Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Kembali Ke Dunia Kultivator


__ADS_3

Sudah Lima tahun Han Chen berada di dunia Monster. Dalam waktu lima tahun itu Han Chen sudah membuat kontrak dengan para penguasa yang ada di berbagai wilayah dunia monster.


Di wilayah bersalju Han Chen berhasil menundukkan sang naga es yang bisa juga disebut Velkhana. Monster itu sangat menjunjung tinggi harga dirinya sehingga memerlukan waktu lama untuk membuat Velkhana sepenuhnya patuh kepada Han Chen. Kemudian Han Chen membuat kontrak dengan Velkhana.


Di wilayah vulkanik Han Chen berhadapan dengan penguasa wilayah yang bernama Alatreon. Alatreon adalah monster naga api. Dia mampu menyemburkan api merah dengan jangkauan yang sangat luas. Han Chen juga membutuhkan usaha lebih untuk membuat Altreon sepenuhnya tunduk dan mau menjalin kontrak dengan Han Chen.


Sejauh perjalanannya yang telah ia lakukan di dunia monster selama waktu lima tahun. Kekuatan Han Chen sekarang berada di tahapan Jendral Dewa Perak. Sekarang ia tengah menunggu petir pembaptisan yang sudah ia tunda selama lima tahun.


"Aku yakin petir yang aku tunda dalam waktu lama ini akan sangat mengerikan. System beli lima pil penahan petir !" ucap Han Chen.


[Membeli lima pil penahan petir. Memotong Membeli 50.000 Ps]


Lima petir yang baru saja Han Beli dari system langsung muncul dan mengambang di udara. Pil petir itu berwarna ungu dengan aura yang murni keluar dari pil itu. Han Chen segera menelan kelima pil itu. Setelah itu ia langsung terbang tinggi ke angkasa agar tanah para monster ini tidak terkena sambaran dari petir yang akan menghantam Han Chen.


Kilatan Hitam mulai terlihat di atas kepala Han Chen. Dia menelan ludahnya saat melihat kilatan hitam yang ada di atasnya. Petir pertama mulai turun jatuh menghantam Han Chen dengan sangat kuat dan keras.


DUARR !!!


Petir yang menghantam Han Chen berwarna hitam pekat layaknya tinta yang tumpah berceceran diatas kertas yang putih. Tubuh Han Chen merasa terkoyak hanya dengan satu hantaman dari petir tadi.


"Kuahk.. !" Han Chen mulai mengeluarkan darah dari dalam mulutnya. Hantaman itu sungguh kuat sehingga membuat jiwanya bergetar.


Petir hitam itu terus berdatangan menghantam tubuh Han Chen terus. Para monster yang melihat peristiwa mengerikan yang terjadi diatas, mereka sangat takut sampai tubuh dan jiwa mereka ikut bergetar.


"Apa yang tengah terjadi diatas sana ?" ucap Gore Magala. Ia merasakan kalau temannya manusia tengah menghadapi sesuatu yang mengerikan.


Kali ini adalah petir terakhir yang harus Han Chen tahan.


DUARR !!!


"Akhirnya penderitaan ini telah berakhir ! Kuahk... System cepat sembuhkan aku !" ucap Han Chen.


[Memotong 10.000 Ps]


Seketika semua luka Han Chen. Ia sekarang merasa sehat. Tubuh dan kekuatannya juga meningkat karena sudah menerima pembaptisan. "System tampilkan profil milikku !" perintah Han Chen kepada System.


[Menampilkan profil Host]


[Profil :

__ADS_1


> Nama : Han Chen


> Gelar : Pemilik System


> Usia : 15 tahun


> Ranah : Jendral Dewa Perak


> Tubuh : Tubuh Dewa Naga (100%), Tubuh Dewa Phoenix (100%), Tubuh Elemen (100%), Tubuh Chaos (50%)


> Budidaya : Teknik Chaos


> Skill : Teknik Shi Ba Yaosi (30%), 12 Teknik Pedang(100%), Teknik Gerakan Cahaya (100%), Teknik Bayangan (100%), Teknik Soul Forging (100%)


> Job : Koki


> Senjata :Pedang Heise, Pedang Yanse, Panah Bulan, Belati Bayangan


> Artefak : -


> Inventory : Pil Qi, Pakaian Anbu, Topeng Rubah, Cermin. Kristal Spiritual


> Poin Pemahaman : 0 Pp


> Kekayaan : 85 Emas


> Shop ~


> Lokasi : Dunia Monster


> Upgrade : V.4 ]


"Baiklah sudah saatnya aku kembali ke dunia kultivator. Tapi sebelum itu aku harus mengenakan pakaian dulu. System Carikan pakaian yang cocok dengan ke tampananku ini !" ucap Han Chen.


