Leilani Dan Tujuh Pangeran

Leilani Dan Tujuh Pangeran
Seseorang di dalam Klub


__ADS_3

"Ly, rambut kamu kenapa?" tanya bu Fyna khawatir.


Leilani menunjukkan wajah murungnya. "Rambut Lely kusut, Tante. Susah di sisirnya."


Sekarang mereka tahu kenapa Leilani menjadi yang paling terakhir datang ke meja makan. Rupanya Leilani sibuk mengurusi rambut kusutnya.


"Kok bisa?" tanya bu Fyna. Seingat bu Fyna, semalam rambut Leilani masih baik-baik saja.


"Dia mau rambutnya balik kayak biasanya, Ma. Ya udah aku bantuin buat kusutin juga. Wkwkwk," ujar Candra sambil tertawa renyah.


Benar. Semalam, Leilani menanyakan solusi pada Candra. Dan Candra dengan senang hati membuat kusut rambut Leilani. Candra dan Leilani bekerja sama untuk membuat kusut rambut Leilani.


"Candraaaaa! Usil banget sih kamu," ujar bu Fyna kesal.


Sementara itu, pak Satya hanya tersenyum melihatnya. Candra memang sedari kecil sering mengusili sepupu kesayangannya itu. Jadi pak Satya sudah tidak heran lagi melihatnya.


"Ya udah. Ayo, tante bantu sisirin rambut kamu."


Leilani dan bu Fyna pun kembali ke kamar untuk menyisir rambut Leilani.


Selama bu Fyna menyisir rambut Leilani, bu Fyna terus mengomelinya. Ia gemas pada sikap polos Leilani yang mau saja dijahili oleh Candra.


Sementara itu, Leilani hanya tersenyum mendengarnya. Ia merasa sangat bahagia karena ia mempunyai tante Fyna.


Tapi di sisi lain, Leilani kembali teringat pada ibunya. Leilani memikirkan, sedang apa ibunya sekarang? Mungkin, ibunya juga sesang sarapan bersama dengan ayah dan juga saudai tirinya sekarang.


'Ma, aku kangen mama.'


'Kapan kita bertemu lagi?'


***


Sebelum menuju ke kelas, Leilani menyempatkan diri untuk pergi ke ruangan klubnya. Ia mau mengambil sesuatu yang ketinggalan di sana.


'Loh. Pintunya terbuka. Siapa yang ada di sana pagi-pagi begini?' tanya Leilani dalam hati.


Leilani pun berjalan mendekat ke arah pintu klubnya. Ia mengintip terlebih dahulu siapa orang yang ada di dalamn sana.


Mata Leilani membulat sempurna saat melihat seseorang yang berada di dalam sana. Yang membuat Leilani terkejut adalah, orang itu memegang sebatang rokok di tangannya.


"Lani," seru seorang siswi pada Leilani.


Leilani langsung berbalik saat mendengar seseorng memanggilnya. Ternyata itu adalah Rosa.


"Rosa. Ada apa?" tanya Leilani dengan wajah panik.

__ADS_1


Rosa sedikit mengerutkan keningnya melihat wajah panik Leilani.


Rosa tersenyum ramah. "Aku mau bicara. Bisa?" kata Rosa dengan sikap palsunya. Seperti biasa, Rosa akan bertingkah sok baik untuk menjaga citranya.


"Bisa," jawab Leilani cepat.


Rosa kelihatan sedikit curiga. Seperti ada sesuatu yang Leilani sembunyikan. Tapi Rosa tidak tahu apa itu.


"Ayo," kata Leilani sambil menarik tangan Rosa agar menjauh dari sana.


Mereka akhirnya sampai di toilet wanita. Rosa melihat-lihat dulu sekeliling, siapa tahu ada orang di dalam sana.


Setelah memastikan semuanya aman, barulah Rosa menunjukkan sikap aslinya.


"Kemarin lo ngapain sama Restu hah?!" tanya Rosa pelan, namun penuh penekanan.


Terlihat sekali kebencian dimata Rosa pada Leilani.


Leilani tidak mau menjawab pertanyaan Rosa. Ia muak pada Rosa. Menjawab atau tidak, itu tidak akan memberi pengaruh apa-apa. Rosa hanya akan semakin benci padanya.


"Lani!! Bego!! Jawab ...." Rosa mulai gemas karena Leilani tidak kunjung menjawabnya.


"Kita cuma ngobrol," jawab Leilani akhirnya.


