
"Lely. Baru pulang, Sayang?" sapa mama Candra.
"Iya, Tante," jawab Leilani sambil mengulurkan tangan pada sang Tante untuk mencium tangannya.
"Candra mana?" tanya mama Candra yang tidak melihat Candra bersama Leilani.
Setiap hari Candra dan Leilani selalu berangkat dan pulang bersama. Tapi hari ini tidak. Jadi mama Candra heran dibuatnya.
"Loh? Candra gak bilang sama Tante? Katanya, kan dia ada urusan sama temennya," jawab Leilani dengan ekspresi sedikit terkejut.
Leilani kira Candra sudah meminta izin pada mamanya. Ternyata Candra tidak bilang apa-apa.
Mama Candra menghela nafas lelah. "Kebiasaan. Dia mana pernah minta izin dulu sama tante kalau mau main sama temennya."
Mama Candra terlihat sedih setelah mengatakannya.
"Tante, aku beliin bakso buat Tante." Leilani mencoba menghibur mama Candra dengan bakso yang dibelinya.
"Oh ya?" Mama Candra seketika berbinar mendengarnya.
Bakso adalah salah satu makanan favorit mama Candra. Makanya mama Candra sangat senang mendengarnya.
Mereka pun akhirnya duduk di teras sambil menikmati bakso yang dibeli oleh Leilani.
"Ly. Candra itu udah punya pacar belom sih?" tanya mama Candra di sela-sela menyuapkan bakso miliknya.
"Udah," jawab Leilani yang juga sedang memakan baksonya. Leilani bahkan belum mengganti seragamnya.
"Siapa?" tanya mama Candra.
"Namanya ...." Leilani lupa nama pacar Candra. Ia memang tahu orangnya. Tapi Leilani lupa namanya. Jangankan pacar Candra, teman satu angkatannya saja, Leilani tidak hafal semua.
"Aku lupa," kata Leilani yang tak kunjung ingat nama pacar Candra.
"Yang ini bukan?" tanya mama Candra sambil menunjukkan foto seorang gadis dari ponselnya.
"Iya, itu, Tante."
Mama Candra memicingkan matanya. "Udah tante duga," ujar mama Candra dengan wajah kesal.
Leilani mengerutkan keningnya. "Kenapa emang, Tante?"
Mama Candra membuang nafas kasar. "Karin."
__ADS_1
"Nah! Itu, Tante. Lely inget sekarang. Namanya Karin. Tapi kenapa Tante tau?" tanya Leilani heran.
Apa Candra sudah mengenalkan Karin pada Mama Candra?
"Karin sering dateng ke sini sama yang lain. Candra sih bilangnya cuma teman. Tapi tante juga bisa lihat lah, Ly. Tante kan juga pernah muda."
"Oh. Begitu."
"Sejujurnya tante kurang suka sama dia. Anaknya kayak gak sopan gitu. Terus kayaknya dia kasih pengaruh negatif buat Candra," tutur mama Candra.
Leilani kembali mengingat kejadian beberapa waktu lalu, saat Karin melabraknya dan mempermalukannya di depan banyak orang. Mungkin sikap kasar Karin yang seperti itu yang membuat mama Candra kurang nyaman.
"Mungkin aja Karin sebenarnya baik, Tante. Makanya Candra suka sama Karin."
Leilani mencoba membuat mama Candra berpikir positif pada Karin. Toh, Leilani juga belum tahu sifat asli Karin. Bisa jadi Karin sebenarnya memang memiliki sifat yang baik.
"Iya. Mungkin sih. Kayaknya tante deh yang terlalu negatif thinking sama Karin."
Leilani menganggukkan kepala.
"Kalo kamu gimana?" tanya mama Candra mengganti topik pembicaraan.
"Gimana apanya, Tante?"
Leilani tidak segera menjawab rasa penasaran tantenya ini. Ia memilih untuk meminum dulu air putih di hadapannya sembari berpikir jawaban apa yang harus ia berikan pada tantenya.
"Lely ih!! Jangan bikin tante penasaran," ujar mama Candra yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari keponakan kesayangannya ini.
Mama Candra memang sangat sangat menyayangi Leilani. Ia menganggap Leilani seperti putri kandungnya sendiri. Bagaimana tidak? Sedari kecil, mama Candra juga ikut merawatnya.
