Legenda Penguasa

Legenda Penguasa
Menolong Seorang Gadis


__ADS_3

Dalam perjalan masuk ke area yang lebih dalam untuk melakukan hunting. Han Chen tiba-tiba berhenti. Ia mendengar suara seseorang yang berteriak meminta tolong. "Hah...? Apakah aku mulai gila ? Sepertinya tadi aku mendengar suara seseorang yang berteriak meminta tolong", ucap Han Chen sambil menoleh ke arah sumber suara tadi.


Suara tadi berasal dari arah tenggara yang merupakan area tingkat 5. "Apa aku cek saja ya ? Siapa tau memang ada orang di area tingkat menengah ini", ucap Han Chen sambil mengelus dagunya yang belum tumbuh jenggot. Setelah membuat keputusan ia meloncat-loncat dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Han Chen pergi ke arah tenggara untuk mengecek suara yang ia dengar tadi.


Dan benar saja, sesampainya di sana ia melihat ada sekumpulan orang yang berada di area tingkat 5. Han Chen berdiri di atas batang pohon yang agak jauh dari lokasi mereka berada.


Di sana ia melihat seorang gadis yang berumur kisaran 16 tahun yang berada di ranah Fondation tingkat lima. Gadis itu sedang dipojokkan oleh sekelompok pembunuh yang berada di ranah Fondation tingkat tujuh. "Ha... Ha... Ha... apa kamu sudah gila ? tidak ada orang waras yang berani masuk ke area tingkat 5 ini......"


Entah kenapa saat mendengar pembunuh yang berbicara seperti itu Han Chen merasa kesal. 'Apa kamu kira aku bukan orang yang waras ?!' batin Han Chen sambil mengepalkan tangannya karena jengkel.


Namun kekesalan Han Chen teralihkan saat ia melihat monster tingkat enam yang bernama Beruang Hitam. 'Bukankah itu Beruang Hitam yang sudah aku berantas dua hari yang lalu. Ternyata masih ada satu ekor yang lolos' batinnya.


Han Chen melihat Beruang Hitam tengah mengarah ke lokasi para pembunuh. Seketika ia mulai tersenyum dengan bibir yang setengah terangkat. 'Hem.. Hem.. bukankah ini situasi yang selalu aku inginkan. Seorang gadis yang dalam bahaya karena nyawanya di incar oleh pembunuh dan tiba-tiba datang seekor monster yang membunuh pembunuh itu. Gadis itu yang mengira ia selamat dari para pembunuh tapi malah sebaliknya nyawanyalah yang kini berada ditangan monster itu..Dan tiba-tiba datang seorang pria misterius yang menyelamatkannya dengan cara yang sangat keren tentunya. Hem.. Hem... bukankah ini sekenario yang sangat bagus' batin Han Chen sambil mengangguk-angguk. 'Lagipula gadis itu cantik dan gunungnya juga cukup besar' Han Chen melihat postur tubuh gadis itu dengan tenang.


Kembali ke situasi si gadis.


Saat cakar dari beruang hampir diayunkan tiba-tiba terdengar suara lonceng yang begitu indah.


(Krincing)

__ADS_1


Han Chen melesat dengan cepat dan menebas kepala dari Beruang Hitam. (Slusshh) Dengan satu tebasan dari tekniknya kepala beruang itu jatuh ke tanah. "Apa kau tidak apa-apa ?" Han Chen bertanya sambil menoleh ke arah gadis itu.


Nan Mei masih terdiam mencerna situasi yang baru saja ia alami. Ia melamun sambil memandang ke arah seorang pria yang baru saja menolongnya.


"Hei kau, apa kau tidak apa-apa?", tanya Han Chen sekali lagi kepada gadis itu.


Nan Mei yang mendengar suara dari pria itu langsung tersadar dari lamunannya. "Uh... aku tidak apa-apa".


"Baguslah kalau begitu aku pergi dulu", ucap Han Chen sambil menyarungkan kembali pedangnya .


