
Leilani masuk ke dalam ruangan klub spesial. Ia diberitahu oleh Hadyan bahwa Bima dan Kalevi terus bertengkar tanpa henti. Dan benar saja, saat Leilani datang ke sana, Bima dan Kalevi masih cekcok.
"Sudah," kata Leilani.
Bima dan Kalevi tidak mendengar. Mereka terus ribut tanpa memedulikan bahwa ada orang lain di sana selain mereka berdua.
Leilani yang melihat pertengkaran itu mulai berkaca-kaca. Leilani kembali menyalahkan dirinya sendiri. Jika bukan karena ide konyolnya, pasti Bima dan Kalevi tidak akan cekcok seperti ini.
Apa yang Leilani lakukan hanya memperburuk keadaan. Leilani benar-benar merasa semakin tidak berguna.
"Sudah, cukup. Aku minta maaf karena merepotkan kalian. Sudah cukup ..." ucap Leilani dengan suara lirih.
Leilani menundukkan kepala. Kenapa sebagai manusia ia tidak bisa berguna sekali ... saja.
Leilani pun akhirnya memutuskan untuk pergi saja dari sana. Toh, kehadirannya juga tidak ada gunanya di sana. Kehadirannya mungkin saja malah menambah masalah nantinya.
Menyadari kepergian Leilani, Bima dan Kalevi pun akhirnya berhenti. Bima dan Kalevi saling bertukar pandang setelah melihat kepergian Leilani.
Untuk beberapa saat, mereka berdua hanya diam saja. Sampai akhirnya, salah satu di antara mereka mulai bicara.
"Gimana kalo buat kali ini ... kita lupain dulu masalah kita berdua," ujar Kalevi pada Bima.
Bima sedikit menganggukkan kepalanya. "Oke. Gue setuju."
Kalevi mengangguk mengerti. "Jadi apa yang harus kita lakuin sekarang?" tanya Kalevi lagi.
Mereka berdua pun mulai merencanakan sesuatu untuk membantu Leilani mendapatkan hati Adam. Kali ini mereka benar-benar membuang jauh-jauh ego mereka berdua karena mereka iba pada Leilani yang saat ini sudah mereka anggap teman sendiri.
Mereka berdua juga akhirnya sepakat untuk tidak bertengkar selama mereka menjalankan misi ini.
***
Sudah empat hari berlalu. Bima dan Kalevi sudah mencari informasi tentang Adam. Mulai dari nomor HPnya, kesukaannya, dan lain sebagainya. Mereka berdua mengumpulkan informasi itu dengan berbagai cara.
Selama empat hari ini, para anggota klub merasakan perubahan diantara Kalevi dan Bima. Mereka berdua terlihat jarang bertengkar seperti sebelum-sebelumnya.
"Tumben lo berdua akur," sindir Candra.
Leilani yang juga menyadari hal itu tersenyum bahagia. Leilani berdo'a dalam hati, semoga saja ini adalah awal yang baik untuk Kalevi dan juga Bima.
"Nih, Mba Kun," kata Kalevi sambil menyerahkan selembar kertas dari saku celananya.
Itu adalah catatan mengenai segala sesuatu tentang Adam.
__ADS_1
Leilani membaca rentetan poin-poinnya. Ia langsung tersenyum saat membacanya.
Melihat senyuman itu, Kalevi dan Bima pun merasa lega. Sebelumnya, mereka sangat merasa bersalah karena membuat Leilani sedih dengan pertengkaran mereka.
"Makasih ya," kata Leilani tulus.
Kalevi tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya.
"Apaan tuh?" tanya Candra penasaran.
Candra pun langsung mengambil kertas itu dari tangan Leilani.
Memang, di klub ini hanya Candra dan juga Dimas yang tidak tahu menahu tentang misi rahasia mereka. Karena kebetulan, Candra dan Dimas sedang tidak ada di sana saat mereka merencanakan semuanya.
"Nama : Adam Rosadi"
"Umur : 18 Tahun"
"Pacar : Gak ada"
"Makanan favorit : ayam bakar"
"No telpon : *** *** *** ***"
"Ini maksudnya apaan?" tanya Candra dengan wajah curiga.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Candra. "Apaan maksudnya?" tanya Candra sekali lagi.
"Mereka mau bantuin Lani buat jadian sama Adam," jawab Restu akhirnya.
