
"Lo mau jadi pacar gue?" tanya Adam dengan tatapan marah.
Leilani hanya diam dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Ia tidak menyangka kalau apa yang ia lakukan akan membuat Adam semarah ini padanya.
"A-aku tidak berniat begitu," bantah Leilani. "Aku hanya—"
Perkataan Leilani langsung dipotong oleh Adam. "Aku hanya apa?! Lo pikir gue cowok apa?! Lo pikir gue serendah apa?! Sampe-sampe lo pikir kalo gue bakalan mau jadi pacar lo, hah?!"
Kalevi yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua sudah berada di puncak emosi. Rasanya ingin sekali Kalevi menghajar Adam sekarang juga. Bisa-bisanya Adam bersikap seperti itu pada Leilani.
"Hmmpp!!!"
Kalevi yang hendak melabrak Adam langsung ditahan oleh Bima dan juga Restu. Mereka menahan Kalevi kuat-kuat sambil membekap mulut Kalevi agar Kalevi tidak mengeluarkan suara.
"Diem, b*go!! Lo pikir ... kalo lo ngehajar Adam, si ketua bakal seneng? Enggak!! Dia gak bakal seneng. Justru sebaliknya. Dia bakalan sedih kayak waktu liat kita berdua ribut. Lo udah lupa? Lo lupa waktu dia malah nyalahin dirinya sendiri gara-gara masalah kita? Lo mau dia kayak gitu lagi?" tutur Bima dengan suara yang dibuat sepelan mungkin agar tidak ada orang lain yang mendengarnya selain mereka.
Mendengar perkataan Bima membuat emosi Kalevi sedikit mereda. Kalevi tidak lagi meronta-ronta. Dan pada akhirnya, Bima dan Restu pun melepaskan Kalevi.
Kalevi pun hanya bisa menatap iba pada Leilani—gadis yang saat ini sedang mencuri hatinya. Bisa-bisanya Adam malah menyakitinya.
"Maaf," kata Leilani pelan sambil menundukkan kepala.
Adam mendengus tak suka. "Coba lo pikir! Kalau cowok pecundang kayak gue pacaran sama cewek cupu kayak lo ... apa kata dunia?! Mereka pasti nertawain kita! Lo mau kayak gitu hah?! Udah cukup gue direndahin sama mereka!! Gue gak mau makin direndahin lagi," tutur Adam masih dengan wajah kesalnya.
"Maaf." Sekali lagi Leilani meminta maaf.
Adam kembali membuka suara. "Gue emang pecundang ... tapi gue juga punya selera. Asal lo tau aja ... ada cewek yang suka sama gue. Dan cewek itu jauh ada di atas lo. Jadi jangan pernah mimpi kalo gue bakal mau jadi pacar lo. Pas gue tau ada cewek cantik yang suka sama gue, gue jadi sadar kalo gue gak serendah itu," tutur Adam panjang lebar sambil menunjukkan senyuman meremehkan di akhir kalimatnya.
Leilani menggelengkan kepalanya. "Aku tidak pernah menganggap Kak Adam rendah," kata Leilani.
"Tapi dengan lo bilang suka sama gue ... artinya lo ngerendahin gue," balas Adam dengan tatapan tajam.
Adam melihat Leilani dari atas sampai bawah dengan tatapan meremehkan. "Mulai sekarang ... jangan sukain gue lagi. Karena gue gak akan pernah mungkin suka sama lo. Kita udah gak selevel lagi. Level gue sekarang udah jauh lebih tinggi. Inget itu."
Setelah mengatakan itu, Adam pun langsung pergi. Saat Adam hendak pergi, tidak lupa Adam mendorong bahu Leilani.
__ADS_1
Seperginya Adam dari sana, muncullah Rosa yang entah darimana datangnya.
"Hahahaha," Rosa tertawa puas sambil mendekat pada Leilani.
Para anggota klub yang hendak menghampiri Leilani seketika mengurungkan niatnya. Mereka ingin melihat dulu apa yang akan dilakukan oleh Rosa.
Leilani mendongakkan kepalanya mendengar suara Rosa. Rosa terlihat sangat bahagia.
"Gue udah rekam adegan barusan. Sosweet juga. Gimana kalo gue sebarin? Mau gak?" kata Rosa sambil terus tertawa.
Leilani menatap Rosa dengan tatapan yang tidak terbaca. Entah apa yang sedang ada di pikirannya.
