Leilani Dan Tujuh Pangeran

Leilani Dan Tujuh Pangeran
Berkenalan


__ADS_3

"Ly," seru mama Candra.


Sekarang, bakso mereka sudah habis. Mama Candra habis dua bungkus sekaligus.


Kalau saja papa Candra tidak pulang barusan, mungkin mama Candra akan menghabiskan semuanya.


Sayangnya, papa Candra pulang lebih awal hari ini. Lebih tepatnya, papa Candra pulang terlebih dahulu untuk mengambil sesuatu dari rumah. Dan kemudian pergi lagi ke tempat kerjanya.


"Iya. Ada apa, Tante?"


"Temenin tante yuk," kata mama Candra.


"Kemana?"


"Ke salon. Udah lama tante gak ke salon. Gak seru kalo cuma sendiri. Sekalian kita jalan-jalan," kata mama Candra.


"Ayo," balas Leilani ringan.


Mama Candra pun tersenyum mendengar jawaban Leilani. Sekalian temenin tante makan malem ya," pinta mama Candra.


"Ayo," jawab Leilani. "Tapi tumben makan di luar. Bukannya Tante lebih suka makan di rumah sama Om sama Candra?" tanya Leilani heran.


Mama Candra tersenyum. "Iya. Tapi temen tante ngajak makan malem di luar. Gak enak kalo nolak. Tadinya sih tante mau ngajak Candra. Tapi kayaknya dia gak bakal mau juga. Ya udah sama kamu aja."


"Oh ... gitu. Tapi aku nyuci dulu ya, Tan. Soalnya ada baju sekolah juga yang belum aku cuci kemarin."


"Itu mah biar bibi aja yang nyuci. Kamu siap-siap aja buat pergi. Oke?" balas mama Candra.


"Ya udah deh." Leilani pun akhirnya menyetujuinya.


***


Kini, Leilani dan tantenya sudah sampai di salon langganan mama Candra. Awalnya Leilani berniat untuk menunggu tantenya saja. Tapi tantenya memaksa Leilani untuk melakukan perawatan juga.


Karena nanti malam Leilani akan menemani tantenya makan malam, jadi Leilani tidak ingin membuat malu tantenya. Makanya Leilani menurut saja.


"Akhirnya selsai juga," ujar mama Candra setelah mereka berdua selesai melakukan perawatan. "Ayo, sekarang kita jalan-jalan."


Leilani mengangguk. Ia menjadi anak penurut hari ini. Mereka berdua bergandengan tangan. Orang-orang yang melihat mereka pasti akan menyangka bahwa mereka adalah adik kakak.


Mama Candra awet muda. Meski sudah punya anak remaja, tapi kecantikan mama Candra tidak pudar dimakan usia.


Mama Candra membawa Leilani untuk berbelanja. Mama Candra membelikan banyak sekali barang hanya untuk Leilani saja.


Mulai dari perlengkapan sekolah, sampai ponsel baru pun dibelikan hanya untuk Leilani saja.

__ADS_1


"Tante, kenapa sebanyak ini?" tanya Leilani.


Mama Candra tertawa. "Sudah lama tante gak beliin apa-apa untuk kamu. Jadi sekarang kita puas-puasin belanja. Oke oke? "


Leilani sebenarnya sudah tidak kaget lagi dengan hal seperti ini. Tantenya sejak dulu memang senang sekali membelikan barang-barang untuk Leilani. Apalagi pakaian. Mama Candra memang senang mendadani anak perempuan.


Sekarang, Leilani sedang mencoba pakaian untuk dipakai malam ini. Selama seminggu ini, Leilani memakai baju milik Candra di rumah. Karena Leilani tidak membawa sehelai pakaian pun dari rumahnya.


Selain itu, mama Candra juga memberikan pakaiannya yang muat untuk Leilani karena mama Candra belum ada waktu untuk pergi berbelanja dengan Leilani.


"Ya ampun. Manisnya," puji mama Candra yang melihat Leilani sudah mengganti pakaiannya.


Leilani hanya tersenyum mendengar pujian dari tantenya.


Mereka berdua pun segera pergi menuju tempat makan malam mereka yang tidak terlalu jauh dari sana.


Sepuluh menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai ke tempat tujuan. Mereka tiba di salah satu restoran yang cukup terkenal di sana.


Ternyata teman mama Candra belum ada. Mereka berdua pun duduk dan menunggu teman mama Candra di meja yang telah mama Candra pesan sebelumnya.


