Leilani Dan Tujuh Pangeran

Leilani Dan Tujuh Pangeran
Kita Putus Aja


__ADS_3

Semua orang heboh melihat Karin yang menampar Leilani secara membabi buta. Mereka mulai berbisik-bisik dan bergosip.


Sementara itu, Rosa yang sejak tadi ada di sana tersenyum senang melihatnya. Ia sangat senang melihat Leilani menderita.


"Dasar cewek gatel!! Bisanya godain cowok orang!!"


Plak


Lagi-lagi Karin kembali menampar wajah Leilani tanpa ada belas kasihan sama sekali.


Mengenai Leilani sendiri, ia sudah kebal dengan tamparan seperti ini. Tamparan Karin tidak seberapa menyakitkan jika dibandingkan dengan tamparan ibu kandung yang telah melahirkannya.


"Cewek murahan!"


"Dasar j*l*ng!"


Saat Karin sedang memaki-maki Leilani dengan kata-kata yang benar-benar tidak pantas, Candra datang.


Candra berjalan ke dalam kelas dengan wajah datar. Ia kemudian segera menarik Karin untuk keluar dari sana.


Karin berontak. Ia merasa tidak terima karena Candra menghentikannya.


"Lepas!!" bentak Karin.


Karin berbicara dengan sangat keras, membuat orang-orang yang ada di sekitar semakin memperhatikan mereka.


Sementara itu, di dalam kelas Leilani hanya bisa menundukkan kepala.


Semua orang bergosip dengan keras tentang dirinya.


Mereka sengaja mengeraskan suara mereka agar Leilani mendengarnya.


"Aku sedih banget. Kenapa dia gak pernah berubah?" kata Rosa pada Gina.


"Dia juga suka rebut cowok orang dari dulu?" ucap Gina tak percaya. "Dasar, cewek murahan! Dia pantes dipermaluin kayak barusan."


Rosa bersorak sorai dalam hati. Image Leilani semakin buruk, dan itu sangat bagus untuknya.


Restu masuk ke dalam kelas Leilani. Ia berjalan ke arah Leilani dan kemudian menariknya keluar dari sana.


"Ayo," ucap Restu lembut sambil menggenggam tangan Leilani.


Leilani menurut. Ia sudah tidak tahan berada di sini. Semua orang terus berkata buruk tentangnya. Mereka memberi sumpah serapah padanya. Tidak ada satu pun yang mempercayainya.


Orang-orang lagi-lagi bertambah iri pada Leilani.


"Gila!! Kayaknya dia godain semua anggota klubnya. Candra sampe selingkuh dari Karin, terus barusan Restu? Kalian liat? OMG. Bener-bener gak bisa dipercaya," ucap seorang siswi.


"Kayaknya dia pake pelet deh. Mustahil Candra sama Restu bisa suka kalo dia gak pake pelet. Cowok yang biasa aja pasti bakal mikir dua kali buat jadiin cewek itu pacarnya," timpal teman siswi itu.


Rosa mengepalkan tangannya di bawah meja. Marah? Tentu saja. Ia benci melihat Restu yang begitu peduli pada Leilani.

__ADS_1


Jika ada orang yang mendapat perhatian, harusnya dialah orangnya. Bukan Leilani. Rosa benci melihat Leilani mendapat perhatian orang-orang. Itulah yang ada di pikiran Rosa.


Restu menuntun Leilani menuju markas mereka. Ternyata, Candra juga membawa Karin ke sana.


Di dalam sana juga ada Hadyan, Bima, Kalevi dan Dimas. Mungkin mereka juga penasaran. Makanya mereka berkumpul di sana.


Karin terlihat emosi melihat kedatangan Leilani. Ia pun beranjak dari duduknya dan kemudian menjambak rambut Leilani dengan membabi buta.


Restu yang ada di samping Leilani berusaha melindunginya. Sementara itu, Candra dan yang lain berusaha menarik Karin agar melepaskan Leilani.


"Cukup, Rin," pinta Candra.


Karin tidak mendengarkan. Ia terus berusaha untuk menyakiti Leilani.


"Gue bilang cukup!!!" bentak Candra.


Semua orang yang ada di sana terkejut. Candra yang biasanya cengengesan tiba-tiba berubah menjadi orang yang menyeramkan.


Tadi, saat Candra sedang asyik main game komputernya, seseorang tiba-tiba datang dan memberitahu Candra tentang masalah Karin yang melabrak Leilani.


