Leilani Dan Tujuh Pangeran

Leilani Dan Tujuh Pangeran
Kenangan?


__ADS_3

Leilani menatap mata Kalevi dengan perasaan bersalah. "Maaf ...."


Mendengar kalimat itu dari mulut Leilani, Kalevi pun segera memotongnya. "Jangan buru-buru. Pikirin dulu," kata Kalevi cepat.


Leilani menggelengkan kepalanya sambil terus menatap Kalevi dengan tatapan bersalah.


Kalevi yang melihat itu mulai menciut. Ia merasa bahwa Leilani benar-benar akan menolak perasaannya.


"Aku tidak bisa," kata Leilani.


Kalevi balas menatap mata Leilani dengan tatapan memohon. "Jangan buru-buru," pinta Kalevi. "Pikirin dulu baik-baik."


Leilani diam tak menjawab.


"Lo butuh berapa lama? Seminggu? Dua minggu? Atau sebulan? Gak papa. Gue bakal sabar nunggu. Asal pikirin dulu." Sekali lagi Kalevi memohon pada Leilani untuk mempertimbangkannya terlebih dulu.


Namun lagi-lagi, Leilani malah menggelengkan kepalanya kembali.


"Kenapa?" tanya Kalevi akhirnya.


Leilani hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Apa gue kurang baik? Gue bisa kok berubah jadi lebih baik," kata Kalevi sungguh-sungguh.


Leilani menggeleng lagi. "Tidak. Bukan itu."


"Terus kenapa? Lo masih suka sama si Adam?" tanya Kalevi lagi. "Gak papa. Biar gue yang berjuang. Gue bakal berusaha biar lo bisa lupain si Adam," bujuk Kalevi.


Mata Leilani mulai berkaca-kaca. Kalevi terlihat begitu tulus padanya. Tapi Leilani benar-benar tidak bisa menerima pernyataan cintanya.


"Bukan. Bukan itu," kata Leilani dengan suara yang sedikit bergetar.


Kalevi mulai merasa putus asa. "Terus kenapa? Seenggaknya beri gue satu alesan biar gue bisa nerima kalo lo nolak gue," pinta Kalevi.


Setetes air mata lolos dan menetes membasahi pipi Leilani. Leilani pun segera mengusap air mata di pipinya.


"Aku tidak bisa memberi tau alasannya. Yang jelas ... aku tidak bisa ...."

__ADS_1


Kalevi menatap Leilani dengan tatapan tak percaya. Ia bahkan memberi Leilani waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu. Tapi Leilani malah menolaknya begitu saja tanpa alasan yang jelas.


"Seberapa lama pun kamu memberi waktu buat aku. Aku tidak akan pernah merubah keputusan aku. Jawaban aku akan tetap sama. Aku tidak mau," tutur Leilani sejelas-jelasnya.


Kalevi memaksakan diri untuk tersenyum setelah mendengar penolakan Leilani, walau sebenarnya hatinya sangat terluka. Ini adalah pertama kalinya seorang wanita menolak pernyataan cintanya. Terlebih, selama ini, biasanya wanita duluan yang menyatakan cinta terhadap Kalevi. Baru sekarang ini Kalevi yang lebih dulu menyatakan cinta pada seorang wanita. Tapi sayang, cintanya malah ditolak begitu saja.


"Oke. Gak papa," kata Kalevi sambil menunjukkan barisan gigi-gigi putih miliknya yang tersusun rapi.


Kalevi tidak mau Leilani merasa bersalah karena sudah menolak pernyataan cintanya. Maka dari itu Kalevi berusaha menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja. Lagipula, mungkin saja suatu hari nanti Leilani akan berubah pikiran dan kemudian menerima cintanya.


"Kamu beneran gak papa?" tanya Leilani tak yakin.


Leilani tidak yakin apa Kalevi benar-benar baik-baik saja atau Kalevi hanya berpura-pura terlihat baik-baik saja.


"Ya iya lah. Masa cowok keren kayak gue galau gara-gara ditolak cewek sih. Kan masih banyak yang mau sama gue," ujar Kalevi dengan nada bercanda.


Leilani tersenyum kecil melihat Kalevi yang kelihatannya memang baik-baik saja. Ia benar-benar merasa bersyukur karenanya.


"Kita masih akan tetap berteman, kan?" tanya Leilani lagi.


Setelah itu, tidak ada lagi percakapan yang terjadi di antara mereka berdua. Mereka berjalan dalam diam dengan pikiran mereka masing-masing.


***


Leilani hendak bersiap untuk tidur. Namun, tiba-tiba Leilani teringat dengan suatu hal.


