Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Melawan Lagiacrus


__ADS_3

Di pedalaman laut Han Chen melawan monster yang mirip dengan Anglerfish. Bedanya monster yang di dunia ini ukuranya sangat besar beda dengan Anglerfish yang ada di bumi. Monster ini memiliki banyak gigi yang besar dan tajam. Dia memiliki antena di kepalanya yang berguna untuk menyetrum monster lain agar bisa dia makan.


Membutuhkan usaha banyak untuk Han Chen membunuh monster itu. Han Chen memasukkan bola Qi ke mulut monster. Saat sampai di dalam mulutnya bola itu langsung meledak energi yang bisa menghancurkan tubuh monster itu dari dalam.


DUARR !!!


Monster itu meledak dengan tubuh yang sudah berserakan dimana-mana. "Sudah berapa lama aku berada di dalam lautan ini ? Sepertinya sudah saatnya aku untuk keluar, tapi sebelum itu aku ingin melawan monster besar yang aku lihat waktu dulu. Dengan kekuatan ku yang sekarang ada kemungkinan aku bisa unggul darinya !"


Han Chen segera mencari monster yang bernama Lagiacrus itu. Ia terus mencari sambil mengedarkan Qi-nya. Saat sudah ketemu Han Chen melihat bahwa monster itu sedang istirahat di atas batu karang yang besar.


"Hei monster jelek bangunlah !" ucap Han Chen.


Lagiacrus yang mendengar bahwa ada sesuatu yang sedang mengajaknya bicara, ia segera bangun dan melihat. "Makhluk bodoh mana yang berani mengganggu waktu tidurku !?" Lagiacrus melihat bahwa ada sosok kecil yang tengah menatapnya. Meskipun sosok itu kecil tapi sosok itu mengeluarkan aura yang sangat kuat yang mampu membuat Lagiacrus merasa waspada.


"Apa masalahmu ? Kenapa kau membangunkan ku ?" tanya Lagiacrus.


"Aku ingin bertarung denganmu. Bersiaplah aku tidak akan bersikap lunak !" Han Chen langsung melancarkan tebasan pedang yang mengandung Qi. Serangan itu langsung mengarah dengan cepat ke Lagiacrus.


Lagiacrus menembakkan laser air dari mulutnya untuk menghalau serangan dari Han Chen. "Aku tidak punya masalah denganmu kenapa kau langsung meyerangku begitu saja ?"


Han Chen tidak ingin menjawab pertanyaan dari Lagiacrus. Dia tetap melancarkan serangan ke Lagiacrus itu. Setiap serangan yang Han Chen keluarkan mampu memusnahkan beberapa gunung dalam sekejap. "Monster bodoh terimalah satu seranganku ini !"


Agar tidak merasa bosan. Han Chen sengaja iseng membentuk segel tangan setiap ia mencoba menggunakan serangan skala besar.


"Tengai Shinshe !"

__ADS_1


Dari atas terlihat sesuatu yang besar tengah membelah sebuah langit. Itu adalah sebuah batu meteor yan turun dari atas langit. Batu itu berukuran besar dengan magma api yang masih berkobar di batu itu.


Lagiacrus yang melihat itu, ia langsung siaga dan bersiap mengeluarkan serangan pamungkasnya. Untuk mengeluarkan serangan pamungkasnya Lagiacrus harus memakai seluruh energi yang ada di dalam tubuhnya.


Pancaran energi biru terlihat di mulut Lagiacrus. Energi itu terus dan terus berkumpul membentuk sebuah energi berwarna putih kebiruan. Lagiacrus menembakkan serangan laser dari mulutnya. Serangan itu mengarah cepat langsung ke bola meteor yang ada diatasnya.


Tubrukan antara serangan Han Chen dan Lagiacrus terjadi. Lagiacrus terus berusaha untuk menambah energi di dalam serangnya itu. Han Chen yang melihat usaha dari Lagiacrus, dia hanya tersenyum sambil menonton.


Serangan Lagiacrus menembus bola meteor Han Chen. Bola meteor itu kini pecah menjadi ukuran yang lebih kecil. Puing-puing meteor jatuh menghantam area sekitar dengan sangat kuat.


"Hahaha... hanya segitu kekuatanmu. Aku tidak percaya kau yang dijuluki raja lautan oleh mahluk sekitar hanya mempunyai kekutan segini saja !" ucap Han Chen sambil tertawa dan membentangkan kedua tangannya.


