
Hari ini, Kalevi kembali mengantarkan Leilani pulang. Sebenarnya, ini bukan jadwal Kalevi untuk mengantar Leilani. Sebenarnya hari ini jadwalnya Dimas. Akan tetapi, karena Dimas tidak ada, maka dari itu Kalevi menawarkan diri untuk mengantar Leilani.
Leilani sempat menolak beberapa kali. Tapi Kalevi keukeuh mau mengantar Leilani. Akhirnya Leilani lelah sendiri. Dan akhirnya ia pun mengizinkan Kalevi untuk mengantarkan dirinya pulang.
"Mba Kun," seru Kalevi.
"Iya," jawab Leilani tanpa menoleh pada Kalevi.
Kalevi tersenyum kecil mendengar jawaban Leilani. "Gue boleh ngomong sesuatu gak?" tanya Kalevi.
Mendengar pertanyaan Kalevi, Leilani pun langsung menoleh pada lawan bicaranya tersebut.
"Ngomong apa?" tanya Leilani sambil menautkan alisnya.
Kalevi merasa sedikit grogi untuk mengatakannya. Ia mengepal-ngepalkan telapak tangannya di depan dada sambil membuang nafas kasar untuk menghilangkan kegugupannya.
"Mau jadi pacar gue gak?" kata Kalevi tiba-tiba.
Leilani seketika menghentikan langkahnya setelah mendengar pertanyaan dari Kalevi yang sangat sangat tiba-tiba.
"Kenapa? Gue kecepetan ya?" kata Kalevi saat melihat wajah terkejut Leilani. Wajah terkejut Leilani kentara sekali.
"Gue minta maaf ya. Lo pasti kaget dengernya," kata Kalevi lagi.
Leilani masih belum menanggapi perkataan Kalevi. Sepertinya Leilani masih syok dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Ka-kamu bilang apa?" Leilani malah bertanya lagi pada Kalevi saking terkejutnya.
__ADS_1
Kalevi tersenyum kecil. "Lo mau gak jadi pacar gue?" ulang Kalevi dengan nada yang lebih lembut.
Bukannya menjawab, Leilani justru malah semakin syok mendengar perkataan Kalevi. Bukannya Leilani sendiri yang meminta Kalevi untuk mengulang pertanyaannya? Tapi Leilani justru malah semakin terkejut dibuatnya.
"Hey," kata Kalevi sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Leilani.
Leilani tetap masih sulit untuk mempercayai apa yang baru saja dikatakan oleh Kalevi. Ini benar-benar diluar dugaan Leilani. Tidak pernah terbersit sedikit pun di otak Leilani bahwa Kalevi akan menyatakan cinta padanya seperti ini.
"Kamu sedang bercanda ya?" kata Leilani yang tidak mau percaya dengan apa yang didengarnya.
"No. Gue gak bercanda. Gue serius," kata Kalevi sungguh-sungguh.
Leilani menatap kedua mata Kalevi. Sepertinya Kalevi memang bersungguh-sungguh. Ekspresinya terlihat sangat berbeda daripada biasanya.
"Kenapa tiba-tiba?" tanya Leilani.
Kalevi tersenyum canggung. "Itu ... sebenernya gak tiba-tiba juga sih," balas Kalevi.
"Kamu jangan bercanda," kata Leilani. "Dan sejak kapan?" tanya Leilani dengan nada putus asa.
Satu sisi Leilani takut Kalevi sedang mencoba mempermainkannya. Tapi di sisi lain, Leilani juga tidak mau jika Kalevi memang benar-benar jatuh cinta padanya.
Kalevi tersenyum tipis. "Gue gak bercanda. Gue serius. Gue gak pernah ngomong seserius ini, kan? Tandanya gue emang bener-bener serius dan gak bercanda," kata Kalevi mencoba meyakinkan leilani akan perasaannya.
"Terus, kalo lo nanya sejak kapan ... gue juga gak tau pasti sejak kapan. Yang gue tau ... sekarang ini gue emang udah jatuh cinta sama lu, Mba Kun," tutur Kalevi tulus.
Leilani semakin terkejut mendengarnya. Ia tidak tau harus senang atau sedih. Bukannya seharusnya Leilani senang karena ada orang yang menyukainya? Tapi kenapa Leilani malah merasa terbebani karenanya.