Leilani pun menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dan kemudian turun dari atas ranjang. Ia membuka lemari pakaian miliknya dan kemudian mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam dari dalam lemarinya.


Kotak itu Leilani simpan di belakang pakaiannya, sehingga kotak itu tidak akan terlihat jika ada seseorang yang membuka lemarinya.


Leilani membawa kotak hitam itu ke atas ranjangnya. Tidak lupa, Leilani mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu sebelum ia membuka kotak hitam tersebut.


Setelah memastikan bahwa tidak ada orang yang bisa masuk ke dalam kamarnya, barulah Leilani membuka kotak tersebut. Kotak tersebut memiliki sandi sehingga hanya Leilani yang bisa membukanya.


Leilani memandangi isi kotak hitam tersebut dengan tatapan menerawang. Ia kembali teringat dengan kenangan-kenangan yang ia simpan dalam-dalam di dalam hatinya.


Leilani mengeluarkan semua isi dari kotak hitam tersebut. Ia kemudian mengambil sebuah foto dimana terdapat gambar dirinya bersama seorang pemuda tampan yang duduk di sampingnya. Leilani dan pemuda itu tersenyum bahagia. Mereka duduk di kursi taman dengan memakai seragam olahraga.

__ADS_1


Leilani memandangi foto itu dengan tatapan tak terbaca. Foto tersebut adalah foto Leilani dengan mantan kekasihnya.


Yap. Leilani pernah memiliki seorang kekasih saat ia duduk di bangku SMP. Mantan kekasihnya adalah seseorang yang sangat tampan. Leilani sangat menyukai mantan kekasihnya tersebut. Begitupun sebaliknya.


Akan tetapi, saat itu tiba-tiba saja kekasih Leilani menghilang begitu saja. Tidak ada kabar berita. Padahal mereka tidak ada masalah apapun sebelumnya. Leilani khawatir bukan main karenanya.


Seminggu kemudian, Bulan—sahabat Leilani memberitahu tentang kabar pemuda tersebut. Awalnya Leilani sangat antusias karena akhirnya ia mendapat kabar kekasihnya. Akan tetapi, ternyata kabar itu bukan kabar yang membahagiakan untuk Leilani.


Memang, di satu sisi Leilani bahagia karena kekasihnya itu baik-baik saja. Akan tetapi, di sisi lain, hati Leilani sangat terluka.


Bagaimana tidak? Di saat Leilani benar-benar mengkhawatirkan keadaan pemuda tersebut, pemuda tersebut justru malah tersenyum bahagia bersama seorang gadis cantik di sisinya.


Ternyata kekasih Leilani sudah pindah, dan yang ada berfoto bersama kekasih Leilani kemungkinan adalah kekasih barunya.


Melihat foto tersebut membuat Leilani lemas seketika. Pemuda yang sangat ia sayangi tega mengkhianatinya. Meski ini hanya cinta monyet anak SMP, akan tetapi Leilani benar-benar menyayangi pemuda ini. Dia satu-satunya pemuda yang ia sukai. Pemuda itu bahkan pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun padanya. Sungguh tega.


Sejak saat itu, Leilani sudah tidak percaya lagi pada sosok pria tampan. Bagi Leilani, mereka semua terasa sama saja. Sama-sama suka mempermainkan perasaan wanita.


Saat Leilani sedang tenggelam dengan kenangan masa lalunya, tiba-tiba ada sebuah notifikasi pesan masuk ke ponselnya.


Leilani pun segera membereskan kembali foto-foto itu dan kemudian mengembalikannya ke tempat semula.


Leilani meraih ponselnya yang ia taruh di atas meja belajarnya.


"Fadhil?!"


Leilani sedikit terkejut karena ternyata yang mengiriminya pesan adalah Fadhil. Leilani pun segera membuka pesan itu.


'Besok jangan lupa bawa bekal. Kalo engga ... gue bener-bener bakal mutusin hubungan kita,' tulis Fadhil dalam pesannya.


Leilani yang mendapat pesan seperti itu langsung meloncat-loncat kecil karena bahagia. Sepertinya Fadhil sudah memaafkan kesalahannya. Leilani benar-benar merasa lega. Ya meskipun Leilani sendiri tidak tahu kesalahan apa yang ia lakukan pada Fadhil.


Tapi tidak apa-apa. Yang penting Fadhil sudah kembali lagi seperti biasanya. Mungkin besok Leilani akan menanyakan lagi apa salahnya supaya ia tidak penasaran lagi.


Tapi yang paling penting adalah, besok Leilani harus menyiapkan bekal spesial sebagai rasa terimakasih karena Fadhil sudah mau memaafkannya.


***

__ADS_1


__ADS_2