Leilani Dan Tujuh Pangeran

Leilani Dan Tujuh Pangeran
Awal Perselisihan Bima dan Kalevi


__ADS_3

Leilani dan Bima berjalan dengan santai saat pulang. Sepanjang perjalanan, Bima terus bercerita pada Leilani tentang berbagai hal.


"Aku boleh tanya sesuatu gak?" kata Leilani ragu-ragu.


Bima menoleh pada Leilani dengan tatapan heran. "Boleh lah. Masa mau nanya aja harus minta izin segala."


Sebenarnya, Leilani masih agak ragu untuk menanyakannya, namun ia benar-benar penasaran. "Kamu sama Kalevi ...."


Leilani tidak melanjutkan perkataannya. Akan tetapi, dari situ pun Bima sudah mengerti ke mana arah pertanyaan Leilani.


"Oh. Masalah si Kalevi? Santai aja. Gue gak masalah kalo harus ngomongin dia," ujar Bima dengan santainya.


Leilani menghela nafas lega. Ternyata Bima tidak tersinggung dengan pertanyaannya.


"Jadi kalian kenapa? Kok bisa sampai bertengkar. Padahal kalian dulu sangat dekat. Aku saja sampai berdo'a supaya bisa memiliki pertemanan seperti kalian," tutur Leilani yang sudah tidak ragu-ragu lagi untuk bertanya.


Ya siapa tahu saja, Leilani bisa sedikit membantu memperbaiki hubungan mereka berdua. Meskipun, Leilani sebenarnya juga tidak yakin bahwa ia bisa membantu memperbaikinya. Setidaknya Leilani harus berusaha.


"Ck." Bima berdecak pelan. "Masalahnya cuma gara-gara cewek."


"Oh ... begitu." Akhirnya Leilani tahu akar permasalahannya. "Jadi kalian rebutan perempuan. Terus siapa yang menang?" tanya Leilani penasaran.


Bima tidak segera menjawab pertanyaan Leilani. Leilani jadi merasa tidak enak pada Bima. Apa ia terlalu ingin tahu? Mungkin Bima tidak nyaman untuk menceritakannya.


"Kalau kamu tidak mau jawab, tidak usah. Tidak apa-apa, kok," kata Leilani.


"Udah dibilang santai aja," kata Bima. "Sebenernya bukan rebutan juga sih."


"Terus?" ujar Leilani.


"Em ... gimana ya jelasinnya," kata Bima sambil menyentuh dagunya dengan sebelah tangan.


"Pacar si Kalevi selingkuh. Ya gue ngadu dong ke si anak bodoh itu," kata Bima mencoba menjelaskan awal mula permasalahannya dengan Kalevi.


Leilani mendengarkan dengan seksama. Ia menunggu Bima melanjutkan ceritanya lagi.


"Terus pacar si Kalevi malah balik nuduh gue," lanjut Bima dengan nada kesal.


"Nuduh apa?" tanya Leilani yang makin penasaran.


"Dia nuduh gue mau ngancurin hubungan mereka. Yang lebih parah, pacar si Kalevi nuduh gue suka sama dia. Kan gila," tutur Bima.


Kelihatan sekali kalau Bima masih sangat kesal. Terlihat jelas dari nada bicaranya.

__ADS_1


Leilani mengangguk-anggukkan kepala. Sekarang ia paham betul awal mula perseteruan Kalevi dan Bima. Ternyata ini hanya kesalahpahaman saja.


"Jadi Kalevi langsung percaya gitu aja sama pacarnya ya?" tanya Leilani lagi.


"Ya gitu deh. Gue udah coba jelasin, tapi dia gak mau dengerin. Ya udah. Kalo emang dia udah gak percaya sama gue, ngapain juga kita terus temenan. Mending masing-masing aja," tutur Bima.


"Penasaran gak, siapa ceweknya?" kata Bima lagi.


"Siapa?" balas Leilani.


"Rahasia," jawab Bima.


Leilani hanya bisa menghela nafasnya. Ia kira, Bima benar-benar akan memberitahu siapa mantan pacar Kalevi. Tapi ternyata Bima hanya mempermainkannya saja.


"Bentar," kata Bima pada Leilani.


Leilani pun menghentikan langkahnya. Sementara itu, Bima kelihatannya ingin membeli es campur lebih dulu pada pedagang kaki lima yang ada di pinggir jalan di sana.


"Nih," kata Bima sambil memberikan satu bungkus es campur kepada Leilani.


"Makasih," kata Leilani sambil menerima es campur pemberian Bima.