__ADS_1
"Apa karena aku berpenampilan berbeda waktu kita makan malam saat itu?" tebak Leilani.
Kalevi kelihatan sedikit berpikir. "Mungkin."
Leilani menghela nafasnya. "Itu bukan cinta. Kamu hanya menyukai gadis cantik saja. Dan kebetulan ... waktu itu aku didandani. Itu cuma make up saja. Kalau tanpa itu, kamu tau sendiri kan ... aku itu buruk rupa. Jadi jangan salah sangka," tutur Leilani panjang lebar.
"Apa gue cowok kayak gitu di mata lo?" tanya Kalevi dengan wajah sedikit ... kecewa?
Leilani menyadari kesalahan perkataannya. Mungkin perkataannya sedikit menyinggung perasaan Kalevi.
"Maaf. Bukan begitu maksudnya. Tapi aku hanya ...."
Kalevi kembali tersenyum melihat Leilani yang sedikit panik. "Gue akuin, Mba Kun ... hati gue langsung berdebar-debar waktu gue liat penampilan lo waktu itu. Dan dari situ gue sadar kalo gue emang suka sama lo. Tapi sejujurnya ... sejak pertama kali kita ketemu di ruang klub, dari situ gue mulai tertarik sama lo. Gue mulai tertarik sama cewek buruk rupa yang bernama Leilani."
Leilani tidak tahu harus berkata apa. Ia benar-benar tidak menyangka. Terlebih ... yang mengatakan ini semua adalah Kalevi. Seorang Kalevi. Kalevi yang tidak pernah menunjukkan rasa suka padanya. Dan sekarang, tiba-tiba Kalevi mengakui perasaannya.
Kalevi mengakui perasaannya terhadap Leilani dengan penuh keberanian. Leilani tidak tahu harus bersikap seperti apa padanya.
"Mungkin aja kamu cuma kasian sama aku. Karena aku ditolak sama kak Adam. Iya, kan? Jujur saja. Tidak apa-apa," kata Leilani dengan sedikit memaksa.
Dalam hati, Leilani berdo'a agar tebakannya benar. Semoga saja Kalevi melakukan ini semua karena Kalevi kasihan terhadap dirinya. Bukan karena Kalevi benar-benar jatuh cinta padanya.
Kalevi menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Leilani. "Enggak. Ini bukan kasian. Gue yakin gue emang jatuh cinta sama lo. Lo tau? Sejak pertama kali kita ketemu di klub, gue mulai kepo sama lo. Gue jadi cari tau segala hal yang berkaitan sama lo. Dan gue juga selalu hadir di tiap pertemuan klub, karena gue pengen tau lebih jauh tentang lo. Gue gak tau kenapa, tapi segala hal tentang lo rasanya jadi menarik aja. Awalnya gue juga gak sadar kalo gue mulai suka sama lo. Gue selalu ledekin lo, karena rasanya nyenengin aja gitu. Bukan karena gue benci sama lo. Sampe akhirnya, waktu kita makan malam bareng, gue bener-bener sadar kalo gue emang jatuh cinta sama lo," tutur Kalevi panjang lebar mengutarakan segala isi di hatinya pada Leilani.
Leilani hanya diam. Ternyata selama ini dia selalu berburuk sangka terhadap semua rekan di klubnya. Ternyata mereka semua tidak membenci Leilani. Leilani saja yang berpikir negatif terhadap mereka, karena mereka memiliki paras rupawan. Dan Leilani selalu menekankan pada dirinya sendiri bahwa semua pria tampan itu tidak baik. Semua pria tampan itu brengsek. Itu lah hal yang selalu Leilani tanamkan di dalam otaknya.
Dan sekarang, pada kenyataannya semua berbeda. Ternyata mereka semua memperlakukan Leilani dengan sangat baik. Mereka tidak membencinya, bahkan, Kalevi, dia ternyata menyukainya. Benar-benar tidak terduga.
__ADS_1
"Dan kalo menurut lo gue cuma kasian ... lo salah besar. Lo tau kenapa gue mau bantuin lo ngungkapin perasaan lo sama Adam? Itu karena gue pengen liat lo bahagia. Satu sisi gue sedih karena cewek yang gue sukain disakitin sama dia. Tapi di sisi lain, gue bener-bener lega karena dia nolak lo. Dan itu artinya, gue punya peluang buat dapetin lo," aku Kalevi panjang lebar.
***