Lagiacrus saat ini dalam ke adaan lelah karena telah menggunakan sebagian besar energinya hanya untuk menghancurkan batu meteor tadi. 'Apa maksud tiba-tiba begini ? Apakah dia bermaksud ingin membunuhku ?' batin Lagiacrus.


'Tenanglah aku tidak bermaksud membunuhmu. Aku menunjukkan kekuatanku kepadamu karena aku ingin kau tunduk kepadaku dan mematuhi semua perintahku !" ucap Han Chen.


"Apa kau tahu mahkluk yang bernama Black Diablos ?" tanya Han Chen dengan nada dingin.


"Bukankah dia salah satu penguasa wilayah gurun ? Memangnya kenapa kau menanyakan itu kepadaku ?" tanya Lagiacrus.


"Aku sudah membekukan dia dengan es ku, jika kau tidak ingin menjadi sepertinya maka patuhilah aku dan anggap aku sebagai tuan mu !" Han Chen lalu mengambil tanduk Black Diablos yang ada di dalam Inventory-nya. Dia melemparkan tanduk itu ke Lagiacrus agar percaya bahwa yang ia katakan adalah kebenaran.


Lagiacrus yang melihat itu, ia langsung terkejut saat melihat tanduk dari Black Diablos dengan kedua matanya sendiri. "Baiklah aku akan menganggap mu sebagai tuanku mulai dari sekarang !"


"Aku tidak butuh sesuatu yang tidak pasti, yang aku mau adalah kepastian mutlak ! Mendekatlah !" ucap Han Chen.

__ADS_1


Lagiacrus tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Han Chen. Ia langsung mendekat saja karena tuannya menyuruhnya untuk mendekat.


Setelah Lagiacrus itu sampai di depan Han Chen. Ia langsung menggigit ibu jarinya dan meneteskan darahnya diatas kepala Lagiacrus sambil mengucapkan sebuah mantra. Saat darah Han Chen menyentuh kepala Lagiacrus. Seluruh tubuh Lagiacrus langsung bersinar menandakan kalau kontraknya sudah selesai.


"Apa itu tadi tadi tuan ?" Lagiacrus merasa kalau jiwanya terhubung dengan jiwa dari tuannya.


"Yang aku lakukan tadi adalah sebuah membuat kontrak. Sekarang kau sudah menjadi partner kontrakku. Tugasmu sekarang adalah menjaga wilayah laut ini ! Jika aku membutuhkanmu maka aku akan segera memanggilmu", ucap Han Chen.


"Baik tuan, kalau begitu saya undur diri dulu", ucap Lagiacrus.


"Mhm", ucap Han Chen.


Lagiacrus segera pergi ke lautan setelah meminta ijin dari tuannya.


"Baiklah sudah waktunya aku pergi ke wilayah lain". Han Chen langsung terbang ke arah selatan. Dia menghabiskan waktu tiga jam dengan terbang untuk sampai di wilayah daratan.


Disana ia melihat banyak pepohonan hijau yang tumbuh. Han Chen memutuskan berlari dari pada terbang, karena saat di daratan dengan banyak pohon yang tumbuh lebih menyenangkan jika melakukan perjalanan dengan berlari.


Tak butuh waktu lama bagi Han Chen untuk menemukan monster. Sekarang ia melihat monster yang mirip seperti serigala di hadapannya. Monster itu bergerombol dan mereka memiliki bulu berwarna merah.


"Apakah kemampuan mereka adalah api ? Karena jika monster memiliki warna merah kebanyakan dari mereka akan melakukan serangan yang mengeluarkan api", ucap Han Chen.


Han Chen melihat sekumpulan monster itu tengah mengepung satu ekor monster lain yang mirip dengan rusa. Monster yang tengah di kepung itu memiliki buku berwarna hijau dengan tumbuhan yang tumbuh di atas punggung monster itu.


"Menyerahlah dan jadi makanan kami ! Kau sudah tidak memiliki kesempatan untuk lari". Sang ketua dari monster serigala itu langsung menerkam dan menggigit leher rusa itu dengan sangat kuat. Rusa yang terkena gigitan langsung mati.

__ADS_1


Kumpulan monster serigala itu kini sedang mengerubungi rusa yang telah mati. Mereka semua memakan daging rusa dengan sangat lahap sampai hanya menyisakan tulang-tulangnya saja.


__ADS_2