Leilani Dan Tujuh Pangeran

Leilani Dan Tujuh Pangeran
Adam


__ADS_3

"Emang ada orang yang jauh lebih keren dari kita?" tanya Kalevi narsis.


"Ya banyak lah," timpal Bima.


"Gue gak nanya sama lu!!" balas Kalevi malas.


Sementara itu, Candra hanya diam sambil tersenyum meremehkan.


"Setau gue, Lani gak deket sama siapa-siapa. Palingan itu cuma bualan lo. Iya, kan?" kata Restu lagi.


"Jangan sok tau. Gue gak ngebual. Emang itu kenyataannya," balas Candra, masih dengan senyuman angkuhnya.


"Kalo emang bener ... siapa orangnya?" tantang Fadhil.


Restu mengangguk setuju. "Bener kata si Fadhil."


"Lah, ngapain juga gue bilang sama lo semua? Gak ada untungnya," kata Candra.


Rasanya, Candra sedang berada di atas angin sekarang. Tidak ada satu pun dari mereka yang bisa melawan perkatannya.


"Oke. Kalo gitu ... kita anggep cowok itu emang gak ada." Lagi-lagi Fadhil mencoba untuk memancing Candra agar memberitahu mereka semua siapa pria yang Leilani suka.


"Gue setuju. Dan itu berarti, gak masalah kalo kita mau deketin sepupu lu," timpal Kalevi


Candra tak habis pikir dengan mereka semua. Kenapa mereka masih tidak mau percaya juga kalau Leilani memang sudah menyukai orang lain.


"Oke. Gue bakal bilang siapa orangnya. Tapi kalian musti janji ... kalian gak boleh deketin lagi si Lely," kata Candra akhirnya.


Semua yang ada di situ diam. Dan Candra anggap bahwa mereka semua setuju dengan kesepakatannya.


"Cowok yang disukain sama Si Lely itu ... Adam," ujar Candra.


Semua orang yang ada di situ langsung terdiam ketika Candra menyebut nama "Adam".


Mereka yang ada di situ saling bertukar pandang. Sepertinya mereka semua sepemikiran.


"Hahaha," Kalevi tertawa garing. "Jangan bercanda lu, Bro."


Candra memasang wajah serius sekarang. "Siapa yang bercanda?"


Tak lama kemudian, Leilani pun kembali dengan membawa banyak makanan ringan untuk mereka semua. Lengkap dengan minumannya juga.


"Kalo kalian gak percaya, coba aja tanya sama orangnya," tantang Candra sambil menunjuk Leilani dengan dagunya.


Leilani berdiri kebingungan di dekat pintu sambil memegang dua kantung kresek hitam di tangannya.


"Tanya apa?" kata Leilani bingung.

__ADS_1


"Mba Kun. Lo suka sama si Adam? Bener?" tanya Kalevi.


Leilani langsung membelalakkan matanya mendengar pertanyaan dari Kalevi. Sementara itu, semua orang yang ada di sana menanti-nanti jawaban Leilani.


"Kenapa kamu bisa tau?" kata Leilani dengan wajah yang sudah memerah malu.


Seingat Leilani, ia tidak pernah mengatakan bahwa ia suka pada Adam kepada siapapun. Kenapa mereka bisa tahu?


'Tante Fyna,' batin Leilani.


Apa mungkin tante Fyna yang membocorkannya? Bukannya tante Fyna sudah berjanji padanya untuk tidak memberi tahu siapa-siapa?


"Kalian denger sendiri, kan?" kata Candra.


Candra tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan para anggota yang ada di sana, mereka sudah tidak bisa berkata-kata.


Mereka masih sulit percaya bahwa yang disukai oleh Leilani adalah Adam. Ya, seorang Adam. Hanya ada satu orang yang bernama Adam di sekolah ini.


Adam, dia seperti Leilani versi laki-laki. Dia terkenal sebagai pria buruk rupa. Sebenarnya memang tidak seburuk itu juga. Tapi Adam memang terkenal cupu, bodoh, dan juga berasal dari keluarga kurang mampu.


Semua orang yang ada di sekolah selalu merendahkannya. Adam memiliki sifat rendah diri, makanya dia tidak pernah melawan jika dicaci maki. Selain itu, Adam selalu mendapat ranking terendah di angkatannya. Namun, Adam beruntung bisa sekolah di sini karena mendapat bantuan.