[Memotong 5.000 Ps]


Seketika tubuh Han Chen langsung diselimuti oleh cahaya. Setelah cahaya itu hilang, terlihat Han Chen yang sudah mengenakan pakaian serba merah. Rambut Han Chen yang berwarna putih dan panjang sangat cocok dengan pakaian yang ia kenakan.


Han Chen langsung mengeluarkan cermin besar dari Inventory-nya. "Hm... tampan. Itu yang bisa kukatakan setelah melihat wajahku. Baiklah waktunya pergi. System bawa aku kembali ke dunia kultivator alam rendah !" ucap Han Chen sambil menyimpan kembali cerminnya.

__ADS_1


[Memotong 100.000 Ps]


Seketika cahaya putih menyelimutinya. Saat cahaya itu menghilang Han Chen juga ikut menghilang dari dunia monster.


Saat ini Han Chen tengah melewati lorong dimensi. Tidak butuh waktu lama sampai ia melihat sebuah cahaya yang terang dihadapannya.


Di dataran tinggi terlihat sebuah portal yang tiba-tiba muncul. Seorang pria keluar dari portal itu. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Han Chen. "Sudah lama aku tidak merasakan energi ini", ucap Han Chen.


Energi Qi yang ada di alam renda sangat tipis. Beda dengan kepadatan yang ada di dunia monster. Selain energi Qi dunia monster juga memiliki empat energi lain.


Han Chen segera menekan basis kultivasinya yang berada di tahap Jendral Dewa Perak menjadi di tahap Gold Core Satu. Ia mulai mengedarkan Qi-nya ke sekitar. Di penglihatannya ia melihat sebuah kota yang letaknya cukup dekat dari dirinya.


Han Chen segera berjalan menuju ke arah kota yang ia lihat di penglihatannya tadi. Han Chen lebih suka berjalan dari pada terbang . Dengan berjalan ia bisa menikmati pemandangan yang ada disana. Han Chen berjalan sambil di Sinaro oleh kehangatan matahari. Sehingga membuat perjalanan Han Chen menjadi nyaman.


Untuk sampai di kota terdekat dengan berjalan kaki Han Chen membutuhkan waktu satu jam. Sesampainya di depan pintu gerbang masuk kota Han Chen di hentikan oleh para penjaga kota.


"Berhenti tunjukkan tanda pengenal mu !" ucap penjaga gerbang.


"Aku tidak mempunyai-nya. Apakah aku boleh menggantinya dengan yang lain ?" ucap Han Chen.


"Kalau begitu kamu perlu membayar biaya masuk sebesar satu koin emas", ucap penjaga gerbang.


Han Chen segera merogoh kantong nya untuk mengambil satu koin emas dari system. Setelah itu Han Chen segera memberikan satu koin emas itu kepada penjaga gerbang. "Ini biaya masuknya".


"Baiklah kamu boleh masuk" ucap penjaga gerbang. Kedua penjaga gerbang itu berada di tahap Gold Core Lima.


Setelah membayar biayanya masuk. Han Chen segera memasuki kota. Di sana Han Chen banyak melihat para pedagang sedang menjual barang dagangan mereka. Para pedagang itu berteriak dengan keras bermaksud menarik perhatian dari orang-orang yang sedang berjalan.


Han Chen menghampiri salah satu pedagang yang sedang membakar daging untuk dijual. "Permisi berapa harga satu tusuk daging bakar ini ?"


"Harganya satu koin perak untuk satu tusuk", ucap pedagang yang sedang membakar daging itu.


"Baiklah aku beli tiga tusuk tolong siapkan !" ucap Han Chen sambil melihat daging bakarnya.


"Baik tuan tolong tunggu sebentar" pedagang itu segera menyiapkan daging bakar pesanan Han Chen.


"Ini daging bakarnya tuan", ucap pedagang sambil menyerahkan pesanan Han Chen.


Han Chen mengambil pesanannya dan segera memberikan satu koin emas ke pedagang itu. "Ambil saja kembaliannya !" ucap Han Chen.

__ADS_1


"Terimakasih tuan", ucap pedagang.


__ADS_2