Wajah Candra yang awalnya ceria seketika berubah. Dan akhirnya, Candra pun langsung bergegas pergi menuju kelas Leilani.


Setelah mendengar bentakan Candra, akhirnya Karin pun melepaskan tangannya.


"Kalo lo masih mau jadi pacar gue, dengerin gue," ucap Candra dengan suara yang sudah normal kembali.


Tidak seperti biasanya, Hadyan maupun Kalevi tidak bercanda. Mereka tahu, situasinya sedang sangat serius.


Ditengah situasi tegang, datanglah Fadhil yang entah dari mana saja.


Mereka pun duduk di posisi mereka masing-masing.


Candra dan Karin duduk di sofa. Kalevi dan Hadyan duduk di atas meja. Dimas duduk di kursi. Sedangkan Bima, Restu, Fadhil dan juga Leilani duduk di bawah.


"Kunci pintu," titah Fadhil.


Leilani pun berdiri dan langsung mengunci pintu.


"Katakan apa masalahnya," titah Fadhil.


"Dia!" ujar Karin sambil menunjuk Leilani. "Dia godain Candra," ucap Karin emosi.


"Lo salah paham," gumam Candra.


"Salah paham?!" balas Karin dengan tatapan tak percaya. "Udah banyak buktinya!"


"Liat aja barusan. Kamu malah belain dia. Mana ada cowok yang lebih belain cewek lain daripada ceweknya sendiri," ujar Karin emosi.


"Bener" Hadyan ikut mengompori.


"Kamu denger? Mereka aja tau ini salah. Sebenernya siapa sih yang kamu cintain? Aku atau dia?!" tuntut Karin.

__ADS_1


"Lo salah paham, Rin," ucap Candra.


"Salah paham, salah paham! Gitu aja terus. Mana ada orang selingkuh mau ngaku," balas Karin.


"Jelasin! Kalo emang gak salah, jelasin sama Karin," titah Fadhil pada Leilani. "Kecuali kalo emang kalian berdua salah."


"Aku benar-benar bukan selingkuhan Candra," kata Leilani pada mereka semua.


"Halah! Jangan percaya. Penampilannya aja sok tertindas. Ternyata cewek penggoda," ujar Karin dengan nada tak suka.


"Stop. Apa ada buktinya?" tanya Fadhil lagi pada Karin.


"Bukti?" Karin tersenyum. "Makasih udah ingetin. Gue lupa kalo gue punya banyak bukti."


Candra dan Leilani mengerutkan keningnya. Bukti apa?


Karin merogoh saku roknya. Ia kemudian menunjukkan foto-foto dalam galeri handphonenya.


"Liat itu! Kurang bukti apa lagi, hah?!" ucap Karin emosi.


Fadhil mengambil ponsel itu, Hadyan dan Kalevi mendekat untuk melihatnya juga.


"Wah ... gila lu, Cand," ujar Kalevi setelah melihatnya.


Fadhil menatap tajam Leilani. "Buktinya jelas sekali," ucapnya.


Restu menatap Candra dan Leilani silih berganti.


"Jelas, kan?" ujar Karin penuh kemenangan.


"Jadi? Apa kalian bisa jelaskan foto-foto ini?" ucap Fadhil pada Candra dan juga Leilani.


Candra mengambil handphone itu dan kemudian melihat foto apa yang ada di sana. Ternyata itu adalah foto saat Candra mengantar Leilani pulang. Seseorang diam-diam memotret mereka.


Candra dan Leilani saling berpandangan.


"Pantes aja lo perhatian banget sama ketua. Lo emang ada rasa ternyata," ujar Kalevi.


Karin memelototkan matanya. "Kalian tau kalo mereka selingkuh? Terus kenapa gak bilang?!" protes Karin.


"Oke. Gue akuin. Itu foto emang asli. Tapi situasinya gak kayak yang ada dipikiran kalian," tutur Candra.


"Sekarang gue tanya, lo maunya gimana?" tanya Candra pada Karin.


"Aku mau cewek itu dikeluarin dari klub ini," jawab Karin.


Candra menganggukkan kepalanya. "Oke."


Karin tersenyum karena Candra masih menuruti keinginannya.


"Kita putus aja," lanjut Candra.

__ADS_1


Semua orang langsung membelalakkan matanya mendengar ucapan Candra.


***


__ADS_2