
'Waow aku tak menyangka kalau temanku ini akan seberani ini. Sepertinya aku juga harus lebih berani agar tidak tertinggal olehnya', batin Luo Ji.
"Ruo Ning aku pinjam kakakmu sebentar ya ?", tanya Bai Long meminta ijin dari Ruo Ning.
"Asalkan jangan lama-lama. Kakak An semangat !!", ucap Ruo Ning sambil tersenyum memberi semangat ke kakaknya itu.
"Luo Ji aku tinggal dulu". Bai Long langsung menggandeng tangan Ruo An dan mengajaknya pergi dari sana.
"Ngomong-ngomong kenapa putri Mei terlihat seperti itu ?", tanya Luo Ji kepada Ruo Ning. Sedari tadi Luo Ji melihat putri Mei yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
"Aku tidak tahu. Entah kenapa setelah mendengar nama Han Chen di daftar peringkat ia langsung terburu-buru untuk kesini", jawab Ruo Ning.
"Putri Mei apa yang sedang kamu pikirkan ?", tanya Ruo Ning.
"Ah... aku sedang memikirkan orang yang ada di peringkat pertama itu". Putri Mei sedari tadi melamun sambil melihat papan batu yang ada didepannya, dan ia baru tersadar dari lamunannya setelah ditegur oleh Ruo Ning.
"Memangnya ada apa dengan orang itu ? Apakah putri mengenal orang yang bernama Han Chen itu ?", tanya Ruo Ning dengan sangat penasaran.
Putri Mei melihat sekeliling, terlihat banyak orang disekitarnya. "Lebih baik kita cari tempat yang agak nyaman karena disini terlalu berisik dan banyak orang !".
Mendengar saran dari sang putri Ruo Ning dan Luo Ji menyetujuinya. Mereka bertiga kini pergi dari sana untuk mencari tempat yang sekiranya nyaman untuk mengobrol.
Selain memiliki tempat untuk latihan para murid. Sekte Nui juga memiliki sebuah tempat yang cukup indah sebagai penyegar pikiran. Di sana Bai Long tengah berduaan dengan Ruo An di pinggir danau.
"Em... Bai Long kenapa kau membawa ku ketempat ini ?", tanya Ruo An.
"Mungkin karena tempatnya yang bagus dan cukup tenang. Selain itu aku juga ingin lebih dekat dan mengenal kamu", ucap Bai Long.
Suasana disana cukup tenang karena tidak banyak murid yang mengunjungi danau itu. Murid-murid lebih senang menghabiskan waktu untuk berlatih atau mengumpulkan sumber daya agar mereka dapat menjadi lebih kuat.
"Sebenarnya selama ini aku tidak mengerti apa artinya hidup. Yang aku tahu hidup adalah sebuah kebebasan bagi kita. Kita bebas memilih kehidupan seperti apa yang ingin kita lakukan. Karena itu aku hidup dengan berpetualang mencari tujuan hidupku", ucap Bai Long sambil menatap danau.
__ADS_1
"Bai Long bukankah kamu memiliki keluarga yang hidup denganmu ?", tanya Ruo Ning.
Bai Long memungut batu yang ada di pinggir danau lalu ia mainkan di telapak tangannya. "Keluargaku telah membuang ku karena aku tidak bisa berkultivasi kembali. Mereka merasa malu akan keberadaan ku yang menjadi aib bagi keluarga. Aneh ya.. aku yang merupakan anak mereka malah dibuang oleh orang tuaku sendiri". Bai Long lalu melemparkan batu itu ke danau. Batu yang ia lempar menghasilkan empat pantulan di danau itu.
"Kalau aku. Keluargaku tinggal di Kota Chuming. Kehidupan kami biasa-biasa saja. Saat mendengar kalau Sekte Nui membuka seleksi untuk murid baru aku dan adikku pergi untuk mengikuti seleksi itu. Ditengah jalan kami bertemu dengan bandit tapi kamu datang dan menolong kami. Aku merasa bahagia karena aku sudah bertemu denganmu", ucap Ruo An.
Bai Long langsung menoleh ke arah Ruo An. "Ruo An apakah kamu menyukaiku ?", tanya Bai Long.
Ruo An tersipu malu mendengar itu tapi ia memang menyukai Bai Long sejak ia menolongnya dari kobaran api. "Emm... aku menyukaimu".
Mendengar itu hati Bai Long langsung merasa senang, ia saat ini mendengar kalau gadis yang dicintainya juga menyukainya.
Disisi lain saat ini putri Mei , Ruo Ning, dan juga Luo Ji tengah duduk di taman. Mereka sedang mendengar penjelasan putri Mei tentang orang yang bernama Han Chen.