Leilani kecil terkadang juga diberi ASI oleh mama Candra. Saat ayah dan ibunda Leilani pergi bekerja, Leilani selalu dititipkan pada mama Candra.
Kemarin saja, saat mama Candra mendengar cerita bahwa Leilani disiksa oleh ibu kandungnya, mama Candra sampai tidak bisa berhenti menangis dibuatnya. Hati mama Candra merasa tercabik-cabik. Bagaimana bisa seorang ibu melakukan hal kejam seperti itu pada putri kandungnya.
"Emangnya menurut Tante bakal ada yang suka sama Lely ya?" Leilani malah balik bertanya pada tantenya.
"Jangan pesimis gitu dong. Pasti ada kok cowok yang suka sama kamu. Pasti ada cowok yang melihat cewek karena hatinya," ujar mama Candra.
Leilani menganggukkan kepala. "Mungkin ada. Tapi tidak tau dimana," jawab Leilani sambil tertawa.
"Tapi, emang gak ada cowok yang kamu suka? Kalau ada ya deketin aja duluan. Siapa tau lama-lama cowok itu jadi suka. Iya, kan?" ucap mama Candra mencoba memberi saran.
Leilani tersenyum mendengar mama Candra yang berkata seperti itu padanya. "Gak mau ah. Aku gak pede."
__ADS_1
"Gak pede kenapa? Kamu tau? Di mata tante, kamu itu gadis paling manis di dunia. Kurang apa coba?" Mama Candra terlihat tidak terima karena Leilani terus merendahkan dirinya sendiri.
"Tapi di mata cowok yang Lely suka, kayaknya engga," balas Leilani dengan wajah tersenyum, namun kelihatan sekali ada kesedihan dari pancaran matanya.
Mama Candra menatap Leilani dengan tatapan serius. "Emang siapa sih orang yang kamu suka, sampai-sampai kamu minder banget meski cuma sukain dia aja?"
Leilani merenung untuk beberapa saat. Haruskah dia memberitahu sang tante siapa pria yang dia suka?
"Kamu gak mau bilang ya sama tante? Berarti kamu nganggep tante orang lain kalo gitu," ujar mama Candra dengan raut wajah terluka.
Leilani merasa tidak enak melihat tantenya sedih karena dirinya. Jelas saja mama Candra bukan orang lain bagi Leilani. Mama Candra adalah ibu kedua baginya.
"Tapi tante jangan bilang siapa-siapa ya," ucap Leilani pada mama Candra.
"Iya. Tenang aja. Siapa, siapa?" balas mama Candra dengan wajah berbinar.
Leilani pun menghidupkan ponselnya dan kemudian menunjukkan foto seorang pemuda yang ada di ponselnya.
Mama Candra pun memperhatikan foto pemuda itu dengan seksama. Terlihat ada ekspresi keterkejutan di wajah mama Candra.
"Pemuda ini? Kamu serius Ly?" tanya mama Candra mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Leilani menganggukkan kepalanya. "Iya. Jangan kasih tau siapa-siapa ya, Tante. Aku malu," kata Leilani dengan wajah yang sudah memerah karena malu.
"Hehehe." Mama Candra tersenyum canggung sambil mengembalikan ponsel milik keponakannya.
"Ly. Emang harus cowok itu ya?" tanya mama Candra.
Leilani mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa? Aku tidak pantas ya Tante, untuk dia?" tanya Leilani dengan wajah sedih.
"Aku tau kok. Dia terlalu baik untuk aku. Makanya aku memilih untuk memendamnya saja selamanya," lanjut Leilani.
"Ya ... sebenarnya semua orang pantas untuk mendapatkan cinta. Kalau kamu memang suka sama dia, dan dia orangnya baik, ya gak papa. Tante akan dukung kamu," tutur mama Candra yang mencoba menghibur keponakannya.
Leilani tersenyum mendengar kata-kata mama Candra. Ia merasa bersyukur karena mama Candra selalu ada untuk mendukungnya.
"Makasih ya, Tante. Aku sayaaang banget sama Tante," ucap Leilani bahagia.
Mama Candra tersenyum melihat senyuman di wajah keponakannya. "Kalo sayang, sini dong peluk tante."
Tanpa bertanya lagi, Leilani pun langsung berdiri dan kemudian memeluk tante kesayangannya ini.
***
__ADS_1