baik-baik saja. Semua anak-anak juga tidak apa-apa. Itu semua berkat kamu yang sudah menyelamatkan kami".
Mendengar itu Han Chen merasa lega. "Aku senang kalau kalian baik-baik saja. Kalau begitu apakah kakak bisa mengantarkan semua anak-anak ini pulang ?"
"Bisa, karena ini juga kewajiban ku untuk mengantar mereka pulang dan mengembalikan mereka ke orang tua mereka masing-masing". jawab Su Yeri.
"Baguslah kalau begitu". ucap Han Chen.
Han Chen lalu melihat ke arah Velkhana. "Sekarang kamu bisa kembali".
Sambil menunduk, Velkhana menghilang dari sana dan kembali ke dunianya.
Han Chen lalu mengalihkan pandangannya ke sekumpulan anak-anak perempuan itu. Dia tengah mencari anak perempuan dari penguasa Kota Gouli.
"Nak bisakah kau mendekat" ucap Han Chen sambil menatap Xu Fei.
Cu Fei yang serasa dipanggil dia langsung berjalan mendekat ke arah Han Chen.
"Sekarang kakak bisa memulangkan anak-anak itu. Aku akan membawa anak ini, karena ada suatu urusan yang harus diselesaikan". ucap Han Chen kepada Su Yeri yang tengah memandangnya.
Han Chen langsung mengangkat Cu Fei dengan Qi-nya dan membawanya terbang.
__ADS_1