"Waktu itu saat berada di Lembah Jurang Kematian aku pernah dikejar oleh sekelompok pembunuh, disaat itu juga monster tingkat enam muncul di hadapanku. Aku merasa hidupku sudah tak lama lagi tapi tiba-tiba datang seorang pria yang menolongku dan itu adalah Han Chen. Aku tidak tahu bagaimana wajahnya karena saat itu dia tengah memakai sebuah topeng.
Pria itu lalu mengantarkan ku sampai aku bertemu dengan para prajurit istana. Aku ingin mengucapkan terimakasih tapi dia sudah menghilang dari hadapanku."
"Ayahku telah mencari siapa pelakunya dan pelakunya adalah salah satu mentri istana !", jawab Nan Mei.
"Kenapa mentri istana mengincar nyawa putri ?", tanya Ruo Ning.
"Katanya dia tidak ingin aku menjadi pewaris sehingga dia mengirim pembunuh untuk membunuhku", jawab Nan Mei.
'Apakah memang benar bahwa mentri istana yang melakukan semua ini. Kurasa ada yang janggal dari cerita si putri', pikir Luo Ji.
"Saat aku melihat nama orang yang menjadi penyelamatku di daftar peringkat. Aku pikir akhirnya aku memiliki kesempatan untuk menemuinya lagi dan mengucapkan terimakasih kepadanya", ucap Nan Mei dengan sangat bahagia.
"Tapi putri bukankah tadi anda bilang bahwa penyelamat anda memakai sebuah topeng, sehingga wajahnya tidak dapat dikenali", ucap Luo Ji.
"Memang aku tidak tahu seperti apa wajahnya, tapi aku tahu bagaimana ciri-cirinya", jawab Nan Mei.
__ADS_1
Sedangkan Ruo Ning tengah asik melihat ke arah lain. Luo Ji yang melihat Ruo Ning langsung terheran. " Ruo Ning apa yang tengah kamu lihat ?".
"Ah lihat bukankah itu Kak An dan Kak Long", ucap Ruo Ning sambil menunjuk ke arah sana. Di sana terlihat Bai Long yang tengah berduaan dengan Ruo An.
"Ruo An apakah kamu menyukaiku ?", tanya Bai Long.
"Em... aku menyukaimu", jawab Ruo An.
Bai Long langsung berlutut dan mengambil setangkai bunga mischanthus dari sakunya yang sebenarnya ia ambil dari Inventory-nya.
"Sebenarnya dari dulu aku juga menyukaimu. Ruo An maukah kamu menjadi pasangan kultivasiku ?". Han berlutut sambil memberikan bunga mischanthus kepada Ruo An.
'Apa dari mana bro Long mendapatkan mischanthus itu ? Apakah dari tadi dia sudah menyiapkannya ?', pikir Luo Ji.
Jantung Ruo An saat ini sedang berdegup dengan kencang. Saat ini hatinya juga merasa senang karena melihat orang yang disukainya menyatakan perasaan kepadanya dan ingin menjadi pasangan kultivasinya.
Ruo An mengambil mischanthus itu dengan perasaan yang bahagia. Ia tidak ingin berpikir dari mana Bai Long mendapatkan mischanthus ini. "Aku mau. Aku mau menjadi pasangan kultivasimu".
Bai Long langsung memeluk Ruo An dengan tangannya. Ruo juga membalas pelukan Bai Long dengan memeluknya juga. Saat ini dunia seperti menjadi miliki mereka berdua meskipun mereka tengah berada di dalam sekte.
Bai Long ingin mencium Ruo An tapi bibirnya langsung dihentikan oleh jari Ruo An. "Bukankah ini terlalu cepat ? Hatiku saat ini belum siap".
Bai Long hanya tersenyum mendengar pernyataan dari pasangannya ini. "Apa kamu ingat bahwa waktu itu aku mengajukan dua permohonan dan sekarang aku ingin menggunakan satu permohonan itu". Bai Long kemudian langsung mencium bibir Ruo An tanpa menunggu jawaban dari pasangannya. Bibir mereka saling menempel melekat seperti sebuah lem. Tubuh mereka memanas akibat ciuman yang tengah mereka lakukan.
Sedangkan tiga orang yang sedang mengintip merasa malu. Muka ketiga orang itu memerah karena tidak menduga akan kejadian didepannya.
'Betapa tidak tahu malunya mereka. Mereka berciuman di tempat umum begini !', batin putri Mei.
'Astaga kakak... !!', batin Ruo Ning sambil mengintip lewat celah jarinya.
"Hm... bro Long memang sangat berani. Kamu selamanya akan menjadi panutan ku', batin Luo Ji.
__ADS_1
Setelah selesai berciuman, dahi mereka kini saling bersentuhan. Nafas yang tidak teratur saling mereka rasakan dari keduanya. Saat ini tubuh dan kepala mereka terasa hangat seperti uap panas yang keluar dari jagung rebus.