Sementara itu, para anggota grup yang mengintip mereka kelihatan cukup terkejut. Setahu mereka, Rosa adalah salah satu orang yang cukup sering membela Leilani di hadapan teman-temannya. Tapi yang mereka lihat saat ini sangatlah berbeda.
"Terserah. Kalau mau kamu sebarin, sebarin aja. Aku gak peduli," kata Leilani.
Mendengar jawaban Leilani, Rosa pun langsung menunjukkan wajah tidak suka. "Lo sendiri ya yang minta. Jangan salahin gue kalo vidio ini gue sebar," ancam Rosa.
Setelah mengatakan hal itu, Rosa pun langsung pergi begitu saja dari sana.
Leilani menghela nafas lelah. Baru saja terkena masalah, dan Rosa malah mau menambah masalah. Lengkaplah hidupnya. Rasanya Leilani ingin menangis saja.
Setelah kepergian Rosa, para anggota klub yang ada di sana langsung menghampiri Leilani.
Sementara itu, tanpa mereka ketahui, ada Fadhil dan Dimas yang ternyata sedari tadi juga ikut melihat apa yang terjadi Leilani. Tapi mereka berdua memilih untuk langsung pergi.
Dan Hadyan, setelah ia menyadari bahwa Candra juga ada di sana, Hadyan pun memutuskan untuk pergi. Ia terlalu malas untuk sekadar melihat wajah Candra.
"Ly, lo gak papa?" tanya Candra khawatir.
"Cowok kurang ajar! Gak tau cara bersyukur tu anak!" kata Kalevi setengah emosi.
Restu menyodorkan selembar tisu untuk Leilani, namun Leilani menolaknya.
Leilani tersenyum simpul pada mereka semua. "Aku tidak apa-apa."
__ADS_1
"Bohong. Masa gak papa tapi mata lo berair gitu, Mba Kun," balas Kalevi.
"Kalo kamu mau nangis ... nangis aja," kata Restu lembut.
"Jangan! Jangan nangis. Gak pantes lo nangisin cowok kayak dia," protes Candra.
"Iya. Lo pasti bisa dapet cowok yang lebih baik dari dia. Gue yakin," hibur Bima.
Leilani terkekeh geli setelah mendengarnya. Para pemuda itu pun terheran-heran karena Leilani malah tertawa. Padahal mereka sedang mencoba menghibur Leilani dari kesedihannya.
"Terimakasih ya," kata Leilani tulus pada mereka semua.
Para pemuda itu diam untuk mendengar Leilani melanjutkan perkataannya.
"Terimakasih sudah mendukung aku. Tapi kalian tidak usah khawatir. Aku benar-benar tidak kenapa-kenapa," tutur Leilani pada mereka semua.
"Jangan boong ..." kata Kalevi lagi.
Leilani menggelengkan kepalnya. "Enggak. Aku berkata jujur kok. Kalian tau? Sejujurnya saat kak Adam menolak aku ... aku tidak merasakan apa-apa. Aku hanya sedih karena dia marah dan merasa terhina. Aku merasa bersalah padanya," tutur Leilani.
"Ja—"
Kalevi hendak bicara, namun Leilani segera memotongnya kembali. "Aku malah bahagia," kata Leilani tiba-tiba.
Semua yang ada di situ otomatis langsung terheran setelah mendengar pernyataan Leilani. Merasa bahagia?
"Aku bahagia karena aku merasa ... aku mempunyai kalian yang akan selalu ada. Aku merasa bahagia karena aku punya teman sebaik kalian. Sekali lagi aku mau berterimakasih pada kalian," tutur Leilani mengungkapkan isi hatinya.
Mendengar hal tersebut dari Leilani, membuat para anggota bernafas lega.
"Tapi kalo lo gak papa, artinya lo gak cinta dong sama dia?" kata Kalevi yang baru menyadari kata-kata Leilani.
Yang lain pun ikut bingung setelah mendengar pertanyaan Kalevi.
Leilani hanya tersenyum sambil mengedikkan bahunya. "Iya juga ya. Gak tau ah," kata Leilani dengan polosnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Leilani barusan, mereka semua pun akhirnya tertawa. Ternyata Leilani hanya salah paham saja terhadap perasaan di hatinya. Ia tidak benar-benar jatuh cinta pada Adam—kakak kelasnya.
***