
Tasya mengerjapkan matanya akibat sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamarnya.
"Engghhhh,,," Tasya mengerang
"Yah,,, kok udah senin lagi sih!" ucapnya lusuh.
Tasya langsung beranjak dari kamarnya, mengambil handuk dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
20 menit berlalu ia pun sudah selesai dengan ritual mandinya dan memakai seragam putih abu-abu lengkap dengan dasi dan topinya.
tak lupa juga ia memoleskan make up tipis ke wajahnya dan menggerai rambut indahnya itu.
"Yah masih jam 7 lagi" ucap Tasya.
Setelah itu ia langsung mengambil motor sportnya di garasi dan mengendarainya ke sekolah.Dalam waktu 15 menit ia pun sudah sampai di depan gerbang SMA Harapan ini.
Tasya turun dari motornya dan membuka helm full face yang di pakainya.
"Pakkk!!! bukain dong pagernya!" Teriak Tasya dari luar pagar.
"Kamu lagi kamu lagi. Nggak kapok-kapok ya kamu itu telat mulu!" ucap Pak satpam kesal.
"Yeee.... suka-suka saya dong! Orang yang telat saya kok pak satpam yang sewot"
"Kamu itu ngelawan aja si sama orang tua!! Gak pernah di didik ya sama orang tua kamu!"
degg!!!
Mendengar apa yang di ucapkan pak satpam itu ke Tasya membuat ia diam. Karna memang ia tidak pernah di didik orang tua nya lagi selama 5 tahun belakangan ini. Tapi Tasya berusaha sebisa mungkin untuk menutupi apa yang ia rasakan.
"Bodo amat lah pak, cepet dong bukain pintunya." ucap Tasya dingin.
"Awas aja ya kalo kamu sampe telat lagi!" ucap pak satpam menggerutu sambil membukakan gerbang itu untuk Tasya.
Merasa mendapat aba-aba dari pak satpam, Tasya pun segera menaiki motor sportnya dan melalui gerbang itu dengan aman, nyaman dan tentram.
Setelah memarkirkan motornya dengan rapih, Tasya turun dan bergegas menuju ke anak-anak yang sudah berbaris rapih menggunakan seragam putih abu-abu yang sedang mengikuti upacara bendera di lapangan.
Seketika langkahnya mendadak terhenti saat ia hendak memasuki barisan.
"Kamu lagi! kamu lagi!" ucap Pak Timoty marah.
Pak Timoty adalah guru BK paling galak di SMA Harapan. Ia tidak pilih-pilih untuk menghukum siswa jika memang siswanya telah berbuat suatu kesalahan.
Tasya hanya menatap datar orang yang sedang berbicara di depannya itu.
"Lihat!! Jam berapa ini!!" ucapnya sambil menunjukkan jam yang melingkar di tangan kirinya.
"7.15" ucap Tasya datar.
"Itu artinya kamu telat 15 menit! Lihat yang lain sudah berbaris rapih dan mengikuti upacara bendera dengan khitmad, sedangkan kamu??? Enak-enakan jam segini baru datang!"
"Ya terus gimana lagi dong" jawab Tasya dingin.
"Kamu itu sama guru kok nggak ada sopan-sopannya ya!"
"Sopan?? Buat apa? Anda siapa? Orang tua saya juga bukan kok minta di sopan-in!"
PLAAKKKKKK!!!
Tamparan itu mendarat di pipi kiri Tasya. Dan karena itu semua pasang mata tertuju padanya termasuk guru-guru dan pembina yang ada di situ dan upacara pun mendadak terhenti karna perihal itu.
Seketika rasa panas dan perih menjalar di pipinya. Tasya masih terlihat santai di depan orang yang sudah menamparnya tadi.
__ADS_1
"Saya ini guru! Saya patut di hormati di sini dan kamu berani-berani nya nggak sopan sama guru! Orang tua kamu ngajarin apa hah!! Pasti orang tua kamu malu punya anak kaya kamu!!" ucap pak Timoty dengan nada tinggi.
"Udah???" tanya Tasya datar.
"Kamu itu bener-bener nggak sopan ya sama guru!! Pasti ibu kamu malu dan nyesel udah ngelahirin anak kayak kamu!! Malu-maluin orang tua nggak kamu itu!!"