Lalu, apa yang membuat Leilani suka pada Adam? Sedangkan, disini banyak pria yang jauh lebih baik dari Adam. Mereka semua benar-benar tidak habis pikir dengan cara pandang Leilani. Apa yang Leilani lihat dari Adam?


"Apa yang lo suka dari Adam?" tanya Fadhil.


"Artinya lo gak beneran suka dong sama dia, Mba Kun?" timpal Kalevi.


"Aku rasa, aku suka ka Adam karena waktu itu dia bantuin aku buang sampah," kata Leilani sambil mengingat-ingat awal pertemuannya dengan Adam.


"Cuma gara-gara itu?" tanya Kalevi sekali lagi.


"Iya. Dan aku rasa ... jatuh cinta juga tidak butuh alasan, kan? Cinta ya cinta," jawab Leilani dengan wajah tersipu.


"Memangnya ada apa? Apa aku tidak pantas?" tanya Leilani sedih.


Mereka semua pun terdiam. Ternyata Leilani memang jatuh cinta pada Adam tanpa harus ada alasan.


"Gak papa, Mba Kun. Mulai sekarang ... lo gak usah takut lagi buat suka sama seseorang. Gue ada di sini. Gue bakal support lo. Gue bakal bantuin lo biar bisa deket sama si Adam," tutur Kalevi.


Kalevi berusaha tetap tersenyum pada Leilani, walaupun sejujurnya, hatinya merasa kecewa. Belum juga dia berusaha untuk mendekati Leilani, dia sudah harus patah hati saja. Tapi tidak apa-apa. Ia akan membantu Leilani sebagai temannya.


"Ya, kan, Bro?" kata Kalevi meminta persetujuan pada yang lainnya.


"Tidak usah. Lagipula, aku cuma suka. Itu saja. Aku tidak berharap apa-apa," kata Leilani.


Candra sekarang jadi panik sendiri. Kenapa malah jadi seperti ini? Meski dia tidak mengizinkan Leilani dekat dengan mereka semua, bukan berarti Candra merestui Adam juga. Bukan seperti itu tujuan Candra.

__ADS_1


Fadhil tiba-tiba berdiri. "Gue balik duluan," kata Fadhil.


Setelah mengatakan itu, Fadhil pun langsung pergi begitu saja dari sana.


Begitu juga dengan Restu dan Hadyan. Mereka pamit pulang pada Leilani.


"Kalian juga akan langsung pergi?" tanya Leilani pada Bima dan Kalevi.


"Gue juga kayaknya mau pulang aja. Gak seru kalo cuma segini orangnya," kata Kalevi yang kemudian juga pergi.


Leilani merasa sedih. Makanan yang ia beli tidak mereka makan. Padahal Leilani sudah capek-capek membelikannya untuk mereka semua.


"Buat besok aja," kata Bima bijaksana. "Gak usah sedih. Lagian besok juga kita ngumpul pagi di sini, kan?" kata Bima.


Candra pun membenarkannya.


Setelah Leilani menyimpan semua makanan itu ke lemari, mereka bertiga pun pergi.


"Ly. Kayaknya gue mau maen dulu deh bentar. Belum sore juga," kata Candra tiba-tiba saat mereka sudah sampai di depan gerbang.


"Main? Sekarang?" tanya Leilani.


"Iya. Bentaran doang kok," kata Candra.


Candra pun langsung kembali ke ruangan klub untuk bermain game kesukaannya.


Tinggalah sekarang hanya Leilani dan Bima.


"Ya sudah. Sampai jumpa ya," kata Leilani pada Bima.


"Hari ini bukannya jadwal gue yang anterin ya?" kata Bima.


"Tidak usah. Lagian gak bakal ada apa-apa kok," tolak Leilani.


"Yah ... padahal gue pengen cerita-cerita lagi kayak waktu itu," kata Kalevi dengan wajah kecewa.


"Masalahhnya, aku udah gak tinggal di rumah Candra. Jadi kita beda arah," ujar Leilani.


"Gak papa. Lagian gue juga pengen tau rumah lo juga," keukeuh Bima.


"Ya udah deh. Tapi aku gak akan ajak kamu mampir ke rumah ya, nanti," kata Leilani lagi.


"Why?" tanya Bima.


Leilani mencoba mencari alasan yang masuk akal. "Mama gak suka kalau aku berteman dengan pria. Mama takut aku gak fokus belajar nantinya."


Leilani kembali berbohong. Alasan sebenarnya adalah, Leilani tidak mau sampai ia ketahuan bahwa ia dan Rosa tinggal bersama.

__ADS_1


***


__ADS_2