"Katanya bentar lagi teman tante datang," kata mama Candra.


Leilani hanya menganggukkan kepala. Ia kemudian melihat-lihat menu yang ada di sana.


Leilani merasa senang, ada menu favoritnya di sana. Sudah lama Leilani tidak bisa merasakannya. Terakhir kali Leilani memakannya saat sang ayah tiri diam-diam membelikannya.


"Fina!" seru seorang wanita yang kelihatannya seumuran dengan mama Candra.


Mama Candra yang dipanggil pun langsung membalas sapaan wanita tersebut.


"Ayu!!" balas bu Fina sambil tersenyum senang karena akhirnya teman yang ia tunggu sudah datang.


Leilani yang sedang asyik memilih menu pun akhirnya mengalihkan perhatiannya pada teman sang tante.


Leilani sedikit terkejut ketika melihat seorang pemuda yang datang bersama dengan teman tantenya.


'Loh? Kalevi,' batin Leilani.


Bu ayu dan Kalevi pun bergabung bersama bu Fina dan Leilani.


'Apa jangan-jangan Kalevi ini anaknya teman tante Fina yang Tante Fina ceritakan tadi?' Leilani menerka-nerka dalam benaknya.


"Senengnya, kita bisa ketemuan lagi. Udah lama rasanya," kata bu Ayu yang terlihat sangat senang dengan pertemuan mereka.


"Lama apanya kamu ini, Yu. Orang dua minggu lalu kita ketemu," balas bu Fina sambil terkekeh.

__ADS_1


Bu Ayu tertawa mendengar ucapan bu Fina. "Dua minggu itu kan setengah bulan. Jadi udah bisa dibilang lama lah ya."


Leilani ikut tertawa mendengar candaan dua wanita ini. Leilani memperhatikan bu Fina dan bu Ayu. Seandainya saja ia juga punya teman akrab seperti mereka. Pasti akan sangat menyenangkan.


Bu Ayu beralih pada Leilani. "Fin. Ini ... siapa? calon mantu ya?" tanya bu Ayu dengan wajah penasaran.


Setau bu Ayu, anak bu Fina hanya satu, yaitu Candra. Tidak ada lagi selain dia.


"Bukan lah. Ini ponakan aku. Aku sengaja ngajak dia, solanya Candra lagi main sama temennya," jawab bu Fina.


"Halo, Tante. Salam kenal. Saya keponakan tante Fina," sapa Leilani ramah.


Bu Ayu tersenyum. "Salam kenal juga. Kamu masih sekolah?" tanya bu Ayu.


Leilani menganggukkan kepala. "Iya, Tante.


"Dia sekolah di SMA Mandiri juga, sama kaya Levi dan Candra," timpal bu Fina.


"Oh, ya?" kata Kalevi dengan ekspresi sedikit terkejut.


Leilani mengerutkan keningnya. 'Kalevi ini apa-apaan? Kenapa ekspresinya seperti itu? Dia pasti sedang berpura-pura tidak mengenal aku. Apa dia semalu itu mengakui kalau dia kenal aku?'


"Iya," jawab bu Fina meyakinkan Kalevi.


"Kelas berapa? Kok kayaknya kita belum pernah bertemu ya?" tanya Kalevi pada Leilani dengan nada sopan.


"Kelas 10 A," jawab Leilani.


Kalevi kelihatan masih bingung.


"Gak papa. Murid di sana kan emang banyak. Kalian baru di tahun pertama juga kan. Jadi wajar aja kalo masih belum kenal," kata bu Fina.


"Iya, benar kata tante Fina. Ya udah, kalian kenalan aja sekarang," kata bu Ayu.


Kalevi pun mengangguk sambil tersenyum. Ia kemudian mengulurkan tangannya pada Leilani untuk berkenalan.


Leilani pun pasrah. Ia akan mengikuti skenario Kalevi yang berpura-pura bahwa mereka memang belum saling kenal sebelumnya.


Leilani pun membalas uluran tangan Kalevi.


"Kalevi," kata Kalevi memperkenalkan diri.


"Leilani," balas Leilani.


Kalevi tersenyum mendengarnya. Namun sepersekian detik kemudian, Kalevi membulatkan matanya.

__ADS_1


"Leilani?!" ulang Kalevi dengan ekspresi tak percaya.


***


__ADS_2