Tasya menghiraukan ucapan guru itu dan dia segera pergi dari tempat itu untuk menenangkan pikirannya.
"KENAPA UPACARANYA BERHENTI!!" teriak Pak Timoty. Dan seketika protokol itu melanjutkan bacaannya.
"Sya lo yang kuat ya! gue bakal selalu ada buat lo kok" batin Keenan
"Black Diamond selalu di samping lo sya" batin Calvin
"Ya ampun sya,, gue kalo jadi lo udah nggak kuat kali di perlakukan kek gitu apalagi di depan umum gini" gumam Riri
Semilir angin itu menerpa wajah cantik Tasya, asap itu terus berhembus dari bibir mungil Tasya dan earphone yang menyumbat telinganya menghantarkan sang pendengar agar lebih Relax dengan nada-nada slow yang di hasilkannya.
Tasya tertawa miris.
"Pantes orang tua gue nggak nyariin gue, ternyata mereka malu punya anak kek gue ini"
Sedangkan di lapangan upacara ? Mereka tidak bisa membuat upacara itu lebih khitmad sebab kejadian tadi membuat mereka kaget dan tercengang.
Siapa yang tidak kenal Tasya? Gadis cantik primadona di SMA Harapan ini selalu menjadi sorotan di sekolahnya maupun di luar sekolahnya, apalagi akibat kejadian tadi terjadi di tempat umum, otomatis berita tersebut menggemparkan SMA Harapan dan sekolah lainnya.
"*Calon bini gue kena tampar woy"
"Yayang Tasya yang sabar ya beb"
"Tasya you must be strong"
"Udah telat, nggak sopan pula lagi, pantes kena tampar"
"udah nakal, bisanya cari gara-gara pula"
"mentang-mentang pinter jadi songong ye"
"norak banget si*"
Itu lah sebagian dari gumaman anak-anak SMA Harapan.
Setelah upacara selesai, Keenan dan Riri serta teman-teman yang lain pun segera mencari keberadaan Tasya sekarang.
"Kira-kira dimana ya Tasya, Nan?" ucap Riri khawatir dengan keadaan Tasya.
"wak Inem!!"
mereka pun melangkahkan kakinya menuju warung Wak Inem.
"Wak Inem! Tadi Tasya sempet dateng ke sini nggak??" Tanya Keenan.
"Nggak tuh Nan, emang neng Tasya kemana?"
"Mmmm,,, Yaudah deh wak makasih ya" Ucap Keenan dan segera pergi dari warung wak inem bersama Riri, Rino dan Calvin.
"aduhh,, dimana ya Tasya. Gue takut dia ngelakuin hal yang nggak-nggak nih!" ucap Riri.
"Lo tenang aja ri, gue yakin Tasya gak mungkin ngelakuin hal-hal yang ngebahayain dirinya" ucap Rino sembari memeluk Riri.
"Makasih ya, eh by the way lo siapa ya? lo temen nongkrong Tasya ya?" tanya Riri.
"iya, kenalin gue Rino Abraham. Panggil Rino aja ya" ucap Rino.
__ADS_1
"Eh kemana lagi ya kita cari Tasya?" ucap Calvin
"Coba ke perpus yuk, siapa tau Tasya ke sana kan" usul Keenan.
"Lp yakin nan, Tasya di perpus?" Tanya Riri meyakinkan.
"Ya kita coba dulu lah, kan perpus sepi tu, siapa tau dia ke sana" ucap Keenan.
Mereka pun menyusuri lorong-lorong perpus yabg luas itu demi mencari-cari Tasya. Dan ... nihil, Tasya tidak ada di sana.
"Aduh capek banget nih gue" keluh Calvin
"Kemana lagi nih kita?" tanya Keenan.
"Gue gak tau,,, gue gak bisa mikir nih sekarang.. Hiks hiks hiks" ucap Riri menangis.
"udah ri tenang, jangan nangis dong" Ucap Rino menenangkan Riri.
Tiba-tiba dari pintu masuk seseorang laki-laki ke dalam perpus....
"Kalian ngapain di sini? bukannya sekarang jam pelajaran udah di mulai ya? Cepet kembali ke kelas!!" ucap laki-laki itu.
Siapa laki-laki itu?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT????
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak👣👣👣👣