LELAH

LELAH
Akur


__ADS_3

Ternyata orang yang di telpon Rendi yaitu Rino teman Tasya.


"Halo ini siapa ya?" jawab Rino di seberang sana.


"Ini saya Rendi No" jawab Rendi.


"Oh pak Rendi toh, ada apa pak kok telpon saya?" jawab Rino sopan.


"Gak usah panggil pak No, panggil Rendi saja. By the way kamu punya nomernya Keenan nggak?"


"Ada nih Ren"


"Bisa kirim nomernya ke saya?"


"Udah gue kirim tuh!"


"Thanks ya No" Rendi langsung mematikan sambungan telponnya.


Tak lama setelah itu, ia langsung menelpon Keenan.


"Halo" jawab Keenan.


"Ya, Saya nggak mau basa-basi sama kamu. Cepat datang ke apartment Tasya!" Ucap Rendi dengan nada memerintah.


"Bentar-bentar. Lo siapa sih!! Kalo lo ada masalah sama gue nggak usah bawa-bawa Tasya ya!" ucap Keenan yang merasa emosi.


"Saya Rendi. Cepat datang ke sini! Kalau tidak lihat apa yang bisa saya lakukan ke kamu!" Rendi langsung memutuskan panggilan itu.


Keenan yang semula ingin menghindari Tasya selama beberapa hari pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke apartment Tasya. Itu bukan karna ia takut akan ancaman Rendi, tapi ia khawatir dengan keadaan Tasya. Ia langsung menaiki motor sportnya membelah jalanan kota untuk ke apartment Tasya. Setibanya di apartment Tasya, saat ia masuk ia di kejutkan dengan keberadaan Rendi di kamar Tasya.


"Lo apain Tasya hah!!!" ucap Keenan emosi sembari menarik Rendi agar keluar dari kamar Tasya.


Begitu sampai di ruang tamu apartment Tasya, tiba-tiba Rendi langsung menonjok wajah Keenan hingga ia jatuh tersungkur.


"Maksud lo apa hah!!! Kenapa lo tiba-tiba mukul gue!!!" bentak Keenan.


"Gak usah teriak-teriak bisa? Tasya lagi tidur." ucap Rendi santai. Rendi itu sangat pandai mengendalikan emosinya.


"Kamu tau nggak Tasya seharian ini nyariin kamu!" tanya Rendi


"Ya gue tau"


"Kenapa kamu nggak kasih kabar ke Tasya? Gara-gara kamu Tasya pingsan tadi pagi di sekolah." ucapnya tenang walaupun dalam hatinya ia sangat geram dengan Keenan.


"Tasya pingsan?? kenapa??" jawab Keenan terkejut.


"Dia sibuk memikirkan kamu hingga tak sempat sarapan. Jika kalian ada masalah selesaikan baik-baik. Jangan seperti anak kecil! Ya walaupun sebenarnya saya senang kalau kamu menjauh dari Tasya." jawabnya tenang.


"Maksud lo apa hah!!" ucap Keenan emosi.


"Karna kamu udah di sini, saya pamit pulang. Jaga Tasya baik-baik." ucapnya


Setelah berbicara seperti itu Rendi langsung mengambil kunci mobilnya dan bergegas pulang. Walaupun sebenarnya ia masih ingin menemani Tasya, tapi ia juga ingin Tasya menyelesaikan masalah yang terjadi antara dirinya dan Keenan. Jadi ia memilih untuk mengalah kali ini demi kebaikan Tasya.


Tak lama setelah Rendi pulang Keenan langsung masuk ke kamar Tasya.


"Engghhh." Wanita itu mengerang dari tidurnya. Seketika Keenan mendekati wanita itu dan tersenyum simpul.


"Lo disini Nan?" Tanya wanita itu


"Nggak." Ucap Keenan.


Tasya bangkit untuk duduk, karna kondisinya juga sudah mendingan "Lah terus gue masih mimpi dong ini?"


"Mau aja di bohongin sih sya." Ucap Keenan spontan.


"Jahat banget sih lo Nan sama gue!" ucap Tasya sambil terisak.


"Maafin gue sya, gue gak bermaksud buat ninggalin lo kok. Sumpah deh."


"Terus kenapa lo mau kuliah di luar negeri? kenapa nggak di sini aja bareng gue?"