Nan Mei yang mendengar pria itu akan pergi, ia langsung menghentikannya. "Tunggu..", Nan Mei memanggil pria itu sambil mengangkat tangannya dan mencoba meraih tangan pria itu.


"Um... bisakah kamu mengantarku pulang aku khawatir kalau masih ada komplotan para pembunuh yang ingin membunuhku", ucap Nan Mei dengan gelisah sambil menatap wajah penyelamatnya yang di tutupi topeng rubah.


"Kenapa aku harus mengantarmu pulang ? Aku tidak mempunyai kewajiban untuk mengantarmu kan ?", ucap Han Chen dengan nada yang dingin.


Nan Mei yang mendengar jawaban dari pria itu langsung murung. Ia mulai mencari alasan agar pria itu dapat mengantarnya pulang sampai kerumahnya. "Kamu tau kan aku hanyalah seorang gadis yang berada di ranah Fondation tingkat lima. Dan lagi ada sekelompok pembunuh yang sedang mengincar nyawaku. Aku juga takut kalau ada monster tingkat enam yang tiba-tiba muncul di hadapanku. Apa kamu tega meninggalkan seorang gadis yang cantik dan lemah sepertiku sendirian di area tingkat menengah ini ?". Nan Mei memohon dengan nada yang sedih sambil mengusap-ngusap matanya.


'Aktingnya terlalu jelek. Aku bahkan tidak akan berakting selebay itu' batin Han Chen sambil memasang muka kecut. Karena wajahnya ditutupi sebuah topeng, gadis itu tidak tahu ekspresi apa yang tengah dibuat oleh Han Chen.

__ADS_1


"Aku hanya bisa mengantarmu sampai area tingkat satu saja, jika kamu menolak maka aku akan pergi", ucap Han Chen yang merasa bersalah sebab kemunculan Beruang Hitam adalah karena ulahnya sendiri. Waktu itu ia membantai kumpulan Beruang Hitam dan mengambil inti mereka agar Han Chen dapat membangkitkan elemen kegelapannya.


Nan Mei yang mendengar ucapan dari pria misterius itu langsung menyetujuinya. Ia tidak punya pilihan lain karena hari sudah mulai gelap dan dengan bersama pria misterius itu dirinya akan aman dari para pembunuh dan monster tingkat tinggi yang sewaktu-waktu muncul dihadapannya.


"Baiklah aku setuju denganmu".


Tanpa bicara Han Chen langsung berjalan menuju area tingkat satu dan meninggalkan gadis itu di belakangnya.


Nan Mei yang di tinggal merasa sedikit kesal karena pria misterius itu tidak mengatakan apapun dan langsung meninggalkannya. "Hei... tunggu, kenapa kamu main tinggal saja", ucap Nan Mei sambil menyusul ke arah pria misterius itu.


Mereka berdua berjalan untuk menuju area tingkat satu. Suasana di dalam lembah sangat mencekam karena hari sudah mulai malam. Banyak binatang buas yang mulai muncul untuk mencari makanan. Sesekali mereka bertemu binatang buas yang menghalangi jalan mereka berdua. Tapi sudah mengurusnya karena binatang itu tidak menjadi ancaman baginya.


Nan Mei kagum karena melihat pria dihadapannya menebas binatang buas dengan sangat mudah seperti menebas air. Sesekali Nan Mei mencoba berbicara dengan pria di depannya namun pria itu terus menghiraukan apa yang di ucapkan oleh Nan Mei.


Brukk...


"Hei kenapa kamu berhenti, bukankah area tingkat 1 masih jauh", Nan Mei menabrak punggung pria di depannya yang berhenti dengan tiba-tiba.


"Kita akan beristirahat di sini dan melanjutkan perjalanan besok pagi", ucap Han Chen karena merasa lelah. Sudah tujuh hari ia melakukan hunting terus menerus sehingga ia tidak memiliki waktu untuk beristirahat.

__ADS_1


'Apa...? Apa dia bercanda ? Di tengah lembah ini dia ingin beristirahat' batin Nan Mei yang tidak habis pikir bahwa pria di hadapannya akan seberani ini.


__ADS_2