
Leilani disembunyikan di klub spesial ditemani oleh Candra. Bisa heboh kalau orang tahu masalah ini. Leilani pasti akan jadi bahan gosip lagi.
Leilani pun menceritakan semuanya pada Candra tanpa ada yang ia tutup-tutupi lagi seperti sebelumnya.
"Keputusan lo tepat. Tinggal di rumah gue aja," ujar Candra.
Keluarga Candra menyambut Leilani dengan hangat. Mereka memperlakukan Leilani bagai tuan putri. Leilani sangat beruntung memiliki mereka.
Mereka sudah tidak kaget lagi dengan keadaan Leilani yang seperti ini.
Leilani disuruh istirahat selama satu minggu untuk memulihkan keadaannya. Minggu depan ada ulangan tengah semester. Leilani harus menyiapkan kondisi fisik dan mentalnya.
Ketidakhadiran Leilani bukannya menghilangkan rasa benci di hati Rosa, justru hal itu membuat Rosa semakin dengki padanya.
Rosa melihat Leilani yang terlihat lebih ceria. Auranya sangat berbeda.
Hari ini, adalah hari dimana mereka akan melakukan UTS. Seperti biasa, Leilani akan dengan sengaja mengosongkan beberapa butir jawabannya. la tidak mau mendapat nilai besar nantinya.
Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Ada satu soal sulit, dimana Leilani berhasil mengerjakannya. Ia kira itu termasuk mudah bagi yang lain juga, ternyata cukup susah.
Bu Anjani—guru matematika langsung mengumumkan hasil ujian di hari yang sama.
Fadhil tetap menempati posisi pertama. Sedangkan posisi terakhir diisi oleh Alika.
"Ada satu hal lagi yang ingin ibu selesaikan di sini," ujar bu Anjani dengan wajah galaknya.
"Lani!! Maju kedepan!!" pinta bu Anjani dengan wajah menyeramkan.
"Angkat kaki! Jewer telinga," titahnya.
Leilani pun menurut saja.
"Kalian! Lihatlah dia. Ibu memang menyuruh kalian mendapat nilai bagus. Tapi bukan dengan cara mencontek!!" sentak bu Anjani.
"Haaah? Mencontek?"
"Aku dengar, di sekolah lama dia juga terjerat skandal seperti ini."
Orang-orang kembali bergosip ria.
"Nilai kamu, nol!!" putus bu Anjani. "Kemungkinan kamu akan tinggal kelas tahun ini."
Leilani kelihatan terkejut. Ia disuruh meningkatkan nilai, makanya ia menulis jawaban separuh benar. Tapi kenapa jadi seperti ini.
"Huuuhhh."
Semua orang menyoraki Leilani untuk mempermalukannya. Mereka juga bertepuk tangan puas dengan keputusan bu Anjani.
Tiba-tiba, Fadhil mengangkat tangannya. "Bu," seru Fadhil."Darimana ibu tau Leilani mencontek?" tanya Fadhil.
"Mudah saja. Ibu menaruh satu soal sulit di sini. Dan hanya tiga orang yang benar. Pasti dia mencontek dari salah satunya," tutur bu Anjani menjelaskan prasangkanya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau Leilani terbukti tidak bersalah?" ujar Fadhil, membuat semua orang yang ada di sana terkejut dibuatnya.
"SiaI! Selalu aja ada yang belain dia," gumam Rosa.
"Tidak mungkin. Lagian, bagaimana cara membuktikannya? Kamu tau sendiri, kalau ada tugas dia selalu salah. Dia bahkan tidak mengerti dasar-dasarnya," tanya bu Anjani.
Leilani menatap Fadhil dengan tatapan tidak mengerti.
"Bagaimana kalau Ibu tes saja mereka. Beri soal pada mereka berdua," usul Fadhil.
"Tidak, Bu. Saya tidak bisa. Saya minta maaf. Saya memang mencontek dari Indri," bohong Leilani.
Indri adalah orang yang duduk di depan Leilani.
"Kita tes," ujar bu Anjani.
Leilani dan Indri panik. Mereka tidak mau melakukannya.
Di depan kelas, Leilani dan Indri saling bersebelahan. Mereka diberi dua soal yang berbeda dengan tipe yang sama.
Tangan Leilani bergetar hebat. Ia mulai terisak dan meneteskan air mata. "Maaf, Bu ...."
Orang-orang yang ada di sana terkejut karena mendengar tangisan Leilani.
Sementara itu, Indri juga tidak bisa mengerjakan soalnya. Ia jadi bingung sendiri.
"Kamu lihat! Bahkan menggenggam spidol saja dia gemetaran. Dia pasti gugup karena kesalahannya," tutur bu Anjani.