Sepertinya Leilani sudah mulai nyaman dengan Bima. Ia sudah tidak sungkan lagi untuk menerima pemberian dari Bima.


"Sekarang, giliran lo dong," tuntut Bima.


"Giliran apa?" tanya Leilani.


"Ceritain tentang lo," jawab Bima.


Leilani bingung. Apa yang harus ia ceritakan? Tidak banyak hal bagus yang bisa ia ceritakan pada Bima.


"Tidak ada yang menarik untuk dibicarakan tentang aku," kata Leilani.


"Curang Lo! Gue udah cerita panjang lebar. Gue bahkan cerita tentang rahasia gue. Lah elo malah gak cerita apa-apa," protes Bima.


Mereka pun akhirnya kembali berjalan dalam diam karena Leilani tidak mau bercerita apa-apa pada Bima.


"Mau sambil dengerin lagu?" kata Bima memecah keheningan diantara mereka berdua.


Leilani menoleh. "Boleh."


Setelah itu, Bima pun mengeluarkan ponselnya dan kemudian mulai memutar musik dari sana.

__ADS_1


Bima memutar lagu-lagu Sheila on 7, salah satu band kenamaan Indonesia.


Leilani kelihatan sedikit terkejut karena Bima memutar lagu-lagu itu. Lagu-lagu Sheila on 7 kembali mengingatkan Leilani pada sahabatnya yang sudah tiada.


Mata Leilani mulai berkaca-kaca. Kenangan indah bersama sahabat tercintanya kembali berterbangan di dalam kepalanya.


Masa-masa saat ia dan sahabatnya berbagi headset yang sama untuk mendengarkan musik yang mereka suka. Itu adalah salah satu kenangan paling indah dalam hidup Leilani yang tak akan pernah Leilani lupakan seumur hidupnya.


Namun sayang sekali, sahabatnya malah memilih untuk pergi selamanya dari dunia ini. Sahabatnya bunuh diri karena kebodohan Leilani.


Seandainya saja Leilani berbohong waktu itu pada guru, seandainya saja Leilani mengatakan bahwa dirinyalah yang mencontek waktu itu, pasti Leilani tak akan kehilangan sahabat tercintanya untuk selama-lamanya.


Leilani memanglah sahabat yang buruk. Makanya Leilani bisa mengerti kenapa saat ini ia tidak punya sahabat sama sekali. Bahkan yang ia terima hanyalah kebencian dari orang-orang di sekitarnya. Mungkin itu adalah karma. Itulah yang ada di pikiran Leilani selama ini.


Bahkan saat ini, saat ia punya teman-teman yang baik di klubnya, Leilani sering bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apa ia pantas mendapatkan kebahagiaan seperti ini?


Satu sisi ia merasa tidak pantas bahagia. Tapi di sisi lain, Leilani juga ingin mempunyai teman seperti yang lainnya. Bolehkah Leilani egois sekali ini saja?


Kalevi menghentikan langkahnya. "Lani, lo kenapa?" tanya Bima khawatir.


Leilani langsung mengusap air mata yang tanpa sadar sudah berjatuhan membasahi pipinya


"Lo kenapa?" tanya Bima sekali lagi.


Leilani menggelengkan kepalanya. "Enggak. Aku cuma merasa terharu aja. Ini lagu-lagu yang sangat aku suka," dusta Leilani.


Bukan rasa haru. Justru kepedihan yang saat ini Leilani rasakan saat mendengar lagu-lagu itu. Karena lagu-lagu itu membuat Leilani semakin merasa rindu sekaligus merasa bersalah terhadap sahabatnya yang sudah tiada.


"Serius? Adek gue juga suka lagu-lagu ini," kata Bima.


"Oh ya?" balas Leilani sekenanya.


"Beneran. Gue nyimpen lagu-lagu Sheila on 7 soalnya ini kesukaan adek gue," kata Bima.


Leilani tersenyum kecil. "Keliatannya kamu sayang banget ya sama adik kamu," kata Leilani lagi.


"Banget. Dia orang yang paling gue sayangin di dunia ini. Gue gak bakal biarin satu orang pun nyakitin dia. Kalau perlu, nyawa gue taruhannya," kata Bima dengan pandangan menerawang.


Leilani lagi-lagi tersenyum. Ternyata Bima adalah sosok pria penyayang.


"Sayangnya kita gak bisa ketemu," kata Bima dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.


"Kenapa?" tanya Leilani penasaran.

__ADS_1


***


__ADS_2