Leilani Dan Tujuh Pangeran

Leilani Dan Tujuh Pangeran
Memata-matai Adam


__ADS_3

"Tos dulu," kata Leilani sebelum mereka memulai rencana mereka bertiga.


"Ah, males," kata Bima sambil berjalan keluar dari dalam ruangan.


Kalevi pun menoleh pada Leilani. Ia kemudian mengangkat tangannya untuk melakukan tos berdua saja dengan Leilani.


Leilani yang melihat itu tersenyum dan kemudian langsung membalas ajakan high five dari Kalevi.


Akan tetapi, sebenarnya Leilani tidak benar-benar menyentuhkan telapak tangannya dengan telapak tangan Kalevi. Leilani memberi jarak satu senti di antara tangan mereka berdua.


Mereka berdua pun segera keluar untuk menyusul Bima. Beruntung, ternyata Bima juga masih menunggu mereka berdua.


Saat mereka bertiga berangkat dari sana, mereka bertiga berpapasan dengan Restu yang hendak pergi menuju ruangan klub spesial.


"Kalian mau ke mana?" tanya Restu heran.


Tidak biasanya Restu melihat Bima dan Kalevi bersama selain pada kegiatan klub mereka. Ya meskipun sebenarnya mereka bersama Leilani juga. Tidak hanya berdua. Tapi tetap saja ini terlihat sangat aneh bagi Restu.


"Kita ada urusan," jawab Bima.


"Urusan apa?" tanya Restu penasaran. "Tumben."


Leilani agak panik. Ia tidak mau orang selain Bima dan Kalevi mengetahui rencananya.


"Kita mau—"


Perkataan Bima langsung dipotong begitu saja oleh Leilani. "Kita mau main. Maksudnya mau istirahat sambil ngobrol-ngobrol santai," dusta Leilani.


Restu justru menjadi semakin curiga. Mana mungkin Bima dan Kalevi mau menghabiskan waktu bersama. Atau mungkin, mereka berdua sudah berdamai? Tapi mana mungkin secepat itu. Restu terus menerka-nerka dalam benaknya.


"Oh. Kalo gitu ... boleh gue ikut?" kata Restu yang masih kurang percaya dengan jawaban Leilani.


"Gak. Gue lagi pengen bertiga aja. Kalo kebanyakan nanti malah jadi pusat perhatian. Mana selir lo ada di mana-mana lagi. Malah repot nanti," tutur Kalevi mencoba mencari alasan untuk membantu Leilani.


"Lani?" ucap Restu menanyakan pendapat Leilani.


"Maaf," kata Leilani dengan wajah menyesal.


"Ah ... aku kecewa," kata Restu sambil menunjukkan wajah sedihnya pada Leilani.


Leilani langsung merasa bersalah setelah melihat ekspresi sedih Restu. Bukannya ia tidak mau mengajak Restu, tapi Leilani mau Bima dan Kalevi mendapat lebih banyak momen untuk bersama.

__ADS_1


Kalau Restu ikut juga, nanti rencana Leilani untuk mendamaikan Kalevi dan Bima bisa gagal. Maka dari itu Leilani terpaksa tidak mengajak siapa-siapa lagi, termasuk Restu juga.


"Maaf, ya. Besok-besok aku janji kita bisa main sama-sama. Tapi untuk kali ini, aku setuju dengan Kalevi. Maaf ya ..." tutur Leilani.


Restu tersenyum tipis. "Ya udah lah. Mau gimana lagi," kata Restu akhirnya.


Leilani, Bima dan Kalevi pun langsung pergi dari sana. Meninggalkan Restu dengan berjuta rasa penasarannya terhadap mereka bertiga.


Leilani, Bima dan Kalevi mulai mencari-cari keberadaan Adam. Mereka berjalan agak berjauhan agar tidak dicurigai oleh orang-orang.


Setelah beberapa waktu mencari, akhirnya Adam ketemu juga. Kalevi yang pertama kali melihat Adam. Kalevi pun langsung memberi kode pada Leilani dan juga Bima bahwa ia sudah menemukan target mereka bertiga.


Mereka bertiga pun mulai mengikuti Adam dari jauh. Adam kelihatan membawa cukup banyak makanan di tangannya.


Mereka bertiga terus mengikuti dan mengamati tindak tanduk Adam. Ternyata Adam pergi menuju taman belakang.