Rosa tersenyum bahagia. Leilani pasti sedang merasakan trauma. Leilani pernah tertimpa masalah seperti ini sewaktu mereka duduk di bangku SMP.
"Mungkin saja Indri lebih mudah mencerna soal sulit daripada soal mudah. Dia tidak begitu jelek dalam matematika. Setidaknya dasar-dasarnya," tutur bu Rika.
“Indri, Lani! Silakan duduk kembali," titah bu Anjani.
Leilani mulai lega. Kejadian dulu tidak terulang lagi. Kejadian dulu adalah salah satu pengalaman terburuk baginya. Dia sampai menghilangkan satu nyawa.
Indri melihat Leilani dengan tatapan tak terbaca. Tapi dia juga tidak berkata apa-apa.
"Tapi Fadhil. Kenapa kamu sangat percaya pada Leilani? Kamu pasti punya alasan," ujar bu Anjani sedikit penasaran.
"Mungkin karena mereka satu klub, Bu. Jadi mereka saling bantu dalam kecurangan," celetuk Gina.
Mendengar kata klub, Fadhil jadi teringat sesuatu.
"Benar itu, Fadhil?" tanya bu Anjani.
"Tunggu, Bu. Sepertinya saya punya bukti," ujar Fadhil.
Bukti?
Semua orang bertanya-tanya kira-kira apa buktinya.
Leilani membulatkan mata. 'Tidak. Bukti apa?'
__ADS_1
Fadhil merogoh tas hitam miliknya. Ia kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.
Leilani mengenali barang yang Fadhil keluarkan. Itu adalah buku miliknya yang hilang. Di dalamnya terdapat coretan-coretan.
Leilani menatap Fadhil dengan tatapan bertanya. Bagaimana bisa?
Fadhil pun berjalan menuju bu Anjani dan kemudian menyerahkannya.
"Ini buktinya, Bu," kata Fadhil.
Bu Anjani membuka lembar demi lembar. Semuanya sempurna. Itu adalah soal-soal yang cukup sulit. Mungkin hanya beberapa orang yang bisa mengerjakannya.
"Coba Ibu samakan tulisannya dengan kertas ujian milik Leilani," kata Fadhil.
Leilani mulai gemetaran lagi. Matanya mulai berkaca-kaca kembali.
"Selain itu ... saya juga pernah mengikuti suatu perlombaan di tingkat SMP. Kami menempati posisi satu dan dua," tutur Fadhil.
Orang-orang di kelas terkejut bukan main. Mereka menatap Leilani dengan tatapan yang bermacam-macam.
"Makanya saya heran, kenapa di SMA dia menjadi sangat bodoh," Fadhil mengungkapkan uneg-unegnya.
"Lani!" seru bu Anjani.
Leilani yang sudah tidak tahan lagi langsung pingsan di sana.
Semua orang langsung panik. Terutama bu Anjani dan Fadhil.
"Bawa ke UKS!" titah bu Anjani.
Tidak ada yang mau mengangkat Leilani. Mereka hanya diam di kursi.
Dengan cekatan, Fadhil pun langsung membopong Leilani menuju UKS.
"Nanti kita lanjutkan masalah ini, Indri," ujar bu Anjani sambil mengikuti Fadhil.
"Ya ela. Lebay amat. Cuma masalah gitu aja," Hardik Gina yang tetap tidak suka pada Leilani.
Sekolah kembali dibuat heboh lagi. Pasalnya, para murid melihat Fadhil membopong Leilani. Mereka penasaran dibuatnya.
Para siswi semakin iri, lagi dan lagi. Siapa orang yang akan dipedulikan oleh Fadhil seperti Fadhil memedulikan Leilani?
Keenam anggota lainnya bersama pak Bayu dan bu Rika langsung pergi ke UKS untuk melihat keadaan Leilani.
Candra duduk di sampingnya. Ia sangat khawatir pada sepupunya.
"Kenapa dia bisa gini?" tanya Candra pada Fadhil.
Fadhil pun mulai menceritakan kronologinya.
"Bego!!" maki Candra pada Fadhil.
"Emang kenapa?" tanya bu Anjani yang penasaran juga.
__ADS_1
"Lani pernah ngalamin kejadian serupa pas kelas dua SMP. Hampir sama kejadiannya. Bedanya, Leilani gak bohong waktu itu. Dia bilang, emang temannya yang nyontek. Dan Lani terbukti gak bersalah. Abis kejadian itu, temen deket Lani bunuh diri. Dari situ Lani jadi taruma nunjukin kecerdasannya," tutur Candra panjang lebar.
***