"Gue kuliah di luar negeri juga atas kemauan opa gue sya, dia pingin gue kuliah di sana sambil mempelajari bisnisnya. Gue juga baru di kasih tau opa beberapa hari yang lalu kok, makanya gue buru-buru kasih tau lo"


"Tapi itu artinya kita cuma bisa bareng-bareng selama 2 bulan doang dong!"


"Nanti kalo gue sedig gimana?"

__ADS_1


"Nanti kalo ada yang jahatin gue gimana?"


"Nanti kalo gue kangen lo gimana?"


"Ya ampun sya, gue kan kuliah cuma 4 tahun. ga akan lama kok, lagian kan kita bisa video call setiap saat. Dan inget satu hal lagi sya, kalo lo itu di sini masih punya banyak sahabat yang tulus sama lo"


Sheila terdiam. Ia memikirkan ucapan Keenan memang banyak benarnya.


"Maafin gue ya Nan udah childish banget" sesal Tasya.


"Gak papa kok sya, maafin gue juga seharian ini ngehindarin lo"


"Iya, berarti kita impas ya."


Ya begitulah Tasya, walaupun ia kecewa dengan Keenan tapi ia tak bisa marah lama-lama ke orang yang ia cintai itu.


"Nan, by the way kemana Rendi?" tanya Tasya.


"Oh Rendi pulang dulu. Katanya ada urusan mendadak." Terang Keenan.


Tasya mengangguk paham.


"Sya." Panggil Keenan.


Kemudian Keenan duduk di tepi ranjang Tasya


"Lo udah baikan belom? gue ajak ke stadion mau nggak?"


"Serius lo!???" Ucap Tasya dengan semangat.


"Serius, tapi kamu udah baikan kan?"


"Gue udah 100% sehat kok Nan" jawab Tasya bersemangat.


"Yaudah, lo mau pertandingan lawan apa?" Tanya Reyhan.


"Persib dong."


"Oke. Kebetulan 3 hari lagi Persib main sama Persija."


"Hahahhaha,, jangan cemberut gitu ah! Jelek tau! " Ucap Keenan sambil mengacak rambut Tasya


"ihh Keenan mah!!" ucap Tasya kesal karna di goda Keenan.


Tiba-tiba seseorang datang ke apartment Tasya.


"Tok...tok...tok..." suara ketukan pintu itu menhentikan percakapan mereka.


"Nan bukain gih." Suruh Tasya kepada Keenan


"Kenapa harus gue..." gumam Keenan


"Gue kan masih sakit Nan" Ucap Tasya


"Tadi katanya udah sehat."


"Iya tapi boong."


"Kampret." Umpat Keenan.


Kemudian Keenan bangkit dari duduknya dan membukakan pintu untuk tamu Tasya. Keenan membuka pintunya dan seperti yang sudah ia duga siapa yang datang ke apartement Tasya.


"Masuk Ri" ucap Keenan.


"Tasya!!!". Riri berlari dan langsung memeluk Tasya dan Tasya pun langsung membalas pelukan sahabatnya itu.


"Eh lo belum pulang kerumah Ri?" Tanya Tasya setelah mereka mengurai pelukannya.


"Belum hehe." Jawab Riri dengan cengiran andalannya.


"Eh iya Sya, By The Way lo kenapa bisa sakit kek gini sih? Kalo cuma gara-gara gak sarapan gak mungkin deh. Lo kan biasanya juga jarang sarapan?" Tanya Tasya


"Kenapa ya?" Tasya menaruh jarinya di dagu dan berfikir


"gue ngga tau."


Tasya mengangkat kedua bahunya tanda bahwa ia tidak tau. Tapi sebenarnya ia teringat kembali akan petir-petir yang berhasil membawanya ke masa lalunya.

__ADS_1


"Tapi gue kemarin nggak sengaja kek liat lo di halte bus gitu Sya, duduk sendirian keknya lo ketakutan banget pas itu. Gue mau berenti pas itu tapi gue takut itu bukan lo, jadi itu lo atau bukan?" Tanya Riri panjang lebar.


Pernyataan Riri tadi seketika membuat Tasya dan Keenan diam membeku.


"Mmmm...... Lo salah liat kali Ri" Tutur Tasya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NEXT????


Jangan lupa tinggalkan jejak👣👣👣👣

__ADS_1


__ADS_2