Leilani, Bima dan juga Kalevi mengintip Adam di balik sebuah tanaman yang mampu menyembunyikan keberadaan mereka bertiga di sana.


Terlihat Adam yang menyerahkan makanan-makanan itu pada Dimas dkk.


"Ck. Lama!!" bentak Dimas.


Ternyata Dimas yang menyuruh Adam untuk membelikan mereka makanan. Padahal Adam adalah kakak kelas mereka. Bisa-bisanya Dimas malah menyuruh-nyuruh kakak kelasnya.


Sementara itu, Leilani, Bima dan juga Kalevi terus mengintip dari tempatnya.


"Ini apaan lagi?!! Udah gue bilang gue gak suka yang kayak gini!!" bentak Dimas sambil melempar sebuah makanan kemasan ke wajah Adam.


"So-sorry," kata Adam takut-takut.


Kalevi yang menyaksikan itu merasa iba pada Adam. Ia pun hendak keluar dari tempat persembunyiannya.


"Mau ke mana lo?!!" kata Bima sambil menarik Kalevi agar tidak pergi kemana-mana.


"Lo gak liat?! Si Dimas udah keterlaluan," kata Kalevi sambil memelototkan matanya tajam.


Leilani masih diam memperhatikan. Ia juga sebenarnya tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat melihat Dimas yang bersikap buruk pada Adam .


"Jangan sok pahlawan. Jangan ngurusin idup orang!!" kata Bima pada Kalevi.


Kalevi kelihatan kesal pada Bima karena Bima malah mencegahnya. "Terserah gue. Gue mau jadi pahlawan, gue mau jadi pecundang ... itu hak gue," balas Kalevi.

__ADS_1


"Emang. Tapi kalo gitu lo malah ngancurin rencana kita," kata Bima.


Setelah mendengar itu, Kalevi pun mulai memikirkan kata-kata Bima. Kalevi kemudian menoleh pada Leilani. Leilani kelihatan sedih dan matanya mulai berkaca-kaca. Mungkin Leilani merasa iba karena pria yang disukainya diperlakukan dengan buruk oleh Dimas.


"Kalo kita ke sana, bisa-bisa kita ketauan kalo kita lagi mata-matain dia. Terus lo pikir, besok-besoknya dia gak akan curiga?" tutur Bima.


Kalevi pun diam. Apa yang dikatakan oleh Bima cukup masuk akal juga.


"Beliin minuman!!" titah Dimas seenaknya.


Adam menurut. Ia langsung pergi untuk membelikan Dimas dkk pesanannya.


"Gak pake lama!!" teriak seorang siwa yang duduk di sebelah Dimas.


Adam pun langsung berlari terbirit-birit setelah mendengar perintah itu.


Dan benar saja, tidak lama kemudian, Adam sudah kembali sambil membawa tiga wadah minuman.


"Gue pengen air mineral," kata Dimas setelah melihat hanya ada minuman rasa buah di tangan Adam.


Melihat hal tersebut, Kalevi semakin bertambah kesal saja. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kita lanjut besok aja," kata Leilani tiba-tiba.


Bima dan Kalevi langsung menoleh ke arah Leilani. Leilani benar-benar terlihat sedih.


'Kenapa lo malah suka sama cowok lemah kayak gitu sih, Mba Kun. Kan jadi lo sendiri yang sakit ati liatnya,' batin Kalevi yang merasa iba.


Setelah mengatakan itu, Leilani pun langsung pergi dari sana. Terlihat beberapa kali Leilani berusaha untuk mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Bima dan Kalevi pun mengikuti Leilani pergi dari sana.


Sementara itu, Adam sudah kembali lagi dengan membawa dua gelas air mineral untuk Dimas.


Dimas pun langsung mengambil air mineral itu dan kemudian meminumnya. Setelah ia selesai minum, ia pun merogoh saku celananya.


Dimas mengeluarkan uang dari dalam sakunya dan kemudian memberikan uang itu pada Adam. Setelah Adam menerima uang itu, Dimas pun langsung pergi dari sana.


Dan Adam, dia kelihatan sangat senang karena kembali mendapat uang sebagai imbalan.


Orang-orang yang melihat Dimas pasti mengira bahwa Dimas sedang mem-bully Adam. Tapi pada kenyataannya, Dimas hanya menyuruh-nyuruh Adam karena Adam memang bersedia melakukannya. Dan sebagai imbalan, Dimas membayar Adam dengan uangnya.

__ADS_1


***


__ADS_2