Leilani tidak membalas ucapan Rosa. Ia tidak mau menambah masalah dengan Rosa.


"Lo denger ya! Lo pikir lo siapa?! Emang lo pantes buat dia?! Enggak!! Gak pantes. Jadi orang tuh ngaca!!" kata Rosa penuh emosi.


"Apa kamu suka sama Restu?" tanya Leilani pada saudari tirinya itu. "Kalau iya, kamu tenang aja. Kita cuma temen satu klub kok. Aku tidak suka Restu. Dan Restu juga gak mungkin suka sama aku, kan?" tutur Leilani panjang lebar.


"Halah!! Munafik!! Mana ada cewek yang gak suka sama dia. Asal lo tau! Gue juga gak suka sama Restu. Gue cuma kasian aja sama Restu kalo sampe digodain cewek modelan lu. Norak! Kampungan!! Jijik tau gak. Dan yang lebih penting ... lo itu gak tau diri. Lo itu gak selevel sama kita-kita."


Setelah puas mencaci maki Leilani, Rosa pun pergi begitu saja.


Sementara itu, Leilani masih mematung ditempatnya. Haruskah ia diam saja saat dihina? Haruskah dia menerima semua perlakuan buruk orang-orang padanya?


'Apa aku harus melawan saja?'


'Tapi aku hanya seorang pengecut. Mana berani aku melawan Rosa.'


'Keadaan juga tidak akan membaik hanya dengan melawannya. Justru,mungkin keadaan akan semakin buruk jika aku melawan Rosa.'


'Tapi apakah aku memang sehina itu?'


Tiba-tiba suatu pikiran licik terlintas dibenaknya.

__ADS_1


'Aha! Apa aku harus suka saja pada Restu ya? Supaya Rosa makin menggila?' kata Leilani sambil tertawa dalam hati.


Leilani menggeleng-gelenhkan kepalanya kasar.


'Enggak, enggak! Jangan gila, Lani. Pria tampan itu brengsek. Jangan sampai suka pada mereka. Ingat itu!'


Leilani pun segera keluar dari dalam sana. Ia tidak mau berlarut-larut dengan perlakuan buruk Rosa.


Tapi sebenarnya tetap saja, pada akhirnya Leilani akan terus teringat akan perlakuan buruk Rosa, karena Rosa selalu berada di sekitarnya.


Di tengah perjalanan menuju kelas, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Leilani.


"Mba Kun!" seru orang itu.


Tentu saja Leilani tahu siapa yang memanggilnya. Pasti Kalevi.


Dan benar saja, Kalevi yang memanggilnya. "Ada apa?" tanya Leilani pelan.


Leilani tidak mau menarik perhatian orang-orang yang ada di sana.


"Itu ...." Kalevi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Gue mau bicara," kata Kalevi ragu.


"Bicara?" tanya Leilani dengan tatapan heran. "Nanti aja. Masalah klub kita bicarakan nanti saja, ya," kata Leilani.


"Aku pergi dulu," lanjut Leilani yang kemudian segera pergi dari sana.


Leilani tidak mau orang-orang di sana salah paham pada mereka berdua. Bisa-bisa mereka menduga hal-hal yang tidak-tidak.


Leilani menghela nafas lega setelah ia berhasil menghindari Kalevi. Leilani ingin meminimalisir interaksi dengan para anggota klubnya di depan orang-orang. Supaya tidak terjadi kekacauan. Bisa-bisa Leilani dirundung oleh para fans mereka karena mereka tidak suka padanya. Seperti Rosa contohnya.


Namun, baru saja Leilani lepas dari Kalevi, sekarang ada yang lain lagi. Di depan sana, ada Restu. Restu terlihat sedang mengobrol di depan kelasnya dengan yang lain.


Tapi yang jadi masalah adalah, Restu malah tersenyum manis pada Leilani.


Leilani yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya. Ia melewati Restu begitu saja seolah-olah Restu tidak ada.


'Selamat,' batin Leiani setelah berhasil melewati Restu tanpa masalah berarti.


Leilani pun segera masuk ke dalam kelasnya. Kelihatannya, teman-teman di kelasnya sedang asyik membahas sesuatu.


Setelah di dengar-dengar, ternyata mereka sedang bergosip tentang penemuan puntung rokok di area sekolah.


Mendengar hal tersebut, Leilani langsung teringat pada puntung rokok yang ia temukan, dan juga ... seseorang di dalam klub spesial yang memegang rokok di tangannya.


***

__ADS_1


__ADS_2