"Hah?!" pekik Candra. Candra terkejut bukan main setelah mendengarnya.
"Kenapa lo kaget gitu? Bukannya lo sendiri yang ngerestuin Lani sama si Adam daripada sama kita-kita?" tutur Kalevi.
Candra tidak bisa berkata-kata. Waktu itu dia membangga-banggakan Adam hanya karena ia tidak ingin para anggota klub mendekati sepupunya. Tapi kenapa malah seperti ini jadinya?
"Kalian gila?!" ujar Candra sambil sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Dah lah. Gue lagi males ribut. Intinya ... kalo kalian mau dukung si Mba Kun ... kalian tinggal dateng aja. Nanti hari sabtu rencannya si Mba Kun mau ngungkapin perasaannya sama si Adam. Kalo kalian gak mau nganter si Mba Kun, ya gak papa. Biar gue sama si Bima yang anter dia," tutur Kalevi panjang lebar.
"Kalian juga ikut ya. Biar aku lebih berani," pinta Leilani pada Restu dan juga Candra.
Candra yang mendengar itu dari mulut Leilani, seketika langsung kehabisan kata. Ia tidak mampu lagi bicara. Jika ia keukeuh menentangnya, maka Leilani pasti akan sedih. Dan itu bukan kemauan Candra. Candra juga ingin sepupu kesayangannya ini bahagia.
__ADS_1
***
Inilah harinya. Hari dimana Leilani akan mengungkapkan perasaannya terhadap Adam.
Bima dan Kalevi mengatur lokasi tempat bertemunya Leilani dengan Adam. Mereka berdua memilih taman belakang, supaya tidak banyak orang yang memperhatikan Leilani dan Adam nantinya
Sementara itu, Bima dan juga Kalevi berjaga-jaga di sekitaran sana. Takutnya ada orang yang memergoki Leilani dan Adam.
Kalau itu sampai terjadi, bisa-bisa usaha mereka selama ini akan menjadi sia-sia.
Begitupun dengan Hadyan. Hadyan ikut berjaga-jaga bersama dengan Restu juga.
Sementara itu, Candra yang penasaran pada akhirnya datang juga ke sana.
"Ka Adam," seru Leilani pada Adam yang berdiri di hadapannya.
"Ada apa? Kenapa lo ngajak gue ketemuan di sini?" tanya Adam kebingungan.
Leilani mulai gugup. Dia *******-***** tangannya sendiri.
"Ini untuk Kak Adam," kata Leilani sambil menyerahkan sebuah kotak bekal pada Adam.
Adam pun langsung menerimanya. "Apa ini?" tanya Adam sambil membuka kotak bekalnya.
Ternyata isinya adalah makanan kesukaan Adam. Adam langsung tersenyum senang setelah melihatnya. "Ini kesukaan gue. Siapa yang nyuruh lo ngasih ini ke gue?" tanya Adam lagi.
Leilani tersenyum kecil. Sepertinya Adam menyukai masakan pemberiannya. "Itu ... tidak ada yang menyuruh. Aku memang sengaja membuatkan itu untuk Kak Adam," tutur Leilani.
Mendengar jawaban Leilani, Adam pun menjadi bingung dibuatnya. "Kenapa?"
Leilani sedikit ragu untuk menyampaikan isi hatinya. Akan tetapi, teman-temannya yang mengantar Leilani memberikan keberanian tersendiri untuknya.
"Aku menyukai Kak Adam," kata Leilani dengan suara pelan, namun masih terdengar jelas di telinga Adam.
Leilani sedikit khawatir. Sepertinya Adam terkejut dengan pengakuannya yang tiba-tiba. Terlebih, ini adalah pertama kalinya mereka berdua mengobrol seperti saat ini.
"Anj*r lah!! Apa maksudnya hah?!" bentak Adam sambil melemparkan kotak bekal pemberian Leilani.
Leilani dan semua yang mengantar Leilani terkejut bukan main dengan respon Adam. Bagaimana tidak? Adam kelihatan sangat sangat marah setelah ia mendengar pengakuan dari Leilani bahwa Leilani menyukainya.
Apa yang salah disini? Kenapa Adam memberikan respon seperti itu pada Leilani? Semua orang mulai bertanya-tanya dalam benaknya.
***
__ADS_1